Senin, 30 September 2019

hak


Hmm,
Kata temanku,
Aku senang menjadi korban, hehe kenapa korban ya, padahal aku biasa saja,
Menunggu yang tidak pasti, padahal yang jelas di depan mata saja ada
Dan dia bilang, kamu bisa ditinggal dia yg lain kapan saja
Hmm,
Hehe ya ku jawab dengan senyuman, 
Aku sudah tau itu,
Lalu dia juga bilang,
Sesempurna apa si dia yang lain itu ?
Iya, dia yang lain itu memang tidak sempurna
Aku juga sudah tau itu,
Aku juga tidak sempurna, aku punya banyak kekurangan, dan mungkin aku sedang mencoba memperbaiki diriku dari banyak sisi, mungkin dia yang lain juga,  
Apakah nanti kamu sama dia yang lain beneran bisa saling menunggu ?
Belum tentu kalian bersatu,
Aku lagi2 juga sudah tau itu,
Aku tidak tau masa depan, dia juga, dia yang lain juga,
Sejujurnya aku ingin marah,
Hehe tapi, ku pikir temanku hanya peduli, 
Lagian aku yang memutuskan sendiri, apa yang akan ku lakukan, bukan temanku
Jadi marah2 itu (sangat) tidak perlu,
Hmm,
Ku pikir, semua orang berhak menyukai seseorang yang istimewa,
Dan ku pikir,
Aku punya hak untuk menyukaimu


Semarang, 30 September 2019

Senin, 23 September 2019

dulu (2)


