Sabtu, 14 Desember 2019

cerita (2)


Hmm,
sepertinya aku marah dengannya,
kenapa ya,
oh, karena dia membahas seseorang,
padahal membahas seseorang kan biasa saja, mungkin
sepertinya aku pernah menceritakan padanya, tentang masa laluku, semua yang telah kulakukan, trauma, luka2, melukai orang2, dan sudah saling sepaham, untuk tidak mengungkitnya lagi.
Aku juga pernah bercerita tentang aku yang pernah ingin membuang masa lalu, maksdnya hanya ingin mengingatnya, tidak lagi terikat dengan masa lalu, tentu saja dengan dia, dengan adik angkat, dengan orang2 yang sudah ku ceritakan padanya, dan akhirnya aku gagal, aku kembali padanya, orang dari masa lalu.
Kenapa ya, rasanya sakit sekali, mungkin karena yang bertanya tentang seseorang itu dia,
Teman2ku juga beberapa bertanya padaku kalau seseorang itu melakukan sesuatu yang tidak biasanya,
Aku kesal memang, ya jika ingin tau, tanyakan pada seseorang itu, bukan padaku, tapi seperti kata dia, mngkin temanku taunya seseorang itu teman dekatku,
tapi tidak sampai marah seperti ini.
aku kenapa ya, padahal mungkin seharusnya aku tidak marah2,
ku pikir, ketika dia mulai membahas itu, ku balas seperlunya, agar tidak terlalu jauh, sudah mulai tidak enak. Kenapa dengan seseorang itu dan aku ? dia sudah dewasa kan ya, aku kan bukan siapa2. Apalagi saat dia bilang kepo sedikit, hmm, kalimat yang sangat tidak ingin ku baca. Jika tau, lalu apa ?
Maaf karena aku marah dan mengganggu moodnya hari ini, malam ini.
jika boleh, aku tidak ingin membahas apa2 lagi terkait luka2 lama, kalau mau bahas seseorang boleh saja, yang baik2 saja, yang buruk mungkin tidak perlu, atau jika ingin membahasnya mungkin bukan padaku,
sepertinya aku memang tidak sesuai ekspektasinya, aku sedang diamati si, mungkin dia akan berpikir lagi bagaimna hubungannya denganku,
yang jelas, semoga hari2 selanjutnya baik, dan maafkan aku hari ini

Kendal, 14 Desember 2019

Jumat, 06 Desember 2019

cerita


Hmm,
Cerita itu berbuntut panjang,
Ya mungkin, nggak deh
Nggak usah mungkin,
Aku memang bodoh sekali menceritakan itu,
Aku mikir apa si ya,
Hmm,
Ku pikir aku ingin menceritakan sesuatu yang tidak biasa ku ceritakan pada orang lain, hanya padanya, hehe ternyata aku keliru, itu fatal
Y mungkin salahku juga, cara penyampaianku salah,
Hehe y aku tidak pandai bercerita,
Ketika aku bercerita tentang pekerjaanku, biasanya dibales “oh begitu”, “ho”, dan semacamnya, ya bagaimana lagi, dia kan tidak tau, y wajar saja mungkin kalau jawabannya begitu, atau mungkin tidak menarik, mungkin cara aku bercerita yang tidak menarik,
Gimana ya, hehe aku juga tidak tau harus bagaimana, padahal orang2 bisa cerita ke aku, y mungkin ku pendem sendiri aja, ceritaku, mngkin memang tdk penting,
lalu hubunganku dg dia, iya menggantung,
sedih, iya, mungkin karena prinsipku harus bersama, jadi susah,
aku tidak suka menggantung, padahal dia bisa bebas, tanpa perlu aku,
kata dia digantung tidak enak, y memang begitu, aku juga tidak ingin menggantung
aku jadi bingung, sebenarnya yg dia inginkan itu apa ?
aku ada, tapi hubungan kita nggantung, bisa berakhir kapan saja, tidak jelas,
aku tidak ada, dia sedih, aku juga tidak tau,
aku jadi bingung,
y sepertinya aku salah lagi, entah apa, aku juga bingung,
hmm, ya aku memang bingungan,
hubunganku dekat dg cewek tdk pernah berjalan baik,
y mungkin aku bodoh, y mungkin memang begitu
apanya yang belajar dari kesalahan,
tidak mengulangi kesalahan yang sama, tapi salah di tempat lain, lagi dan lagi,
 hmm,
aku bingung, mungkin aku memang bingungan


Kendal, 6 Desember 2019

Jumat, 15 November 2019

Dunia ini adil ?


