Jumat, 02 November 2018

Mba R



Hmm, 
Kemarin ceritanya nganter temen untuk tes seleksi CPNS di timur GOR Among Rogo, karena dari proses registrasi sampai ke tes nya membutuhkan waktu yang lama (mungkin dari regis sampai selesai tes lebih kurang 2 jam) maka saya bawa laptop buat temen nunggu temen yang lagi berjuang tuh (temen nunggu temen, hehe). Oke deh saya buka laptop dan mulai membuka file anime, hmm, mending nonton yang movie sj ya, biar pas gitu waktunya. Ku buka anime Bungo Stray D, hehe sebenarnya saya nggak terlalu suka anime model begini, maksudnya anime yang punya tokoh utama sok2an dan bikin temen2nya terluka dan kerepotan karena dia, kaya fate stay knight, ao no exorsist, kaya siapa lagi ya, hehe pokoknya yang tokoh utamanya plin – plan, labil, nggak jelas, punya kekuatan hebat tapi nggak sadar dan nggak bisa pake tu kekuatan, keluarnya pas temennya udah mati semua, haha btw saya nggak suka tokoh utamanya saja, bukan berarti saya nggak suka animenya, cuma nggak terlalu suka, hehe masih ada tokoh lain yang menarik, kaya Dazai di anime BSD. Oke deh, karena saya punya movie nya dan belum ku tonton, jadi ku tonton disitu aja sambil nunggu.
Lagi nonton, tiba2 seorang  mba2 datang menghampiriku. Eh bukan, dia lebih tertarik pada stop kontak di dekatku, hehe. Intinya dia mau ngecas Hpnya yang lg sekarat. Ketika dicoba, ternyata di stop kontak itu tidak ada elektron yang mengalir, sehingga arus pun tak ada, yang menyebabkan stop kontak tak ada listriknya, intinya mba tadi tidak bisa ngecas HP nya disitu. Menyadari hal itu, maka saya menawarkan untuk ngecas di laptopku saja pakai kabel data, oh, mba nya mau. Maka laptop ku tidurkan (sleep), agar tetap bisa ngecas dan saya menghargai dia. Masa dia ngecas, saya nonton anime, kan nggak lucu. Lalu cerita pun dimulai,...
Mba ini memperkenalkan namanya, dia mba R, aku juga memperkenalkan namaku. Mba R berasal dari Grobogan, Jateng. Masih muda, ku kira kita hampir sepantaran, ku taksir mungkin usianya sekitar 25 tahun (hehe aku nggak tanya lh ya). Orang kebanyakan, guru bahasa jawa di SMA, muslimah, pake kerudung soale hehe, tapi biasa saja, pake celana dan baju yang biasa saja seperti orang kebanyakan, cantik (relatif), agak kalem (kami lumayan sering saling diam), orangnya super baik (kesimpulan setelah mendengar banyak ceritanya).
Entah bagaimana cerita kami berawal, tapi mengalir dengan baik, enak diajak ngobrol (nyambung dg saya hehe). Ternyata Mba R adalah ibu dari seorang anak yang berumur 3 tahun dan istri dari suami yang keren. Suaminya jadi guru SD. Dua2nya masih belum PNS. Mba R sudah mengabdi di sekolahnya selama 7 tahun, mulai dari 2011 (berarti saya baru masuk SMA, beliau sudah ngajar), taksiran umur saya salah. Yang membuat saya salut pertama adalah dia seorang istri yang baik (suaminya jg mantap guys). Hmm, gaji nya sebagai guru 3x lipat dari gaji suaminya, maklum kan ya, SMA masuk dalam kewenangan Provinsi, jadi di sesuaikan dengan UMR provinsi, sedangkan guru SD tidak begitu. Gaji suaminya juga bisa diambil 3 bulan sekali saja. Yang bikin keren adalah semua gaji suaminya diserahkan ke istrinya tanpa sisa sedikitpun. Berarti suaminya sangat percaya dengan mba R ini sebagai istri. Kan ada yang suaminya mbagi2 uang, ada yg buat sendiri, ada yang buat istri, ini nggak, semuanya dilimpahkan ke mba R. Maka mba R dengan gaji yang lebih besar ini tidak menyombongkan gajinya, dia terima uang nafkah dari suaminya dan digunakan serta diaturnya untuk kebutuhan keluarga, katanya biar lebih berkah kalau uang nafkah suaminya untuk kebutuhan keluarga, gitu.  Maka keberkahan itu muncul nyata. Suatu ketika (tahun lalu), mba R punya info tentang rekruitmen guru Indonesia di LN, singkat cerita suami mba R ini daftar, dan setelah berbagai seleksi, diterima. Suami mba R ditempatkan di Malaysia. Ini yang bikin saya tersentuh, hehe jadi yang jauh disana (si Suami) mengirim uang gajinya lebih banyak ke rumah dibanding untuk kebutuhannya sendiri disana, karena dia adalah kepala keluarga dan memang kewajibannya mencari nafkah.  