Minggu, 26 Juli 2020

gemes




hmm,
foto itu sungguh menggemaskan sekali
y ampun, pengin nyubit hhe
hhe itu tidak sengaja saat semacam meeting gitu lewat aplikasi
lalu videonya macet dan kebetulan macet dibagian itu salah satunya
wkwk ku ss deh
kenapa ya, hehe suka foto ss itu
lbh suka orang nya si wkwk
ada2 saja deh,
sepertinya hubungan ini membaik, maksudnya menuju lebih baik
mungkin kita bisa saling melengkapi
benar si, tdk ada manusia yg sempurna
berarti pasangan yg sempurna jg mungkin tidak ada
tp pasangan yg terbaik mungkin bisa aku dn dia usahakan
semoga kita bisa
hhe
jika memang jodoh semoga dilancarkan
jika tidak semoga hilang rasa suka dan sayangnya padaku,
sampe ketemu hhe

Kendal, 26 Juli 2020

Selasa, 21 Juli 2020

Hinata (9) : ketidakcocokan


Hmm,
Hai,
Hampir jam dua pagi, dan aku belum tidur,
Aku kepikiran banyak hal,
Hari ini aku dan dia salah paham,
Lebih tepatnya hari kemarin.
Padahal itu kesempatan langka, untuk bisa vc, hehe sayang sekali,
Sejujurnya aku kaget, ketika dia bilang ya sudah tidak jd jg gpp, padahal itu belum melewati waktu janjian kita, tapi dia sudah memutuskan tidak jadi, ternyata salah paham, dan itu salahku,
Haruse aku tunggu sampai batas waktunya, seperti biasanya. Iya, mungkin aku ingin mengingatkan dia, agar tidak lupa dan meninggalkanku lagi, tapi aku salah menggunakan kata2, setelah dijelaskan dan luruskan, moodnya tidak bisa kembali,
Dan ketika aku tidak tau apa yang harus dilakukan, dia hanya ngirim gambar kucing dan tembok yang aku tidak tau apa maksudnya, disitu aku bingung, sayang sekali. Apakah aku just do it harus vc, nelfon ? atau just do nothing ? diam saja, aku tidak tau, lalu dia cerita tentang dia dan teman2nya, maaf aku memang tidak tau, dan malah nambah masalah saja.
Mungkin besok lagi, aku akan menunggunya saja, jika dia ingin telfon atau vc, dan biar dia yang menentukan kapan waktunya, agar aku yang mengikuti, sepertinya aku lebih selo, mungkin.
Atau aku lebih memprioritaskan dia, hehe aku juga tidak tau, sebenarnya aku baginya seprioritas apa. Apakah aku lebih penting dari kegiatan lain ? atau menyelesaikan kegiatan lain dulu baru denganku, kayane kalau kegiatan kuliah, keluarga, aku tidak masalah, pun jika tidak ada janji denganku, hehe entahlah, mungkin aku berlebihan. Mungkin perasaanku saja.
Iya, aku cukup kaget, karena dengan rasa sukanya padaku, aku seperti masih belum jadi prioritas baginya, kaya masih ada banyak kegiatan lain yang bisa mengalihkan dia dariku. Padahal waktu itu kita sedang wa nan misalnya, atau mau telfon, atau ada janjian. Entahlah, sepertinya aku merasa mungkin aku tidak se spesial itu baginya. sepertinya beberapa kali dia menunda pas mau telfon, kayane ada yang tidak jadi juga. Sementara ini mungkin tidak p2, tapi apakah aku akan terus jadi biasa saja ? hehe dinomorduakan ? hehe 
Hal yang membuat dia cemburu ku hindari, cerita tentang cewek yang mendekat, dll, aku tidak menceritakannya lagi, atau jika ada yang aneh, akan ku konsultasikan dengan dia.
cerita masa lalu juga ku buka kembali, luka2 lama itu juga ku ceritakan kembali, untuk membuatnya tau masa laluku dengan orang lain saat tidak bersamanya, aku ingin dia tidak apa2 lagi dengan masa laluku, tidak sedih lagi, tidak menceritakan aku dan orang lain itu dg menyakitkan lagi, aku juga ingin dia memeluk masa laluku, hehe atau jika memang tidak bisa, tidak p2, tapi jangan ungkit lagi. Karena itu sakit sekali.