Hmm,
Apakah dunia ini adil ?
Hmm,
Hehe mungkin semua orang juga pernah bertanya seperti itu dalam hatinya,
Dulu aku juga bertanya seperti itu,
Apakah sebenarnya sistem yang bekerja ini adil ?
Mengapa ada orang pintar ?
Mengapa ada orang kaya ?
Mengapa kita berbeda ?
Mengapa ?
Mengapa ?
Mengapa ?
Y begitulah, agar bisa saling melengkapi, benar. Tapi ku pikir lebih dari itu. Iya, karena bahagia tidak harus menjadi pintar, menjadi kaya, menjadi terlihat paling hebat, dan yang lebih2 lainnya. Ternyata semua orang bisa bahagia, tidak peduli dia dari golongan mana, tidak peduli seberapa besar harta, atau apa yang sudah kita korbankan, bahagia adalah milik masing2. Bisa di capai dengan apa yang hari ini kita miliki. Nyatanya banyak orang kaya yang tidak bahagia, misalnya banyak tuh di IG orang yang dikasih hadiah malah dibuang dg alasan “hanya” karena alasan tidak suka warnanya, atau apalah itu, padahal hadiah kan buat bikin bahagia, tapi ternyata tidak bisa membuat bahagia, kan mungkin kalau diberikan ke orang yang membutuhkan bisa sangat bahagia. Banyak orang pintar yang tidak bahagia juga, misal mbah Galilleo, hehe kasihan sekali masa hidupnya, padahal dia sangat pintar. Apakah menjadi bahagia harus melarat dan bodoh ?, oh anda salah besar, hehe intinya semua orang bisa bahagia dengan caranya masing2, dan semua orang bisa bahagia, tidak terkecuali.
Kalau hati bersyukur dengan apa yang dimiliki, sepertinya bahagia tidak sulit dicapai. Kalau dg diri sendiri sudah selesai, mungkin perlu juga berbagi kebahagiaan, sebenarnya membahagiakan orang lain tidak susah2 amat, mungkin. Kalau ada orang cerita y dengarkan, kalau butuh bantuan y dibantu, kalau tidak bisa membantu, ya didoakan biar lancar, kalau kita berlebih ya kasih ke orang lain, kalau merasa tidak pernah lebih y cek lagi, mungkin kamu lupa, kalau banyak hal tidak penting yg sudah kamu lakukan yang mungkin lbh bermanfaat kalau dipakai untuk memberi ke orang lain.
apakah orang bahagia tidak bisa sedih ?
y jelas bisa, hehe kan masih manusia.
bahagia dan sedih seperti suatu pasangan yang saling melengkapi,
kan sedih tidak menyenangkan ?
hehe iya, mungkin sama kaya kopi, tidak enak kalau rasa kopi tidak pahit, tapi jadi enak.
padahal udah jelas, kunci bahagia itu hanya dua,
kalau dapat nikmat bersyukur,
kalau dapat musibah bersabar,
apakah sabar ada batasnya ?, hehe semoga sampai mendekati tak hingga
nah, apakah bersyukur juga ada batasnya ?, sama saja, semoga sampai mendekati tak hingga

Jadi, apakah dunia ini adil ?


Kendal, 15 November 2019

Selasa, 29 Oktober 2019

Prioritas


Hmm,
Setiap orang itu unik. Dengan keunikannya kebutuhan dan keinginan setiap orang juga berbeda – beda. Karena kebutuhan dan keinginan orang berbeda – beda, maka prioritas orang juga tidak sama. Misalnya tidur saat akhir pekan lebih penting bagiku dibanding pergi liburan, mungkin orang lain akan memilih liburan dibanding tiduran saja sepertiku. Itulah prioritas.
Tiap orang pasti punya caranya sendiri2 untuk menentukan prioritasnya, tapi dulu aku pernah dapat materi tentang prioritas, setiap tahun saat pergantian pengurus  organisasi, berarti 3x, hehe fiqh prioritas kalau syar'inya hehe waktu itu yang dibahas memang lebih menjurus ke ibadah, misal sunah dan wajib tentu saja didahulukan yang wajib, wajib khifayah dan wajib ‘ain, lebih di dahulukan yang wajib ‘ain dulu, tapi ada juga yang menyangkut kehidupan, dan bisa diterapkan untuk segala aspek kehidupan, tidak hanya masalah ibadah.
Mungkin ini sudah sering dibahas dibanyak tempat dan motivasi, yupss, dengan menggunakan diagram berikut

Dari diagram itu akan terlihat ada 4 kuadran,
Kuadran 1 itu yang lebih penting dan lebih mendesak, berarti harus segera dikerjakan, misal sakit, berarti harus segera ke dokter, atau lapar, berarti harus segera makan
Kuadran 2 itu yang penting tapi kurang  mendesak, misal nabung, nabung itu penting, tapi tidak harus selalu kalau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi
Kuadran 3 itu mendesak tapi kurang penting, hmm, misalnya ada diskon khusus di hari itu saja, bisa masuk ke kuadran 1 sebenarnya, tapi jika yang dapat diskon itu bukan barang yang penting, meski mendesak mending dipikirkan dulu, hehe
Kuadran 4 itu kurang penting dan kurang mendesak, misalnya apa ya, liburan sendirian, hehe
Apa kuadran itu pasti ?, tidak2, skala prioritas bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Misal, kita pasti sepakat kalau sholat itu penting, dan sholat di awal waktu itu paling utama, mendesak juga berarti, kuadran 1 dong, penting dan mendesak, tapi coba kalau mau sholat terus ada panggilan alam. Kebelet, hehe tentu saja kebelet itu lebih mendesak dan penting, begitulah prioritas bisa berubah, atau misal liburan, kalau sendiri bukanlah prioritas, tapi kalau bareng dia, jadi mendesak dan sangat penting, hehe
Hehe, ya lagi2 tiap orang punya prioritas sendiri, tapi benar juga, mungkin diagram tadi lumayan membantu untuk menentukan apa yang sebaiknya kita lakukan, apakah liburan itu penting, apakah membeli sesuatu itu berguna, apakah yang akan kita lakukan itu bermanfaat, apakah itu memang apa yang kita butuhkan ?, entahlah, hehe yang tau hanyalah diri sendiri, bahkan kadang kalau sudah tau akan tidak berguna, tapi tetap saja dilakukan, itulah keinginan, y mungkin tidak masalah sesekali, jangan sampai berkali – kali, karena dunia ini cukup untuk kebutuhan semua orang, tapi tidak akan cukup untuk keinginan satu orang, hehe
Y semoga kita tau kebutuhan kita sendiri, dan menyusun prioritas kita dengan benar, atau setidaknya sebelum melakukan sesuatu, kita sempatkan untuk berpikir dulu, sesuatu itu, penting gak sih ?
Selamat beraktifitas . . . .