Hmm,
Ku ceritakan sesuatu, hehe
Dulu tahun berapa ya, saat2 masih remaja, aku pernah ngetweet kalau aku ingin mati, hehe tapi aku masih sangat ingat kalau itu pakai kode, jadi mungkin tidak ada yang tau, hmm, mngkin ada, tapi pasti hanya satu dua orang saja, karena teman2ku tidak semua main twitter, apalagi tau kode itu, lalu sebenarnya aku juga sudah menyiapkan pesan kematian, hehe sasuga, di buku bersampul biru, wkwk, tidak pakai kode, dan semua password sosmedku semua ku tuliskan, dibalik sebuah foto wkwk kalau passwordnya  itu pakai kode, lalu pesanku adalah, hapus semua akunku, baik fb, twitter, email, dan kau tahu, pesan itu ku tujukan untuk siapa ?
Hehe iya, kamu, eh maksudnya dia,  kamu kan blogku, hehe
Lucu deh, seorang aku bisa berpikir sesingkat itu,
Hadeh, masa muda
Kenapa ya, aku pernah berpikiran begitu,  setelah ku ingat2, oh, ternyata aku dulu (merasa) sangat menderita, hehe
Padahal kalau ku pikir2 sekarang masalahku waktu itu sangat sepele, maksudku tidak perlu dipusingkan sampai ingin mati, hehe baka sekali saya ya, hehe
Hmm, tapi dulu ku pikir memang masalahku berat sekali, tekanan dari mana2, organisasi, rumah, lingkungan, sekolah, hehe, suwer, y tapi kan dulu aku belum sampai sedewasa sekarang, hehe
Ku pikir ini adalah titik balik kehidupanku,
Aku yang dulu meledak2, yang dulu mengejar2 sesuatu, yang tidak banyak bersyukur, yang labil, gaje, menjadi pribadi yang lebih santai, lebih slow, lebih berpikiran terbuka intinya.
Jadi yang pertama, aku dikirimkan seorang teman yang broken home, intinya keluarganya tidak baik2 saja, y mungkin kelebihanku memang bisa jadi teman siapapun, hehe jadi dia cerita tentang kehidupannya, hmm, akhirnya mataku mulai terbuka, oi2, keluargaku sangat baik sekali, kenapa selama ini aku tidak bersyukur, maksudnya tidak sadar bahwa ada keluargaku yang selama ini menopang hidupku, hadeh, payah banget saya, dulu aku mikir apa si ya, hmm,
Lalu yang ke dua, apa kau pernah membaca atau mendengar kalau usaha tidak menghianati hasil ? wkwk sebenarnya aku tidak terlalu percaya, bukan berarti aku percaya bahwa usaha tidak ada hubungannya dg hasil, tapi tidak selalu hasil itu sebanding dg usaha, atau setidaknya yang diusahakan itu belum tentu berhasil, meski sebenarnya proses itu yang penting, tapi hasil juga tidak kalah penting,
Hmm, ada seorang cewe, dia temanku, kita tidak dekat si, tapi dia sangat menarik perhatianku, bukan dalam artian yang aneh2, hehe hmm, dia sangat rajin, kalau bisa, ku ingin bilang, dia super rajin, keren dah, karena kami baru sekelas pas kelas XI, aku baru tahu, hehe aku jadi membenci diriku sendiri, sungguh, hehe aku tidak berusaha, atau setidaknya dibanding dia itu, hmm, aku 1 : 10, bahkan kurang, gilee, aku jadi merasa sombong,hehe nggak si, maksudnya dibanding usahanya, usahaku kecil sekali, tapi prestasiku selalu dan selalu lebih diatasnya, hadeh, sombong sekali saya ya, dg usaha kecil aja bisa menang, apalagi kalau