Hmm,
Aku kangen,
Jumat, 20 Desember 2019
Sabtu, 14 Desember 2019
cerita (2)
Hmm,
sepertinya aku marah dengannya,
kenapa ya,
oh, karena dia membahas seseorang,
padahal membahas seseorang kan biasa saja, mungkin
sepertinya aku pernah menceritakan padanya, tentang masa
laluku, semua yang telah kulakukan, trauma, luka2, melukai orang2, dan sudah
saling sepaham, untuk tidak mengungkitnya lagi.
Aku juga pernah bercerita tentang aku yang pernah ingin
membuang masa lalu, maksdnya hanya ingin mengingatnya, tidak lagi terikat dengan
masa lalu, tentu saja dengan dia, dengan adik angkat, dengan orang2 yang sudah
ku ceritakan padanya, dan akhirnya aku gagal, aku kembali padanya, orang dari
masa lalu.
Kenapa ya, rasanya sakit sekali, mungkin karena yang
bertanya tentang seseorang itu dia,
Teman2ku juga beberapa bertanya padaku kalau seseorang
itu melakukan sesuatu yang tidak biasanya,
Aku kesal memang, ya jika ingin tau, tanyakan pada
seseorang itu, bukan padaku, tapi seperti kata dia, mngkin temanku taunya
seseorang itu teman dekatku,
tapi tidak sampai marah seperti ini.
aku kenapa ya, padahal mungkin seharusnya aku tidak
marah2,
ku pikir, ketika dia mulai membahas itu, ku balas
seperlunya, agar tidak terlalu jauh, sudah mulai tidak enak. Kenapa dengan
seseorang itu dan aku ? dia sudah dewasa kan ya, aku kan bukan siapa2. Apalagi saat
dia bilang kepo sedikit, hmm, kalimat yang sangat tidak ingin ku baca. Jika tau,
lalu apa ?
Maaf karena aku marah dan mengganggu moodnya hari ini,
malam ini.
jika boleh, aku tidak ingin membahas apa2 lagi terkait luka2 lama, kalau mau bahas seseorang boleh saja, yang baik2 saja, yang buruk mungkin tidak perlu, atau jika ingin membahasnya mungkin bukan padaku,sepertinya aku memang tidak sesuai ekspektasinya, aku sedang diamati si, mungkin dia akan berpikir lagi bagaimna hubungannya denganku,
yang jelas, semoga hari2 selanjutnya baik, dan maafkan aku hari ini
Kendal, 14 Desember 2019
Jumat, 06 Desember 2019
cerita
Hmm,
Cerita itu berbuntut panjang,
Ya mungkin, nggak deh
Nggak usah mungkin,
Aku memang bodoh sekali menceritakan itu,
Aku mikir apa si ya,
Hmm,
Ku pikir aku ingin menceritakan sesuatu yang tidak
biasa ku ceritakan pada orang lain, hanya padanya, hehe ternyata aku keliru,
itu fatal
Y mungkin salahku juga, cara penyampaianku salah,
Hehe y aku tidak pandai bercerita,
Ketika aku bercerita tentang pekerjaanku, biasanya
dibales “oh begitu”, “ho”, dan semacamnya, ya bagaimana lagi, dia kan tidak
tau, y wajar saja mungkin kalau jawabannya begitu, atau mungkin tidak menarik,
mungkin cara aku bercerita yang tidak menarik,
Gimana ya, hehe aku juga tidak tau harus
bagaimana, padahal orang2 bisa cerita ke aku, y mungkin ku pendem sendiri aja, ceritaku, mngkin memang tdk penting,
lalu hubunganku dg dia, iya menggantung,
sedih, iya, mungkin karena prinsipku harus
bersama, jadi susah,
aku tidak suka menggantung, padahal dia bisa
bebas, tanpa perlu aku,
kata dia digantung tidak enak, y memang begitu, aku juga tidak ingin menggantung
aku jadi bingung, sebenarnya yg dia inginkan itu
apa ?
aku ada, tapi hubungan kita nggantung, bisa
berakhir kapan saja, tidak jelas,
aku tidak ada, dia sedih, aku juga tidak tau,
aku jadi bingung,
y sepertinya aku salah lagi, entah apa, aku juga
bingung,
hmm, ya aku memang bingungan,
hubunganku dekat dg cewek tdk pernah berjalan baik,
y mungkin aku bodoh, y mungkin memang begitu
apanya yang belajar dari kesalahan,
tidak mengulangi kesalahan yang sama, tapi salah di tempat lain, lagi dan lagi,
Kendal, 6 Desember 2019
Jumat, 15 November 2019
Dunia ini adil ?
Hmm,
Apakah dunia ini adil ?
Hmm,
Hehe mungkin semua orang juga
pernah bertanya seperti itu dalam hatinya,
Dulu aku juga bertanya seperti
itu,
Apakah sebenarnya sistem yang
bekerja ini adil ?
Mengapa ada orang pintar ?
Mengapa ada orang kaya ?
Mengapa kita berbeda ?
Mengapa ?
Mengapa ?
Mengapa ?
Y begitulah, agar bisa saling
melengkapi, benar. Tapi ku pikir lebih dari itu. Iya, karena bahagia tidak
harus menjadi pintar, menjadi kaya, menjadi terlihat paling hebat, dan yang
lebih2 lainnya. Ternyata semua orang bisa bahagia, tidak peduli dia dari
golongan mana, tidak peduli seberapa besar harta, atau apa yang sudah kita
korbankan, bahagia adalah milik masing2. Bisa di capai dengan apa yang hari ini
kita miliki. Nyatanya banyak orang kaya yang tidak bahagia, misalnya banyak tuh
di IG orang yang dikasih hadiah malah dibuang dg alasan “hanya” karena alasan
tidak suka warnanya, atau apalah itu, padahal hadiah kan buat bikin bahagia,
tapi ternyata tidak bisa membuat bahagia, kan mungkin kalau diberikan ke orang
yang membutuhkan bisa sangat bahagia. Banyak orang pintar yang tidak bahagia
juga, misal mbah Galilleo, hehe kasihan sekali masa hidupnya, padahal dia sangat
pintar. Apakah menjadi bahagia harus melarat dan bodoh ?, oh anda salah besar,
hehe intinya semua orang bisa bahagia dengan caranya masing2, dan semua orang
bisa bahagia, tidak terkecuali.