Kendal, 29 Oktober 2019


Kamis, 24 Oktober 2019

Teman Baik (3)


Tipe X, 
Selamat Jalan
Terlalu lama engkau terkenang
Hancurkan diri kian jauh tenggelam
Lelah mencoba 'tuk lepaskan beban
Kau beli mimpi semu tak berarti sendiri
Tak mampu kau beranjak pergi
Jalan yang panjang nanar kau tatap
Tak lagi peduli semua yang terjadi
Semakin dalam larut anganmu melayang
Mimpimu hadirkan semua penantian
Alunan apa ajak kau bernyanyi?
Akhirnya kau pun pergi
Tak kembali
Banyak sudah kisah yang tertinggal
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi
Tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Tiap haruku hanya sanggup mengingat
Jelas bayangmu yang masih melekat
Dalam kecewa 'ku hanya mampu katakan
Tetaplah tersenyum
Karena itu jalan yang telah kau pilih
Terbanglah, oh terbanglah
Bersama pelangi
Banyak sudah kisah yang tertinggal
Kau buat jadi satu kenangan
Seorang sahabat pergi
Tanpa tangis arungi mimpi
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyanyi
Semoga dalam damai engkau mengerti
Arti dalamnya jalan yang kau daki
Hingga indahnya bias mentari
Tak lagi kau nikmati
Selamat jalan kawan cepatlah berlabuh
Mimpimu kini telah kau dapati
Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu
Kau bernyany
i


Hmm,
untuk temanku, kau sudah lama pergi,
hari ini aku merindukanmu,
entah kenapa, 
hehe dulu kita bercerita tentang mimpi2, kau mau melanjutkan ke Belanda, ke Utrech, aku ke Jepang,
mungkin mimpimu tidak dikabulkan di dunia, karena kau sudah tidur untuk selamanya
aku, masih ingin mengejar mimpiku itu,
untukmu juga,
dulu, awal2 kau sakit, aku menjengukmu, masih di puskesmas di Wonosari, katanya kau hanya radang tenggorokan, tubuhmu masih gemuk, hehe
lalu kau dirujuk ke RS Sardjito, ternyata kamu kanker, saat aku menjengukmu kedua kali, kau semakin kurus, tapi lehermu besar, aku sedih, bicaramu sudah tidak lancar, rambutmu sudah rontok, aku, sedih sekali, kamu masih saja bercanda dan tersenyum,
lalu datanglah berita itu, kamu kritis dan butuh darah, padahal golongan darah kita sama, tapi aku tidak bisa apa2, aku sangat sedih,
lalu datang kabar berikutnya, kau tertidur, untuk selamanya,
selamat beristirahat bro,
hmm, selamat berlabuh

Kendal, 24 Oktober 2019

Minggu, 20 Oktober 2019

Orang Terpilih


Hmm,
“orang2 terpilih”, Aku seringkali mendengar itu, terutama sejak mulai masuk kuliah. Entah itu pidato Rektor, Dekan, ketua BEM, ketua HIMA, ketua Rohis, dan ketua2 lainnya. Juga Binsu latsar, pemateri latsar dan lainnya. Sejujurnya aku tidak suka dengan konsep dan kata2 orang terpilih.
Kenapa ya, mungkin yang pertama karena itu sangat keakuan dan egois. seolah aku masuk organisasi, masuk kuliah, diterima cpns, untuk diakui. Itu sudut pandangku si, tentu saja aku yakin mereka sedang berniat baik dengan memberi motivasi bahwa aku salah satu diberi kesempatan dan aku harus melakukan yang terbaik, aku tau itu.
Yang kedua, selain alasan untuk diakui, hmm, seolah konsep orang terpilih menganggap orang diluar kelompok adalah orang2 yang tidak terpilih. Iya, memang benar ada banyak orang yang tersisih dan benar juga, tidak terpilih. Tapi ku pikir bukan karena mereka tidak punya kemampuan hebat lain, hanya saja kebetulan saja spesifikasiku sesuai yang dibutuhkan, masuk organisasi, masuk kuliah, dan masuk kerja. Orang lain, mereka bukanlah orang yang tidak terpilih, mereka punya tempat lain untuk dipilih, mungkin akan ada yang jadi pengusaha, pemusik, atau jadi sesuatu yang lain. Yang mungkin saja, lebih hebat dari yang tidak terisisih.
Yang ketiga, seolah manusia punya level yang berbeda. Maksudku dengan masuk kuliah jurdik fisika aku lebih pintar, masuk Rohis aku jadi lebih islami, masuk CPNS aku lebih terhormat. Menurutku semua manusia sama saja, maksudnya punya kelebihan dan kekurangan, terlepas dari dia orang baik atau jahat, terlepas dia dekat dengan kita atau tidak,  dia takwa atau tidak, kita semua punya potensi kelebihan dan kekurangan. Mau baik atau tidak, mau dekat atau tidak, kita bisa memilihnya sendiri. Nyatanya orang pintar yang jahat juga banyak. Padahal saat kembali ke Tuhan, mungkin orang gila malah lebih mulia, karena tidak bisa berpikir, sehingga tidak perlu dimintai pertanggungjawabannya. Entah dia masuk surga atau tidak, aku tidak tau.
Ya sebenarnya tidak salah juga, tapi aku merasa tidak cocok saja, karena semua orang adalah orang terpilih, hanya jalan ninjanya beda2, mungkin.
Orang terpilih atau bukan orang terpilih, kita sama saja, tetap punya hak untuk memilih, apa yang akan kita lakukan, dan menjadi apa pun yang kita inginkan,


Semarang, 20 Oktober 2019

Jumat, 11 Oktober 2019

Hinata (5)



