Selasa, 03 Agustus 2021

Istimewa

 Hmm,

Tadi tiba2 aku mendengar sebuah lagu yang diputar temanku,  aku g tau lagu apa, tapi rasanya aku tersentuh.. rasanya terharu... ingin menangis tapi bahagia. Wkwk aneh sekali

Lalu aku mencari lagu itu, dan ketemu wkwk y iya lah ya, gampang mah itu... judulnya “Doa Untuk Kamu”, dari AVIWKILA, namanya unik sekali.

Hehe mungkin aku merasakan lagu itu cocok dengan keadaanku... juga keadannya.

Kaya mungkin kita sedang sama2 berjuang, terus saling mendoakan, karena ada yang menantikan untuk pertemuan, jadi harus saling menjaga.... mungkin begitu.

Hai, aku terlahir menjadi anak ke dua dari 3 bersaudara. Jarak kami cukup dekat, selisihku dengan masku adalah sekitar 3 tahun, dan adiku sekitar 1,5 tahun. Dari kecil mungkin aku diajarkan untuk menjadi yang paling toleran, bisa menerima apapun yang ada dan diberikan padaku.

Aku bukan prioritas dan tidak istimewa. Masku adalah cucu pertama dari pihak bapak maupun ibu. Saat kecil dia sangat menerima banyak hal, karena dua keluarga sangat gembira dengan kedatangan masku, lalu aku pun datang, wkwk udah biasa, cowok lagi.

Aku tau cerita itu dari keluarga2ku.

Masku tuh orangnya lumayan keras, ambisius mngkin dan agak egois wkwk. Mungkin kemauannya cukup kuat, kayane yang pernah di sidang bapakku Cuma masku. Lalu aku pun jadi diajari jangan seperti masku, aku lebih baik yang menurut, baiklah. Aku menjadi anak yang penurut.

Saat kecil, aku hanya 1 kasur untuk ditiduri 5 orang waktu itu. Jadi terlalu sempit. Bapakku mengalah tidur di “amben”, entah kenapa aku tidak tega. Padahal mungkin biasa aja bagi bapakku, karena sebelum punya kasur y tidurnya di “amben”. Kayane baru punya kasur saat aku sudah mulai nalar.  Jadi, dibanding tidur dengan ibu, mas, dan adikku, aku memilih tidur di amben menemani bapakku. Tidak tiap hari si, ada kalanya aku dipindah saat tidur.

Adikku jaraknya dekat, bisa dibilang kita tumbuh bersama. Tapi adiku ya ampun cengeng banget waktu kecil. Hanya ditinggal lari nangis, wkwk lucu si kalau lagi ku jahili. Jadi aku dipesani ibuku agar menjaga adiku kalau main, jangan cengeng, harus menjadi yang lebih kuat. Baiklah, aku akan melakukan itu. Mungkin sejak bayi aku sudah harus mengalah karena ibuku sudah hamil besar saat menyusuiku, jadi aku hanya minum ASI sampai sekitar 9 bulan, wkwk mungkin itu juga kali aku jadi lebih mudah sakit dibanding saudara2ku.

Dulu kita bertiga sering mencari kayu bakar, karena kompor belum ada. Masku adalah yang terkuat, jadi dapatnya paling banyak, adiku tuh cengeng, kalau diejek nangis wkwk, jadi kadang agar adiku tidak di ejek, ku kasihkan miliku, agar kita dapatnya sama. Masku ? mana mau wkwk tp benar juga si, biar masku bawa beban yang paling berat pas turun bukit.

Di sekolah aku cukup pintar, tapi sepintar2nya aku, tetap wajar, wkwk karena saudaraku memang pintar2.  Aku selalu ranking satu di SD, masku juga, adiku juga,  tapi adiku bbrapa kali terpeleset, hehe SMP masku kayane ketua kelas aja, tapi cukup hebat di OSIS, aku Ketua OSIS, adiku juga. Di SMA, masku pradana, aku juga pradana, dan adiku ketua Rohis. Sebenarnya aku tidak se istimewa itu. Wajar aja, saudaraku juga hebat2.

Di dunia kerja juga aku tetap tersenyum, masih menjaga imej, wkwk mungkin aku hanya tidak ingin mencari masalah. Lebih baik diam saja. Tidak perlu tau kehidupanku banyak2, tidak perlu tau apa yang ku rasakan, aku akan baik saja padamu, mungkin kalau ada yang tidak ku sukai, mungkin respectku berkurang, tapi aku akan tetap baik. Mungkin begitu. Biasa aja. Sudah biasa tidak istimewa.

Mungkin aku menemukan sedikit kesadaran. Apakah aku dulu banyak berikatan agar ada yang mengistimewakan aku ? mungkin kalau ku pikir sekarang, iya juga. Setidaknya mereka akan datang saat membutuhkanku. Hanya datang padaku.

Mungkin aku sudah terbiasa menjadi orang baik, yang terlihat menyenangkan untuk dijadikan teman. Ramah, tidak mencari masalah, pendiam, tdk memihak.

Mungkin aku sering sekali bilang pada diriku sendiri, y udahlah, g p2, y udahlah, g p2, mungkin nanti lebih baik, mungkin nanti orang lain mengerti, mengkin nanti orang lain berubah, mungkin nanti orang lain tau tanggung jawabnya.

Aku hanya ingin ada yang mengistimewakan aku dalam hidupnya, mencari aku saat aku g ada, selalu ada buatku saat aku butuh,  mencoba untuk memberikan semua yang dia bisa untukku. Memberi perhatian, rasa sayang, dan apapun. Mencoba membahagiakan aku, sama seperti dia membahagiakan dirinya.

Tapi, aku berlebihan.

Sepertinya aku memberikan beban yang sangat berat untuk pundak pasanganku.

Mungkin aku terlalu ingin di istimewakan, ingin mendapatkan segalanya. Ku pikir dengan memberikan segalanya aku juga bisa mendapatkan segalanya, wkwk ternyata tdk seperti jual beli. Y memang tidak bisa seperti itu si,

Jadi aku sering berburuk sangka,

Dan bahkan tidak percaya.

Maafkan aku,

Mungkin aku lelah, caraku sepertinya tidak bisa berhasil.

Mungkin aku akan mengikuti caranya, mengikuti caranya memberi perhatian dan rasa sayang, caranya membahagiakan aku. Agar jika aku istimewa di matanya, dia juga mendapatkan istimewa itu dariku.

Semoga berhasil,

 

Tuhan, dia sedang berjuang,

jaga dia lindungi dia,

karena ada yang menunggunya, untuk pulang

Kita memang sedang berduka,

bukan berarti kita menyerah,

kita harus saling menjaga dan menguatkan, ....

(Doa Untuk Kamu, AVIWKILA)

 

Kendal, 3 Agustus 2021`