Selasa, 08 Februari 2022

Batas

Hmm

Hari ini harusnya aku mndpt jawaban, apkh aku mnghubungi orang tuanya atau tidak 

Tp mngkn dia lupa atau tdk ingin membahasnya

Dan mngkn aku udah capek dn y udah pasrah aja

Tdk ingin bertanya,

Kalau dia anggap itu penting, mngkin dia ingat dn akan membahasnya

Jika cuma aku yg buru2, mngkn tdk ada gunanya

G p2 si, mngkn sdh berusaha sebisanya, benar2 sdh berusaha semaksimal yg ku bisa

Mngkn batasku sudah ku sampaikan, usaha sdh ku lakukan, 

Kalau hanya tinggal menunggu sampe batasku habis y tdk p2 

Mngkn jalannya memang harus begitu, 

Selamat dua tahun, 

meski jalannya kita semakin g menentu, akhirnya bagaimna, serius bersatu atau g tau akan kearah mana hubungan ini

Tp semoga sama2 bisa bahagia, 

Ku pastikan tidak ada tahun ke tiga

Entah karena menikah atau berpisah

Kedepannya, mngkn ku serahkan padamu dan keluargamu, 

Jika bukan aku yg diinginkan orang tuamu karena tdk bisa menunggu lbh lama, mngkn aku tdk tau sanggup bertahan atau tidak, untuk menunggu lagi

Mungkin sampe disini batasku, 

Aku tdk ingin memperpanjang penantianku

Aku minta maaf,

Mungkin aku merasa, aku sudah ckup menunggu, dan sudah ckup berusaha

Jika belum ckup, mgkin orang lain akan ada yg mau berusaha lebih dariku


Kendal, 8 feb 2022


 


Rabu, 01 Desember 2021

Sabtu, 18 September 2021

Mati

 Hmm,

Kadang aku kepikiran, kalau aku mati besok gmna ya, wkwk

Y paling orang2 akan ada yg bersedih

Ada yg tidak

Lalu satu jam sdh ada yg tertawa2, melupakanku

Satu hari yg lain tertawa, melupakanku

Satu minggu, yg lain tertawa, melupakanku

Sampai semuanya terbiasa tanpaku hhe

Y paling begitu


Kendal, 18 Sep 2021



Sabtu, 11 September 2021

Lelah

Hmm, 

Aku lelah,

Lelah berpikir

Lelah menerka

Semuanya salah

Aku mungkin tidak perlu berkata lagi apa yg ku rasakan hhe atau bilang ingin dimengerti

Hhe setiap ingin dimengerti, aku ternyata yg g mengerti

Aku lelah bersedih,

Mencoba segalanya,

Yg ku bisa, tp dia selalu punya masalah,

Yg aku selalu tdk bsa mngerti

Apa yg dia rasakan, apa yg dia inginkan

Selalu aja salah, nambah sedih,

Aku jg g mau bgtu,

Y aku emang g mngerti

Aku jg g bsa mengerti

Entah apa yg bsa ku lakukan

G ada

G ada

Kamu g bsa apa2

G ada

Kamu g usah ada

Rasanya aku tdk pernah sengaja pergi saat apapun, marah, sedih, sebal, 

Prnahnya, karena mati wifi dn g punya kuota

Entah knp aku merasa diabaikan

Tp karena dia sedih dg kata2ku

Iya si, aku emang tdk berguna

Malah nambah sedih, 

Hmm

Entahlah

Knp begini ya

Kenapa selalu begini ya

Hhe

Aku lelah berpikir

Y udah deh g usah dipikir

Terima aja

Apa aja yg dia inginkan

Kamu tdk pernah tau apa yg dia inginkan

Terima aja

Dia minta apa aja

Mau sendiri

Mau ditemani

Mau wa

Mau ditinggal

Biarkan dia meminta, kamu lakuin aja

Hmm

Aku g tau lagi


Kendal, 11 september 2021

Selasa, 03 Agustus 2021

Istimewa

 Hmm,

Tadi tiba2 aku mendengar sebuah lagu yang diputar temanku,  aku g tau lagu apa, tapi rasanya aku tersentuh.. rasanya terharu... ingin menangis tapi bahagia. Wkwk aneh sekali

Lalu aku mencari lagu itu, dan ketemu wkwk y iya lah ya, gampang mah itu... judulnya “Doa Untuk Kamu”, dari AVIWKILA, namanya unik sekali.

Hehe mungkin aku merasakan lagu itu cocok dengan keadaanku... juga keadannya.