Hmm,
Sejak aku menyukainya saat SMP, mungkin aku terlalu berlebihan. Dia ku tempatkan di tempat khusus, setelah dia pergi, tempat itu ku kunci dan ku biarkan begitu saja. Sayangnya tempat itu, memang khusus buat dia, sedekat apapun aku dengan orang lain. Ruangan itu tidak bisa dimasuki. Terkesan lebay, hehe mungkin memang iya.
Nyatanya tidak ada yang seistimewa dirinya, ku pikir dia memang istimewa karena dia orang yang ku cintai pertama kali, ternyata lebih dari itu. ku pikir, aku bukan orang yang cemburuan, aku seringkali di nomor duakan dalam banyak hal, maksudku bukan tidak dikasih apa2, tapi ya mungkin karena sifatku yang begini, jadi orang lain di dahulukan, masku, adikku, teman2ku.
Ku pikir aku bisa biasa aja dan tidak cemburuan dalam semua hal, ternyata aku salah. Ternyata aku cemburu. Wkwk bukan pada ibuku, bukan pada temanku, tapi pada dia. Terima kasih sudah mengirim foto itu, wkwk menyebalkan sekali, jadi inget lagi kan, hehe aku tidak cemburu dengan foto kalian yang cuma berdua itu, maksudnya memang kalian tidak sengaja foto berdua, kalau sengaja foto berdua, juga tergantung dalam rangka apa, tapi ngapain dah tuh tangan kiri, y mungkin tidak sengaja, tapi y udah jelas ada cewek duduk dibangku, ngapain tangannya harus bersandar dibelakang bangku, ternyata aku sebel, padahal itu cuma foto doang, gimana kalau ternyata dia nikah di depanku, wkwk y mungkin aku tidak hanya patah hati, hehe remuk dah remuk, wkwk tp aku akan tetap datang, kalau libur, sudah tekadku wkwk ngapaian deh, padahal kan bisa saja happy ending.
Ternyata aku cuma cemburu dengannya, dulu aku tidak cemburu dengan cewek lain yang dekat denganku, karena mereka  mungkin membutuhkanku,  bukan karena aku mencintai mereka. Mereka bebas dekat dengan siapapun selain denganku, dan aku biasa saja.
Apakah artinya hanya dia orang yang ku cintai ?
Wkwk entahlah
Aku merasa tidak se setia itu...
Aku tidak mencoba untuk tetap mencintainya, ku biarkan begitu saja, aku tidak peduli.
Walaupun dalam hati aku selalu senang kalau dia menghubungiku..
Di twitter dia selalu muncul diatas,
Lalu kita mulai wa nan pas udah mulai kuliah,
Aku masih tidak peduli dengan perasaanku,
Malah sebaliknya, aku bahkan ingin tidak terikat lagi dg semua yg berhubungan dg masa laluku, ingin ku lepas dan mencari hal yang baru,
Tapi aku tidak bisa bohong, setiap kali kita berkomunikasi, aku senang.
Lalu dia menyarankan untuk  membuka blognya pas aku gabut,
Y sudah ku mulai membaca blognya....
Tak ku sangka dia akan menulis tentang perasaan2nya dan tentangku,
Sejak itu usahaku menghilangkan ikatanku dg masa lalu gagal, tidak2, lebih tepatnya usaha untuk menjadikannya tidak lagi pemilik ruangan itu gagal total. Ruangan itu khusus buatnya, dan kini dia datang dengan perasaan yang tidak berubah. lebih tepatnya dia tidak pernah pergi dari ruangan khusus itu hehe aku tidak bisa menghilangkannnya, karena aku punya rasa yang sama, aku masih menyukainya.
Aku senang, sekaligus sedih.
Aku senang, karena dia selama ini tidak berubah. Hehe, ngapain deh pakai nama itu, wkwk
Aku sedih, karena aku tidak bisa mengatakan kalau aku menyukainya, aku sudah cukup mengerti konsekuensi dari kata2 suka yang mungkin bisa ku katakan kapan saja, tentu karena kita saling suka kita akan saling terikat, mungkin bukan pacaran, tapi tetap saja, kita akan terikat hatinya. Wkwk aku masih kuliah, dia juga, prioritas utama jelas bukan perasaan macam itu, prioritas utamaku y kuliah dengan benar.
Aku mencoba meredam segala gejolak yang berhubungan dengan dia, hehe tidak berlebihan, meski sepertinya aku sering keblabasan.
Aku ingin dia bisa dekat dengan orang yang pantas, mungkin bukan aku. Hehe
Entah sudah berapa tahun, dan baru ku katakan kemarin juli, hehe lama sekali
Katanya dia style orang mencintai beda2, mungkin aku lebih suka menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku,  dan cara ku mencintai seseorang mungkin lebih penting kebahagiaannya dibandingkan harus denganku. Kadang aku tidak habis pikir dengan orang yang memaksakan untuk bersama karena yakin bahwa orang itu merasa dia yang terbaik untuk orang yang disukainya. Aku tidak bisa berpikir semacam itu.
Tapi dia benar, blum tentu dia akan lebih bahagia dengan orang lain, dan tidak lebih bahagia denganku.
Aku mencintainya..
Kenapa ya,
Entahlah,
Mungkin jika butuh alasan, alasanku karena dia sangat setia,
Hehe
Terima kasih telah mencintaiku bertahun – tahun,
Menyebalkan sekali,
Karena sepertinya aku tidak bisa menang dalam hal mencintai, dia selalu lebih unggul.
Apakah aku akan terus mencintainya ?
Apakah dia akan terus mencintaiku ?
Entahlah, hehe
Waktu kadang menyebalkan sekali, semoga kali ini semesta jg mendukung.