Kadang aku bertanya2 juga, padahal dia tau aku tidak suka dia ngetwit tentang boyband, atau wajah cowok atau yang sejenis itu, tapi kenapa masih saja, apa  aku tidak sesensitif dia ?, iya mungkin,  apa dia tidak berpikir bahwa aku mungkin cemburu ? kadang aku sedih, kaya dia mencari celah untuk ngetwit itu, mencari celah yang mungkin aku tidak cemburu, kenapa harus mencari celah ? padahal sudah tau aku tidak suka. Bukankah jika aku adalah prioritas dia memilih menghindarinya ?
Aku ingin bisa memeluk masa lalunya jg, bisa menerima kalau dulu dia bucin dengan boyband dll, iya, tidak p2, aku tidak ingin mengungkitnya, masa lalunya akan ku terima dan peluk dengan lembut, dan tidak perlu diceritakan padaku, tidak p2, hehe aku cukup tau, dan karena itu di masa lalu, tidak p2, sudah berlalu dan biarkan jadi masa lalu.
tapi mungkin masih ada sisa2 yang terbawa dan masih dia ceritakan di masa ini, meski cerita itu tentang masa lalu, tentang dia sangat mengenal tokoh boyband, dia dulu gmna, lalu bagaimana, tentang dia yang sebel pas ke karaoke dan namanya tidak sesuai, dia ingin menyanyikan lagu band yang dia suka, dan dia sebel karena namanya salah, dia sebel kenapa ya ?, iya, menurutku karena dia ngefans, dan saat yang dia kagumi tidak sesuai namanya, dia jadi sebel.  Mungkin begitu.. itu juga cerita masa lalu, hehe tapi karena dia ceritakan di masa kini, aku jadi cemburu. Rasanya begitu.. entahlah, sepertinya aku semakin tidak suka, kenapa ya, mungkin karena beberapa kali dia teralihkan dariku karena melihat itu,
Entahlah, dia lebih tau yang dia rasakan
Berlebihan  ya? mungkin iya,
Aku tidak membuka twiter sejak itu sampai kemarin, karena bertanya2 dia kenapa, tidak seperti biasanya, aku jadi khawatir, jadi semua sosmednya  yang aku tau dan dia sering pake, ku hubungi. Berarti baru seminggu aku tidak buka twiter. Setelah dia membalas, aku tidak buka lagi, apakah twitku di balas atau tidak, aku tidak tau.
Entah sampai kapan aku juga tidak tau, sampai dia ngabari udah tidak korea2nan atau jejepangan lagi ? mungkin aja hehe mungkin yang aku tidak suka adalah dia ngefans boyband, sepertinya, nonton, dengerin lagu, tidak masalah, pun jika dulu dia ngefans, tidak perlu diceritakan lagi, kalau sekarang ngefans, apalagi bucin boyband, mungkin tidak akan pernah cocok denganku sebagai pasangan.
Atau aku akan membuka twiter sampai aku tidak cemburu pasanganku cerita tentang itu, 
atau sampai dia bilang, kita g bisa lanjut lagi.
Jangan2 doa yang kedua mulai terkabul, hmm aku juga tidak tau, aku takut itu terjadi, tapi memaksakan ketidakcocokan sepertinya lebih menyakitkan lagi.
Aku tidak tau si, apakah dia menyukaiku karena merasa cocok, atau sementara ini hanya aku yang didekatnya. Semoga karena dia merasa cocok, karena jika tidak, kapan saja dia akan pergi, lebih buruknya kita tidak bisa saling membahagiakan.
Hmm,
Aku masih menyukai dia, bahkan dengan banyak masalah yang kita lalui, kita masih bertahan, dan masalah2 itu belum selesai, semoga kita masih bisa bertahan dan saling mencocokan diri,
Maafkan aku yang egois, dan tidak jadi pasangan yang baik buatmu, aku ingin menjadi lebih baik, dan belajar dari kesalahan2 yang membuatmu sedih, 
akn ku usahakan sebisa yang dapat kulakukan,