Kalau hati bersyukur dengan apa
yang dimiliki, sepertinya bahagia tidak sulit dicapai. Kalau dg diri sendiri
sudah selesai, mungkin perlu juga berbagi kebahagiaan, sebenarnya membahagiakan
orang lain tidak susah2 amat, mungkin. Kalau ada orang cerita y dengarkan,
kalau butuh bantuan y dibantu, kalau tidak bisa membantu, ya didoakan biar
lancar, kalau kita berlebih ya kasih ke orang lain, kalau merasa tidak pernah lebih y cek lagi, mungkin kamu lupa, kalau banyak hal tidak penting yg sudah kamu lakukan yang mungkin lbh bermanfaat kalau dipakai untuk memberi ke orang lain.
apakah orang bahagia tidak bisa sedih ?
y jelas bisa, hehe kan masih manusia.
bahagia dan sedih seperti suatu pasangan yang saling melengkapi,
kan sedih tidak menyenangkan ?
hehe iya, mungkin sama kaya kopi, tidak enak kalau rasa kopi tidak pahit, tapi jadi enak.
padahal udah jelas, kunci bahagia itu hanya dua,
kalau dapat nikmat bersyukur,
kalau dapat musibah bersabar,
apakah sabar ada batasnya ?, hehe semoga sampai mendekati tak hingga
nah, apakah bersyukur juga ada batasnya ?, sama saja, semoga sampai mendekati tak hingga
Jadi, apakah dunia ini adil ?
Selasa, 29 Oktober 2019
Prioritas
Hmm,
Setiap orang itu unik. Dengan keunikannya
kebutuhan dan keinginan setiap orang juga berbeda – beda. Karena kebutuhan dan
keinginan orang berbeda – beda, maka prioritas orang juga tidak sama. Misalnya tidur
saat akhir pekan lebih penting bagiku dibanding pergi liburan, mungkin orang
lain akan memilih liburan dibanding tiduran saja sepertiku. Itulah prioritas.
Tiap orang pasti punya caranya
sendiri2 untuk menentukan prioritasnya, tapi dulu aku pernah dapat materi
tentang prioritas, setiap tahun saat pergantian pengurus organisasi, berarti 3x, hehe fiqh prioritas
kalau syar'inya hehe waktu itu yang dibahas memang lebih menjurus ke ibadah,
misal sunah dan wajib tentu saja didahulukan yang wajib, wajib khifayah dan
wajib ‘ain, lebih di dahulukan yang wajib ‘ain dulu, tapi ada juga yang
menyangkut kehidupan, dan bisa diterapkan untuk segala aspek kehidupan, tidak
hanya masalah ibadah.
Mungkin ini sudah sering
dibahas dibanyak tempat dan motivasi, yupss, dengan menggunakan diagram berikut
Dari diagram itu akan terlihat
ada 4 kuadran,
Kuadran 1 itu yang lebih
penting dan lebih mendesak, berarti harus segera dikerjakan, misal sakit,
berarti harus segera ke dokter, atau lapar, berarti harus segera makan
Kuadran 2 itu yang penting tapi
kurang mendesak, misal nabung, nabung
itu penting, tapi tidak harus selalu kalau ada kebutuhan lain yang harus
dipenuhi
Kuadran 3 itu mendesak tapi
kurang penting, hmm, misalnya ada diskon khusus di hari itu saja, bisa masuk ke
kuadran 1 sebenarnya, tapi jika yang dapat diskon itu bukan barang yang
penting, meski mendesak mending dipikirkan dulu, hehe
Kuadran 4 itu kurang penting
dan kurang mendesak, misalnya apa ya, liburan sendirian, hehe
Apa kuadran itu pasti ?,
tidak2, skala prioritas bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang
ada. Misal, kita pasti sepakat kalau sholat itu penting, dan sholat di awal
waktu itu paling utama, mendesak juga berarti, kuadran 1 dong, penting dan
mendesak, tapi coba kalau mau sholat terus ada panggilan alam. Kebelet, hehe
tentu saja kebelet itu lebih mendesak dan penting, begitulah prioritas bisa
berubah, atau misal liburan, kalau sendiri bukanlah prioritas, tapi kalau
bareng dia, jadi mendesak dan sangat penting, hehe
Hehe, ya lagi2 tiap orang punya
prioritas sendiri, tapi benar juga, mungkin diagram tadi lumayan membantu untuk
menentukan apa yang sebaiknya kita lakukan, apakah liburan itu penting, apakah
membeli sesuatu itu berguna, apakah yang akan kita lakukan itu bermanfaat,
apakah itu memang apa yang kita butuhkan ?, entahlah, hehe yang tau hanyalah
diri sendiri, bahkan kadang kalau sudah tau akan tidak berguna, tapi tetap
saja dilakukan, itulah keinginan, y mungkin tidak masalah sesekali, jangan sampai berkali
– kali, karena dunia ini cukup untuk kebutuhan semua orang, tapi tidak akan
cukup untuk keinginan satu orang, hehe
Y semoga kita tau kebutuhan kita
sendiri, dan menyusun prioritas kita dengan benar, atau setidaknya sebelum melakukan sesuatu, kita sempatkan untuk berpikir dulu, sesuatu itu, penting gak sih ?
Selamat beraktifitas . . . .
Kendal, 29 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Teman Baik (3)
Tipe X,
Selamat Jalan
Terlalu lama engkau
terkenang
Hancurkan diri kian jauh tenggelam
Lelah mencoba 'tuk lepaskan beban
Kau beli mimpi semu tak berarti sendiri
Tak mampu kau beranjak pergi
Hancurkan diri kian jauh tenggelam
Lelah mencoba 'tuk lepaskan beban
Kau beli mimpi semu tak berarti sendiri
Tak mampu kau beranjak pergi
Jalan yang panjang
nanar kau tatap
Tak lagi peduli semua yang terjadi
Semakin dalam larut anganmu melayang
Mimpimu hadirkan semua penantian
Alunan apa ajak kau bernyanyi?
