Jumat, 15 November 2019

Dunia ini adil ?


Hmm,
Apakah dunia ini adil ?
Hmm,
Hehe mungkin semua orang juga pernah bertanya seperti itu dalam hatinya,
Dulu aku juga bertanya seperti itu,
Apakah sebenarnya sistem yang bekerja ini adil ?
Mengapa ada orang pintar ?
Mengapa ada orang kaya ?
Mengapa kita berbeda ?
Mengapa ?
Mengapa ?
Mengapa ?
Y begitulah, agar bisa saling melengkapi, benar. Tapi ku pikir lebih dari itu. Iya, karena bahagia tidak harus menjadi pintar, menjadi kaya, menjadi terlihat paling hebat, dan yang lebih2 lainnya. Ternyata semua orang bisa bahagia, tidak peduli dia dari golongan mana, tidak peduli seberapa besar harta, atau apa yang sudah kita korbankan, bahagia adalah milik masing2. Bisa di capai dengan apa yang hari ini kita miliki. Nyatanya banyak orang kaya yang tidak bahagia, misalnya banyak tuh di IG orang yang dikasih hadiah malah dibuang dg alasan “hanya” karena alasan tidak suka warnanya, atau apalah itu, padahal hadiah kan buat bikin bahagia, tapi ternyata tidak bisa membuat bahagia, kan mungkin kalau diberikan ke orang yang membutuhkan bisa sangat bahagia. Banyak orang pintar yang tidak bahagia juga, misal mbah Galilleo, hehe kasihan sekali masa hidupnya, padahal dia sangat pintar. Apakah menjadi bahagia harus melarat dan bodoh ?, oh anda salah besar, hehe intinya semua orang bisa bahagia dengan caranya masing2, dan semua orang bisa bahagia, tidak terkecuali.
Kalau hati bersyukur dengan apa yang dimiliki, sepertinya bahagia tidak sulit dicapai. Kalau dg diri sendiri sudah selesai, mungkin perlu juga berbagi kebahagiaan, sebenarnya membahagiakan orang lain tidak susah2 amat, mungkin. Kalau ada orang cerita y dengarkan, kalau butuh bantuan y dibantu, kalau tidak bisa membantu, ya didoakan biar lancar, kalau kita berlebih ya kasih ke orang lain, kalau merasa tidak pernah lebih y cek lagi, mungkin kamu lupa, kalau banyak hal tidak penting yg sudah kamu lakukan yang mungkin lbh bermanfaat kalau dipakai untuk memberi ke orang lain.
apakah orang bahagia tidak bisa sedih ?
y jelas bisa, hehe kan masih manusia.
bahagia dan sedih seperti suatu pasangan yang saling melengkapi,
kan sedih tidak menyenangkan ?
hehe iya, mungkin sama kaya kopi, tidak enak kalau rasa kopi tidak pahit, tapi jadi enak.
padahal udah jelas, kunci bahagia itu hanya dua,
kalau dapat nikmat bersyukur,
kalau dapat musibah bersabar,
apakah sabar ada batasnya ?, hehe semoga sampai mendekati tak hingga
nah, apakah bersyukur juga ada batasnya ?, sama saja, semoga sampai mendekati tak hingga

Jadi, apakah dunia ini adil ?


Kendal, 15 November 2019