Kaya mungkin kita sedang sama2 berjuang, terus saling mendoakan, karena ada yang menantikan untuk pertemuan, jadi harus saling menjaga.... mungkin begitu.

Hai, aku terlahir menjadi anak ke dua dari 3 bersaudara. Jarak kami cukup dekat, selisihku dengan masku adalah sekitar 3 tahun, dan adiku sekitar 1,5 tahun. Dari kecil mungkin aku diajarkan untuk menjadi yang paling toleran, bisa menerima apapun yang ada dan diberikan padaku.

Aku bukan prioritas dan tidak istimewa. Masku adalah cucu pertama dari pihak bapak maupun ibu. Saat kecil dia sangat menerima banyak hal, karena dua keluarga sangat gembira dengan kedatangan masku, lalu aku pun datang, wkwk udah biasa, cowok lagi.

Aku tau cerita itu dari keluarga2ku.

Masku tuh orangnya lumayan keras, ambisius mngkin dan agak egois wkwk. Mungkin kemauannya cukup kuat, kayane yang pernah di sidang bapakku Cuma masku. Lalu aku pun jadi diajari jangan seperti masku, aku lebih baik yang menurut, baiklah. Aku menjadi anak yang penurut.

Saat kecil, aku hanya 1 kasur untuk ditiduri 5 orang waktu itu. Jadi terlalu sempit. Bapakku mengalah tidur di “amben”, entah kenapa aku tidak tega. Padahal mungkin biasa aja bagi bapakku, karena sebelum punya kasur y tidurnya di “amben”. Kayane baru punya kasur saat aku sudah mulai nalar.  Jadi, dibanding tidur dengan ibu, mas, dan adikku, aku memilih tidur di amben menemani bapakku. Tidak tiap hari si, ada kalanya aku dipindah saat tidur.

Adikku jaraknya dekat, bisa dibilang kita tumbuh bersama. Tapi adiku ya ampun cengeng banget waktu kecil. Hanya ditinggal lari nangis, wkwk lucu si kalau lagi ku jahili. Jadi aku dipesani ibuku agar menjaga adiku kalau main, jangan cengeng, harus menjadi yang lebih kuat. Baiklah, aku akan melakukan itu. Mungkin sejak bayi aku sudah harus mengalah karena ibuku sudah hamil besar saat menyusuiku, jadi aku hanya minum ASI sampai sekitar 9 bulan, wkwk mungkin itu juga kali aku jadi lebih mudah sakit dibanding saudara2ku.

Dulu kita bertiga sering mencari kayu bakar, karena kompor belum ada. Masku adalah yang terkuat, jadi dapatnya paling banyak, adiku tuh cengeng, kalau diejek nangis wkwk, jadi kadang agar adiku tidak di ejek, ku kasihkan miliku, agar kita dapatnya sama. Masku ? mana mau wkwk tp benar juga si, biar masku bawa beban yang paling berat pas turun bukit.

Di sekolah aku cukup pintar, tapi sepintar2nya aku, tetap wajar, wkwk karena saudaraku memang pintar2.  Aku selalu ranking satu di SD, masku juga, adiku juga,  tapi adiku bbrapa kali terpeleset, hehe SMP masku kayane ketua kelas aja, tapi cukup hebat di OSIS, aku Ketua OSIS, adiku juga. Di SMA, masku pradana, aku juga pradana, dan adiku ketua Rohis. Sebenarnya aku tidak se istimewa itu. Wajar aja, saudaraku juga hebat2.

Di dunia kerja juga aku tetap tersenyum, masih menjaga imej, wkwk mungkin aku hanya tidak ingin mencari masalah. Lebih baik diam saja. Tidak perlu tau kehidupanku banyak2, tidak perlu tau apa yang ku rasakan, aku akan baik saja padamu, mungkin kalau ada yang tidak ku sukai, mungkin respectku berkurang, tapi aku akan tetap baik. Mungkin begitu. Biasa aja. Sudah biasa tidak istimewa.

Mungkin aku menemukan sedikit kesadaran. Apakah aku dulu banyak berikatan agar ada yang mengistimewakan aku ? mungkin kalau ku pikir sekarang, iya juga. Setidaknya mereka akan datang saat membutuhkanku. Hanya datang padaku.

Mungkin aku sudah terbiasa menjadi orang baik, yang terlihat menyenangkan untuk dijadikan teman. Ramah, tidak mencari masalah, pendiam, tdk memihak.