Akhirnya kau pun pergi
Tak kembali
Tak lagi peduli semua yang terjadi
Semakin dalam larut anganmu melayang
Mimpimu hadirkan semua penantian
Alunan apa ajak kau bernyanyi?
Akhirnya kau pun pergi
Tak kembali
Banyak sudah kisah
yang tertinggal
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi
Tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi
Tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Tiap haruku hanya
sanggup mengingat
Jelas bayangmu yang masih melekat
Dalam kecewa 'ku hanya mampu katakan
Tetaplah tersenyum
Karena itu jalan yang telah kau pilih
Terbanglah, oh terbanglah
Bersama pelangi
Jelas bayangmu yang masih melekat
Dalam kecewa 'ku hanya mampu katakan
Tetaplah tersenyum
Karena itu jalan yang telah kau pilih
Terbanglah, oh terbanglah
Bersama pelangi
Banyak sudah kisah
yang tertinggal
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi
Tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi
Tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Semoga dalam damai engkau mengerti
Arti dalamnya jalan yang kau daki
Hingga indahnya bias mentari
Tak lagi kau nikmati
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Arti dalamnya jalan yang kau daki
Hingga indahnya bias mentari
Tak lagi kau nikmati
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Hmm,
untuk temanku, kau sudah lama pergi,
hari ini aku merindukanmu,
entah kenapa,
hehe dulu kita bercerita tentang mimpi2, kau mau melanjutkan ke Belanda, ke Utrech, aku ke Jepang,
mungkin mimpimu tidak dikabulkan di dunia, karena kau sudah tidur untuk selamanya
aku, masih ingin mengejar mimpiku itu,
untukmu juga,
dulu, awal2 kau sakit, aku menjengukmu, masih di puskesmas di Wonosari, katanya kau hanya radang tenggorokan, tubuhmu masih gemuk, hehe
lalu kau dirujuk ke RS Sardjito, ternyata kamu kanker, saat aku menjengukmu kedua kali, kau semakin kurus, tapi lehermu besar, aku sedih, bicaramu sudah tidak lancar, rambutmu sudah rontok, aku, sedih sekali, kamu masih saja bercanda dan tersenyum,
lalu datanglah berita itu, kamu kritis dan butuh darah, padahal golongan darah kita sama, tapi aku tidak bisa apa2, aku sangat sedih,
lalu datang kabar berikutnya, kau tertidur, untuk selamanya,
selamat beristirahat bro,
hmm, selamat berlabuhKendal, 24 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Orang Terpilih
Hmm,
“orang2 terpilih”, Aku seringkali mendengar itu,
terutama sejak mulai masuk kuliah. Entah itu pidato Rektor, Dekan, ketua BEM,
ketua HIMA, ketua Rohis, dan ketua2 lainnya. Juga Binsu latsar, pemateri latsar
dan lainnya. Sejujurnya aku tidak suka dengan konsep dan kata2 orang terpilih.
Kenapa ya, mungkin yang pertama karena itu sangat
keakuan dan egois. seolah aku masuk organisasi, masuk kuliah, diterima cpns,
untuk diakui. Itu sudut pandangku si, tentu saja aku yakin mereka sedang
berniat baik dengan memberi motivasi bahwa aku salah satu diberi kesempatan dan
aku harus melakukan yang terbaik, aku tau itu.
Yang kedua, selain alasan untuk diakui, hmm,
seolah konsep orang terpilih menganggap orang diluar kelompok adalah orang2
yang tidak terpilih. Iya, memang benar ada banyak orang yang tersisih dan benar
juga, tidak terpilih. Tapi ku pikir bukan karena mereka tidak punya kemampuan
hebat lain, hanya saja kebetulan saja spesifikasiku sesuai yang dibutuhkan,
masuk organisasi, masuk kuliah, dan masuk kerja. Orang lain, mereka bukanlah
orang yang tidak terpilih, mereka punya tempat lain untuk dipilih, mungkin akan
ada yang jadi pengusaha, pemusik, atau jadi sesuatu yang lain. Yang mungkin
saja, lebih hebat dari yang tidak terisisih.
Yang ketiga, seolah manusia punya level yang berbeda.
Maksudku dengan masuk kuliah jurdik fisika aku lebih pintar, masuk Rohis aku
jadi lebih islami, masuk CPNS aku lebih terhormat. Menurutku semua manusia sama
saja, maksudnya punya kelebihan dan kekurangan, terlepas dari dia orang baik
atau jahat, terlepas dia dekat dengan kita atau tidak, dia takwa atau tidak, kita semua punya
potensi kelebihan dan kekurangan. Mau baik atau tidak, mau dekat atau tidak,
kita bisa memilihnya sendiri. Nyatanya orang pintar yang jahat juga banyak.
Padahal saat kembali ke Tuhan, mungkin orang gila malah lebih mulia, karena
tidak bisa berpikir, sehingga tidak perlu dimintai pertanggungjawabannya. Entah
dia masuk surga atau tidak, aku tidak tau.
Ya sebenarnya tidak salah juga, tapi aku merasa
tidak cocok saja, karena semua orang adalah orang terpilih, hanya jalan
ninjanya beda2, mungkin.
Orang terpilih atau bukan orang terpilih, kita
sama saja, tetap punya hak untuk memilih, apa yang akan kita lakukan, dan menjadi
apa pun yang kita inginkan,
Semarang, 20 Oktober 2019
Jumat, 11 Oktober 2019
Hinata (5)
Hmm,
Sejak aku menyukainya saat SMP,
mungkin aku terlalu berlebihan. Dia ku tempatkan di tempat khusus, setelah dia
pergi, tempat itu ku kunci dan ku biarkan begitu saja. Sayangnya tempat itu,
memang khusus buat dia, sedekat apapun aku dengan orang lain. Ruangan itu tidak
bisa dimasuki. Terkesan lebay, hehe mungkin memang iya.