usahanya besar, hmm, nggak2, aku malah jadi mikir sebaliknya, kenapa dengan usaha dia yang begitu besar, tidak Alloh ijinkan dia melampauiku, lalu ku pikir2, mungkin karena yang Alloh sukai itu pas dia lagi berusaha, kalau tercapai, mungkin dia akan jadi berkurang usahanya, lalu aku pun mikir, hehe jangan2 Alloh tidak suka aku, hehe jadi aku digampangkan begitu, hehe tapi ku pikir2 lagi, tidak mungkin deh Alloh sejahat itu, prestasiku mungkin hasil doa orang tuaku, aku hanya sebagai lantaran kebahagiaan mereka saja, y mungkin begitu.. dan aku salut dengan perjuangannya, sekarang, hehe aku tidak tau dia dimana, hehe y semoga sukses, karena usahamu keren sekali menurutku.
Hmm,
Jadi, ku pikir setelah dua kejadian itu, hidupku tidak berat2 amat, maksudku setiap orang pasti punya masalah, dan yang bisa melampui masalah itu y kita sendiri,  hehe aku bukan yang paling menderita, atau yang lebih simple, setiap orang pasti (pernah) menderita dengan masalahnya sendiri2, membandingkan dengan orang lain hanya akan mempersempit hati saja, kita tidak benar2 tau masalah yang dihadapi orang lain, bisa jadi sangat berat, tapi dia terlihat selow, atau bisa jadi terlihat sangat menderita, tapi memang masalahnya sangat berat sekali, hehe
Lalu aku pun mulai merasa bahagia dengan kehidupanku, hehe karena ku pikir masalah seberat apapun akan bisa dilewati, kita hanya perlu menyelesaikannya, itu saja,
itu saja ? wkwk
Sepertinya aku keblabasan, hehe itu seperti menemukan tempat baru, lalu pergi, terbuai dan lupa jalan untuk pulang, hehe
Ini yang ketiga, iya, aku pernah merasa terlalu bahagia, puncaknya di tahun 2016, hehe pas lebaran, aku waktu itu bilang, mungkin keluargaku (kehidupanku) sangat bahagia, rasanya gimana ya, hehe terlalu bahagia, wkwk dan pada akhirnya hukumannya sakit sekali, wkwk teramat sakit... aku jadi sadar, yang berlebihan itu memang tidak baik, bahkan untuk bahagia. Nanti saja, bukan sekarang.
Lalu pada akhirnya, terbentuklah aku yang sekarang, dari tiga kejadian itu,
Hehe aku pernah ingin mati, aku bahkan sudah menulis pesan kematian, aku juga pernah keblabasan dengan kebahagiaan, aku pernah (sering) tidak bersyukur, aku (sering) lupa melihat sekelilingku, melihat apa yang sekarang sdg ku punya, yang mngkin tidak dimiliki orang lain,  aku lebih (sering) melihat apa yang dimiliki orang lain dan tidak dimiliki olehku, hehe yah, aku memang payah sekali
Lalu aku menyimpulkan, aku memang biasa saja. Mimpiku dan keinginanku sama saja dengan kebanyakan orang, perjuanganku, hmm, orang lain juga berjuang, keberuntunganku, orang lain juga beruntung, penderitaanku, orang lain juga menderita, kita punya jalan hidup masing2, cara bahagia kita masing2, perjuangan kita juga masing2, penderitaan kita masing2, kita hanya bisa saling membantu, tapi tidak bisa mengambil alih.
Aku memang biasa saja.
Meski begitu, ku pikir aku bahagia, dan meski hidupku biasa saja, hidupku cukup berwarna kok, hehe