Kendal, 21 Juli 2020

Senin, 20 Juli 2020

Iri




Hmm,
Aku dulu cukup sering iri dengan orang lain,
Terutama dengan keinginan saat kecil,
Saat SD aku selalu ranking 1, hebat si, tapi aku tidak pernah mendapat hadiah dari orang tuaku, hehe
Ulang tahunku juga tidak pernah dirayakan, wkwk kekanakan sekali, kadang aku merasa, bukankah aku sudah melakukan sesuatu yang bagus ?
Aku pernah ingin main, mancing lebih tepatnya, bersama dengan teman2 SDku, masa itu mancing, main di kali biasa aja, aku sudah mempersiapkan alat pancing, dan lain2, saat minta ijin, tidak ku duga sama sekali, tidak boleh, hehe sedih, aku menangis waktu itu, lalu sembunyi di belakang rumah, kekanakan sekali, apa orang tuaku tau tempat sembunyiku dulu ya, hehe mungkin tau, tapi aku dibiarkan agar tidak meledak, biar dingin dulu. Pun di hari2 berikutnya, aku tidak pernah diijinkan mancing. Hanya sekali sampai umur segini, dan itu karena bersama lilik.
oh saat SD aku tidak punya uang saku, karena bapak jualan, aku, masku, dan adiku bergantian menjaga warung saat istirahat menggantikan bapak yang bekerja. Jadi kalau jajan tinggal ambil. Aku pernah ingat kejadian lucu, hehe aku ingin cilok, hehe
aku kelas berapa ya, kelas 2 kayane, ada bakul cilok, aku ingin beli, terus karena aku tidak punya uang jajan, aku minta ke bapak, hehe nggak boleh, hehe entah kenapa, aku tidak tau, aku ngambek, waktu itu pulang sekolah, biasanya aku dan masku yang mberesin jajannya. Sampai selesai mberesin jajan aku tidak mau pulang, hehe entahlah, kayane aku jadine dibelikan cilok. Padahal kan aku nungguin warung, yang nerima uang kan aku pas aku yang jaga, kenapa tidak ngambil aja, sedikit mana tau bapak, hehe pantang bagiku ngambil begitu, meski itu milik ortuku sendiri. Masku dan adiku juga begitu.
Saat lulus SD, guru SDku pernah menawariku untuk lanjut di pesantren saja di daerah Kebumen, tepatnya aku agak lupa, karena aku cukup pintar, katane bisa dapat beasiswa, jadi gratis, mondok sekaligus sekolah, sekolahnya juga bagus. Saat bilang ke ortuku, ternyata tidak boleh, yang dekat saja. Aku menurut, kayane aku tidak pernah membangkang kalau urusan sekolah.
Di SMP prestasiku cukup bagus. Saat SMP uang sakuku  20k sebulan, cukup banyak dibanding SD yang ga punya uang saku, hehe aku memang jarang jajan, hehe lebih tepatnya males ke kantin, mending istirahat di kelas, kadang aku ke perpus, iya ya, kenapa aku jarang jajan ? hhe lupa. Di SMP aku sangat ingin punya sepeda. Dulu masku beli sepeda karena sunat, hehe masku sunatnya dibuat resepsi, jadi  kadonya lumayan banyak hehe sedangkan aku syukuran aja, kenduren, hehe jadi tidak cukup untuk membeli sepeda, sepertinya dulu buat nambah beli HP masku deh uang pemberian orang2 pas aku sunat,  ya begitu,
kenapa aku ingin beli sepeda ? Karena  teman2ku punya, hehe dan kadang ada sepeda santai di sekolah, jadi aku hanya bisa mbonceng, atau minjem aja, hehe kekanakan sekali, tp pas itu memang masih anak2, pernah pinjem sepeda, ku pakai, terus rantainya putus, wkwk aku takut banget waktu itu, hehe karena yang pertama itu bukan sepedaku, yang kedua jangan2 uangku ga cukup buat mbenerin rantai, hehe untungnya bengkel sepeda waktu itu tidak jauh, dan bisa selesai cepet, aku jadi bisa segera ke sekolah, dan untung saja aku bawa uang, dan tidak kurang. Lalu aku minta maaf ke yang punya sepeda, katanya tidak apa2, karena sudah dibenerin , lalu aku tidak pernah pinjam ke dia lagi hehe tidak enak, takut knp2, hehe sampai akhir SMP ternyata tidak kesampaian, hehe pernah dikasih, hehe apa dipinjemi ? apa dijual lagi ? hehe g tau, kayane baru ku pakai sebentar, eh sudah hilang hehe mungkin punya orang.
Saat kelas 3, aku dikasih tetanggaku HP nokia 6030, hehe hp pertama. Jadi aku punya HP sendiri, tidak barengan lagi dengan masku.
Lulus SMP, aku ingin melanjutkan ke SMA yang bagus, hehe Sago, karena dia ke Sago, dan tetanggaku juga ada yang SMA nya di Sago, hehe aku lupa kalau tetanggaku itu orang berpunya wkwk tentu saja keinginanku di tolak, lalu aku juga memberikan opsi ke STM (SMKN 1) Sago, biar bisa langsung kerja, kata bapak, kalau kamu pinter mungkin akan dikontrak, tapi itu paling 2 tahun, habis itu bingung lagi, mending SMA aja, hmm, baiklah akhirnya aku sekolah di SMA yang dekat,