Saya bisa bilang suaminya ini sangat keren. Mba R lebih keren lagi, hehe uang suami yang di dapatkannya itu digunakan secukupnya untuk kebutuhan keluarga, padahal dia sendiri tahu dan dia bilang kalau menang banyak, hehe iya menang banyak, gaji suaminya punya bagian untuknya, belum gajinya sendiri yang 100% miliknya, nggak kaya punya suami yang masih ada bagian keluarga, tapi apa yang dia bilang pada saya, “gaji suami ada yang saya simpan, kalau nanti suami saya balik (guru SILN, sistem kontrak), kalau dia pengin beli apa2 atau pengin mewujudkan yang diinginkannya kan masih ada uangnya, masa dia udah kerja keras disana, udah banting tulang, tapi nggak merasakan hasil kerja kerasnya, saya kalau pengin apa2 tidak pakai uang suami, meski boleh, saya  pake uang sendiri”. Saya meleleh, hehe. Insting saya sebagai seorang lelaki, yang diinginkan oleh suaminya adalah mewujudkan keinginan (kebahagiaan) istri dan anaknya. Mereka pasangan yang mantap sekali.
 Oh iya, hari itu mba R Cuma mengantar temennya yang tes, dia sendiri sudah tes, dan gagal. Kelegawaannya benar2 tipe saya, hehe. Kan ada yang legawa tapi masih menyesalkan gitu ya, udah jauh2, nggak lolos, dll. Tapi dia ini, y udah, belum rejekinya, dan ketulusannya terpancar dg jelas, bahwa dia baik2 saja dan sangat menerima hasil itu. Selain itu di Jogja dia dibantu banyak orang, mulai dari muridnya yang kuliah di jogja dan teman gurunya (berarti terbukti dia bener2 orang baik). Kalau dipikir2 lagi, kenapa ya Alloh belum kasih tuh PNS buat rejekinya. Hmm, analisis saya sebagai manusia yang bodoh hanya sampai pada biar waktu untuk keluarga lebih banyak, selain itu suaminya jg daftar cpns, semoga suaminya yang diterima, jadi lebih berimbang gitu dari segi penghasilan, walaupun sekarang suaminya masih jd guru di LN, tapi kan suatu saat akan pulang, akan sangat bagus kalau PNS nya diterima.  Ku doakan mba.
Selain cerita tentang kehidupan keluarganya, kami juga bertukar pikiran sebagai sesama sarjana pendidikan. Ternyata kegelisahanku dirasakan juga olehnya, siswa SMA (dia guru SMA, aku jg calon guru SMA) terlalu padat jadwal pelajaran, hehe bayangpun dari jam 7 sampai jam 3 di sekolah,  dengan segudang pelajaran, belum lagi ekskur, dan kegiatan lain, kapan waktu istriahat dan bercengkrama sama ortunya ya, hehe kita sepemikiran banget, menurutku juga gitu. Guru si lebih mending ya, maksudnya dia kan hanya mikir pelajarannya dia (meski pusing di administrasi), satu materi bisa sama buat semua kelas di hari itu, lah kalau murid, jam pertama MTK, jam kedua Fisika, jam ketiga Kimia, sampai jam ketujuh, hehe meledak deh tuh kepala.  Lagi – lagi saya hanya bisa bilang dan nulis, belum bisa melakukan apa2. Yang saya usahakan bukan merubah sistemnya, mungkin saya tidak punya kuasa, dan biarkan orang2 diatas sana yang memikirkan sistem terbaik pendidikan di negeri ini, hehe saya pasif sekali ya, y biarin lah, maka yang bisa saya lakukan adalah menjadi guru terbaik, agar pelajaran yang saya berikan, menyenangkan bagi murid2 saya, tidak menjadi beban, dan tidak membuat muntah2 pada fisika. Itu saja cukup.
Hehe, dan akhirnya waktu juga yang mempertemukan dan memisahkan kita mba. Kau hebat sekali, kau benar2 tipeku, orang biasa kelihatannya, tapi sangat luar biasa. Jika ada satu lagi yg kaya kamu mba semoga Alloh sisakan satu untukku, hehe yah tentu saja aku harus jadi suami yang sebaik suami mba juga kan ya, biar istriku nanti juga beruntung. Selain itu pengabdian dan ketulusanmu sebagai guru patut diacungi jempol, mantap kali. Aku tidak berharap ketemu lagi hehe nanti aku iri pada suamimu, ku harap keluargamu sehat selalu mba, semoga suami juga segera pulang dan diangkat menjadi pns. Sayonara mba R, terima kasih atas cerita dan pengalaman yang kau bagikan, kau sangat keren...

