Sabtu, 24 Juli 2021

Sebuah Pengantar

 Hmm, 

Saat dimana aku memulai semua yang akan ku lakukan, mulai dari sekarang. Apakah sudah terlambat ?, tidak. Tidak sama sekali. Tidak ada kata terlambat untuk orang yang sedang ingin memulai sesuatu yang baik. Berusaha untuk menjadi lebih baik.

Dan aku yakin, masa tua sudah menanti di masa depan sana untukku, masa dewasa sedang ku lalui, terasa berat dan sulit dijalani untukku, dan yang pasti masa kini akan segera berakhir dan hanya tersisa dalam kenangan dan tulisan ceritaku.   

Ketika aku sampai pada akhir dalam babak kehidupanku, mungkin ada banyak orang yang menangisiku, merasa bahwa tanpaku, semua cerita yang akan datang tidak akan sebahagia saat aku ada. Tapi itu juga salah. Semua yang pergi akan membawa sesuatu yang datang. Dan karena itu skenario dari Sang Pencipta, maka ketika ada yang pergi, dan ada yang datang, maka itulah jalan cerita paling indah yang harus dijalani.

Saat semua sudah berlalu, maka semua semakin terbiasa dan mulai bahagia tanpa adanya aku. Aku tahu itu akan terjadi. Cepat atau lambat. Maka aku ingin terus hidup dalam kenangan. Menjadi sesuatu yang membuat kisah perjalanan hidup. Bukan ingin terkenal. Aku tidak peduli dengan itu. Jika tidak mampu memberi hal yang baik, setidaknya jangan melakukan kesalahan yang sama denganku.

Guruku dulu pernah berkata padaku, “jika yang kamu berikan hanya sisa – sisa, maka yang kamu dapatkan tidak lebih dari hanya sekedar sisa – sisa”. Mirip dengan hukum alam, kekekalan energi, asas Black di Fisika, persamaan massa sebelum dan sesudah reaksi di Kimia. Mungkin tidak sepenuhnya sama, ada sebagian energi yang “terlepas ke lingkungan”, tapi benar juga. Memberikan semua usaha maksimal untuk mendapatkan hasil maksimal sangat masuk akal.

Harapanku sederhana. Saat nanti aku sendirian menunggu, tanpa kamu, tanpa dia, tanpa mereka, tanpa siapapun, entah disana gelap, entah disana terang, entah disana mencekam, entah disana menyenangkan, lalu.... dari orang – orang yang ku sayangi, orang- orang yang menyayangiku, bahkan dari orang – orang yang hanya tahu namaku, hanya sekilas tahu bahwa aku pernah hidup, mereka mengirimkan berkas – berkas cahaya doa laksana bintang yang jatuh berhamburan, datang menemani tidur sepiku. Mungkin setiap hari, mungkin sepekan sekali, mungkin juga setahun sekali, atau bahkan lebih dari itu, tergantung seberapa bermanfaat diriku dulu, ilmu yang ku amalkan, ku sampaikan, apa yang ku berikan untuk membantu orang lain, dan bagaimana nanti aku memimpin keluarga kecilku.

Aku fana, aku akan menghilang dan berganti, tapi cerita – cerita akan tetap abadi, beriringan dengan cerita – cerita hari ini yang akan menjadi kemarin, dan esok yang akan menjadi hari ini. Cerita – cerita yang mengetarkan hati, dan selalu menjadi pelajaran bahwa hidup itu sejatinya adalah menjalani kisah – kisah yang akan mengantarkanku menuju Sang Pencipta.

 

Yogyakarta, 1 Maret 2018

Rabu, 07 Juli 2021

Tugas Sekolah

 Hmm,

Hai

Aku ingin bercerita tentang hariku hari ini,

Aku bangun sedikit terlambat, karena tadi malam lembur, yang pertama menemani dia, karena dia ingin ditemani,  yang kedua membuat PPT untuk rapat dinas hari ini. Banyak juga yang harus disiapkan

Beberapa waktu ini pagi sangat dingin, berkisar 17 – 18 derajat celcius, bagiku cukup menyiksa. Sudah sedia tol*k angin, karena mungkin aku cukup mudah sakit karena cuaca. Agar tidak terkapar saat genting begini.