Saat SMA sepertinya aku cukup berprestasi, akademik bagus, non akademik juga bagus, pernah gratis SPP karena pencak silat juga, hehe enak si mukulin orang hehe uang sakuku di SMA 50k sebulan, lumayan, naik 150% dari SMP, kadang ibuku yang tanya si, kayane ke mas dan adiku juga, tapi tidak seforum, kurang apa ngga segitu ? ku jawab ngga. Kadang dikasih lebih sama ibuku kalau ada kegiatan pramuka, nginep, atau pas lomba2 hehe, kelas 1 aku boncengan dengan lilik ke sekolah, kelas 2, karena motornya cuma satu, adiku dan liliku yang pake motor, aku sering nebeng ke adik kelasku, aneh si ya, hehe padahal adik kelasku itu temannya adiku sekelas pas SD, malah aku yang nebeng, hehe y tapi begitu, aku yang sering nebeng pas berangkat, aku yang mboncengin, dia kan cewek hhe sekarang udah punya anak. Lalu pulangnya, suka2, hehe kadang nebeng orang yang sama, kadang nebeng temen lain sampe SMP, kadang jalan sampe rumah, kadang minta dijemput, hehe kadang dianterin, hehe kayane aku jadi sadar kalau ternyata dulu kalau sekolah di Sago tu akan tidak hemat biaya, hehe PP aja pasti mahal tiap hari, di Saro aku bisa nebeng banyak orang hehe atau kepepetnya bisa jalan.
Saat SD dulu, aku lihat brosur HP, hhe aku suka teknologi. Di SMA uang sakuku sering ku tabung untuk membeli HP, hehe uang lebaran lebih tepatnya plus uang saku, hehe aku pernah beli nokia 2626, nokia E63 terus yang paling bagus E71, kayane masih ada satu lagi sebelum e63, tapi lupa,  tentu saja semuanya Second hehe beli baru mana bisa. HP E71 bahkan masih ku pake sampai tahun 2016, dan akhirnya hilang di Thailand hehe sayang sekali. Di SMA aku iri dengan teman2ku yang mudah sekali meminta sesuatu hehe raket, HP, motor, wkwk aku pernah main ke rumah teman, waktu itu kami akan ke warnet ngerjain tugas, dia dengan santainya bilang ke ibunya, bu minta uang untuk ngerjain tugas ke warnet, oi2, itu bagiku mengagetkan sekali. Kaya gampang sekali ya, wkwk mungkin tidak salah si, hehe aku hanya kaget. Karena jatahku sepertinya tidak pernah kurang, atau lebih tepatnya aku tidak pernah minta, bahkan jika belum dikasih jatah bulanan itu, aku tidak berani minta, jangan2 sedang tidak ada uang, hehe jadi aku diam saja menunggu dikasih. Pernah suatu ketika dikasih uang, ini untuk bayar SPP dlu ya, sangumu besok lagi. Aku sedih hehe bukan karena tidak dikasih sangu, tapi jangan2 ibuku lagi tidak punya uang.
Meski bisa dibilang keluargaku tidak kaya, tapi uang sekolah tidak pernah terlambat, entah kenapa orang tuaku sangat memperhatikan pendidikan anaknya, apa karena masku, aku, dan adiku cukup berprestasi ? entahlah, aku tidak tau. Tapi pendidikan kami bertiga selalu menjadi prioritas orang tuaku. Entah bagaimana caranya kami bertiga sebisa mungkin fokus belajar dengan tenang.
Saat memutuskan menjadi guru, aku tidak iri lagi dengan teman2 yang lain, yang memilih jurusan lebih tinggi, mungkin, menurutku. Mungkin ada perbedaan pendapat dengan ortuku, dan itu wajar, tapi, aku tidak membandingkan lagi keadaanku dengan teman yang lain.
Sepertinya aku tidak lagi iri saat aku kuliah, aku sudah tidak peduli lagi dengan orang2, maksudku entah dia kaya, punya mobil mewah, berpakaian modis, hp bagus, makan enak, update barang, nonton film terbaru hehe aku sudah tidak peduli lagi.
Yang ku terima sudah cukup banyak, aku ingin melakukan yang ingin ku lakukan, selama wajar, tidak update tidak p2, tidak kekinian juga tidak p2, hehe aku ingin yang nyaman buatku, yang penting selaras dengan keinginan orang tuaku. Aku tidak peduli hal lain lagi.
Hmm,
Sayangnya, entah kenapa aku sedih sekali, hehe saat perjuangan ortuku hampir berbuah manis, masku tinggal setahun lagi wisuda, aku baru exchange loh, keren kan, 2 tahun lagi, aku wisuda harusnya, adiku 3 – 4 tahun lagi, hehe iya, kita bertiga sedang kuliah, dan itu tinggal sebentar lagi setelah lama berjuang membesarkan dan menyekolahkan kami, hehe ya takdir memang tidak tau hehe
Entahlah, aku iri atau tidak, tapi aku sedih sekali melihat foto wisudaku tanpa bapak, hehe
Hmm,
ya begitulah, hehe
Aku kehilangan sebagian motivasi untuk mencapai sesuatu lagi,
rasanya, untuk apalagi ? hehe begitu
semoga aku tidak iri lagi dengan orang2, dan tidak membandingkan diriku dan kehidupanku lagi dengan orang2.