Semarang, 11 Oktober 2019

Senin, 30 September 2019

hak


Hmm,
Kata temanku,
Aku senang menjadi korban, hehe kenapa korban ya, padahal aku biasa saja,
Menunggu yang tidak pasti, padahal yang jelas di depan mata saja ada
Dan dia bilang, kamu bisa ditinggal dia yg lain kapan saja
Hmm,
Hehe ya ku jawab dengan senyuman, 
Aku sudah tau itu,
Lalu dia juga bilang,
Sesempurna apa si dia yang lain itu ?
Iya, dia yang lain itu memang tidak sempurna
Aku juga sudah tau itu,
Aku juga tidak sempurna, aku punya banyak kekurangan, dan mungkin aku sedang mencoba memperbaiki diriku dari banyak sisi, mungkin dia yang lain juga,  
Apakah nanti kamu sama dia yang lain beneran bisa saling menunggu ?
Belum tentu kalian bersatu,
Aku lagi2 juga sudah tau itu,
Aku tidak tau masa depan, dia juga, dia yang lain juga,
Sejujurnya aku ingin marah,
Hehe tapi, ku pikir temanku hanya peduli, 
Lagian aku yang memutuskan sendiri, apa yang akan ku lakukan, bukan temanku
Jadi marah2 itu (sangat) tidak perlu,
Hmm,
Ku pikir, semua orang berhak menyukai seseorang yang istimewa,
Dan ku pikir,
Aku punya hak untuk menyukaimu


Semarang, 30 September 2019

Senin, 23 September 2019

dulu (2)


Hmm,
Ku ceritakan sesuatu, hehe
Dulu tahun berapa ya, saat2 masih remaja, aku pernah ngetweet kalau aku ingin mati, hehe tapi aku masih sangat ingat kalau itu pakai kode, jadi mungkin tidak ada yang tau, hmm, mngkin ada, tapi pasti hanya satu dua orang saja, karena teman2ku tidak semua main twitter, apalagi tau kode itu, lalu sebenarnya aku juga sudah menyiapkan pesan kematian, hehe sasuga, di buku bersampul biru, wkwk, tidak pakai kode, dan semua password sosmedku semua ku tuliskan, dibalik sebuah foto wkwk kalau passwordnya  itu pakai kode, lalu pesanku adalah, hapus semua akunku, baik fb, twitter, email, dan kau tahu, pesan itu ku tujukan untuk siapa ?
Hehe iya, kamu, eh maksudnya dia,  kamu kan blogku, hehe
Lucu deh, seorang aku bisa berpikir sesingkat itu,
Hadeh, masa muda
Kenapa ya, aku pernah berpikiran begitu,  setelah ku ingat2, oh, ternyata aku dulu (merasa) sangat menderita, hehe
Padahal kalau ku pikir2 sekarang masalahku waktu itu sangat sepele, maksudku tidak perlu dipusingkan sampai ingin mati, hehe baka sekali saya ya, hehe
Hmm, tapi dulu ku pikir memang masalahku berat sekali, tekanan dari mana2, organisasi, rumah, lingkungan, sekolah, hehe, suwer, y tapi kan dulu aku belum sampai sedewasa sekarang, hehe
Ku pikir ini adalah titik balik kehidupanku,
Aku yang dulu meledak2, yang dulu mengejar2 sesuatu, yang tidak banyak bersyukur, yang labil, gaje, menjadi pribadi yang lebih santai, lebih slow, lebih berpikiran terbuka intinya.
Jadi yang pertama, aku dikirimkan seorang teman yang broken home, intinya keluarganya tidak baik2 saja, y mungkin kelebihanku memang bisa jadi teman siapapun, hehe jadi dia cerita tentang kehidupannya, hmm, akhirnya mataku mulai terbuka, oi2, keluargaku sangat baik sekali, kenapa selama ini aku tidak bersyukur, maksudnya tidak sadar bahwa ada keluargaku yang selama ini menopang hidupku, hadeh, payah banget saya, dulu aku mikir apa si ya, hmm,
Lalu yang ke dua, apa kau pernah membaca atau mendengar kalau usaha tidak menghianati hasil ? wkwk sebenarnya aku tidak terlalu percaya, bukan berarti aku percaya bahwa usaha tidak ada hubungannya dg hasil, tapi tidak selalu hasil itu sebanding dg usaha, atau setidaknya yang diusahakan itu belum tentu berhasil, meski sebenarnya proses itu yang penting, tapi hasil juga tidak kalah penting,
Hmm, ada seorang cewe, dia temanku, kita tidak dekat si, tapi dia sangat menarik perhatianku, bukan dalam artian yang aneh2, hehe hmm, dia sangat rajin, kalau bisa, ku ingin bilang, dia super rajin, keren dah, karena kami baru sekelas pas kelas XI, aku baru tahu, hehe aku jadi membenci diriku sendiri, sungguh, hehe aku tidak berusaha, atau setidaknya dibanding dia itu, hmm, aku 1 : 10, bahkan kurang, gilee, aku jadi merasa sombong,hehe nggak si, maksudnya dibanding usahanya, usahaku kecil sekali, tapi prestasiku selalu dan selalu lebih diatasnya, hadeh, sombong sekali saya ya, dg usaha kecil aja bisa menang, apalagi kalau usahanya besar, hmm, nggak2, aku malah jadi mikir sebaliknya, kenapa dengan usaha dia yang begitu besar, tidak Alloh ijinkan dia melampauiku, lalu ku pikir2, mungkin karena yang Alloh sukai itu pas dia lagi berusaha, kalau tercapai, mungkin dia akan jadi berkurang usahanya, lalu aku pun mikir, hehe jangan2 Alloh tidak suka aku, hehe jadi aku digampangkan begitu, hehe tapi ku pikir2 lagi, tidak mungkin deh Alloh sejahat itu, prestasiku mungkin hasil doa orang tuaku, aku hanya sebagai lantaran kebahagiaan mereka saja, y mungkin begitu.. dan aku salut dengan perjuangannya, sekarang, hehe aku tidak tau dia dimana, hehe y semoga sukses, karena usahamu keren sekali menurutku.
Hmm,
Jadi, ku pikir setelah dua kejadian itu, hidupku tidak berat2 amat, maksudku setiap orang pasti punya masalah, dan yang bisa melampui masalah itu y kita sendiri,  hehe aku bukan yang paling menderita, atau yang lebih simple, setiap orang pasti (pernah) menderita dengan masalahnya sendiri2, membandingkan dengan orang lain hanya akan mempersempit hati saja, kita tidak benar2 tau masalah yang dihadapi orang lain, bisa jadi sangat berat, tapi dia terlihat selow, atau bisa jadi terlihat sangat menderita, tapi memang masalahnya sangat berat sekali, hehe
Lalu aku pun mulai merasa bahagia dengan kehidupanku, hehe karena ku pikir masalah seberat apapun akan bisa dilewati, kita hanya perlu menyelesaikannya, itu saja,
itu saja ? wkwk
Sepertinya aku keblabasan, hehe itu seperti menemukan tempat baru, lalu pergi, terbuai dan lupa jalan untuk pulang, hehe
Ini yang ketiga, iya, aku pernah merasa terlalu bahagia, puncaknya di tahun 2016, hehe pas lebaran, aku waktu itu bilang, mungkin keluargaku (kehidupanku) sangat bahagia, rasanya gimana ya, hehe terlalu bahagia, wkwk dan pada akhirnya hukumannya sakit sekali, wkwk teramat sakit... aku jadi sadar, yang berlebihan itu memang tidak baik, bahkan untuk bahagia. Nanti saja, bukan sekarang.
Lalu pada akhirnya, terbentuklah aku yang sekarang, dari tiga kejadian itu,
Hehe aku pernah ingin mati, aku bahkan sudah menulis pesan kematian, aku juga pernah keblabasan dengan kebahagiaan, aku pernah (sering) tidak bersyukur, aku (sering) lupa melihat sekelilingku, melihat apa yang sekarang sdg ku punya, yang mngkin tidak dimiliki orang lain,  aku lebih (sering) melihat apa yang dimiliki orang lain dan tidak dimiliki olehku, hehe yah, aku memang payah sekali
Lalu aku menyimpulkan, aku memang biasa saja. Mimpiku dan keinginanku sama saja dengan kebanyakan orang, perjuanganku, hmm, orang lain juga berjuang, keberuntunganku, orang lain juga beruntung, penderitaanku, orang lain juga menderita, kita punya jalan hidup masing2, cara bahagia kita masing2, perjuangan kita juga masing2, penderitaan kita masing2, kita hanya bisa saling membantu, tapi tidak bisa mengambil alih.
Aku memang biasa saja.
Meski begitu, ku pikir aku bahagia, dan meski hidupku biasa saja, hidupku cukup berwarna kok, hehe