Kendal, 23 September 2019

Rabu, 18 September 2019

dulu


Hmm,
dulu saat aku masih bocah, tepatnya kelas satu SMA aku pernah punya cita2, atau lebih tepatnya keinginan, keinginan yang jahat sekali, hehe padahal dulu aku belum nonton death note, tapi keinginanku itu sama, bukan sebagai L, tapi sebagai Kira, hehe iya, ku pikir orang2 sampah macam koruptor dan sejenisnya tidak pantas hidup, apanya yang HAM, hukuman mati itu lebih dari pantas, jika memang harus mengatasnamakan HAM, bukankah dengan mereka korupsi misalnya, itu bisa jadi telah membunuh banyak orang yang membutuhkan bantuan, bukankah banyak jg yang membunuh, mencuri, bahkan bunuh diri karena desakan ekonomi, oi2, itu bahkan lebih parah,
hmm,
tapi dulu, ku pikir jalan satu2nya adalah dengan menjadi sniper, wkwk jujur saja imajinasiku liar sekali, mungkin bila waktu itu aku ditemukan oleh teroris, aku akan menjadi teroris juga, atau mngkin sekarang aku sudah mati... mana ku tahu juga.
iya, ku pikir orang2 macam sampah itu, tidak berguna lagi hidup di dunia, malah nambah dosa aja, merugikan negara, kasusnya tidak selesai2, mending dibunuh saja,
 lalu mimpi itu perlahan surut saat aku mulai dewasa, aku mulai menemukan banyak jawaban atas mimpiku itu, ternyata dunia ini rumit sekali, seperti neuron yang terhubung di otak, kompleks. Entah pangkal dan ujungnya dimana. Tidak semua yang terlihat buruk, memang seburuk kelihatannya, tidak semua yang terlihat baik, sebaik kelihatannya, terlalu banyak yang aku tidak tahu, terlalu banyak yang tidak aku mengerti.
Dan sebenarnya, masih banyak orang2 yang baik di dunia ini, yang mereka melakukan sesuatu dengan tulus, dan sebenarnya semua orang punya sisi baik, sekecil apapun itu, meski kalau dibalik benar juga, semua orang punya sisi buruk, sekecil apapun itu. 
Selain itu, semua orang bisa berubah, misalnya mungkin saja orang yang ku anggap sampah itu akan bertaubat, hehe dan selalu ada kesempatan untuk itu selama masih hidup, jika aku membunuhnya, maka mungkin aku akan jadi penyebab seseorang tidak jadi bertaubat, ku pikir, malah aku yang jadi salah.
Ya intinya semua orang bisa berubah menjadi lebih baik, hehe dan semua orang punya kesempatan untuk itu, orang baik maupun orang yang belum baik..

