Kamis, 29 April 2021

Pertanyaan

Hmm,

Aku punya banyak pertanyaan pada dunia dan kehidupan sejak kecil, banyak hal mengganggu pikiranku, bahkan kadang – kadang membuatku tidak tidur karena berpikir hal – hal yang aneh yang mungkin tidak berguna.

Aku sering penasaran akan sesuatu, mungkin aku hanya butuh jawaban.

Waktu kecil aku sedang bersama bapak lalu bapak bilang wah ayamnya udah bertelur lalu minta aku mencari telurnya. Dan benar, telurnya ketemu di semak2 daun kelapa. Dilain kesempatan bapak bilang ayamnya belum bertelur, jadi aku diminta memasukan ayam ke kandang agar tidak bertelur sembarangan. Dan benar saja setelah beberapa waktu ku lihat ayam itu bertelur. Oi2 bapakku kaya dukun aja hhe lalu aku Tanya, kok bisa tau pak ? lalu bapakku menjawab dengan di apa y, di cek di saluran telurnya, kalau ada kaya telur gitu berarti belum dan kalau udah g ada berarti sudah. Hoo bgtu, wkwk jorok juga karena saluran telur dan kotoran ayam hampir sejalur. Tapi karena rasa penasaran dilain kesempatan saat bapakku ngecek aku bilang ingin mencobanya. Dan ternyata memang bisa dirasakan kalau ada telurnya. Entah kenapa rasanya sangat menyenangkan menemukan jawaban itu. Apakah berguna ? mungkin cukup. Meski tidak terlalu. Lalu kalau tau akan apa ? y mungkin kalau disuruh ngecek, aku masih bisa. Tapi kyne sekarang tidak dikampung banget si dan tidak punya ayam.

Suatu ketika, masih berhubungan dengan telur. Bapak makan (atau minum) telur, dalam bahasa jawa ngontal gitu. Terus putih telurnya dikeluarkan dulu. Biasanya di taruh plastik lalu dikukus dengan nasi saat paginya untuk lauk. Aku Tanya, kenapa pak ? kata bapakku yang bergizi (yang bermanfaat) kuning telurnya. Hmm aneh sekali, kenapa saat di goreng, di dadar putihnya g dibuang. Wkwk aku menemukan jawabannya kayane saat SMA, entah sudah berapa tahun. Kalau protein nya banyak di kuning telurnya. Yang putih itu hanya lebih ke cadangan makanan untuk sel telur yang kuningnya. Jadi sebenarnya kalau diminum semua ya g p2, apa aku pernah ngontal telur ? hhe pernah dong, karena lagi2 penasaran. Pak aku mau njajal wkwk terus dikasih yang siap santap. Apakah berguna ? mungkin tidak, tau atau tidak tau aku akan memasak telur dengan kuning dan putih telurnya. Lalu jika tau aku akan apa ? tidak ada. Aku hanya butuh jawaban atas pertanyaanku.

Keluargaku dulu jualan es. Es batu, es lilin, es goreng dll. Suatu ketika ibuku memakai air hangat untuk membuat es lilin. Lalu setelah semua beres, ibuku bilang untuk mendiamkannya sampai dingin dulu baru dimasukan kulkas (freezer). Hmm emang kenapa ? kata ibuku biar adem dulu, biar lebih cepat beku. Hmm masuk akal. Dan aku pun melakukannya. Aku sudah puas dengan jawaban itu. Tapi saat SMA aku menemukan hal yang berlainan. Ternyata air hangat lebih cepat membeku dari air pada suhu biasa. Entah kenapa aku senang. Apakah berguna ? tidak si. Lalu kalau sudah tau akan apa ? tidak ada. Kalau ibuku buat es dengan air hangat, tetap akan ku diamkan. Menuruti kata ibuku. Lagian masuk freezernya semalaman, hasilnya akan sama saja.  