Kendal, 23 September 2019

Rabu, 18 September 2019

dulu


Hmm,
dulu saat aku masih bocah, tepatnya kelas satu SMA aku pernah punya cita2, atau lebih tepatnya keinginan, keinginan yang jahat sekali, hehe padahal dulu aku belum nonton death note, tapi keinginanku itu sama, bukan sebagai L, tapi sebagai Kira, hehe iya, ku pikir orang2 sampah macam koruptor dan sejenisnya tidak pantas hidup, apanya yang HAM, hukuman mati itu lebih dari pantas, jika memang harus mengatasnamakan HAM, bukankah dengan mereka korupsi misalnya, itu bisa jadi telah membunuh banyak orang yang membutuhkan bantuan, bukankah banyak jg yang membunuh, mencuri, bahkan bunuh diri karena desakan ekonomi, oi2, itu bahkan lebih parah,
hmm,
tapi dulu, ku pikir jalan satu2nya adalah dengan menjadi sniper, wkwk jujur saja imajinasiku liar sekali, mungkin bila waktu itu aku ditemukan oleh teroris, aku akan menjadi teroris juga, atau mngkin sekarang aku sudah mati... mana ku tahu juga.
iya, ku pikir orang2 macam sampah itu, tidak berguna lagi hidup di dunia, malah nambah dosa aja, merugikan negara, kasusnya tidak selesai2, mending dibunuh saja,
 lalu mimpi itu perlahan surut saat aku mulai dewasa, aku mulai menemukan banyak jawaban atas mimpiku itu, ternyata dunia ini rumit sekali, seperti neuron yang terhubung di otak, kompleks. Entah pangkal dan ujungnya dimana. Tidak semua yang terlihat buruk, memang seburuk kelihatannya, tidak semua yang terlihat baik, sebaik kelihatannya, terlalu banyak yang aku tidak tahu, terlalu banyak yang tidak aku mengerti.
Dan sebenarnya, masih banyak orang2 yang baik di dunia ini, yang mereka melakukan sesuatu dengan tulus, dan sebenarnya semua orang punya sisi baik, sekecil apapun itu, meski kalau dibalik benar juga, semua orang punya sisi buruk, sekecil apapun itu. 
Selain itu, semua orang bisa berubah, misalnya mungkin saja orang yang ku anggap sampah itu akan bertaubat, hehe dan selalu ada kesempatan untuk itu selama masih hidup, jika aku membunuhnya, maka mungkin aku akan jadi penyebab seseorang tidak jadi bertaubat, ku pikir, malah aku yang jadi salah.
Ya intinya semua orang bisa berubah menjadi lebih baik, hehe dan semua orang punya kesempatan untuk itu, orang baik maupun orang yang belum baik..

