Hmm,
Aku
punya banyak pertanyaan pada dunia dan kehidupan sejak kecil, banyak hal
mengganggu pikiranku, bahkan kadang – kadang membuatku tidak tidur karena
berpikir hal – hal yang aneh yang mungkin tidak berguna.
Aku
sering penasaran akan sesuatu, mungkin aku hanya butuh jawaban.
Waktu
kecil aku sedang bersama bapak lalu bapak bilang wah ayamnya udah bertelur lalu
minta aku mencari telurnya. Dan benar, telurnya ketemu di semak2 daun kelapa. Dilain
kesempatan bapak bilang ayamnya belum bertelur, jadi aku diminta memasukan ayam
ke kandang agar tidak bertelur sembarangan. Dan benar saja setelah beberapa waktu
ku lihat ayam itu bertelur. Oi2 bapakku kaya dukun aja hhe lalu aku Tanya, kok
bisa tau pak ? lalu bapakku menjawab dengan di apa y, di cek di saluran
telurnya, kalau ada kaya telur gitu berarti belum dan kalau udah g ada berarti
sudah. Hoo bgtu, wkwk jorok juga karena saluran telur dan kotoran ayam hampir
sejalur. Tapi karena rasa penasaran dilain kesempatan saat bapakku ngecek aku
bilang ingin mencobanya. Dan ternyata memang bisa dirasakan kalau ada telurnya.
Entah kenapa rasanya sangat menyenangkan menemukan jawaban itu. Apakah berguna
? mungkin cukup. Meski tidak terlalu. Lalu kalau tau akan apa ? y mungkin kalau
disuruh ngecek, aku masih bisa. Tapi kyne sekarang tidak dikampung banget si
dan tidak punya ayam.
Suatu
ketika, masih berhubungan dengan telur. Bapak makan (atau minum) telur, dalam
bahasa jawa ngontal gitu. Terus putih telurnya dikeluarkan dulu. Biasanya di
taruh plastik lalu dikukus dengan nasi saat paginya untuk lauk. Aku Tanya,
kenapa pak ? kata bapakku yang bergizi (yang bermanfaat) kuning telurnya. Hmm aneh
sekali, kenapa saat di goreng, di dadar putihnya g dibuang. Wkwk aku menemukan
jawabannya kayane saat SMA, entah sudah berapa tahun. Kalau protein nya banyak
di kuning telurnya. Yang putih itu hanya lebih ke cadangan makanan untuk sel
telur yang kuningnya. Jadi sebenarnya kalau diminum semua ya g p2, apa aku
pernah ngontal telur ? hhe pernah dong, karena lagi2 penasaran. Pak aku mau
njajal wkwk terus dikasih yang siap santap. Apakah berguna ? mungkin tidak, tau
atau tidak tau aku akan memasak telur dengan kuning dan putih telurnya. Lalu jika
tau aku akan apa ? tidak ada. Aku hanya butuh jawaban atas pertanyaanku.
Keluargaku
dulu jualan es. Es batu, es lilin, es goreng dll. Suatu ketika ibuku memakai
air hangat untuk membuat es lilin. Lalu setelah semua beres, ibuku bilang untuk
mendiamkannya sampai dingin dulu baru dimasukan kulkas (freezer). Hmm emang
kenapa ? kata ibuku biar adem dulu, biar lebih cepat beku. Hmm masuk akal. Dan aku
pun melakukannya. Aku sudah puas dengan jawaban itu. Tapi saat SMA aku
menemukan hal yang berlainan. Ternyata air hangat lebih cepat membeku dari air
pada suhu biasa. Entah kenapa aku senang. Apakah berguna ? tidak si. Lalu kalau
sudah tau akan apa ? tidak ada. Kalau ibuku buat es dengan air hangat, tetap
akan ku diamkan. Menuruti kata ibuku. Lagian masuk freezernya semalaman,
hasilnya akan sama saja.
Saat
SD aku diajarkan bahwa metamorphosis bisa mengubah ulat jadi kupu2. Oi2, mana
bisa itu terjadi. Mustahil menurut pikiranku saat itu. Kalau kupu2 bertelur
terus jadi kupu2 mungkin masih masuk akal. Apa artinya aku tidak menghargai
guruku saat itu ? ngga tau juga. Aku tidak bertanya seperti aku bertanya pada bapak
dan ibuku, aku diam dan melanjutkan pembelajaran. Jawaban pertanyaan itu
terjadi saat pohon kedondongku habis dimakan ulat. Oi2, rakus kali ulatnya. Pohonnya
lumayan gede, tapi daunnya habis tidak bersisa. Lalu setelah daunnya habis,
ternyata ulat2 itu diam. Membentuk kepompong seperti yang diajarkan guruku. Lalu
menjadi kupu2. Oi2, keajaiban. Keren sekali. Karena penasaran, dilain
kesempatan aku ingin melihat proses itu, melihat saat kepompong mulai terbuka
dan keluar kupu2, itu benar2 keren. Apakah itu berguna ? tidak. Jika tau lalu
apa ? tidak ada. Ulat akan terus jadi kupu2.