Nyatanya tidak ada yang
seistimewa dirinya, ku pikir dia memang istimewa karena dia orang yang ku
cintai pertama kali, ternyata lebih dari itu. ku pikir, aku bukan orang yang cemburuan, aku
seringkali di nomor duakan dalam banyak hal, maksudku bukan tidak dikasih apa2,
tapi ya mungkin karena sifatku yang begini, jadi orang lain di dahulukan,
masku, adikku, teman2ku.
Ku pikir aku bisa biasa aja dan
tidak cemburuan dalam semua hal, ternyata aku salah. Ternyata aku cemburu. Wkwk bukan pada ibuku,
bukan pada temanku, tapi pada dia. Terima kasih sudah mengirim foto itu, wkwk
menyebalkan sekali, jadi inget lagi kan, hehe aku tidak cemburu dengan foto
kalian yang cuma berdua itu, maksudnya memang kalian tidak sengaja foto berdua,
kalau sengaja foto berdua, juga tergantung dalam rangka apa, tapi ngapain dah
tuh tangan kiri, y mungkin tidak sengaja, tapi y udah jelas ada cewek duduk
dibangku, ngapain tangannya harus bersandar dibelakang bangku, ternyata aku
sebel, padahal itu cuma foto doang, gimana kalau ternyata dia nikah di depanku,
wkwk y mungkin aku tidak hanya patah hati, hehe remuk dah remuk, wkwk tp aku
akan tetap datang, kalau libur, sudah tekadku wkwk ngapaian deh, padahal kan
bisa saja happy ending.
Ternyata aku cuma cemburu
dengannya, dulu aku tidak cemburu dengan cewek lain yang dekat denganku, karena
mereka mungkin membutuhkanku, bukan karena aku mencintai mereka. Mereka bebas
dekat dengan siapapun selain denganku, dan aku biasa saja.
Apakah artinya hanya dia orang
yang ku cintai ?
Wkwk entahlah
Aku merasa tidak se setia
itu...
Aku tidak mencoba untuk tetap
mencintainya, ku biarkan begitu saja, aku tidak peduli.
Walaupun dalam hati aku selalu
senang kalau dia menghubungiku..
Di twitter dia selalu muncul
diatas,
Lalu kita mulai wa nan pas udah
mulai kuliah,
Aku masih tidak peduli dengan
perasaanku,
Malah sebaliknya, aku bahkan ingin
tidak terikat lagi dg semua yg berhubungan dg masa laluku, ingin ku lepas dan
mencari hal yang baru,
Tapi aku tidak bisa bohong,
setiap kali kita berkomunikasi, aku senang.
Lalu dia menyarankan untuk membuka blognya pas aku gabut,
Y sudah ku mulai membaca
blognya....
Tak ku sangka dia akan menulis
tentang perasaan2nya dan tentangku,
Sejak itu usahaku menghilangkan
ikatanku dg masa lalu gagal, tidak2, lebih tepatnya usaha untuk menjadikannya
tidak lagi pemilik ruangan itu gagal total. Ruangan itu khusus buatnya, dan
kini dia datang dengan perasaan yang tidak berubah. lebih tepatnya dia tidak
pernah pergi dari ruangan khusus itu hehe aku tidak bisa menghilangkannnya,
karena aku punya rasa yang sama, aku masih menyukainya.
Aku senang, sekaligus sedih.
Aku senang, karena dia selama
ini tidak berubah. Hehe, ngapain deh pakai nama itu, wkwk
Aku sedih, karena aku tidak
bisa mengatakan kalau aku menyukainya, aku sudah cukup mengerti konsekuensi
dari kata2 suka yang mungkin bisa ku katakan kapan saja, tentu karena kita
saling suka kita akan saling terikat, mungkin bukan pacaran, tapi tetap saja,
kita akan terikat hatinya. Wkwk aku masih kuliah, dia juga, prioritas utama
jelas bukan perasaan macam itu, prioritas utamaku y kuliah dengan benar.
Aku mencoba meredam segala
gejolak yang berhubungan dengan dia, hehe tidak berlebihan, meski sepertinya
aku sering keblabasan.
Aku ingin dia bisa dekat dengan
orang yang pantas, mungkin bukan aku. Hehe
Entah sudah berapa tahun, dan
baru ku katakan kemarin juli, hehe lama sekali
Katanya dia style orang
mencintai beda2, mungkin aku lebih suka menunggu waktu yang tepat untuk
menyatakan perasaanku, dan cara ku
mencintai seseorang mungkin lebih penting kebahagiaannya dibandingkan harus
denganku. Kadang aku tidak habis pikir dengan orang yang memaksakan untuk
bersama karena yakin bahwa orang itu merasa dia yang terbaik untuk orang yang
disukainya. Aku tidak bisa berpikir semacam itu.
Tapi dia benar, blum tentu dia akan
lebih bahagia dengan orang lain, dan tidak lebih bahagia denganku.
Aku mencintainya..
Kenapa ya,
Entahlah,
Mungkin jika butuh alasan,
alasanku karena dia sangat setia,
Hehe
Terima kasih telah mencintaiku
bertahun – tahun,
Menyebalkan sekali,
Karena sepertinya aku tidak
bisa menang dalam hal mencintai, dia selalu lebih unggul.
Apakah aku akan terus
mencintainya ?
Apakah dia akan terus
mencintaiku ?
Entahlah, hehe
Waktu kadang menyebalkan sekali, semoga kali ini semesta jg mendukung.
Semarang, 11 Oktober 2019
Senin, 30 September 2019
hak
Hmm,
Kata temanku,
Aku senang menjadi korban, hehe kenapa korban ya, padahal aku biasa saja,
Menunggu yang tidak pasti, padahal yang jelas di depan mata saja ada
Dan dia bilang, kamu bisa ditinggal dia yg lain kapan saja
Hmm,
Hehe ya ku jawab dengan senyuman,
Aku sudah tau itu,
Lalu dia juga bilang,
Sesempurna apa si dia yang lain itu ?