Saat SD aku diajarkan bahwa metamorphosis bisa mengubah ulat jadi kupu2. Oi2, mana bisa itu terjadi. Mustahil menurut pikiranku saat itu. Kalau kupu2 bertelur terus jadi kupu2 mungkin masih masuk akal. Apa artinya aku tidak menghargai guruku saat itu ? ngga tau juga. Aku tidak bertanya seperti aku bertanya pada bapak dan ibuku, aku diam dan melanjutkan pembelajaran. Jawaban pertanyaan itu terjadi saat pohon kedondongku habis dimakan ulat. Oi2, rakus kali ulatnya. Pohonnya lumayan gede, tapi daunnya habis tidak bersisa. Lalu setelah daunnya habis, ternyata ulat2 itu diam. Membentuk kepompong seperti yang diajarkan guruku. Lalu menjadi kupu2. Oi2, keajaiban. Keren sekali. Karena penasaran, dilain kesempatan aku ingin melihat proses itu, melihat saat kepompong mulai terbuka dan keluar kupu2, itu benar2 keren. Apakah itu berguna ? tidak. Jika tau lalu apa ? tidak ada. Ulat akan terus jadi kupu2.

Saat mengaji dulu aku mendapatkan pernyataan bahwa rejeki dll sudah dijamin sama Alloh. Dalam hati, kalau begitu, kalau kita diam saja juga pasti dapat rejeki dong ?. lalu saat sekolah, SMP atau SMA ya. Guru agama bilang kalau rejeki memang sudah dijamin, tapi kita harus berusaha dulu untuk mendapatkannya. Entah kenapa ada yang mengganjal. Apa aku tidak menghargai guruku ? aku juga tidak tau. Mungkin aku berpikiran kalau rejeki yang sudah dijamin itu diusahakan dulu, kenapa ada yang berusaha dengan keras, tapi rejekinya sedikit. Sedangkan yang usaha sedikit, dapatnya banyak. Aku yakin dan percaya dengan apa yang dikatakan guruku, rejeki sudah dijamin, dan kita harus berusaha. Tapi rasanya mengganjal, aku juga tidak tau jawaban apa yang sedang kucari. Lalu saat kuliah aku membaca sebuah buku dan saat itu membahas tentang rizki. Aku menemukan bagaimana rejeki itu berjalan.  Dikisahkan saat itu adalah seekor cicak. Makanan cicak adalah serangga seperti nyamuk yang saat dinalar dengan logika harusnya cicak banyak yang mati kelaparan. Karena cicak berjalan di dinding sedangkan nyamuk terbang. Tapi cicak tidak pernah punah. Nyatanya malah setiap rumah kayane ada cicaknya, artinya cicak tidak kekurangan makanan. Yang dilakukan cicak hanyalah jalan kesana kemari, lalu rizki itu akan datang. banyaknya sesuai dengan yang diberikan Alloh. tidak akan salah takaran dan alamat. Sama aja dengan rizki sudah dijamin, dan kita hanya harus berusaha. Tapi entah kenapa ganjalan itu rasanya hilang membaca kisah itu. Apakah ada gunanya, mungkin tidak, lalu setelah itu aku apa ? tidak ada. Mungkin lebih bersyukur dan tenang. Apa sebelumnya aku tidak bersyukur  ? semoga bersyukur.