Saat
mengaji dulu aku mendapatkan pernyataan bahwa rejeki dll sudah dijamin sama
Alloh. Dalam hati, kalau begitu, kalau kita diam saja juga pasti dapat rejeki
dong ?. lalu saat sekolah, SMP atau SMA ya. Guru agama bilang kalau rejeki
memang sudah dijamin, tapi kita harus berusaha dulu untuk mendapatkannya. Entah
kenapa ada yang mengganjal. Apa aku tidak menghargai guruku ? aku juga tidak
tau. Mungkin aku berpikiran kalau rejeki yang sudah dijamin itu diusahakan
dulu, kenapa ada yang berusaha dengan keras, tapi rejekinya sedikit. Sedangkan yang
usaha sedikit, dapatnya banyak. Aku yakin dan percaya dengan apa yang dikatakan
guruku, rejeki sudah dijamin, dan kita harus berusaha. Tapi rasanya mengganjal,
aku juga tidak tau jawaban apa yang sedang kucari. Lalu saat kuliah aku membaca
sebuah buku dan saat itu membahas tentang rizki. Aku menemukan bagaimana rejeki
itu berjalan. Dikisahkan saat itu adalah
seekor cicak. Makanan cicak adalah serangga seperti nyamuk yang saat dinalar
dengan logika harusnya cicak banyak yang mati kelaparan. Karena cicak berjalan
di dinding sedangkan nyamuk terbang. Tapi cicak tidak pernah punah. Nyatanya malah
setiap rumah kayane ada cicaknya, artinya cicak tidak kekurangan makanan. Yang dilakukan
cicak hanyalah jalan kesana kemari, lalu rizki itu akan datang. banyaknya sesuai dengan yang diberikan Alloh. tidak akan salah takaran dan alamat. Sama aja dengan
rizki sudah dijamin, dan kita hanya harus berusaha. Tapi entah kenapa ganjalan
itu rasanya hilang membaca kisah itu. Apakah ada gunanya, mungkin tidak, lalu
setelah itu aku apa ? tidak ada. Mungkin lebih bersyukur dan tenang. Apa sebelumnya
aku tidak bersyukur ? semoga bersyukur.
Dilain
kesempatan aku belajar bahwa ikhlas adalah rela. Pernah dimarahi ibuku saat
nyapu lalu bilang, kalau ngga ikhlas ngga usah. Apa artinya aku tidak rela ?
tapi aku tetap melakukannya, apa nyapuku tidak ikhlas ? pertanyaan masa kecil
ini tidak ku temukan jawabannya sampai aku kuliah semester berapa ya, mungkin 6
atau 7. Lama sekali. Aku menemukan kisah hudzaifah saat disuruh jadi mata2
untuk ke tempat musuh. Pada saat kondisi mencekam itu, Rosul minta untuk ada
yang jadi mata2 tapi tidak ada yang mau. Padahal jaminannya surga, karena
memang sangat menakutkan pergi ke pasukan musuh. Lalu Rosul memerintahkan
hudzaifah untuk berdiri, lalu diminta berangkat ke pasukan musuh. Dan seterusnya
sampai berhasil kembali dengan selamat. Lalu pertanyaannya, apakah hudzaifah
ikhlas ? atau dibelakang menggerutu ? hhe kenapa harus aku ? apa karena aku
buangan yang mati aja g p2, g kaya abu bakar cs yang sahabat dekatnya nabi. Ternyata
ngga , hudzaifah ikhlas karena itu perintah rosul. Apakah berat ? tentu saja. Apakah
sulit ? tentu saja. Lalu aku menemukan bahwa ikhlas itu memang rela. Dengan yang
terjadi, hanya berharap Ridho Alloh. Tidak berhasil tidak p2, tidak ringan juga
tidak p2. Yang sudah terjadi y sudah, tidak perlu meminta balasan atau
mengungkit2 apa yang sudah dilakukan. Hhe keren sekali, aku juga sedang belajar
untuk ikhlas yang seperti itu. Apakah ada gunanya ? mungkin tidak. Aku tau
ikhlas itu sama aja rela. Tapi mungkin lebih dalam. Setelah itu apa ? hhe
mungkin tidak ada juga. Mungkin bisa lebih ikhlas. Apakah dulu tidak ikhlas ?
semoga ikhlas.