Iya, dia yang lain itu memang tidak sempurna
Aku juga sudah tau itu,
Aku juga tidak sempurna, aku punya banyak kekurangan, dan mungkin aku sedang mencoba memperbaiki diriku dari banyak sisi, mungkin dia yang lain juga,
Apakah nanti kamu sama dia yang lain beneran bisa saling menunggu ?
Belum tentu kalian bersatu,
Aku lagi2 juga sudah tau itu,
Aku tidak tau masa depan, dia juga, dia yang lain juga,
Sejujurnya aku ingin marah,
Hehe tapi, ku pikir temanku hanya peduli,
Lagian aku yang memutuskan sendiri, apa yang akan ku lakukan, bukan temanku
Jadi marah2 itu (sangat) tidak perlu,
Hmm,
Ku pikir, semua orang berhak menyukai seseorang yang istimewa,
Dan ku pikir,
Aku punya hak untuk menyukaimu
Semarang, 30 September 2019
Senin, 23 September 2019
dulu (2)
Hmm,
Ku ceritakan sesuatu, hehe
Dulu tahun berapa ya, saat2
masih remaja, aku pernah ngetweet kalau aku ingin mati, hehe tapi aku masih
sangat ingat kalau itu pakai kode, jadi mungkin tidak ada yang tau, hmm, mngkin
ada, tapi pasti hanya satu dua orang saja, karena teman2ku tidak semua main
twitter, apalagi tau kode itu, lalu sebenarnya aku juga sudah menyiapkan pesan
kematian, hehe sasuga, di buku bersampul biru, wkwk, tidak pakai kode, dan
semua password sosmedku semua ku tuliskan, dibalik sebuah foto wkwk kalau passwordnya itu pakai kode, lalu pesanku adalah, hapus
semua akunku, baik fb, twitter, email, dan kau tahu, pesan itu ku tujukan untuk
siapa ?
Hehe iya, kamu, eh maksudnya
dia, kamu kan blogku, hehe
Lucu deh, seorang aku bisa
berpikir sesingkat itu,
Hadeh, masa muda
Kenapa ya, aku pernah
berpikiran begitu, setelah ku ingat2,
oh, ternyata aku dulu (merasa) sangat menderita, hehe
Padahal kalau ku pikir2
sekarang masalahku waktu itu sangat sepele, maksudku tidak perlu dipusingkan
sampai ingin mati, hehe baka sekali saya ya, hehe
Hmm, tapi dulu ku pikir memang
masalahku berat sekali, tekanan dari mana2, organisasi, rumah, lingkungan,
sekolah, hehe, suwer, y tapi kan dulu aku belum sampai sedewasa sekarang, hehe
Ku pikir ini adalah titik balik
kehidupanku,
Aku yang dulu meledak2, yang
dulu mengejar2 sesuatu, yang tidak banyak bersyukur, yang labil, gaje, menjadi
pribadi yang lebih santai, lebih slow, lebih berpikiran terbuka intinya.
Jadi yang pertama, aku
dikirimkan seorang teman yang broken home, intinya keluarganya tidak baik2 saja,
y mungkin kelebihanku memang bisa jadi teman siapapun, hehe jadi dia cerita
tentang kehidupannya, hmm, akhirnya mataku mulai terbuka, oi2, keluargaku
sangat baik sekali, kenapa selama ini aku tidak bersyukur, maksudnya tidak
sadar bahwa ada keluargaku yang selama ini menopang hidupku, hadeh, payah
banget saya, dulu aku mikir apa si ya, hmm,
Lalu yang ke dua, apa kau
pernah membaca atau mendengar kalau usaha tidak menghianati hasil ? wkwk
sebenarnya aku tidak terlalu percaya, bukan berarti aku percaya bahwa usaha
tidak ada hubungannya dg hasil, tapi tidak selalu hasil itu sebanding dg usaha,
atau setidaknya yang diusahakan itu belum tentu berhasil, meski sebenarnya
proses itu yang penting, tapi hasil juga tidak kalah penting,
Hmm, ada seorang cewe, dia
temanku, kita tidak dekat si, tapi dia sangat menarik perhatianku, bukan dalam
artian yang aneh2, hehe hmm, dia sangat rajin, kalau bisa, ku ingin bilang, dia
super rajin, keren dah, karena kami baru sekelas pas kelas XI, aku baru tahu,
hehe aku jadi membenci diriku sendiri, sungguh, hehe aku tidak berusaha, atau
setidaknya dibanding dia itu, hmm, aku 1 : 10, bahkan kurang, gilee, aku jadi
merasa sombong,hehe nggak si, maksudnya dibanding usahanya, usahaku kecil
sekali, tapi prestasiku selalu dan selalu lebih diatasnya, hadeh, sombong
sekali saya ya, dg usaha kecil aja bisa menang, apalagi kalau usahanya besar,
hmm, nggak2, aku malah jadi mikir sebaliknya, kenapa dengan usaha dia yang
begitu besar, tidak Alloh ijinkan dia melampauiku, lalu ku pikir2, mungkin
karena yang Alloh sukai itu pas dia lagi berusaha, kalau tercapai, mungkin dia
akan jadi berkurang usahanya, lalu aku pun mikir, hehe jangan2 Alloh tidak suka
aku, hehe jadi aku digampangkan begitu, hehe tapi ku pikir2 lagi, tidak mungkin
deh Alloh sejahat itu, prestasiku mungkin hasil doa orang tuaku, aku hanya
sebagai lantaran kebahagiaan mereka saja, y mungkin begitu.. dan aku salut
dengan perjuangannya, sekarang, hehe aku tidak tau dia dimana, hehe y semoga
sukses, karena usahamu keren sekali menurutku.