Kendal, 20 Juli 2020

Minggu, 19 Juli 2020

Kembali ke masa lalu


Hmm,

Beberapa waktu lalu, ada suatu percakapan tentang kembali ke masa lalu,
Dia bilang akan lebih banyak menghabiskan waktu dgku, dekat2, melihat lebih dekat, lebih lama, dan ngobrol banyak hal dgku.
Aku jadi berpikir, kalau aku kembali ke masa lalu, apa yang akan ku lakukan ?
Sepertinya aku memilih menjadi lebih biasa, atau lebih tepatnya, aku tidak ingin jadi orang spesial bagi siapapun. Termasuk dia ?
Iya, sepertinya untuk semua orang.
Aku akan membatasi diri. Aku tidak akan membuat orang lain menganggapku orang yang pantas disukai sebagai pasangan, sepertinya aku akan tetap berprestasi, karena aku bisa membahagiakan ortuku, tapi untuk membuat hubungan dengan orang lain, mungkin aku memilih tidak perlu.
Ku pikir dulu aku ingin membuat banyak kenangan yang banyak dengan banyak orang juga, tapi mungkin sekarang, aku hanya ingin membuat kenangan yang baik, sedikit juga tidak p2, dengan sedikit orang jg tidak p2.
Ada temanku yang mungkin aku berpikir menjadi dia di masa lalu sepertinya menyenangkan, maksudku lebih tentram, dia pinter, dia teman yang baik, tapi bisa dibilang dia tidak terlalu terkenal, aku juga tidak tahu kehidupannya, dia seperti tidak pernah terlihat dekat dg siapapun, atau punya konflik dengan teman yang lain,
Tapi itu dari sudut pandangku, hehe dari sudut pandangnya, di tahun 2016 atau 2017 dia juga pernah bilang padaku, kalau bisa, dia ingin menjadi sepertiku, bersaing denganku, membuat banyak kenangan, dan melakukan banyak hal dulu,
Aneh sekali, kita memang suka melihat betapa orang lain bisa bahagia dengan diri mereka, padahal letak kebahagiaan ada pada diri kita sendiri, bukan menjadi orang lain, lagian sepertinya masa lalu enak dikenang karena tidak sempurna, banyak kesalahan dan ingin diperbaiki.
Apa aku menyesal dengan aku yang dulu ?
Awalnya, mungkin iya
Tapi semakin ke sini, semakin aku bisa menerimanya, itu masa laluku, aku ingin memeluknya dengan lembut, menerima kalau aku dulu pernah salah dan belajar dari itu semua,
Aku kini juga berpasangan dengan seseorang dari masa lalu,
Tentu saja masa laluku kembali di buka, aku sudah tau ini dari awal saat memutuskan ingin mendekatinya lagi.
Semoga sudah selesai, dan masa laluku juga bisa dia peluk dengan lembut, karena masa laluku adalah bagian dariku yang tidak terpisahkan. Jikapun harus dibuka lagi, semoga tidak sakit lagi untuk membahasnya.
Masa kini juga akan menjadi masa lalu besok, dan semuanya saat ini juga suatu saat akan dikenang, maka dari itu, aku ingin berusaha membuat masa kini tidak ada lagi penyesalan. Atau setidaknya aku sudah mengusahakan semampu yang aku bisa lakukan.
Apa aku ingin kembali ke masa lalu ?
Mungkin tidak perlu, karena belum tentu bisa berubah lebih baik, dan hal menyakitkan juga akan tetap terjadi dalam hidup.

Kendal, 19 Juli 2020
Selamat ulang tahun Pak,