Kendal, 18 September 2019

Selasa, 17 September 2019

24


Hmm,
Hai, kamu
Tadi pagi kamu bangun dengan kemalsan seperti biasa,
Menatap langit2, menatap jendela, lalu menatap baju2 yang tergantung di dinding seperti biasa,
Lalu bangun, sholat seperti biasa,
Dinginnya air pagi tadi waktu mandi juga seperti biasa,
Kamu memakai pakaian dinas seperti biasa,
Oh, mungkin pakaiannya agak beda, hehe karena tgl ini tiap bulan pakaiannya biru tua,
Yaaahh, nggak jadi biasa, y tdk p2, anggap saja itu hal yang luar biasa,
Hmm, kamu berangkat ke sekolah, seperti biasa, bertemu dengan teman2 guru dan karyawan, bertemu murid2 tercinta, seperti biasa,
Berkegiatan seperti biasa,
Dan kamu pun pulang seperti biasa,
Hmm,
tidak ada yang spesial,
Mungkin, hehe
Mungkin ada satu yang spesial, bukan kegiatanmu,
tapi kamu...
Iya kamu, sekarang kamu 24 tahun, hehe
Kalau kamu mau flashback ke belakang, y iya lah, masa flashback ke depan, hehe ternyata selama ini kamu sudah melakukan banyak hal..
Hmm,
Kamu ingat dulu saat masih kecil, kamu pernah membayangkan nanti kalau sudah dewasa kamu akan seperti apa ?
Iya, kamu pasti masih ingat, hehe
Lalu saat kau mulai menyukai seseorang, kau juga ingat kan ?
Apalagi yang ini, kamu pasti juga masih ingat.
Saat kau tertawa, senang, dan  bahagia masih ingat kan ?
Saat kau lelah, sedih, dan terpuruk juga masih ingat kan ?
Ya mungkin beberapa keping masa lalumu sudah kamu lupakan, tapi keping2 yang lain masih kamu ingat, meski sudah tidak utuh lagi, hehe
Mungkin perjuanganmu terlihat biasa2 saja, memang biasa saja si, kamu bukan yang paling menderita di bumi memang, kalau dibilang paling beruntung, tidak juga, masih ada yang lebih beruntung, hehe intinya kamu sudah berjuang, ya orang lain juga pasti berjuang dengan masalah2 mereka sendiri, dan kamu sudah melewatinya, mungkin nanti2 kamu harus berjuang lagi, jadi siap2 saja... yoshaa
Dan kini kamu sudah cukup dewasa, semua pilihan hidup sudah kamu putuskan sendiri, mulai dari hal sesederhana mau makan kapan, mau makan apa, sampai hal yang rumit, seperti mau menetap dimana, mau kerja dimana, semua itu terserah kamu sendiri, mungkin kamu sesekali bertanya pada orang lain, tentang banyak hal, tapi keputusan yang akan terjadi untukmu, kau putuskan sendiri. Memang harus begitu, jangan biarkan orang lain memutuskan apa yang akan terjadi dalam hidupmu. Bukan berarti harus berbeda dg orang lain, sama juga tidak masalah. Bukan berarti harus sama dengan orang lain, berbeda juga tidak masalah, yang penting itu pilihan dan keputusanmu, bukan keputusan orang lain.
Sekarang kamu akan melewati fase yang baru dalam hidupmu, mungkin di umur ini kamu akan berganti status, jadi C nya hilang, hehe aamiin, lalu mungkin kamu akan memutuskan kamu akan tinggal dimana, yang selanjutnya kamu akan mulai serius tentang hubunganmu dengannya, meski sekarang juga sudah cukup serius, mungkin kamu terlalu cepat bilangnya, padahal statusmu belum jelas, dasar tidak sabaran, ya sudahlah, hehe biarin aja mengalir, kamu menyukainya kan, dan dia juga sama, semoga kalian bahagia dg hubungan kalian, tidak saling menyakiti, bisa saling menjaga, dan semoga tidak ada plot twist di antara kalian hehe
Kau harus ingat, ibumu nanti di rumah mungkin akan sendirian, sekarang untungnya masih ada adik sepupumu, kamu harus sering2 menghubunginya,  dia pasti (selalu) merindukanmu, kamu sudah berusaha mencari waktu kosong tiap bulan kan untuk pulang ? semoga bulan depan juga bisa pulang, dan kau memang harus meluangkan waktu sesibuk apapun dirimu, kau tetap anaknya, surgamu tetap dan akan selalu di bawah telapak kakinya, bahkan jika kamu sudah punya ibu dari anak2mu, sayang yg kau dapat dari orang lain, tidak akan bisa melebihi apa yang telah dia curahkan untuk membesarkanmu, semua balas budi yang pernah kamu lakukan padanya tidak akan pernah bisa menggantikan satu darah yang menetes saat melahirkanmu, itu pasti, jadi ku harap kau ingat ini, ibumu itu tidak meminta balas budi, ibumu hanya ingin kamu bahagia dan kamu mencoba membahagiakannya,  dengan cara apapun, kamu memberi kebutuhan, kamu memberi hadiah, yang lebih penting kamu memberikan doa selesai sholatmu, lalu pulanglah, hehe kau tahu kan itu sangat membuatnya bahagia, karena kau pasti merasakan ketulusan senyum itu, kau terharu kan tiap kali pulang, hehe sudah2  jangan jaim di depanku, aku tahu kok.
Lalu, jangan lupa untuk selalu mendoakan ayahmu, hehe kamu selalu memberi hadiah al fatihah kan setiap selesai sholat, untuk ibumu juga kan, jangan kadang2 lupa lagi ya, itu tidak lama, sebentar saja, tapi pasti membahagiakan punya anak yang berbakti, meski kamu sering salah, sering lupa, tapi doamu ku harap tetap tersampaikan, kata guru ngajimu dulu, kalau ada anak yang mendoakan untuk orang yang sudah meninggal, maka kaya ada cahaya terang dan hangat yang menghujam kuburnya, lalu para ahli kubur itu bertanya, darimana kamu mendapatkan cahaya yang terang dan hangat itu, lalu dijawab, dari anak2 yang mendoakanku. Kau sudah memenuhi cita2 ayahmu kan, menjadi guru, maka jadilah guru yang baik. Semoga nanti2 kamu menjadi salah satu orang yang ilmunya bermanfaat dan pahalanya tidak terputus, aamiin.
Semua orang di sekitarmu mendukungmu dengan baik, saudara2 kandungmu, saudara sepupumu, tante2, om2, mbah, dan keluargamu sangat menyayangimu, maka sayangilah mereka, karena mereka telah menyayangimu. juga teman2mu yang lain, semoga mereka juga bisa mendapatkan keinginannya.
So, selamat ulang tahun yg ke 24, waktumu di bumi semakin berkurang, semoga kamu sehat, semoga kamu kuat, semoga kamu jg bermanfaat, wkwk
tuh ku kasih fotomu pas masih bayi, hehe 