Dilain kesempatan aku belajar bahwa ikhlas adalah rela. Pernah dimarahi ibuku saat nyapu lalu bilang, kalau ngga ikhlas ngga usah. Apa artinya aku tidak rela ? tapi aku tetap melakukannya, apa nyapuku tidak ikhlas ? pertanyaan masa kecil ini tidak ku temukan jawabannya sampai aku kuliah semester berapa ya, mungkin 6 atau 7. Lama sekali. Aku menemukan kisah hudzaifah saat disuruh jadi mata2 untuk ke tempat musuh. Pada saat kondisi mencekam itu, Rosul minta untuk ada yang jadi mata2 tapi tidak ada yang mau. Padahal jaminannya surga, karena memang sangat menakutkan pergi ke pasukan musuh. Lalu Rosul memerintahkan hudzaifah untuk berdiri, lalu diminta berangkat ke pasukan musuh. Dan seterusnya sampai berhasil kembali dengan selamat. Lalu pertanyaannya, apakah hudzaifah ikhlas ? atau dibelakang menggerutu ? hhe kenapa harus aku ? apa karena aku buangan yang mati aja g p2, g kaya abu bakar cs yang sahabat dekatnya nabi. Ternyata ngga , hudzaifah ikhlas karena itu perintah rosul. Apakah berat ? tentu saja. Apakah sulit ? tentu saja. Lalu aku menemukan bahwa ikhlas itu memang rela. Dengan yang terjadi, hanya berharap Ridho Alloh. Tidak berhasil tidak p2, tidak ringan juga tidak p2. Yang sudah terjadi y sudah, tidak perlu meminta balasan atau mengungkit2 apa yang sudah dilakukan. Hhe keren sekali, aku juga sedang belajar untuk ikhlas yang seperti itu. Apakah ada gunanya ? mungkin tidak. Aku tau ikhlas itu sama aja rela. Tapi mungkin lebih dalam. Setelah itu apa ? hhe mungkin tidak ada juga. Mungkin bisa lebih ikhlas. Apakah dulu tidak ikhlas ? semoga ikhlas.

Banyak juga pertanyaan yang mungkin sampe sekarang masih mengganjal. Dan mungkin belum menemukan jawaban yang memuaskan. Seperti kenapa orang selingkuh ? iya, mungkin karena perhatian kurang, mungkin karena orang itu sendiri dll, entah kenapa kaya masih belum tuntas. Lalu kenapa orang bunuh diri ? iya, mungkin karena depresi dll, tapi sama aja, kalau manusia ditakdirkan untuk bisa bunuh diri kenapa organ manusia diciptakan otomatis ? jantung, usus, bahkan bernafas juga otomatis. Coba aja bisa g bunuh diri dengan menahan nafas ? ngga mungkin. Aneh si, aku penasaran aja kenapa bisa begitu. Lalu orang yang melakukan aksi terorisme, kenapa bisa di cuci otaknya, dll

Aku punya banyak pertanyaan. Kemarin ku coba untuk mendiskusikannya dengan orang yang dekat denganku. Karena dulu aku hanya bisa bertanya dengan bapak dan ibuku, meski penasaran, aku tidak bertanya pada guru2ku atau orang lain, karena mungkin tidak sopan, dan aneh. Aku mungkin memang aneh bertanya2 seperti itu.

Tentang orang yang mungkin pernah bisa ngaji. Apa ngaji itu bagi mereka penting, dan kalau penting kenapa tidak konsisten ngaji ? tapi mungkin terlalu frontal dan aneh untuk ditanyakan. Benar juga si urusan itu bukan urusanku, urusan masing – masing orang dengan Tuhan. Sama seperti telur itu, kupu2, ikhlas, dll. Bukan urusanku. Mungkin benar tidak semuanya dapat media yang tepat, waktu yang tidak banyak, guru yang galak, dll aku juga sudah mendapat jawaban itu. Entah kenapa masih mengganjal. Jawaban apa yang sedang ku cari ? aku juga tidak tau. Apa aku tidak menghargai orang2 itu ? aku juga tidak tau. Aku tidak mencemoohnya, yg nabi bahkan tidak. Apalah aku yg hanya debu. Apakah aku jadi memandang temanku beda ? y ngga juga. Tidak ada hubungannya tidak bisa ngaji dengan pertemanan. Yang tidak seagama aja biasa aja. Hmm, mungkin aku butuh jawaban hhe apakah berguna ? mungkin tidak. Setelah itu apa ? mungkin tidak ada. Mungkin bisa lebih menghargai. Berarti selama ini tidak menghargai ? semoga menghargai.

Mungkin pertanyaan terbesarku sekarang adalah kenapa bapak meninggal waktu itu hhe mksdnya bukan penyebab meninggalnya, tapi kenapa harus di waktu itu, juli 2016.