Mungkin aku sering sekali bilang pada diriku sendiri, y udahlah, g p2, y udahlah, g p2, mungkin nanti lebih baik, mungkin nanti orang lain mengerti, mengkin nanti orang lain berubah, mungkin nanti orang lain tau tanggung jawabnya.

Aku hanya ingin ada yang mengistimewakan aku dalam hidupnya, mencari aku saat aku g ada, selalu ada buatku saat aku butuh,  mencoba untuk memberikan semua yang dia bisa untukku. Memberi perhatian, rasa sayang, dan apapun. Mencoba membahagiakan aku, sama seperti dia membahagiakan dirinya.

Tapi, aku berlebihan.

Sepertinya aku memberikan beban yang sangat berat untuk pundak pasanganku.

Mungkin aku terlalu ingin di istimewakan, ingin mendapatkan segalanya. Ku pikir dengan memberikan segalanya aku juga bisa mendapatkan segalanya, wkwk ternyata tdk seperti jual beli. Y memang tidak bisa seperti itu si,

Jadi aku sering berburuk sangka,

Dan bahkan tidak percaya.

Maafkan aku,

Mungkin aku lelah, caraku sepertinya tidak bisa berhasil.

Mungkin aku akan mengikuti caranya, mengikuti caranya memberi perhatian dan rasa sayang, caranya membahagiakan aku. Agar jika aku istimewa di matanya, dia juga mendapatkan istimewa itu dariku.

Semoga berhasil,

 

Tuhan, dia sedang berjuang,

jaga dia lindungi dia,

karena ada yang menunggunya, untuk pulang

Kita memang sedang berduka,

bukan berarti kita menyerah,

kita harus saling menjaga dan menguatkan, ....

(Doa Untuk Kamu, AVIWKILA)

 

Kendal, 3 Agustus 2021`       

Sabtu, 24 Juli 2021

Sebuah Pengantar

 Hmm, 

Saat dimana aku memulai semua yang akan ku lakukan, mulai dari sekarang. Apakah sudah terlambat ?, tidak. Tidak sama sekali. Tidak ada kata terlambat untuk orang yang sedang ingin memulai sesuatu yang baik. Berusaha untuk menjadi lebih baik.

Dan aku yakin, masa tua sudah menanti di masa depan sana untukku, masa dewasa sedang ku lalui, terasa berat dan sulit dijalani untukku, dan yang pasti masa kini akan segera berakhir dan hanya tersisa dalam kenangan dan tulisan ceritaku.   

Ketika aku sampai pada akhir dalam babak kehidupanku, mungkin ada banyak orang yang menangisiku, merasa bahwa tanpaku, semua cerita yang akan datang tidak akan sebahagia saat aku ada. Tapi itu juga salah. Semua yang pergi akan membawa sesuatu yang datang. Dan karena itu skenario dari Sang Pencipta, maka ketika ada yang pergi, dan ada yang datang, maka itulah jalan cerita paling indah yang harus dijalani.

Saat semua sudah berlalu, maka semua semakin terbiasa dan mulai bahagia tanpa adanya aku. Aku tahu itu akan terjadi. Cepat atau lambat. Maka aku ingin terus hidup dalam kenangan. Menjadi sesuatu yang membuat kisah perjalanan hidup. Bukan ingin terkenal. Aku tidak peduli dengan itu. Jika tidak mampu memberi hal yang baik, setidaknya jangan melakukan kesalahan yang sama denganku.

Guruku dulu pernah berkata padaku, “jika yang kamu berikan hanya sisa – sisa, maka yang kamu dapatkan tidak lebih dari hanya sekedar sisa – sisa”. Mirip dengan hukum alam, kekekalan energi, asas Black di Fisika, persamaan massa sebelum dan sesudah reaksi di Kimia. Mungkin tidak sepenuhnya sama, ada sebagian energi yang “terlepas ke lingkungan”, tapi benar juga. Memberikan semua usaha maksimal untuk mendapatkan hasil maksimal sangat masuk akal.

Harapanku sederhana. Saat nanti aku sendirian menunggu, tanpa kamu, tanpa dia, tanpa mereka, tanpa siapapun, entah disana gelap, entah disana terang, entah disana mencekam, entah disana menyenangkan, lalu.... dari orang – orang yang ku sayangi, orang- orang yang menyayangiku, bahkan dari orang – orang yang hanya tahu namaku, hanya sekilas tahu bahwa aku pernah hidup, mereka mengirimkan berkas – berkas cahaya doa laksana bintang yang jatuh berhamburan, datang menemani tidur sepiku. Mungkin setiap hari, mungkin sepekan sekali, mungkin juga setahun sekali, atau bahkan lebih dari itu, tergantung seberapa bermanfaat diriku dulu, ilmu yang ku amalkan, ku sampaikan, apa yang ku berikan untuk membantu orang lain, dan bagaimana nanti aku memimpin keluarga kecilku.