Banyak
juga pertanyaan yang mungkin sampe sekarang masih mengganjal. Dan mungkin belum
menemukan jawaban yang memuaskan. Seperti kenapa orang selingkuh ? iya, mungkin
karena perhatian kurang, mungkin karena orang itu sendiri dll, entah kenapa
kaya masih belum tuntas. Lalu kenapa orang bunuh diri ? iya, mungkin karena depresi
dll, tapi sama aja, kalau manusia ditakdirkan untuk bisa bunuh diri kenapa
organ manusia diciptakan otomatis ? jantung, usus, bahkan bernafas juga
otomatis. Coba aja bisa g bunuh diri dengan menahan nafas ? ngga mungkin. Aneh si,
aku penasaran aja kenapa bisa begitu. Lalu orang yang melakukan aksi terorisme,
kenapa bisa di cuci otaknya, dll
Aku
punya banyak pertanyaan. Kemarin ku coba untuk mendiskusikannya dengan orang
yang dekat denganku. Karena dulu aku hanya bisa bertanya dengan bapak dan
ibuku, meski penasaran, aku tidak bertanya pada guru2ku atau orang lain, karena
mungkin tidak sopan, dan aneh. Aku mungkin memang aneh bertanya2 seperti itu.
Tentang
orang yang mungkin pernah bisa ngaji. Apa ngaji itu bagi mereka penting, dan
kalau penting kenapa tidak konsisten ngaji ? tapi mungkin terlalu frontal dan
aneh untuk ditanyakan. Benar juga si urusan itu bukan urusanku, urusan masing –
masing orang dengan Tuhan. Sama seperti telur itu, kupu2, ikhlas, dll. Bukan urusanku.
Mungkin benar tidak semuanya dapat media yang tepat, waktu yang tidak banyak,
guru yang galak, dll aku juga sudah mendapat jawaban itu. Entah kenapa masih
mengganjal. Jawaban apa yang sedang ku cari ? aku juga tidak tau. Apa aku tidak
menghargai orang2 itu ? aku juga tidak tau. Aku tidak mencemoohnya, yg nabi
bahkan tidak. Apalah aku yg hanya debu. Apakah aku jadi memandang temanku beda
? y ngga juga. Tidak ada hubungannya tidak bisa ngaji dengan pertemanan. Yang tidak
seagama aja biasa aja. Hmm, mungkin aku butuh jawaban hhe apakah berguna ?
mungkin tidak. Setelah itu apa ? mungkin tidak ada. Mungkin bisa lebih
menghargai. Berarti selama ini tidak menghargai ? semoga menghargai.
Mungkin
pertanyaan terbesarku sekarang adalah kenapa bapak meninggal waktu itu hhe
mksdnya bukan penyebab meninggalnya, tapi kenapa harus di waktu itu, juli 2016.
Apakah
aku tidak ikhlas ? hhe ikhlas dong. Tapi mungkin bagiku masih sangat
mengganjal. 2016 mungkin menjadi titik balik keadaan keluargaku. Hhe bukan si,
tapi mungkin sebentar lagi. Aku baru pulang dari Thailand loh hhe insyaAlloh
membanggakan. Aku semester 5, adiku semester 3, masku sudah hampir lulus,
tinggal skripsi. Apa y hhe mungkin masa sampai kami kuliah itu masa yang berat,
penjaga sekolah dasar menyekolahkan 3 orang yang sampai ke kuliah. Meski masku sambil
kerja, meski aku yang dapat beasiswa, meski adiku yang tergolong UKT murah,
tapi itu tidak ringan sama sekali. Hutang bapak banyak. Lalu pada saat hampir
tercapai semua, paling g lulus kuliah, bapak meninggal hhe kenapa hidupnya
hanya berisi penderitaan ? hhe padahal jika di tahun ini katakanlah, masku udah
punya istri dan anak yang cantik, hhe bapak dipanggil mbah wkwk. Aku udah lulus
dan jadi pns. Adiku udah ngajar dan sdg usaha jamur yang bagus. Hhe kenapa
harus waktu itu yang kami masih belum bisa apa2. Lalu apa gunanya ? hhe mngkin
tidak ada. Bapak tidak akan kembali. Lalu apa ? mungkin tidak ada. Lebih lega
aja. Apakah dengan bertanya seperti itu
aku tidak menghargai Alloh ? apakah aku tidak ikhlas ? mungkin tidak. Aku hanya
butuh jawaban. Aku percaya takdir Alloh yang terbaik. Tapi mungkin rasa
mengganjal ini tidak salah, mungkin suatu saat aku akan menemukan jawabannya
dan menjadi lebih baik.
Dunia
dan hidup ini banyak membuatku bertanya. Apakah selalu berguna ? mungkin
tidak. Setelah mendapat jawabannya lalu apa
? mungkin tidak ada. Mungkin bisa lebih dari sebelumnya, lebih ikhlas,
menghargai dll. Apa sebelumnya tidak ikhlas menghargai dll ? semoga ikhlas
menghargai dll.
Kendal,
29 April 2021