Yogya, 2 November 2018


Kamis, 01 November 2018

Tentang Tidur


Hmm,
Tidur ya, hehe aku punya sedikit masalah tentang tidur. Saat aku akan tidur,  maka otakku akan mulai memikirkan   banyak hal dari yang penting tentang besok, tentang masa depan, dan tentang masa lalu , sampai hal yang benar2 tidak penting kaya menghayal kalau aku punya kekuatan khusus,  kalau aku bisa begini dan begitu. Lalu saat semua pikiran itu berterbangan di otakku maka aku akan mulai berpikir untuk tidak berpikir.  Lucu kan ya, untuk berpikir bahwa aku tidak berpikir kan sama saja dengan berpikir untuk tidak berpikir.  Dalam proses tidak berpikir itu maka aku akan tiba2 tertidur, hehe kelihatan sederhana ya, memang sederhana, tapi proses itu bagiku butuh waktu yang lama, bisa setengah jam, satu jam, dua jam, bahkan jika tidak berhasil maka dipastikan malam itu aku tidak tidur. Kadang kepikiran juga buat beli obat tidur, tapi kalau ku pikir – pikir lagi, masa untuk tidur saja harus pakai obat. Tidur kan siklus alami manusia. Kemungkinan yang salah adalah pola hidup yang buruk. Iya si, aku jarang sekali olah raga, makanan yang ku makan juga monoton, meski bervariasi jenisnya tapi tidak gizi di dalamnya. Karbohidrat, protein dan lemak hewani menjadi rutinitas, serat, sayuran, vitamin, jarang sekali masuk dalam tubuh ini, makanne tubuh ini mulai tidak stabil dan berontak.
Sebenarnya bukan masalah yang serius jika hanya terjadi sesekali. Aku sadar ketika SMA si, beberapa kali aku benar2 tidak bisa tidur, dan besoknya aku baik2 saja. Aku tidak punya riwayat tidur di kelas dan tubuhku tetap bugar. Sebenarnya begadang juga bukan hal yang baru bagiku. Secara resmi aku mulai debut rebana ketika aku masih kelas 5 SD. Ya walaupun waktu itu hanya jadi buntut saja, kami harus tampil full (jika tak ada pengajian) dari jam 8 malam – jam 1 pagi. Maklum rebana di desa. Setelah itu dulu kami pulang pergi jalan kaki, entah kenapa rasanya dulu senang2 saja, mungkin jalannya saja bisa sampai 5 Km, kadang kurang jg, tapi bukan lewat jalan raya, hehe lebih seringnya mendaki gunung lewati lembah. Tapi ketika pulang, jam 2, jam 3, terus tidur, jam set 5 bangun. Untung kalau libur, kadang juga tidak, di sekolah tidak pernah tertidur di kelas juga. Mungkin kalian bertanya, emang nggak dimarahi orang tua ? wkwkwk, orang tua jaman dulu percaya dengan orang yang dituakan (kalau direbana ya pemimpin rombongannya), jadi kami akan pulang dengan baik2 saja. Orang tua sekarang kebanyakan mengekang, bilangnya buat masa depan, tapi ya masa depan itu masih suram, lebih baik diajarkan untuk mencoba banyak hal, selagi itu baik.
Ya, itu masalah tidurku, sedikit menyebalkan si ketika melihat adikku yang nggletak langsung blabas tanpa pikir panjang, hehe tapi memang kemampuan orang beda2 bahkan hanya untuk tidur.
Kebahagiaan sempurna itu kalau bisa tidur dengan nyenyak. Hehe
Selamat tidur....

yogya, 1 Nov 2018