Jika nanti kita bertemu lagi, ku harap kamu sedang bahagia,
Sampai jumpa lagi,
Dari seseorang yang mengenalmu lebih dari siapapun,
“Aku”

Kendal, 17 September 2019

Sabtu, 14 September 2019

Surat Ijin M....


Hmm,
Karena masa SIMku udah habis, maka aku memperpanjang SIMku, bukan seberapa panjang, tapi seberapa lama, hadeh, bedakan meter dan sekon bro, wkwk maaf anak fisika harus jelas acuannya apa, panjang atau waktu, sayang atau rindu, eh, apaan deh,wkwk lanjut...
Karena tempatku ngekos itu agak di ujung kabupaten, jadinya polresnya lumayan jauh, ya sekitar satu jam perjalanan pakai motor, hadeh, akhirnya ku harus nyuci jam 6 pagi, dingin2, males sekali..
Selesai nyuci jam 7 dan oke deh langsung cus berangkat, nggak mandi, hehe males banget asli, dingin jg, padahal habis nyuci, y udah, bodo amat, hehe
Sejam kemudian aku sampai di polres, hadeh, aku baru inget, ternyata aku cuma pakai kaos doang, terus jaketan, kan mau poto , sudah nggak mandi, cuma kaosan, hadeh, y udah deh, udah sampe juga.  
Akhirnya aku tes kesehatan dulu, hehe pertama diukur tekanan darah dong, sip2, 110/70, hmm, mngkin karena belum sarapan, jadi agak rendah, hehe tapi sepertinya tiap tes kesehatan segitu, 110, pas di RS kebumen, pas di dokter umum waktu itu, hoho, mngkin standarku segitu kali y, y udah deh, pas ditanya tinggiku, hehe di SIM lama 165, wkwk padahal aku cuma 158, terus pas ditanya BB, hehe ku jawab 45, padahal cuma 41, hehe biar tidak ditanya aneh2, lalu aku pun tes mata, nah loh, wkwk lucu.
Karena aku sudah tau tesnya, hehe pertama pasti aku disuruh nutup satu mata, maka ku tutup mata kananku, karena mata kiriku masih normal, hehe okeee, mata kiriku aman, lalu mata kananku yang ku buka, yang kiri ku tutup, hehe pas masnya nunjuk huruf, sebenarnya aku tidak tahu itu huruf apa, wkwk tapi saat membuka mata kiriku tadi, aku sudah ngehafal barisan huruf itu, wkwk ku yakin pasti mata kanan dan kiri akan sama tempat huruf yang dites, hehe akhirnya mata kananku juga oke, padahal sudah burem, wkwk maaf ya mas, lalu aku pun mau bayar tes kesehatan, lalu ditanya2 tuh dikasir, masnya guru dimana ? (di form kan ada pekerjaan, ku tulis guru), ku jawab sama bapak2nya, di SMK N 7 Kendal pak, lalu tanya lagi, dimana itu ? ku jawab Plantungan, oh jauh juga, hehe lalu nyletuk mesti muridnya sama gurunya gede muridnya, hehe aku cuma nyengir aja, hehe y memang begitu, oke deh, lalu pas mbayar, ternyata bapak itu bilang biayanya 150rb, eh buset mahal kali, y udah deh, ku sodorkan tuh 150rb. Lalu bapak itu bilang, ini kembaliannya, 100 ribu ku dikembalikan, hadeh, bapaknya bercanda aja, hehe eh tapi belum di kasih juga formku, lalu aku diam dong, hehe terus bapaknya ngasih form ku sambil ngembalikan uang 50rb ku lalu bilang, buat sangu, wkwk berasa anak kecil, y udah, intinya aku cek kesehatannya tidak bayar, hehe apa memang gratis ya, kayane nggak deh, ya bagus deh, alhamdulilah, hehe
Lalu aku pun masuk ke bagian SIM, hehe daftar, ngisi formulir, fc KTP 2, FC SIM lama 2, lalu nunggu dipanggil buat bayar, 75 K, setelah dipanggil tinggal foto, hehe lama juga.
Sampai tiba giliran akhirnya jadi tuh, hehe aku tidak melepas jaket pas foto, hehe SIM ku lima tahun lagi bakal pake jaket terus, wkwk y iya lah. Ternyata yang jadi baru SIM sementara, blankonya habis, jadi cuma dapat kertas doang, dua atau tiga bulan lagi baru jadi katane, hadeh, y sudahlah, hehe setidaknya tidak perlu ditilang kalau kena operasi pas balik pekan depan, hehe
STNK sudah ku perpanjang dua minggu yang lalu, hehe lebih gampang, dan dekat, semoga SIM juga besok2 bisa lebih mudah dan dekat, hehe
Lalu aku pulang ke kos, jadi inget dia, hehe katane mau service motor, jadi inget tuh, motorku kayane terakhir service waktu di PKL, hmm, berarti sudah lebih dari dua bulan, hehe y ku pikir sekalian saja mampir di AHASS, lagian tidak terlalu jauh dari kos, oke deh, aku ganti oli dan kampas rem depan sekaligus minyak rem, kayane sudah tidak terlalu enak rem depannya pas dipakai buat belok, hehe
Wih, dulu pas di PKL nggak dikasih teh botol, sekarang dikasih, plus dapat cuci motor gratis, hehe pelayanan yang bagus, hehe meski agak lama. Tapi oke,
Lalu aku pun pulang, mau tidur, hehe tapi lapar, karena mager, grabfood aja, hehe setelah makan, aku pun tidur, hehe
Oke itu ceritaku hari ini, hehe
Bye2


