Hmm,
“hai,
aku menjengukmu lagi, lama juga tidak ngobrol, sepertinya kamu mandi pagi
sekali, ada apa ?, tidak biasanya”
“hmm,
tidak p2, sepertinya kepalaku pusing, jadi aku mandi sekalian nyuci”
“kamu
baik2 saja ?, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu”
“aku
jg tidak tau, rasanya rumit sekali”
“ada
masalah dengan dia ?, atau rumah ?, pekerjaan ?”
“mungkin,
pekerjaan memang tidak ada habisnya, sepertinya rumah baik2 saja, kemarin ibuku
juga vc, sepertinya masalah dengan dia yang sedang ku pikirkan.”
“kenapa
?, bukane kamu dan dia sudah mulai lebih baik, maksudku tidak sebel2 seperti
dulu”
“mungkin
moodku yang selalu bergejolak naik turun tidak jelas”
“kamu
tidak menghubunginya ?”
“sepertinya
aku butuh jeda”
“kenapa
?”
“aku
takut patah”
“patah
?”
“iya,
kamu pasti ingat saat kamu tertarik pada sebuah kecelakaan pesawat terbang,
disitu dijelaskan tentang kelelahan logam”
“oh,
yang kalau logam bergetar terus2an bisa patah itu, dan bisa menyebabkan kecelakaan
?”
“iya,
betul. Sepertinya moodku beberapa hari ini tidak stabil, saat sedang tinggi,
kadang dia menghilang, mungkin melakukan sesuatu, moodku jadi turun lagi, pas
udah mulai bercanda lagi, naik, aku
sebel, turun lagi, udah chat lagi, naik lagi, aku salah lagi, moodku turun
lagi, udah mulai naik lagi, pembahasannya menyakitkan, turun lagi, udah mulai
baikan, naik lagi, dia tidur, hmm, ditinggal tidur bkn masalah si, tp
sepertinya sikon pas itu sedang tidak baik, sedang mncoba menghilangkan kecanggungan,
sedang mencoba bercanda, jadi moodku turun lagi wkwk aku takut patah, tidak
bisa mengontrol moodku yang memang sedang tidak stabil”
“sepertinya
itu cukup egois, apa ada masalah yang belum selesai ?”
“aku
tidak tau si, maaf, rasanya dia lebih merindukanmu daripada aku, aku iri
denganmu”
“aku
?”
“iya,
sepertinya kamu lebih suka ia kenang dibanding aku, kamu bisa lihat di
tulisannya, sejak aku mulai dekat dengannya, yang ditulis lebih banyak tentang
kamu yang bersama orang lain, sepertinya cukup banyak”
“begitu,
iya, sepertinya tadi juga aku membacanya, dia menulis kenangan tentangku, yang hampir
bertemu dengannya di tempat wisata, aku juga ingin ketemu si waktu itu, senja
di pantai kuta bagus sekali memang, sayang sekali tidak bisa ketemu, aku memang
dlu tidak bersamanya”
“kenapa
ya, padahal aku yang sekarang disisinya,
bukan kamu lagi, bahkan kamu dulu bersama dengan orang lain, aku sudah tidak
terikat dengan siapapun, kenapa dia lebih suka mengenang saat janjian denganmu dibanding
terakhir kita bertemu, lihat sore di sempor, atau naik kereta dibenteng, atau
hal lain tentang aku”
“aku
juga tidak tau, kalau boleh aku juga tidak ingin menyakitinya dulu, aku tidak
ingin menjalin hubungan dengan orang lain, sampai aku ketemu dia lagi, tapi aku
tidak bisa merubah itu lagi, aku bahkan menyarankan kepadamu untuk tidak lagi
mendekatinya, bukannya kamu tau ini akan terjadi ?”
“iya,
aku tau, aku sudah memikirkannya cukup lama, saat itu ada rasa yang belum
selesai, aku masih menyukainya, aku ingin memperbaiki caraku menyukainya, aku
tidak terikat siapa2 lagi, aku mencoba serius, menabung, bahkan aku belajar
foto, wkwk lucu sekali, aku juga nonton konser2 boyband, band2, juga nonton
film yang dia sukai, agar meski aku tidak suka, aku bisa sedikit mengerti
kenapa dia menyukainya, yg mungkin itu tidak ada padaku, aku tidak tau ternyata
akan selama ini, dan ternyata ada yang belum selesai dg masalahku”
“
apa kamu sedih ?”
“iya,
aku mungkin bingung, ketika membahas tentang kamu, apa yang sedang dia cari
darimu, bukankah aku yang sekarang bersamanya ?, bukan kamu, padahal kamu tidak
ada untuknya, kamu yang menyakitinya, kenapa dia mencarimu di kehidupannya yang jelas tidak ada, padahal
aku disini, disampingnya, tidak terikat dengan orang lain sepertimu, hanya
dengan dia, fokus padanya, tidak ada yang lain, tapi sepertinya aku tidak bisa
menang melawanmu, dia sepertinya masih lebih menyukaimu daripada aku”.
“maaf,
aku tidak ingin menyakitimu dan dia lagi”
“bukan
salahmu, aku hanya sedang sedih”
“lalu,
bagaimana ?”
“mungkin
aku akan memberinya pilihan, aku jadi ingat ada hal lain saat itu, dan belum ku
ceritakan, kamu pasti lebih tau apa yang ku maskud, aku tidak tau, dia sudah
tau atau belum , tapi aku belum menceritakannya, lebih tepatnya tidak ingin”
“aku
sarankan jangan, hal ini akan menyakitinya, kamu juga”
“aku
akan memberi pilihan, aku tidak ingin menutupinya, meski aku tidak ingin
cerita, dia yang memutuskan aku harus cerita, atau ku simpan saja untukmu, aku
tidak ingin menyakitinya lagi, aku ingin selesai, kisah masa laluku, aku lelah
menyakiti dia, aku tidak bisa apa2 kalau dia memang hanya ingin mencarimu tanpa
melihatku yang disisinya”
“baiklah,
kalau begitu, semoga dia bisa memaafkanku, dan menerimamu seutuhnya, kamu punya
kesempatan lebih baik, kamu masih bisa berubah dan mencoba untuk terus
bersamanya, sedangkan aku tidak bisa lagi berubah, semoga dia tidak lagi
mencariku, dan menerimamu disampingnya, kalau begitu, aku pamit, maaf karena datang
lagi, semoga kamu dan dia bahagia, sampe jumpa lagi dalam keadaan yang lebih
baik untukmu”
“terima
kasih sudah berkunjung, semoga kamu bisa lega, dan aku serta dia bisa bahagia,
sampe jumpa lagi”
Kendal,
30 Agustus 2020