Aku fana, aku akan menghilang dan berganti, tapi cerita – cerita akan tetap abadi, beriringan dengan cerita – cerita hari ini yang akan menjadi kemarin, dan esok yang akan menjadi hari ini. Cerita – cerita yang mengetarkan hati, dan selalu menjadi pelajaran bahwa hidup itu sejatinya adalah menjalani kisah – kisah yang akan mengantarkanku menuju Sang Pencipta.

 

Yogyakarta, 1 Maret 2018

Rabu, 07 Juli 2021

Tugas Sekolah

 Hmm,

Hai

Aku ingin bercerita tentang hariku hari ini,

Aku bangun sedikit terlambat, karena tadi malam lembur, yang pertama menemani dia, karena dia ingin ditemani,  yang kedua membuat PPT untuk rapat dinas hari ini. Banyak juga yang harus disiapkan

Beberapa waktu ini pagi sangat dingin, berkisar 17 – 18 derajat celcius, bagiku cukup menyiksa. Sudah sedia tol*k angin, karena mungkin aku cukup mudah sakit karena cuaca. Agar tidak terkapar saat genting begini.

Pagi hari aku berangkat seperti biasa, seharusnya memang WFH, tetapi karena memang ketentuan WFH itu, jika ada keperluan penting sekolah maka wajib berangkat. Maka guru2 yang tidak sakit berangkat.

Sampai sekolah, Aku langsung menyelesaikan SK (surat keputusan) pembagian tugas, mengedit PPT lg, dan menyiapkan tempat untuk rapat. 

Dia sepertinya butuh bantuan, di sela itu aku mencoba untuk membantunya. Maaf ternyata aku tidak bisa membantu sama sekali.

Rapat yang awalnya direncanakan jam 8, mundur jam set 9 karena suatu hal.

Dan hari ini pun dimulai.. lebih tepatnya petualanganku baru saja dimulai

Hari ini tidak seperti biasanya, aku tidak duduk dibarisan belakang bersama teman2 lainnya.

Iya, aku di depan, tepat di samping Kepala Sekolah, disitu, di lihat semua orang, dan apa yang ku katakan nanti akan didengar dan menentukan nasib semua orang di ruangan itu satu tahun ke depan. Ngga cuma diruangan itu si, hhe karena  banyak yang ijin sakit.



Sekarang, mulai detik itu aku resmi menjadi waka kurikulum.  secara jabatan, aku orang nomor dua di sekolah, dibawah langsung Kepala Sekolah

Terdengar keren ?

Mungkin iya, bagi yang melihat memang keren. Jadi wakakur di usia semuda itu, bukan karena tidak ada orang lain, yang berpengalaman lebih banyak, yang lebih senior sangat banyak, tapi karena Kepala Sekolah yang memilih dan meminta langsung. Keren kan ? wkwk

Coba Tanya perasaanku  hehe

Yang aku rasakan adalah sedih. Wkwk rebahanku akan berkurang drastis wkwk bercanda, tapi serius aku bilang begitu. Mungkin beban itu berat sekali. Hari ini, aku menentukan tugas utama dan tambahan semua warga sekolah untuk satu tahun pelajaran besok.  Apa yang akan mereka kerjakan, mapel apa yang mereka ajarkan, jadi Pembina ekstra, OSIS, pramuka, jadi wali kelas, jadi staff apa, pembagian kerja TU, dll.


Semua itu ku coba untuk membuat seadilnya, agar PNS yang punya jabatan, jamnya di kurangi, mengingat beban mereka. Agar sesama GTT (guru tidak tetap) memiliki porsi mengajar yang relatif sama, tidak saling iri. Pun dengan jabatan tambahan seperti pembina2 ekstra atau wali kelas.  Agar staff TU punya beban yang sama dalam menangani Tata Usaha, baik sekolah, siswa, rumah tangga, asset, dll. Agar petugas kebersihan tau ruangan mana saja yang akan mereka bersihkan dan tidak saling lempar tanggung jawab membersihkan ruangan yang mana dan lain sebagainya. Sedih sekali membaca wa seseorang yang bilang,  intinya “aku diganti karena aku ngga bagus ya di posisi itu”, meski bukan ditujukan langsung padaku, tapi aku tau dan saat itu aku merasa, wah beban ini berat sekali. Apa aku sanggup mengatasi hal2 begitu ya, wkwk

