Senin, 11 Februari 2019

orang tua VS anak


Hmm, 
Dari judulnya sepertinya buruk sekali ya, hehe nggak kok, lebih baik dibaca sampai akhir dulu. Anak dan orang tua seringkali memang tidak sependapat, tapi mari  kita bahas sesuatu yang pasti ada di benak orang tua maupun anak, yaitu keinginan.
Keinginan, atau harapan, atau apapun orang menyebutnya adalah sesuatu kejadian atau kondisi yang kita semogakan untuk terjadi. Sebenarnya apa kah yang diinginkan orang tua untuk anaknya ? apakah yang diharapkan anak dari orang tuanya ? apa yang orang tua harapkan pasti yang terbaik untuk anaknya, tidak berbeda juga, apa yang anak harapkan pasti yang terbaik orang tuanya, tapi mengapa seringkali berbeda bahkan kadang hubungan orang tua dan anak menjadi renggang “hanya” karena berbeda keinginan yang sebenarnya sama2 baik, lalu apakah yang terbaik ?
Sebenarnya, apakah yang di inginkan orang tua dari anaknya ?
Orang tua ingin agar anaknya berhasil dan sukses dari segi materi, apakah orang tua menginginkan “bagian” harta anak2’y ?
sepertinya tidak, jika begitu maka ketika anaknya tidak berhasil dan hidup pas2an maka status anak akan lepas, tapi sebaliknya orang tua akan sedih melihat anak2nya, bahkan menyisihkan materi yang dia miliki untuk anaknya, ternyata keinginan orang tua bukan semata hanya menginginkan anaknya hidup bergelimangan harta, tidak, bukan seperti itu. Bukan juga agar tidak membebani orang tua lagi, tapi lebih dari itu agar anaknya bisa hidup mandiri, hidup berkecukupan, bisa hidup bahagia.
Orang tua ingin agar anaknya menjadi orang yang pandai, pintar,  orang yang bersekolah tinggi, apakah orang tua menginginkan kebanggaan dari sekitarnya atas prestasi anaknya ?
lagi2 tidak, jika anaknya berprestasi saja sudah menyenangkan baginya, dan memang jika anaknya bisa menjadi kebanggaannya di sekitarnya juga menyenangkan, tapi jika anaknya tidak berprestasi apakah orang tua akan membencinya, tidak, bukan seperti itu. Orang tua hanya ingin anaknya berprestasi, menimba ilmu dengan baik, dan yang sebenarnya yang orang tua inginkan adalah anaknya menjadi orang yang “benar”. Iya, orang yang “benar” tidak hanya bisa di dapatkan dari sekolah atau prestasi, tapi orang “benar” yang berilmu akan lebih dihargai. Pun jika sekolah tidak terlalu tinggi, selama anaknya menjadi orang “benar”, itu sudah lebih dari cukup. “benar” yang di maksud sesederhana mengikuti norma yang ada di masyarakat, dan bermanfaat bagi sekitarnya. Kan ada tuh orang pintar yang nggak benar, pintarnya buat korupsi misalnya.
Orang tua ingin anaknya mendapatkan jodoh yang baik, jodoh yang cantik, yang ganteng, yang punya pekerjaan tetap, apakah orang tua sedang memaksakan kehendak atas anaknya ? menginginkan menantu yang cocok dengannya ?
Tentu saja tidak,  jika kamu perempuan, maka jodohmu nanti akan menjadi pengganti bapakmu, bukan menggantikan tempatnya, tapi menggantikan perannya untuk menjagamu, memastikan kebutuhanmu tercukupi, memastikan kau makan dengan baik, memastikan kau tidak kedinginan, memastikan kau hidup dengan layak, lebih dari itu, bisa hidup dengan bahagia. Jika kamu laki2, maka jodohmu nanti akan menggantikan ibumu, lagi2 bukan tempatnya, tapi perannya untuk menjaga urusan rumahmu, memastikan segala kebutuhanmu tersedia, memastikan makananmu enak, memastikan kehangatan saat kau pulang kerja, memastikan kau hidup dengan harmonis, lebih dari itu, bisa hidup dengan bahagia. Orang tua bukan memaksakan kehendak, tidak, bukan seperti itu. Orang tua hanya ingin kau menikah dengan orang yang tepat, bukan tidak dengan masalah, tapi bisa saling mengerti apapun yang terjadi. Karena menikah adalah urusan menurunkan ego masing2 dan menyatukannya. Iya, hanya seperti itu.