Hmm,
Jadi, ku pikir setelah dua
kejadian itu, hidupku tidak berat2 amat, maksudku setiap orang pasti punya
masalah, dan yang bisa melampui masalah itu y kita sendiri, hehe aku bukan yang paling menderita, atau
yang lebih simple, setiap orang pasti (pernah) menderita dengan masalahnya
sendiri2, membandingkan dengan orang lain hanya akan mempersempit hati saja,
kita tidak benar2 tau masalah yang dihadapi orang lain, bisa jadi sangat berat,
tapi dia terlihat selow, atau bisa jadi terlihat sangat menderita, tapi memang
masalahnya sangat berat sekali, hehe
Lalu aku pun mulai merasa
bahagia dengan kehidupanku, hehe karena ku pikir masalah seberat apapun akan
bisa dilewati, kita hanya perlu menyelesaikannya, itu saja,
itu saja ? wkwk
Sepertinya aku keblabasan, hehe
itu seperti menemukan tempat baru, lalu pergi, terbuai dan lupa jalan untuk
pulang, hehe
Ini yang ketiga, iya, aku
pernah merasa terlalu bahagia, puncaknya di tahun 2016, hehe pas lebaran, aku
waktu itu bilang, mungkin keluargaku (kehidupanku) sangat bahagia, rasanya
gimana ya, hehe terlalu bahagia, wkwk dan pada akhirnya hukumannya sakit
sekali, wkwk teramat sakit... aku jadi sadar, yang berlebihan itu memang tidak
baik, bahkan untuk bahagia. Nanti saja, bukan sekarang.
Lalu pada akhirnya,
terbentuklah aku yang sekarang, dari tiga kejadian itu,
Hehe aku pernah ingin mati, aku
bahkan sudah menulis pesan kematian, aku juga pernah keblabasan dengan
kebahagiaan, aku pernah (sering) tidak bersyukur, aku (sering) lupa melihat
sekelilingku, melihat apa yang sekarang sdg ku punya, yang mngkin tidak dimiliki
orang lain, aku lebih (sering) melihat
apa yang dimiliki orang lain dan tidak dimiliki olehku, hehe yah, aku memang
payah sekali
Lalu aku menyimpulkan, aku memang
biasa saja. Mimpiku dan keinginanku sama saja dengan kebanyakan orang,
perjuanganku, hmm, orang lain juga berjuang, keberuntunganku, orang lain juga
beruntung, penderitaanku, orang lain juga menderita, kita punya jalan hidup
masing2, cara bahagia kita masing2, perjuangan kita juga masing2, penderitaan
kita masing2, kita hanya bisa saling membantu, tapi tidak bisa mengambil alih.
Aku memang biasa saja.
Meski begitu, ku pikir aku
bahagia, dan meski hidupku biasa saja, hidupku cukup berwarna kok, hehe
Kendal, 23 September 2019
Rabu, 18 September 2019
dulu
Hmm,
dulu saat
aku masih bocah, tepatnya kelas satu SMA aku pernah punya cita2, atau lebih
tepatnya keinginan, keinginan yang jahat sekali, hehe padahal dulu aku belum
nonton death note, tapi keinginanku itu sama, bukan sebagai L, tapi sebagai
Kira, hehe iya, ku pikir orang2 sampah macam koruptor dan sejenisnya tidak
pantas hidup, apanya yang HAM, hukuman mati itu lebih dari pantas, jika memang
harus mengatasnamakan HAM, bukankah dengan mereka korupsi misalnya, itu bisa
jadi telah membunuh banyak orang yang membutuhkan bantuan, bukankah banyak jg
yang membunuh, mencuri, bahkan bunuh diri karena desakan ekonomi, oi2, itu
bahkan lebih parah,
hmm,
tapi dulu,
ku pikir jalan satu2nya adalah dengan menjadi sniper, wkwk jujur saja
imajinasiku liar sekali, mungkin bila waktu itu aku ditemukan oleh teroris, aku
akan menjadi teroris juga, atau mngkin sekarang aku sudah mati... mana ku tahu
juga.
iya, ku
pikir orang2 macam sampah itu, tidak berguna lagi hidup di dunia, malah nambah
dosa aja, merugikan negara, kasusnya tidak selesai2, mending dibunuh saja,
lalu mimpi itu perlahan surut saat aku mulai
dewasa, aku mulai menemukan banyak jawaban atas mimpiku itu, ternyata dunia ini
rumit sekali, seperti neuron yang terhubung di otak, kompleks. Entah pangkal
dan ujungnya dimana. Tidak semua yang terlihat buruk, memang seburuk
kelihatannya, tidak semua yang terlihat baik, sebaik kelihatannya, terlalu
banyak yang aku tidak tahu, terlalu banyak yang tidak aku mengerti.
Dan sebenarnya,
masih banyak orang2 yang baik di dunia ini, yang mereka melakukan sesuatu
dengan tulus, dan sebenarnya semua orang punya sisi baik, sekecil apapun itu,
meski kalau dibalik benar juga, semua orang punya sisi buruk, sekecil apapun
itu.
Selain itu, semua orang bisa berubah, misalnya mungkin saja orang yang ku
anggap sampah itu akan bertaubat, hehe dan selalu ada kesempatan untuk itu
selama masih hidup, jika aku membunuhnya, maka mungkin aku akan jadi penyebab
seseorang tidak jadi bertaubat, ku pikir, malah aku yang jadi salah.
Ya intinya
semua orang bisa berubah menjadi lebih baik, hehe dan semua orang punya
kesempatan untuk itu, orang baik maupun orang yang belum baik..
Kendal, 18
September 2019
Selasa, 17 September 2019
24
Hmm,
Hai, kamu
Tadi pagi
kamu bangun dengan kemalsan seperti biasa,
Menatap langit2,
menatap jendela, lalu menatap baju2 yang tergantung di dinding seperti biasa,
Lalu bangun,
sholat seperti biasa,
Dinginnya air
pagi tadi waktu mandi juga seperti biasa,
Kamu memakai
pakaian dinas seperti biasa,
Oh, mungkin
pakaiannya agak beda, hehe karena tgl ini tiap bulan pakaiannya biru tua,
Yaaahh,
nggak jadi biasa, y tdk p2, anggap saja itu hal yang luar biasa,
Hmm, kamu
berangkat ke sekolah, seperti biasa, bertemu dengan teman2 guru dan karyawan,
bertemu murid2 tercinta, seperti biasa,
Berkegiatan seperti
biasa,
Dan kamu pun
pulang seperti biasa,
Hmm,
tidak ada
yang spesial,
Mungkin,
hehe
Mungkin ada
satu yang spesial, bukan kegiatanmu,
tapi kamu...