Kendal, 14 September 2019

Minggu, 08 September 2019

hinata (4)




hmm,
ternyata sepi juga wkwk dua hari tidak jelas komunikasinya
tp lucu, hehe 
padahal seringkali kita tidak punya topik untuk sekedar mengobrol,
padahal kita juga tidak pernah bersama setelah aku menyukaimu saat kelas 3 SMP,
padahal kita tidak pernah sekelas lagi
padahal banyak orang yang dekat denganku,
padahal orang disekitarmu lebih hebat2 dariku,
padahal kita tidak dekat,
hehe iya, kau (terlalu) istimewa,
karena itu, ku pikir kamu harusnya dapat yg lebih baik dariku
Aku juga pernah ingin membuang semua tentang masa laluku, maksudnya cuma ingin mengenang saja, tidak ingin berhubungan lagi, tdk ada yg spesial, cuma bagian dari masa lalu, dan salah satunya tentang kamu, aku ingin kamu tidak lagi istimewa, wkwk
Tp gagal, hhe
wkwk dan malah kau tetap seperti dulu, y aku senang si,hehe dasar
tapi aku jadi khawatir, aku orang yang benar2 bisa mendampingimu atau bukan,
apakah nanti kita akan se visi ?
apakah nanti aku bisa tetap setia ? hehe weh meragukan nih
apakah nanti kamu tidak tertarik dengan orang2 hebat disekitarmu ?
atau jangan2 kau menyukaiku karena .. . . .
hehe nggak mau nulis lah, hehe
hmm, entahlah
lagian kita kan cuma teman, hehe bohong
nggak2, kita cuma teman, memang begitu, meski sedikit berbeda,
kalau nanti2 kamu tidak jadian denganku, hehe y sudah, mungkin aku akan sedih, dan patah hati, kamu mungkin juga iya, hehe
pasti ada alasan di balik itu, mungkin kamu atau aku menemukan orang lain, 
mungkin kita tidak sevisi,
atau mungkin ortumu tidak setuju jika kamu dgku,
kalau ortuku, pasti setuju, hehe mngkin karena aku cowok, aku yang mengambil keputusanku sendiri, dan tanggung jawab sendiri, dan memang sudah ku tanyakan, wkwk semua terserah padaku, katanya.
hmm,
sepertinya kekanakan mendoakan agar kamu jd milikku, meski itu yg ku inginkan, mending begini saja, semoga koasmu lancar, dan semoga nanti ada seseorang yang kamu temukan, dan dia bisa membahagiakanmu, hehe jadi kan aku tetap punya kesempatan, hehe dan misal pun itu bukan aku, dan jk doa itu terkabul, berarti seseorang itu yang akan membahagiakanmu, bukan aku, hehe
tenang saja, aku tidak akan posting di IG, bertahun2 cuma jagain jodoh orang, hehe karena selama ini kan yang jagain kamu y dirimu sendiri, hehe emangnya aku satpammu, wkwk lagian andilku dalam kehidupanmu kan memang kecil sekali, jadi aku tidak berhak mencampuri urusan kebahagiaan dan kesedihanmu, kecuali kamu sendiri yg mengijinkannya,
ya seperti itu saja, hehe
btw, sepertinya kita bernasib sama, hehe nggak ding
kemarin ada cewek yang wa aku, hehe jadi dia dapat nomerku dari temenku, karena temanku tau nya kan aku memang jomblo, dan memang aku tidak cerita tentang kamu, dan temenku itu bilang ke yg wa aku itu, "siapa tahu jodoh", sebenarnya temanku juga sdh memberi nomor cewek itu, tapi tidak ku pedulikan, wkwk eh malah mba nya wa duluan, hadeh, y sudah lah, sayangnya aku tidak bisa sejutek kamu, haha y kalau berteman tidak p2, lagian mba nya pasti sudah mengeluarkan usaha yang besar untuk menghubungiku duluan, jadi tetap ku bales, meski balesnya ya agak menyebalkan, hehe maafkan ya mba, dan dia niat sekali follow IGku, padahal kan aku tidak aktif di IG, wkwk
y sudahlah, pasti tidak semudah itu suka pada orang lain, baik mba nya maupun aku, jadi kupikir mba nya hanya sedang berusaha berteman, cocok y oke, tidak juga tidak p2, mungkin begitu  kan,
hmm,
y nanti, dengan siapapun kamu akan berpasangan, dimanapun nanti kamu akan memutuskan tinggal,
ku harap kamu dan aku bisa bahagia,
bersama, atau sendiri2, hehe