Apakah aku tidak ikhlas ? hhe ikhlas dong. Tapi mungkin bagiku masih sangat mengganjal. 2016 mungkin menjadi titik balik keadaan keluargaku. Hhe bukan si, tapi mungkin sebentar lagi. Aku baru pulang dari Thailand loh hhe insyaAlloh membanggakan. Aku semester 5, adiku semester 3, masku sudah hampir lulus, tinggal skripsi. Apa y hhe mungkin masa sampai kami kuliah itu masa yang berat, penjaga sekolah dasar menyekolahkan 3 orang yang sampai ke kuliah. Meski masku sambil kerja, meski aku yang dapat beasiswa, meski adiku yang tergolong UKT murah, tapi itu tidak ringan sama sekali. Hutang bapak banyak. Lalu pada saat hampir tercapai semua, paling g lulus kuliah, bapak meninggal hhe kenapa hidupnya hanya berisi penderitaan ? hhe padahal jika di tahun ini katakanlah, masku udah punya istri dan anak yang cantik, hhe bapak dipanggil mbah wkwk. Aku udah lulus dan jadi pns. Adiku udah ngajar dan sdg usaha jamur yang bagus. Hhe kenapa harus waktu itu yang kami masih belum bisa apa2. Lalu apa gunanya ? hhe mngkin tidak ada. Bapak tidak akan kembali. Lalu apa ? mungkin tidak ada. Lebih lega aja.  Apakah dengan bertanya seperti itu aku tidak menghargai Alloh ? apakah aku tidak ikhlas ? mungkin tidak. Aku hanya butuh jawaban. Aku percaya takdir Alloh yang terbaik. Tapi mungkin rasa mengganjal ini tidak salah, mungkin suatu saat aku akan menemukan jawabannya dan menjadi lebih baik.

Dunia dan hidup ini banyak membuatku bertanya. Apakah selalu berguna ? mungkin tidak.  Setelah mendapat jawabannya lalu apa ? mungkin tidak ada. Mungkin bisa lebih dari sebelumnya, lebih ikhlas, menghargai dll. Apa sebelumnya tidak ikhlas menghargai dll ? semoga ikhlas menghargai dll.

 

Kendal, 29 April 2021

 

Minggu, 18 April 2021

Hhe hhe

 Hhe ingin menangis

Cape

Sedih

Lelah

Hhe entahlah,

Aku yg salah y

Hhe gmna dong

Apa aku tdk usah ada aja?

Aku egois ya, merepotkan dan semaunya sendiri

Hhe

Gmna dong

Hhe

 Hmm

Sedih sekali hhe

Hhe

 Hmm,

Aku tdk bisa tidur semalaman,

Sepertinya asam lambungku naik,

Minum kopi si hhe

Rasanya mual2,

Perutku jg melilit 

Rasanya sangat tidak enak

Sepertinya agak diare

Hhe mulai pusing

Pagi ini jg masih belum bisa tidur,

Padahal aku mengantuk

Hhe dingin juga,

19 derajat,

Apa aku masuk angin y,

Hhe tdk bisa minum tol*k angin jg

Hhe menyedihkan

Hhe mata terpenjamlah

Hhe pikiran tertidurlah

Duh, Perutku melilit

Ke wc dlu deh hhe


Kendal, 18 April 2021


Kamis, 08 April 2021

Paradoks

 Hmm,

Alat komunikasi semakin canggih, manusia semakin tidak punya waktu

Alat transportasi semakin cepat, manusia semakin terburu – buru

Media sosial semakin banyak dan menarik, manusia semakin individualis

Mesin semakin banyak dan mudah, kehidupan semakin sulit dan rumit

Hiburan makin banyak dan beragam, manusia semakin resah dan tertekan

Manusia ingin bahagia, tapi memberi banyak luka

Lelah sekali jadi manusia

Lelah sekali hidup


Kendal, 8 April 2021