Iya kamu,
sekarang kamu 24 tahun, hehe
Kalau kamu
mau flashback ke belakang, y iya lah, masa flashback ke depan, hehe ternyata
selama ini kamu sudah melakukan banyak hal..
Hmm,
Kamu ingat
dulu saat masih kecil, kamu pernah membayangkan nanti kalau sudah dewasa kamu
akan seperti apa ?
Iya, kamu pasti
masih ingat, hehe
Lalu saat
kau mulai menyukai seseorang, kau juga ingat kan ?
Apalagi yang
ini, kamu pasti juga masih ingat.
Saat kau
tertawa, senang, dan bahagia masih ingat
kan ?
Saat kau
lelah, sedih, dan terpuruk juga masih ingat kan ?
Ya mungkin
beberapa keping masa lalumu sudah kamu lupakan, tapi keping2 yang lain masih
kamu ingat, meski sudah tidak utuh lagi, hehe
Mungkin perjuanganmu
terlihat biasa2 saja, memang biasa saja si, kamu bukan yang paling menderita di
bumi memang, kalau dibilang paling beruntung, tidak juga, masih ada yang lebih
beruntung, hehe intinya kamu sudah berjuang, ya orang lain juga pasti berjuang
dengan masalah2 mereka sendiri, dan kamu sudah melewatinya, mungkin nanti2 kamu
harus berjuang lagi, jadi siap2 saja... yoshaa
Dan kini
kamu sudah cukup dewasa, semua pilihan hidup sudah kamu putuskan sendiri, mulai
dari hal sesederhana mau makan kapan, mau makan apa, sampai hal yang rumit,
seperti mau menetap dimana, mau kerja dimana, semua itu terserah kamu sendiri,
mungkin kamu sesekali bertanya pada orang lain, tentang banyak hal, tapi
keputusan yang akan terjadi untukmu, kau putuskan sendiri. Memang harus begitu,
jangan biarkan orang lain memutuskan apa yang akan terjadi dalam hidupmu. Bukan
berarti harus berbeda dg orang lain, sama juga tidak masalah. Bukan berarti
harus sama dengan orang lain, berbeda juga tidak masalah, yang penting itu
pilihan dan keputusanmu, bukan keputusan orang lain.
Sekarang
kamu akan melewati fase yang baru dalam hidupmu, mungkin di umur ini kamu akan
berganti status, jadi C nya hilang, hehe aamiin, lalu mungkin kamu akan
memutuskan kamu akan tinggal dimana, yang selanjutnya kamu akan mulai serius
tentang hubunganmu dengannya, meski sekarang juga sudah cukup serius, mungkin
kamu terlalu cepat bilangnya, padahal statusmu belum jelas, dasar tidak
sabaran, ya sudahlah, hehe biarin aja mengalir, kamu menyukainya kan, dan dia
juga sama, semoga kalian bahagia dg hubungan kalian, tidak saling menyakiti,
bisa saling menjaga, dan semoga tidak ada plot twist di antara kalian hehe
Kau harus
ingat, ibumu nanti di rumah mungkin akan sendirian, sekarang untungnya masih ada adik sepupumu, kamu harus sering2 menghubunginya, dia pasti (selalu) merindukanmu, kamu sudah
berusaha mencari waktu kosong tiap bulan kan untuk pulang ? semoga bulan depan
juga bisa pulang, dan kau memang harus meluangkan waktu sesibuk apapun dirimu,
kau tetap anaknya, surgamu tetap dan akan selalu di bawah telapak kakinya,
bahkan jika kamu sudah punya ibu dari anak2mu, sayang yg kau dapat dari orang
lain, tidak akan bisa melebihi apa yang telah dia curahkan untuk membesarkanmu,
semua balas budi yang pernah kamu lakukan padanya tidak akan pernah bisa
menggantikan satu darah yang menetes saat melahirkanmu, itu pasti, jadi ku
harap kau ingat ini, ibumu itu tidak meminta balas budi, ibumu hanya ingin kamu
bahagia dan kamu mencoba membahagiakannya,
dengan cara apapun, kamu memberi kebutuhan, kamu memberi hadiah, yang
lebih penting kamu memberikan doa selesai sholatmu, lalu pulanglah, hehe kau
tahu kan itu sangat membuatnya bahagia, karena kau pasti merasakan ketulusan
senyum itu, kau terharu kan tiap kali pulang, hehe sudah2 jangan jaim di depanku, aku tahu kok.
Lalu, jangan
lupa untuk selalu mendoakan ayahmu, hehe kamu selalu memberi hadiah al fatihah
kan setiap selesai sholat, untuk ibumu juga kan, jangan kadang2 lupa lagi ya,
itu tidak lama, sebentar saja, tapi pasti membahagiakan punya anak yang
berbakti, meski kamu sering salah, sering lupa, tapi doamu ku harap tetap
tersampaikan, kata guru ngajimu dulu, kalau ada anak yang mendoakan untuk orang
yang sudah meninggal, maka kaya ada cahaya terang dan hangat yang menghujam
kuburnya, lalu para ahli kubur itu bertanya, darimana kamu mendapatkan cahaya
yang terang dan hangat itu, lalu dijawab, dari anak2 yang mendoakanku. Kau sudah
memenuhi cita2 ayahmu kan, menjadi guru, maka jadilah guru yang baik. Semoga nanti2
kamu menjadi salah satu orang yang ilmunya bermanfaat dan pahalanya tidak
terputus, aamiin.
Semua orang
di sekitarmu mendukungmu dengan baik, saudara2 kandungmu, saudara sepupumu,
tante2, om2, mbah, dan keluargamu sangat menyayangimu, maka sayangilah mereka,
karena mereka telah menyayangimu. juga teman2mu yang lain, semoga mereka juga bisa mendapatkan keinginannya.