Pagi hari aku berangkat seperti biasa, seharusnya memang WFH, tetapi karena memang ketentuan WFH itu, jika ada keperluan penting sekolah maka wajib berangkat. Maka guru2 yang tidak sakit berangkat.

Sampai sekolah, Aku langsung menyelesaikan SK (surat keputusan) pembagian tugas, mengedit PPT lg, dan menyiapkan tempat untuk rapat. 

Dia sepertinya butuh bantuan, di sela itu aku mencoba untuk membantunya. Maaf ternyata aku tidak bisa membantu sama sekali.

Rapat yang awalnya direncanakan jam 8, mundur jam set 9 karena suatu hal.

Dan hari ini pun dimulai.. lebih tepatnya petualanganku baru saja dimulai

Hari ini tidak seperti biasanya, aku tidak duduk dibarisan belakang bersama teman2 lainnya.

Iya, aku di depan, tepat di samping Kepala Sekolah, disitu, di lihat semua orang, dan apa yang ku katakan nanti akan didengar dan menentukan nasib semua orang di ruangan itu satu tahun ke depan. Ngga cuma diruangan itu si, hhe karena  banyak yang ijin sakit.



Sekarang, mulai detik itu aku resmi menjadi waka kurikulum.  secara jabatan, aku orang nomor dua di sekolah, dibawah langsung Kepala Sekolah

Terdengar keren ?

Mungkin iya, bagi yang melihat memang keren. Jadi wakakur di usia semuda itu, bukan karena tidak ada orang lain, yang berpengalaman lebih banyak, yang lebih senior sangat banyak, tapi karena Kepala Sekolah yang memilih dan meminta langsung. Keren kan ? wkwk

Coba Tanya perasaanku  hehe

Yang aku rasakan adalah sedih. Wkwk rebahanku akan berkurang drastis wkwk bercanda, tapi serius aku bilang begitu. Mungkin beban itu berat sekali. Hari ini, aku menentukan tugas utama dan tambahan semua warga sekolah untuk satu tahun pelajaran besok.  Apa yang akan mereka kerjakan, mapel apa yang mereka ajarkan, jadi Pembina ekstra, OSIS, pramuka, jadi wali kelas, jadi staff apa, pembagian kerja TU, dll.


Semua itu ku coba untuk membuat seadilnya, agar PNS yang punya jabatan, jamnya di kurangi, mengingat beban mereka. Agar sesama GTT (guru tidak tetap) memiliki porsi mengajar yang relatif sama, tidak saling iri. Pun dengan jabatan tambahan seperti pembina2 ekstra atau wali kelas.  Agar staff TU punya beban yang sama dalam menangani Tata Usaha, baik sekolah, siswa, rumah tangga, asset, dll. Agar petugas kebersihan tau ruangan mana saja yang akan mereka bersihkan dan tidak saling lempar tanggung jawab membersihkan ruangan yang mana dan lain sebagainya. Sedih sekali membaca wa seseorang yang bilang,  intinya “aku diganti karena aku ngga bagus ya di posisi itu”, meski bukan ditujukan langsung padaku, tapi aku tau dan saat itu aku merasa, wah beban ini berat sekali. Apa aku sanggup mengatasi hal2 begitu ya, wkwk

Malam ini aku lembur untuk membuat jadwal pelajaran untuk digunakan guru dan siswa untuk satu tahun ke depan. Rasanya pikiranku lelah sekali. Mungkin tenagaku sudah terkuras habis, padahal ini baru mulai, baru selangkah. Saat membuat tugas dan jadwal ini, tanganku tremor, entah karena deg2an, atau sedih, rasanya bergejolak, gemetar, dingin dan mual. Mungkin malam ini tidak akan selesai, wkwk masih ada yang tabrakan, ternyata sulit juga, mapelnya g tabrakan, gurunya yang tabrakan, karena satu guru ada yang mengajar dua mapel, bahkan karena keadaan, ada yang tiga. Wkwk belum lagi sudah ada yang request, aku jangan hari pertama ya, mapel jurusan di hari yang sama ya, wkwk sedih