Sebenarnya, apakah yang di harapkan anak dari orang tuanya ?
Anak ingin agar orang tuanya tidak membatasi apa yang ingin dia kerjakan, pekerjaan yang sukses tidak hanya ngantor dan jadi pegawai kan ?
Seringkali orang tua mengotak2an pekerjaan yang sebaiknya diambil oleh anaknya, jadi pegawai kantoran, jadi guru, dosen, atau jadi anggota DPR. Padahal zaman sudah berubah, pekerjaan yang dianggap layak dan sukses sudah tidak sama lagi dengan dulu saat orang tua baru bekerja. Bisnis online, design, editing, youtuber, bahkan gamer sekarang menjadi primadona, dan penghasilannya bisa berkali – kali lipat, lebih dari itu anak lebih suka mengerjakan apa yang ingin dia kerjakan, dengan pilihannya sendiri dan tentu dia tahu akan resikonya. Jika itu pilihannya sendiri, dia akan menanggungnya. Anak yang beranjak dewasa bukan lagi anak kecil.
Anak ingin agar orang tuanya diam dan bahagia di rumah saja saat anaknya sudah kerja, tidak perlu lagi kerja, sudah ada anaknya yg sudah menghidupi kn ?
Anak ingin orang tuanya tidak lagi memikirkan soal hidupnya (materi)  lagi saat anak sudah bekerja. Anak hanya ingin orang tua tenang di rumah, kiriman akan datang teratur tiap bulan, tunggu dia pulang saat hari raya, beserta keluarga kecilnya, lalu menimang cucu, dan hidup bahagia dan berkecukupan di hari tua. Tidak perlu memikirkan lelah kerja anaknya, atau bagaimana kesehatannya, itu sudah menjadi urusan anaknya. Yang penting orang tua sehat dan tenang di rumah, itu saja.
Anak ingin orang tuanya tidak banyak bertanya tentang dia yang akan jadi jodohnya, bagaimana nanti anak akan menjalani keluarganya dan bagaimana pernikahannya nanti, semua sudah direncanakan, “aku” yang akan menjalaninya kan ?
Anak hanya ingin semua yang dilakukan tidak merepotkan orang tuanya, tidak berarti tida melibatkan orang tua sama seklai, istilahnya terima beres begitu. Tidak perlu repot begini dan begitu, biar anak nya yang mengurus dan merencanakannya, tunggu dan santai saja, baik siapa jodohnya, baik bagaimana nikahnya, pun bagaimana nanti berkeluarga, maksudnya begitu.
Itu hanya dari asumsiku, pendapatku sendiri, meski aku belum menikah, meski aku belum jadi orang tua, hanya melihat dari sekitarku, dan itu kesimpulan yang ku dapatkan. Sebenarnya kalau di pikir – pikir baik keinginan anak maupun keinginan orang tua sama2 baik, untuk kebahagiaan masing – masing kan ya, orang tua buat anak, anak buat orang tua, yang seringkali salah adalah kurangnya komunikasi, orang tua menganggap dia sudah lebih berpengalaman, sudah banyak makan asam garam sehingga pendapatnya seharusnya di terima, anak menganggap orang tuanya mengekang, terlalu jadul, dan kurang bisa menghargai keinginan anaknya. Jika dikomunikasikan dengan baik, hal – hal macam kerenggangan antara anak dan orang tua dan hal buruk lain kemungkinan bisa diatasi, maka sebagai anak, ceritakanlah apa yang kau inginkan, dengarkanlah nasihat orang tua, hargailah mereka yang sudah merawatmu dari pas masih ngompolan, sampai kau beranjak dewasa, ku pikir kalau mereka diajak cerita, mereka kan senang, lebih dari itu, ku yakin mereka akan mengerti, hanya perlu bicara dan berkomunikasi.