So, selamat
ulang tahun yg ke 24, waktumu di bumi semakin berkurang, semoga kamu sehat,
semoga kamu kuat, semoga kamu jg bermanfaat, wkwk
tuh ku kasih fotomu pas masih bayi, hehe
Jika nanti
kita bertemu lagi, ku harap kamu sedang bahagia,
Sampai jumpa
lagi,
Dari seseorang
yang mengenalmu lebih dari siapapun,
“Aku”
Kendal, 17
September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Surat Ijin M....
Hmm,
Karena masa
SIMku udah habis, maka aku memperpanjang SIMku, bukan seberapa panjang, tapi
seberapa lama, hadeh, bedakan meter dan sekon bro, wkwk maaf anak fisika harus
jelas acuannya apa, panjang atau waktu, sayang atau rindu, eh, apaan deh,wkwk
lanjut...
Karena tempatku
ngekos itu agak di ujung kabupaten, jadinya polresnya lumayan jauh, ya sekitar
satu jam perjalanan pakai motor, hadeh, akhirnya ku harus nyuci jam 6 pagi,
dingin2, males sekali..
Selesai nyuci
jam 7 dan oke deh langsung cus berangkat, nggak mandi, hehe males banget asli,
dingin jg, padahal habis nyuci, y udah, bodo amat, hehe
Sejam kemudian
aku sampai di polres, hadeh, aku baru inget, ternyata aku cuma pakai kaos
doang, terus jaketan, kan mau poto , sudah nggak mandi, cuma kaosan, hadeh, y
udah deh, udah sampe juga.
Akhirnya aku
tes kesehatan dulu, hehe pertama diukur tekanan darah dong, sip2, 110/70, hmm,
mngkin karena belum sarapan, jadi agak rendah, hehe tapi sepertinya tiap tes
kesehatan segitu, 110, pas di RS kebumen, pas di dokter umum waktu itu, hoho,
mngkin standarku segitu kali y, y udah deh, pas ditanya tinggiku, hehe di SIM
lama 165, wkwk padahal aku cuma 158, terus pas ditanya BB, hehe ku jawab 45,
padahal cuma 41, hehe biar tidak ditanya aneh2, lalu aku pun tes mata, nah loh,
wkwk lucu.
Karena aku
sudah tau tesnya, hehe pertama pasti aku disuruh nutup satu mata, maka ku tutup
mata kananku, karena mata kiriku masih normal, hehe okeee, mata kiriku aman,
lalu mata kananku yang ku buka, yang kiri ku tutup, hehe pas masnya nunjuk
huruf, sebenarnya aku tidak tahu itu huruf apa, wkwk tapi saat membuka mata
kiriku tadi, aku sudah ngehafal barisan huruf itu, wkwk ku yakin pasti mata
kanan dan kiri akan sama tempat huruf yang dites, hehe akhirnya mata kananku
juga oke, padahal sudah burem, wkwk maaf ya mas, lalu aku pun mau bayar tes
kesehatan, lalu ditanya2 tuh dikasir, masnya guru dimana ? (di form kan ada
pekerjaan, ku tulis guru), ku jawab sama bapak2nya, di SMK N 7 Kendal pak, lalu
tanya lagi, dimana itu ? ku jawab Plantungan, oh jauh juga, hehe lalu nyletuk
mesti muridnya sama gurunya gede muridnya, hehe aku cuma nyengir aja, hehe y
memang begitu, oke deh, lalu pas mbayar, ternyata bapak itu bilang biayanya
150rb, eh buset mahal kali, y udah deh, ku sodorkan tuh 150rb. Lalu bapak itu
bilang, ini kembaliannya, 100 ribu ku dikembalikan, hadeh, bapaknya bercanda
aja, hehe eh tapi belum di kasih juga formku, lalu aku diam dong, hehe terus
bapaknya ngasih form ku sambil ngembalikan uang 50rb ku lalu bilang, buat
sangu, wkwk berasa anak kecil, y udah, intinya aku cek kesehatannya tidak
bayar, hehe apa memang gratis ya, kayane nggak deh, ya bagus deh, alhamdulilah,
hehe
Lalu aku pun
masuk ke bagian SIM, hehe daftar, ngisi formulir, fc KTP 2, FC SIM lama 2, lalu
nunggu dipanggil buat bayar, 75 K, setelah dipanggil tinggal foto, hehe lama
juga.
Sampai tiba
giliran akhirnya jadi tuh, hehe aku tidak melepas jaket pas foto, hehe SIM ku
lima tahun lagi bakal pake jaket terus, wkwk y iya lah. Ternyata yang jadi baru
SIM sementara, blankonya habis, jadi cuma dapat kertas doang, dua atau tiga
bulan lagi baru jadi katane, hadeh, y sudahlah, hehe setidaknya tidak perlu
ditilang kalau kena operasi pas balik pekan depan, hehe
STNK sudah
ku perpanjang dua minggu yang lalu, hehe lebih gampang, dan dekat, semoga SIM
juga besok2 bisa lebih mudah dan dekat, hehe
Lalu aku
pulang ke kos, jadi inget dia, hehe katane mau service motor, jadi inget tuh,
motorku kayane terakhir service waktu di PKL, hmm, berarti sudah lebih dari dua
bulan, hehe y ku pikir sekalian saja mampir di AHASS, lagian tidak terlalu jauh
dari kos, oke deh, aku ganti oli dan kampas rem depan sekaligus minyak rem, kayane
sudah tidak terlalu enak rem depannya pas dipakai buat belok, hehe
Wih, dulu
pas di PKL nggak dikasih teh botol, sekarang dikasih, plus dapat cuci motor
gratis, hehe pelayanan yang bagus, hehe meski agak lama. Tapi oke,
Lalu aku pun
pulang, mau tidur, hehe tapi lapar, karena mager, grabfood aja, hehe setelah
makan, aku pun tidur, hehe
Oke itu
ceritaku hari ini, hehe
Bye2
Kendal, 14 September 2019
Langganan:
Komentar (Atom)
