Hmm,
Tadi
tiba2 aku mendengar sebuah lagu yang diputar temanku, aku g tau lagu apa, tapi rasanya aku
tersentuh.. rasanya terharu... ingin menangis tapi bahagia. Wkwk aneh sekali
Lalu
aku mencari lagu itu, dan ketemu wkwk y iya lah ya, gampang mah itu... judulnya
“Doa Untuk Kamu”, dari AVIWKILA, namanya unik sekali.
Hehe
mungkin aku merasakan lagu itu cocok dengan keadaanku... juga keadannya.
Kaya
mungkin kita sedang sama2 berjuang, terus saling mendoakan, karena ada yang
menantikan untuk pertemuan, jadi harus saling menjaga.... mungkin begitu.
Hai,
aku terlahir menjadi anak ke dua dari 3 bersaudara. Jarak kami cukup dekat,
selisihku dengan masku adalah sekitar 3 tahun, dan adiku sekitar 1,5 tahun. Dari
kecil mungkin aku diajarkan untuk menjadi yang paling toleran, bisa menerima
apapun yang ada dan diberikan padaku.
Aku
bukan prioritas dan tidak istimewa. Masku adalah cucu pertama dari pihak bapak
maupun ibu. Saat kecil dia sangat menerima banyak hal, karena dua keluarga
sangat gembira dengan kedatangan masku, lalu aku pun datang, wkwk udah biasa,
cowok lagi.
Aku
tau cerita itu dari keluarga2ku.
Masku
tuh orangnya lumayan keras, ambisius mngkin dan agak egois wkwk. Mungkin kemauannya
cukup kuat, kayane yang pernah di sidang bapakku Cuma masku. Lalu aku pun jadi
diajari jangan seperti masku, aku lebih baik yang menurut, baiklah. Aku menjadi
anak yang penurut.
Saat
kecil, aku hanya 1 kasur untuk ditiduri 5 orang waktu itu. Jadi terlalu sempit.
Bapakku mengalah tidur di “amben”, entah kenapa aku tidak tega. Padahal mungkin
biasa aja bagi bapakku, karena sebelum punya kasur y tidurnya di “amben”. Kayane
baru punya kasur saat aku sudah mulai nalar.
Jadi, dibanding tidur dengan ibu, mas, dan adikku, aku memilih tidur di
amben menemani bapakku. Tidak tiap hari si, ada kalanya aku dipindah saat
tidur.
Adikku
jaraknya dekat, bisa dibilang kita tumbuh bersama. Tapi adiku ya ampun cengeng
banget waktu kecil. Hanya ditinggal lari nangis, wkwk lucu si kalau lagi ku
jahili. Jadi aku dipesani ibuku agar menjaga adiku kalau main, jangan cengeng,
harus menjadi yang lebih kuat. Baiklah, aku akan melakukan itu. Mungkin sejak
bayi aku sudah harus mengalah karena ibuku sudah hamil besar saat menyusuiku,
jadi aku hanya minum ASI sampai sekitar 9 bulan, wkwk mungkin itu juga kali aku
jadi lebih mudah sakit dibanding saudara2ku.
Dulu
kita bertiga sering mencari kayu bakar, karena kompor belum ada. Masku adalah
yang terkuat, jadi dapatnya paling banyak, adiku tuh cengeng, kalau diejek
nangis wkwk, jadi kadang agar adiku tidak di ejek, ku kasihkan miliku, agar
kita dapatnya sama. Masku ? mana mau wkwk tp benar juga si, biar masku bawa
beban yang paling berat pas turun bukit.
Di
sekolah aku cukup pintar, tapi sepintar2nya aku, tetap wajar, wkwk karena
saudaraku memang pintar2. Aku selalu
ranking satu di SD, masku juga, adiku juga,
tapi adiku bbrapa kali terpeleset, hehe SMP masku kayane ketua kelas
aja, tapi cukup hebat di OSIS, aku Ketua OSIS, adiku juga. Di SMA, masku
pradana, aku juga pradana, dan adiku ketua Rohis. Sebenarnya aku tidak se
istimewa itu. Wajar aja, saudaraku juga hebat2.
Di
dunia kerja juga aku tetap tersenyum, masih menjaga imej, wkwk mungkin aku
hanya tidak ingin mencari masalah. Lebih baik diam saja. Tidak perlu tau
kehidupanku banyak2, tidak perlu tau apa yang ku rasakan, aku akan baik saja padamu,
mungkin kalau ada yang tidak ku sukai, mungkin respectku berkurang, tapi aku
akan tetap baik. Mungkin begitu. Biasa aja. Sudah biasa tidak istimewa.
Mungkin
aku menemukan sedikit kesadaran. Apakah aku dulu banyak berikatan agar ada yang
mengistimewakan aku ? mungkin kalau ku pikir sekarang, iya juga. Setidaknya mereka
akan datang saat membutuhkanku. Hanya datang padaku.
Mungkin
aku sudah terbiasa menjadi orang baik, yang terlihat menyenangkan untuk
dijadikan teman. Ramah, tidak mencari masalah, pendiam, tdk memihak.
Mungkin
aku sering sekali bilang pada diriku sendiri, y udahlah, g p2, y udahlah, g p2,
mungkin nanti lebih baik, mungkin nanti orang lain mengerti, mengkin nanti
orang lain berubah, mungkin nanti orang lain tau tanggung jawabnya.
Aku
hanya ingin ada yang mengistimewakan aku dalam hidupnya, mencari aku saat aku g
ada, selalu ada buatku saat aku butuh, mencoba untuk memberikan semua yang dia bisa
untukku. Memberi perhatian, rasa sayang, dan apapun. Mencoba membahagiakan aku,
sama seperti dia membahagiakan dirinya.
Tapi,
aku berlebihan.
Sepertinya
aku memberikan beban yang sangat berat untuk pundak pasanganku.
Mungkin
aku terlalu ingin di istimewakan, ingin mendapatkan segalanya. Ku pikir dengan
memberikan segalanya aku juga bisa mendapatkan segalanya, wkwk ternyata tdk
seperti jual beli. Y memang tidak bisa seperti itu si,
Jadi
aku sering berburuk sangka,
Dan
bahkan tidak percaya.
Maafkan
aku,
Mungkin
aku lelah, caraku sepertinya tidak bisa berhasil.
Mungkin
aku akan mengikuti caranya, mengikuti caranya memberi perhatian dan rasa
sayang, caranya membahagiakan aku. Agar jika aku istimewa di matanya, dia juga
mendapatkan istimewa itu dariku.
Semoga
berhasil,
Tuhan, dia sedang berjuang,
jaga dia lindungi dia,
karena ada yang menunggunya, untuk
pulang
Kita memang sedang berduka,
bukan berarti kita menyerah,
kita harus saling menjaga dan
menguatkan, ....
(Doa Untuk Kamu, AVIWKILA)
Kendal,
3 Agustus 2021`