Karena sebenarnya harapan2 baik, apapun yang terjadi, apapun yang dipilih, bagaimanapun jalannya, akan selalu menjadi baik. Lagi2 anak tentu ingin yang terbaik untuk orang tuanya, orang tua juga ingin yang terbaik untuk anaknya, tidak ada yang salah sama sekali.
Anak akan tetap menjadi anak, dan orang tua akan tetap menjadi orang tua, meski nanti punya anak, meski nanti akan jadi orang tua.

Kebumen, 11 Februari 2019


Senin, 04 Februari 2019

yang di sukai


hmm, 
Sepertinya blog ini isinya hanya tentang kisahku ya, y memang begitu si, hehe setidaknya ada yang bisa ku baca suatu saat nanti, untukku sendiri. Aku tidak membuat blog ini untuk dibaca orang2, karenanya aku tidak pernah mempublikasikan blog ini, hehe tapi kalau ada yang tahu jg boleh2 saja, semoga bermanfaat dan tidak membuat masalah, hehe maaf kalau kadang saya membuat cerita hanya tentang saya, karena yang saya tahu ya saya, bukan kamu, apalagi dia, semua yang aku tahu tentang kamu dan dia hanya apa yang kau dan dia beritahu padaku, sebatas itu saja, aku tidak suka tahu dari orang lain si, jadi sebaiknya kasih tahu aku tentang kamu jika kamu ingin aku tahu tentang kamu, karena aku akan percaya jika kamu yang katakan langsung padaku, hehe.
Kali ini aku akan bercerita tentang apa yang ku sukai, maksudnya apa yang aku suka lakukan, hehe mungkin bisa dibilang hobi kali ya, Kalau hobi artinya sesuatu yang menyenangkan untuk di lakukan, maka hobiku adalah membaca dan menonton anime. Hal lain yang juga ku suka sebenarnya  banyak, tapi mungkin dua itu yang dari dulu paling sering ku lakukan dan sampai sekarang masih terasa menyenangkan. Sebenarnya yang tidak ku suka mungkin juga banyak, seperti apa ya, aku juga tidak tahu, hehe mungkin yang paling tidak ku suka adalah merendahkan orang lain, hehe berbohong menurutku lebih baik dibanding merendahkan orang lain, karena biasanya berbohong mempunyai alasan, yang tidak selalu buruk.  Tapi merendahkan orang lain hanya punya alasan baha yang direndahkan jauh lebih buruk, itu tidak ku terima. Fatal sekali jika merendahkan orang lain di depanku jika kau punya urusan denganku, hehe selamat tinggal. Kembali ke cerita
Membaca sudah ku sukai sejak belum sekolah, aku ingat si kalau aku sudah bisa membaca sebelum sekolah, meski samar2, hehe katanya si ingatan masa kanak2 lebih banyak yang hayalan dan fantasi. Tapi ibuku juga bilang begitu, jadi aku percaya, hehe. Karena bapakku adalah penjaga sekolah maka aku bisa “bebas masuk” area sekolah, baik area “tabu” seperti kantor dan UKS, maupun area “terlarang” seperti gudang peralatan dan arsip. Bukan berarti bapakku membolehkan, aku saja yang