Jumat, 26 Mei 2017

aku, sungguh tidak penting


Aku, sungguh tidak penting.

Apakah kau pernah menyadari..
Aku, sungguh tidak penting..
Bagimu, bagi kehidupanmu kini...
Kau, aku, kita harus sadar..
Ada bukit terjal menantimu penuh jurang..
Yang tanahnya begitu subur untuk kau gunakan..
Tanamlah... tanamlah berjuta pohon doa dan harapan,
Tanamlah . . . dan tetap mendakilah..
Apakah saat sampai puncak bukit kau akan menemukanku ?
Ataukah aku yang akan menemukanmu ?
Mungkin iya, mungkin juga tidak
Tapi, sungguh,
Itu tidak penting.
Karena..
 siapapun yang kau temui di bukit terjal itu...
dia pasti sudah mendaki..
dan pasti siap bertemu denganmu,
sama sepertimu,
yang sudah  mendaki
dan siap bertemu dengannya.
Masih memikirkanku ?
Aku, sungguh tidak penting.

Yogya, 25 Mei 2017