Kendal, 18 September 2019

Selasa, 17 September 2019

24


Hmm,
Hai, kamu
Tadi pagi kamu bangun dengan kemalsan seperti biasa,
Menatap langit2, menatap jendela, lalu menatap baju2 yang tergantung di dinding seperti biasa,
Lalu bangun, sholat seperti biasa,
Dinginnya air pagi tadi waktu mandi juga seperti biasa,
Kamu memakai pakaian dinas seperti biasa,
Oh, mungkin pakaiannya agak beda, hehe karena tgl ini tiap bulan pakaiannya biru tua,
Yaaahh, nggak jadi biasa, y tdk p2, anggap saja itu hal yang luar biasa,
Hmm, kamu berangkat ke sekolah, seperti biasa, bertemu dengan teman2 guru dan karyawan, bertemu murid2 tercinta, seperti biasa,
Berkegiatan seperti biasa,
Dan kamu pun pulang seperti biasa,
Hmm,
tidak ada yang spesial,
Mungkin, hehe
Mungkin ada satu yang spesial, bukan kegiatanmu,
tapi kamu...
Iya kamu, sekarang kamu 24 tahun, hehe
Kalau kamu mau flashback ke belakang, y iya lah, masa flashback ke depan, hehe ternyata selama ini kamu sudah melakukan banyak hal..
Hmm,
Kamu ingat dulu saat masih kecil, kamu pernah membayangkan nanti kalau sudah dewasa kamu akan seperti apa ?
Iya, kamu pasti masih ingat, hehe
Lalu saat kau mulai menyukai seseorang, kau juga ingat kan ?
Apalagi yang ini, kamu pasti juga masih ingat.
Saat kau tertawa, senang, dan  bahagia masih ingat kan ?
Saat kau lelah, sedih, dan terpuruk juga masih ingat kan ?
Ya mungkin beberapa keping masa lalumu sudah kamu lupakan, tapi keping2 yang lain masih kamu ingat, meski sudah tidak utuh lagi, hehe
Mungkin perjuanganmu terlihat biasa2 saja, memang biasa saja si, kamu bukan yang paling menderita di bumi memang, kalau dibilang paling beruntung, tidak juga, masih ada yang lebih beruntung, hehe intinya kamu sudah berjuang, ya orang lain juga pasti berjuang dengan masalah2 mereka sendiri, dan kamu sudah melewatinya, mungkin nanti2 kamu harus berjuang lagi, jadi siap2 saja... yoshaa
Dan kini kamu sudah cukup dewasa, semua pilihan hidup sudah kamu putuskan sendiri, mulai dari hal sesederhana mau makan kapan, mau makan apa, sampai hal yang rumit, seperti mau menetap dimana, mau kerja dimana, semua itu terserah kamu sendiri, mungkin kamu sesekali bertanya pada orang lain, tentang banyak hal, tapi keputusan yang akan terjadi untukmu, kau putuskan sendiri. Memang harus begitu, jangan biarkan orang lain memutuskan apa yang akan terjadi dalam hidupmu. Bukan berarti harus berbeda dg orang lain, sama juga tidak masalah. Bukan berarti harus sama dengan orang lain, berbeda juga tidak masalah, yang penting itu pilihan dan keputusanmu, bukan keputusan orang lain.
Sekarang kamu akan melewati fase yang baru dalam hidupmu, mungkin di umur ini kamu akan berganti status, jadi C nya hilang, hehe aamiin, lalu mungkin kamu akan memutuskan kamu akan tinggal dimana, yang selanjutnya kamu akan mulai serius tentang hubunganmu dengannya, meski sekarang juga sudah cukup serius, mungkin kamu terlalu cepat bilangnya, padahal statusmu belum jelas, dasar tidak sabaran, ya sudahlah, hehe biarin aja mengalir, kamu menyukainya kan, dan dia juga sama, semoga kalian bahagia dg hubungan kalian, tidak saling menyakiti, bisa saling menjaga, dan semoga tidak ada plot twist di antara kalian hehe
Kau harus ingat, ibumu nanti di rumah mungkin akan sendirian, sekarang untungnya masih ada adik sepupumu, kamu harus sering2 menghubunginya,  dia pasti (selalu) merindukanmu, kamu sudah berusaha mencari waktu kosong tiap bulan kan untuk pulang ? semoga bulan depan juga bisa pulang, dan kau memang harus meluangkan waktu sesibuk apapun dirimu, kau tetap anaknya, surgamu tetap dan akan selalu di bawah telapak kakinya, bahkan jika kamu sudah punya ibu dari anak2mu, sayang yg kau dapat dari orang lain, tidak akan bisa melebihi apa yang telah dia curahkan untuk membesarkanmu, semua balas budi yang pernah kamu lakukan padanya tidak akan pernah bisa menggantikan satu darah yang menetes saat melahirkanmu, itu pasti, jadi ku harap kau ingat ini, ibumu itu tidak meminta balas budi, ibumu hanya ingin kamu bahagia dan kamu mencoba membahagiakannya,  dengan cara apapun, kamu memberi kebutuhan, kamu memberi hadiah, yang lebih penting kamu memberikan doa selesai sholatmu, lalu pulanglah, hehe kau tahu kan itu sangat membuatnya bahagia, karena kau pasti merasakan ketulusan senyum itu, kau terharu kan tiap kali pulang, hehe sudah2  jangan jaim di depanku, aku tahu kok.
Lalu, jangan lupa untuk selalu mendoakan ayahmu, hehe kamu selalu memberi hadiah al fatihah kan setiap selesai sholat, untuk ibumu juga kan, jangan kadang2 lupa lagi ya, itu tidak lama, sebentar saja, tapi pasti membahagiakan punya anak yang berbakti, meski kamu sering salah, sering lupa, tapi doamu ku harap tetap tersampaikan, kata guru ngajimu dulu, kalau ada anak yang mendoakan untuk orang yang sudah meninggal, maka kaya ada cahaya terang dan hangat yang menghujam kuburnya, lalu para ahli kubur itu bertanya, darimana kamu mendapatkan cahaya yang terang dan hangat itu, lalu dijawab, dari anak2 yang mendoakanku. Kau sudah memenuhi cita2 ayahmu kan, menjadi guru, maka jadilah guru yang baik. Semoga nanti2 kamu menjadi salah satu orang yang ilmunya bermanfaat dan pahalanya tidak terputus, aamiin.
Semua orang di sekitarmu mendukungmu dengan baik, saudara2 kandungmu, saudara sepupumu, tante2, om2, mbah, dan keluargamu sangat menyayangimu, maka sayangilah mereka, karena mereka telah menyayangimu. juga teman2mu yang lain, semoga mereka juga bisa mendapatkan keinginannya.
So, selamat ulang tahun yg ke 24, waktumu di bumi semakin berkurang, semoga kamu sehat, semoga kamu kuat, semoga kamu jg bermanfaat, wkwk
tuh ku kasih fotomu pas masih bayi, hehe 


Jika nanti kita bertemu lagi, ku harap kamu sedang bahagia,
Sampai jumpa lagi,
Dari seseorang yang mengenalmu lebih dari siapapun,
“Aku”

Kendal, 17 September 2019

Sabtu, 14 September 2019

Surat Ijin M....