bebal, mencari kesempatan ketika bapakku masuk, lalu aku mbuntut, haha. Setegas2’ya bapakku akan luluh juga kan ya, kalau tampang menggemaskan waktu kecil, mbuntut ayahnya yang sedang kerja, hehe maka ketika ayahku bekerja, beres2 atau nyuci piring, atau apa saja, aku masuk ke gudang, dan membaca buku. Bukannya membantu malah membaca buku, hehe bapakku tidak pernah nyuruh aku mengerjakan pekerjaannya, jikapun aku membantu maka itu berarti atas kesadaranku, hehe namanya juga anak2, kadang males kalau nggak disuruh, ya aku lebih milih membaca donk, hehe
Bacaan favorit pertama adalah Majalah “Penyebar Semangat (Panjebar Semangat)”. Bahkan ini sampai SMP, mungkin sampe sekarang kalau masih ada, hehe sayangnya di SMA sudah tidak berlangganan sekolahku kayane, jadi nggak pernah baca, kalau di SMP masih. Sebenarnya yang ku baca hanya satu bagian saja, hehe iya, itu adalah alaming lelembut, cerita horor gitu, hehe ada cerbung juga si, tapi karena cerbung itu bersambung dan kadang edisinya nggak selalu nyambung, maka aku lebih suka baca alaming lelembut yang satu kali baca langsung beres. Mungkin awalnya dari situ aku mulai membuat membaca jadi hobi. Dari cerita, aku mulai beralih ke buku pelajaran, karena keluarga kami berurutan, masku kelas 6, lilik kelas 4, aku kelas 3, semua buku mamasku dan lilikku habis ku baca,  dan yang paling ku sukai adalah biologi dan planet2 (pelajaran ipa). Maka saat aku kelas 4 aku berhasil mengalahkan kelas 5 dan 6 saat seleksi untuk OSN IPA, hehe karena memang aku sudah membacanya dan kebetulan saja soal seleksinya mirip. Tapi gagal jg si di kecamatan.
Setelah lulus SD, maka aku masih melanjutkan hobiku yang satu ini, aku masih suka baca penyebar semangat dengan cerita horornya (penyebar semangat bukan majalah horor, Cuma aku suka bagian horornya), terus  aku mulai suka cerpen dan novel, di SMP sepertinya sudah semua buku di perpus pernah ku pegang, hehe tidak semua ku baca kalau menurutku tidak menarik, aku juga jadi suka gambar kaya peta, sketsa, dan lain2. Bisa dibilang masa SMP aku berkembang pesat dalam hal membaca, dengan lebih banyak sumber bacaan dan luasnya ilmu yang ada dalam buku membuatku lebih tertarik untuk terus membaca. Saat masuk SMA, baru aku benar2 suka novel dan cerpen, majalah cerpen yang ku sukai itu apa ya namanya, aku lupa, kaya kumpulan juara cerpen gitu, horison apa ya, menurutku itu bagus, apalagi cerita pohon kersen, keren banget.  Di SMA aku juga mulai suka komik, komik yang ada dulu adalah slam dunk, hehe sayangnya tidak lengkap, animenya juga tidak terlalu bagus grafisnya, hehe semoga di remake kaya tsubasa, pasti bakal keren.