hehe
Kendal, 8 September 2019





keputusan


Hmm,
Memang hidup berisi pilihan2,
Kita bisa memilih satu diantara pilihan2 yang ada, bahkan jika pun pada akhirnya kita tidak memilih diantara pilihan2 itu, tetap saja yang dilakukan bernama memilih.
Semakin dewasa, pilihan yang dipilih semakin rumit, dan berjangka panjang, hehe
Misalnya nih,
Saat SD paling kita hanya memilih mau jajan apa, jajan dimana, mau beli minum es atau bukan,, hehe hanya waktu itu dampaknya, sederhana dan berjangka pendek.
Saat dewasa pilihan2 itu semakin rumit, misal saat lulus SLTA, milih akan kuliah dimana,
Hal ini tidak hanya akan mempengaruhi hidupmu saat itu saja, tapi mungkin 4 tahun ke depan pas kuliah (kalau lulusnya tidak telat, hehe), bahkan setelah itu, karena sebagian besar orang tentu saja akan bekerja atau berwirausaha sesuai dengan jurusan kuliahnya.
Bahkan ketika bekerja juga bisa memilih, akan bekerja seperti apa, menjadi seperti apa, mau pindah atau tidak, semua berisi pilihan2 yang sangat rumit, hehe
Yang sedang ku pikirkan saat ini adalah, apa yang ada dipikiran ibuku, tanteku, omku, yang memutuskan untuk memilih pilihan merantau. Ku pikir, mayoritas orang akan bilang kalau mereka ingin kembali ke kampung halaman, atau dekat rumah, dan dekat orang tua, aku juga sama seperti itu. Tapi tidak semua berjalan sesuai rencana. Hehe ibuku memutuskan mengikuti bapak, jauh2 dari GK ke Kebumen, tante dan omku merantau ke kalimantan untuk mencari kehidupan yang lebih baik, dan orang2 lain yang pada akhirnya memutuskan untuk tinggal dan menetap di tempat baru, tempat yang mungkin tidak pernah terbayangkan.  Yang ada dipikiran mereka saat itu, apa ya ? hehe apakah cemas, gelisah, takut, atau menantang, bersemangat, membara ? wkwk, entahlah. Aku belum tau. Aku belum ingin menanyakannya.
Jadi ingat, dulu omku belum nikah, omku ini lumayan visioner, jadi dia jadi tempat curhatku pas mau masuk kuliah, meski dia tidak sekolah (hanya smp), tapi dia berwawasan luas, dan bijak. Aku bertanya banyak hal tentang dunia kerja waktu itu, y mengalir gitu, tanya macem2. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti saran ayahku, jadi guru. Dan sekarang aku benar2 jd guru, hehe y iya lah, kan kuliah guru, tapi suatu saat aku ingin jadi pengusaha, biar bisa mempekerjakan orang lain, hehe yoshaaa
Hmm, membuat keputusan saat sudah dewasa begini memang perlu pertimbangan yang matang, mau kerja dimana, mau menetap dimana, mau nikah dengan siapa, mau bagaimana setelah menikah, semua itu butuh keputusan yang tepat, pas, hehe kalau udah ngomongin berkeluarga, berarti harus pas tuh, sesuai kesepakatan bersama, sevisi dengan doi,
Y itu nanti saja,
Hmmmmmmm,
Apakah aku akan menjadi perantau ?
Apakah aku akan menetap disini ?
Atau di tempat lain ?
Atau malah takdir memberi kesempatan untukku kembali lagi ke (dekat) rumah ?
Hehe yang jelas aku belum tahu
Tapi, suatu saat bila masih hidup, pasti akan tiba waktunya membuat keputusan, aku akan hidup dimana, hehe greget sekali.

Kendal, 8 September 2019