Malam ini aku lembur untuk membuat jadwal pelajaran untuk digunakan guru dan siswa untuk satu tahun ke depan. Rasanya pikiranku lelah sekali. Mungkin tenagaku sudah terkuras habis, padahal ini baru mulai, baru selangkah. Saat membuat tugas dan jadwal ini, tanganku tremor, entah karena deg2an, atau sedih, rasanya bergejolak, gemetar, dingin dan mual. Mungkin malam ini tidak akan selesai, wkwk masih ada yang tabrakan, ternyata sulit juga, mapelnya g tabrakan, gurunya yang tabrakan, karena satu guru ada yang mengajar dua mapel, bahkan karena keadaan, ada yang tiga. Wkwk belum lagi sudah ada yang request, aku jangan hari pertama ya, mapel jurusan di hari yang sama ya, wkwk sedih

Tapi besok juga, ada rapat lagi untuk persiapan MPLS (jaman dulu namanya MOS). Sejujurnya aku agak kaget ketika Kepala Sekolah meminta untuk berkoordinasi dengan waka kesiswaan untuk membuat Tim MPLS, ku pikir saat rapat manajemen senin kemarin, aku hanya terima beres, maksudnya tahun lalu memang aku yang mengonsep acaranya. Jadi ku pikir yang sekarang aku hanya, “ini loh tahun lalu, berkas2 dokumen, video, presensi dll ku serahkan ya”, lalu aku hanya menunggu nanti kurikulum dapat materi apa, lalu ku siapkan bagian itu saja. Ternyata tidak semudah itu bosku… wkwk ternyata aku harus terlibat langsung, hhe tapi baiklah. Harus ku lakukan. Wkwk fyuhhhhhhh

 Hufttttt, Hmm,

Apakah aku bisa ?

Tidak ada pilihan lain hehe benar2 tidak ada,

Aku harus memilih aku harus bisa dan aku harus belajar untuk bisa bagaimanapun caranya.

Apakah aku kuat ?

Aku tidak tau, tapi aku harus dan wajib kuat, keputusanku hari ini, dan nanti2 akan menjadi patokan kegiatan sekolah. Memang masih ada kepala sekolah, yang bertanggung jawab sepenuhnya, tapi secara teknis, aku lah yang harus bertanggung jawab memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar.

Tertekan ?

Wkwk jangan ditanya lagi, jika apa yang kulakukan, kuputuskan, hanya berakibat pada diriku sendiri, mungkin aku tidak p2, mungkin sedih, tapi mungkin tidak terbebani. Kalau sekarang, wkwk aku tidak tau sekarang aku salah atau benar, itu saja sudah membuatku merasa deg2an, khawatir ada yang tidak berkenan dengan tugas mengajarnya, atau tugas tambahan sebagai Pembina ekstra dll. Wkwk sangat terbebani.

Aku mungkin tidak ingin dimaklumi, seperti jika aku membuat kesalahan kemudian ada yang bilang, maklum masih muda, atau masih belum berpengalaman, dan yang semacam itu. Mungkin aku tidak ingin beralasan begitu, y itu memang faktanya, tapi itu bukan alasan untuk membela diri. Jika aku salah y salahkan aja, nasihati aku secara personal, terus baiknya gimana, atau jika mau menyalahkan saja juga tidak p2 si, karena solusi itu memang urusanku jika terjadi kesalahan.

Hmm,

Dunia kerja kadang kejam sekali, wkwk tidak bisa melakukan semaunya, tidak bisa melarikan diri. Jika sudah ditugaskan sesuatu ya harus dan wajib siap apapun keadaannya. Y memang kalau mendapat pekerjaan juga disertai mendapat konsekuensinya. Wkwk fyuhhhh

Hehe mungkin itu aja yang ingin ku ceritakan hari ini, karena dia mungkin lagi tidak dalam keadaan baik, jadi aku aku bercerita padamu saja. Semoga nanti2 dia bisa lebih baik setelah ujiannya selesai. Tapi kalau tidak mungkin tidak p2, hhe soal itu, mungkin akan ku ceritakan besok.

Semoga aku kuat, bisa segera terbiasa dengan tekanan besar ini. Semoga bisa berjalan dengan baik, dan meski tidak sempurna, semoga setidaknya berjalan lancar.

Hmm, semangat2 aku, aku pasti bisa, yang kuat ya, aku

 

Kendal, 07 Juli 2021