Saat kuliah mungkin bisa dibilang aku mulai insyaf, hehe di kuliah aku lebih sering membaca yang ada hubungannya dengan pendidikan, kaya psikologi, bagaimana mendidik, tentu saja novel di perpus  pusat juga pernah ku pinjam semua (kayanya si, kalau mungkin ada yang terlewat), hehe nggak lengkap juga si, sebel gue, hehe sekelas perpus pusat UNY, tapi koleksi novelnya kurang lengkap, paling nggak yang best seller ada gitu kn, biar bisa baca gratis, haha sampai sekarang juga aku masih suka baca, oh sebenarnya membaca disini adalah membaca buku yang memang berbentuk buku, bukan digital, hehe aku tidak terlalu suka,  apalagi yang panjang – panjang kaya novel, mending di print lalu dibaca. Kalau yang digital paling ya baca blog – blog punya teman2, hehe ada beberapa blog teman yang aku tahu, ya karena memang di publish si, jadi aku tahu, ya memang berarti untuk dibaca kan ya, ya ku baca, hehe aku suka si, karena pengalaman mereka dan itu kisah hidup mereka,  bukannya aku kepo, tapi membaca kisah kehidupan seseorang itu menarik. Karena bisa membuatku memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain. Hehe sekian
Kalau soal anime, hmm, aku dulu suka si film kartun kaya naruto, one piece, dll, karena pas kecil ya hiburannya itu, lalu saat SMP, hmm aku lupa, hehe sepertinya awal aku mulai jadi suka anime itu saat SMA. Yang aku ingat si, dia itu cerita kalau sedang nonton anime, kalau tidak salah vampir kight atau vampir knight guilty ya, pokonya vampir2an, dan saudara kembar,  aku lupa, hehe  lalu aku dikasih atau aku yang ngasih anime itu ya, aku juga lupa, hehe intinya kayanya dari situ aku mulai suka anime, apalagi dulu jamannya hack symbian dengan opera mininya, bisa gratisan internet dan donlod anime, hehe  maka aku mulai donlod dengan cara ilegal anime2 lewat hp, naruto, death note, Full metal, dan entah apalagi aku lupa, mungkin kalau sekarang hobi ini bisa dibilang tidak terlalu sering lagi, entah kenapa tidak ada anime yang greget lagi, hehe paling Cuma beberapa, dan lagi aku sering donlod yang batch nya. Itu saja, hehe
Ngomong2 buat rekomendasi mungkin ya, dari sekian banyak novel yang sudah ku baca, menurutku yang paling bagus adalah novelnya bang Tere Liye yang rembulan tenggelam di wajahmu, dan semua serial anak2 mamak, keren, sudah keluar yang anak cahaya (cerita si mamak) katanya, tapi uangnya lagi seret, hehe ada si, tapi buat jaga2 kn y, besok aja, buku masih bisa menunggu. Dan mungkin kalau anime terbaik, apa ya, kalau dari cerita yang bagus, komedi yang cukup, mungkin full metall alchemist B, terus si korosensei, mungkin dua itu menurutku yang paling bagus, hehe ada lagi si, ore monogatari, ini lebih ke kehidupan si, tapi bagus untuk anime santai, mungkin kau bakal ketawa dan tersipu malu sendiri, hehe tonton anime nya saja, live actionnya kurang mengena (untuk semua judul anime diatas), hehe anime yang lan bagus juga kok, tapi ya balik lagi ke selera. Itu seleraku, hehe kalau ditanya tokoh novel favorit, hmm, mungkin (sampe sekarang) si Amelia, karena kita punya pikiran yang sama, hehe y meski ternyata aku tidak kembali dan pergi, tidak seperti amelia yang pergi untuk kembali. Jika tokoh anime favorit,  kalau cewek udah pasti hinata hyuga, kenapa ya, karena dia tidak mudah menyerah, dan yang di sukai itu naruto karena kebaikan dan perjuangannya, bukan sasuke dengan segala kesempurnaannya. Kalau cowok itu sunakawa makoto, bukan karena dia keren, hehe sikap ke temennya yang baik, cara dia menemani, cara dia menjaga, menurutku tidak berlebihan, tapi pas, hehe keren. Aku bukan otaku apalagi wibu si, hehe aku suka aja, nggak hafal siapa nama pengarangnya, siapa aja tokohnya, apalagi sampe bela2in beli cendera mata. Kecuali kalau aku belinya di jepang, hehe.
Itulah hobiku, hmm, setidaknya hobiku tidak terlalu buruk dan tidak menghabiskan uang, hehe beli buku kan pake uang, tapi buku kan awet, jadi nggak habis, coba kalau hobinya jalan2, beli tiket, beli bensin, bakal habis, hehe bukan berarti aku menyalahkan yang punya hobi jalan2, kalau kalian suka ya jalani saja, orang itu hobimu, uang jg uangmu sendiri. Setidaknya ada sesuatu yang saat dilakukan itu terasa menyenangkan, begitu kn ya, hehe

Kebumen, 4 Februari 2019