Hmm,
Setiap orang itu unik. Dengan keunikannya
kebutuhan dan keinginan setiap orang juga berbeda – beda. Karena kebutuhan dan
keinginan orang berbeda – beda, maka prioritas orang juga tidak sama. Misalnya tidur
saat akhir pekan lebih penting bagiku dibanding pergi liburan, mungkin orang
lain akan memilih liburan dibanding tiduran saja sepertiku. Itulah prioritas.
Tiap orang pasti punya caranya
sendiri2 untuk menentukan prioritasnya, tapi dulu aku pernah dapat materi
tentang prioritas, setiap tahun saat pergantian pengurus organisasi, berarti 3x, hehe fiqh prioritas
kalau syar'inya hehe waktu itu yang dibahas memang lebih menjurus ke ibadah,
misal sunah dan wajib tentu saja didahulukan yang wajib, wajib khifayah dan
wajib ‘ain, lebih di dahulukan yang wajib ‘ain dulu, tapi ada juga yang
menyangkut kehidupan, dan bisa diterapkan untuk segala aspek kehidupan, tidak
hanya masalah ibadah.
Mungkin ini sudah sering
dibahas dibanyak tempat dan motivasi, yupss, dengan menggunakan diagram berikut
Dari diagram itu akan terlihat
ada 4 kuadran,
Kuadran 1 itu yang lebih
penting dan lebih mendesak, berarti harus segera dikerjakan, misal sakit,
berarti harus segera ke dokter, atau lapar, berarti harus segera makan
Kuadran 2 itu yang penting tapi
kurang mendesak, misal nabung, nabung
itu penting, tapi tidak harus selalu kalau ada kebutuhan lain yang harus
dipenuhi
Kuadran 3 itu mendesak tapi
kurang penting, hmm, misalnya ada diskon khusus di hari itu saja, bisa masuk ke
kuadran 1 sebenarnya, tapi jika yang dapat diskon itu bukan barang yang
penting, meski mendesak mending dipikirkan dulu, hehe
Kuadran 4 itu kurang penting
dan kurang mendesak, misalnya apa ya, liburan sendirian, hehe
Apa kuadran itu pasti ?,
tidak2, skala prioritas bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang
ada. Misal, kita pasti sepakat kalau sholat itu penting, dan sholat di awal
waktu itu paling utama, mendesak juga berarti, kuadran 1 dong, penting dan
mendesak, tapi coba kalau mau sholat terus ada panggilan alam. Kebelet, hehe
tentu saja kebelet itu lebih mendesak dan penting, begitulah prioritas bisa
berubah, atau misal liburan, kalau sendiri bukanlah prioritas, tapi kalau
bareng dia, jadi mendesak dan sangat penting, hehe
Hehe, ya lagi2 tiap orang punya
prioritas sendiri, tapi benar juga, mungkin diagram tadi lumayan membantu untuk
menentukan apa yang sebaiknya kita lakukan, apakah liburan itu penting, apakah
membeli sesuatu itu berguna, apakah yang akan kita lakukan itu bermanfaat,
apakah itu memang apa yang kita butuhkan ?, entahlah, hehe yang tau hanyalah
diri sendiri, bahkan kadang kalau sudah tau akan tidak berguna, tapi tetap
saja dilakukan, itulah keinginan, y mungkin tidak masalah sesekali, jangan sampai berkali
– kali, karena dunia ini cukup untuk kebutuhan semua orang, tapi tidak akan
cukup untuk keinginan satu orang, hehe
Y semoga kita tau kebutuhan kita
sendiri, dan menyusun prioritas kita dengan benar, atau setidaknya sebelum melakukan sesuatu, kita sempatkan untuk berpikir dulu, sesuatu itu, penting gak sih ?
Selamat beraktifitas . . . .
Kendal, 29 Oktober 2019