Tapi besok juga, ada rapat lagi untuk persiapan MPLS (jaman dulu namanya MOS). Sejujurnya aku agak kaget ketika Kepala Sekolah meminta untuk berkoordinasi dengan waka kesiswaan untuk membuat Tim MPLS, ku pikir saat rapat manajemen senin kemarin, aku hanya terima beres, maksudnya tahun lalu memang aku yang mengonsep acaranya. Jadi ku pikir yang sekarang aku hanya, “ini loh tahun lalu, berkas2 dokumen, video, presensi dll ku serahkan ya”, lalu aku hanya menunggu nanti kurikulum dapat materi apa, lalu ku siapkan bagian itu saja. Ternyata tidak semudah itu bosku… wkwk ternyata aku harus terlibat langsung, hhe tapi baiklah. Harus ku lakukan. Wkwk fyuhhhhhhh

 Hufttttt, Hmm,

Apakah aku bisa ?

Tidak ada pilihan lain hehe benar2 tidak ada,

Aku harus memilih aku harus bisa dan aku harus belajar untuk bisa bagaimanapun caranya.

Apakah aku kuat ?

Aku tidak tau, tapi aku harus dan wajib kuat, keputusanku hari ini, dan nanti2 akan menjadi patokan kegiatan sekolah. Memang masih ada kepala sekolah, yang bertanggung jawab sepenuhnya, tapi secara teknis, aku lah yang harus bertanggung jawab memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar.

Tertekan ?

Wkwk jangan ditanya lagi, jika apa yang kulakukan, kuputuskan, hanya berakibat pada diriku sendiri, mungkin aku tidak p2, mungkin sedih, tapi mungkin tidak terbebani. Kalau sekarang, wkwk aku tidak tau sekarang aku salah atau benar, itu saja sudah membuatku merasa deg2an, khawatir ada yang tidak berkenan dengan tugas mengajarnya, atau tugas tambahan sebagai Pembina ekstra dll. Wkwk sangat terbebani.

Aku mungkin tidak ingin dimaklumi, seperti jika aku membuat kesalahan kemudian ada yang bilang, maklum masih muda, atau masih belum berpengalaman, dan yang semacam itu. Mungkin aku tidak ingin beralasan begitu, y itu memang faktanya, tapi itu bukan alasan untuk membela diri. Jika aku salah y salahkan aja, nasihati aku secara personal, terus baiknya gimana, atau jika mau menyalahkan saja juga tidak p2 si, karena solusi itu memang urusanku jika terjadi kesalahan.

Hmm,

Dunia kerja kadang kejam sekali, wkwk tidak bisa melakukan semaunya, tidak bisa melarikan diri. Jika sudah ditugaskan sesuatu ya harus dan wajib siap apapun keadaannya. Y memang kalau mendapat pekerjaan juga disertai mendapat konsekuensinya. Wkwk fyuhhhh

Hehe mungkin itu aja yang ingin ku ceritakan hari ini, karena dia mungkin lagi tidak dalam keadaan baik, jadi aku aku bercerita padamu saja. Semoga nanti2 dia bisa lebih baik setelah ujiannya selesai. Tapi kalau tidak mungkin tidak p2, hhe soal itu, mungkin akan ku ceritakan besok.

Semoga aku kuat, bisa segera terbiasa dengan tekanan besar ini. Semoga bisa berjalan dengan baik, dan meski tidak sempurna, semoga setidaknya berjalan lancar.

Hmm, semangat2 aku, aku pasti bisa, yang kuat ya, aku

 

Kendal, 07 Juli 2021