Hmm,
Karena masa SIMku udah habis, maka aku memperpanjang SIMku, bukan seberapa panjang, tapi seberapa lama, hadeh, bedakan meter dan sekon bro, wkwk maaf anak fisika harus jelas acuannya apa, panjang atau waktu, sayang atau rindu, eh, apaan deh,wkwk lanjut...
Karena tempatku ngekos itu agak di ujung kabupaten, jadinya polresnya lumayan jauh, ya sekitar satu jam perjalanan pakai motor, hadeh, akhirnya ku harus nyuci jam 6 pagi, dingin2, males sekali..
Selesai nyuci jam 7 dan oke deh langsung cus berangkat, nggak mandi, hehe males banget asli, dingin jg, padahal habis nyuci, y udah, bodo amat, hehe
Sejam kemudian aku sampai di polres, hadeh, aku baru inget, ternyata aku cuma pakai kaos doang, terus jaketan, kan mau poto , sudah nggak mandi, cuma kaosan, hadeh, y udah deh, udah sampe juga.  
Akhirnya aku tes kesehatan dulu, hehe pertama diukur tekanan darah dong, sip2, 110/70, hmm, mngkin karena belum sarapan, jadi agak rendah, hehe tapi sepertinya tiap tes kesehatan segitu, 110, pas di RS kebumen, pas di dokter umum waktu itu, hoho, mngkin standarku segitu kali y, y udah deh, pas ditanya tinggiku, hehe di SIM lama 165, wkwk padahal aku cuma 158, terus pas ditanya BB, hehe ku jawab 45, padahal cuma 41, hehe biar tidak ditanya aneh2, lalu aku pun tes mata, nah loh, wkwk lucu.
Karena aku sudah tau tesnya, hehe pertama pasti aku disuruh nutup satu mata, maka ku tutup mata kananku, karena mata kiriku masih normal, hehe okeee, mata kiriku aman, lalu mata kananku yang ku buka, yang kiri ku tutup, hehe pas masnya nunjuk huruf, sebenarnya aku tidak tahu itu huruf apa, wkwk tapi saat membuka mata kiriku tadi, aku sudah ngehafal barisan huruf itu, wkwk ku yakin pasti mata kanan dan kiri akan sama tempat huruf yang dites, hehe akhirnya mata kananku juga oke, padahal sudah burem, wkwk maaf ya mas, lalu aku pun mau bayar tes kesehatan, lalu ditanya2 tuh dikasir, masnya guru dimana ? (di form kan ada pekerjaan, ku tulis guru), ku jawab sama bapak2nya, di SMK N 7 Kendal pak, lalu tanya lagi, dimana itu ? ku jawab Plantungan, oh jauh juga, hehe lalu nyletuk mesti muridnya sama gurunya gede muridnya, hehe aku cuma nyengir aja, hehe y memang begitu, oke deh, lalu pas mbayar, ternyata bapak itu bilang biayanya 150rb, eh buset mahal kali, y udah deh, ku sodorkan tuh 150rb. Lalu bapak itu bilang, ini kembaliannya, 100 ribu ku dikembalikan, hadeh, bapaknya bercanda aja, hehe eh tapi belum di kasih juga formku, lalu aku diam dong, hehe terus bapaknya ngasih form ku sambil ngembalikan uang 50rb ku lalu bilang, buat sangu, wkwk berasa anak kecil, y udah, intinya aku cek kesehatannya tidak bayar, hehe apa memang gratis ya, kayane nggak deh, ya bagus deh, alhamdulilah, hehe
Lalu aku pun masuk ke bagian SIM, hehe daftar, ngisi formulir, fc KTP 2, FC SIM lama 2, lalu nunggu dipanggil buat bayar, 75 K, setelah dipanggil tinggal foto, hehe lama juga.
Sampai tiba giliran akhirnya jadi tuh, hehe aku tidak melepas jaket pas foto, hehe SIM ku lima tahun lagi bakal pake jaket terus, wkwk y iya lah. Ternyata yang jadi baru SIM sementara, blankonya habis, jadi cuma dapat kertas doang, dua atau tiga bulan lagi baru jadi katane, hadeh, y sudahlah, hehe setidaknya tidak perlu ditilang kalau kena operasi pas balik pekan depan, hehe
STNK sudah ku perpanjang dua minggu yang lalu, hehe lebih gampang, dan dekat, semoga SIM juga besok2 bisa lebih mudah dan dekat, hehe
Lalu aku pulang ke kos, jadi inget dia, hehe katane mau service motor, jadi inget tuh, motorku kayane terakhir service waktu di PKL, hmm, berarti sudah lebih dari dua bulan, hehe y ku pikir sekalian saja mampir di AHASS, lagian tidak terlalu jauh dari kos, oke deh, aku ganti oli dan kampas rem depan sekaligus minyak rem, kayane sudah tidak terlalu enak rem depannya pas dipakai buat belok, hehe
Wih, dulu pas di PKL nggak dikasih teh botol, sekarang dikasih, plus dapat cuci motor gratis, hehe pelayanan yang bagus, hehe meski agak lama. Tapi oke,
Lalu aku pun pulang, mau tidur, hehe tapi lapar, karena mager, grabfood aja, hehe setelah makan, aku pun tidur, hehe
Oke itu ceritaku hari ini, hehe
Bye2


Kendal, 14 September 2019