Hmm,
Kalau kau melihatku, aku orang yang seperti apa
?
Pendiam ?
Murah senyum ?
Ramah ?
Baik ?
Supel ?
Ada temanku, yang bilang kalau aku itu selalu
bahagia, panggilannya padaku adalah beni selalu bahagia, mungkin benar juga,
aku memang tampak begitu…
Tapi semua manusia pasti tidak bisa selalu bahagia,
eh mungkin bisa, pas di surga
Ada temanku yang bilang kalau aku datar, tidak
jelas apa yang ku pikirkan, tidak terlihat apa yang ku rasakan, padahal aku
tidak selalu baik – baik saja
Ada temanku juga yang bilang aku enak jadi
tempat cerita, padahal ku pikir aku malah diam saja, tidak menanggapi dengan
banyak hal, apalagi kalau ceritanya langsung, sepertinya aku akan diam terus,
bukan aku tidak mau menanggapi, memberi saran yang baik, tapi aku kebingungan,
gimana harusnya, jadi aku hanya diam.
Kadang aku penasaran, kenapa orang bisa seterbuka
itu pada seseorang misal aku, meski aku mereka bilang teman “baik”. Kadang yang
diceritakan pribadi sekali, keluarganya, orang yang mereka sukai, rencana2
hidup, dan banyak hal lain. Bukan berarti aku membandingkan mereka dgku, aku
juga tidak akan bilang2 ke yang lain, kecuali saat2 khusus, misal A sedang terpuruk, B teman
baiknya, aku tau dimana A, ketika B bertanya dia dimana, akan ku jawab. Tapi apa
ya, aku sebaik apapun kan orang lain, bukan saudaranya, bukan keluarganya,
kenapa percaya padaku.
Ternyata aku yang berbeda, aku meski terlihat
supel, aku menutup diri. Mungkin aku yang cenderung tidak suka bercerita,
apalagi hal – hal pribadi ke orang lain. Mungkin orang lain tidak pernah tau
apa yang ku rasakan, atau sebenarnya aku tidak ingin apa yang ku rasakan di ketahui
orang lain, iya mungkin benar juga,
Dulu aku punya tempat cerita, satu orang yang
ku percaya lebih dari orang lain, mungkin padanya aku pernah lebih terbuka, sayangnya
dia “ingkar janji”, padahal bukan salahnya, aku saja yang tidak peka, bodoh
sekali. Semenjak itu aku menutup diri. Bukan tidak berinteraksi, tapi apa yang ku rasakan, ku pikirkan, orang lain tidak
perlu tau, untuk apa hehe maka pelampiasanku biasanya bermalas2an, tidur,
jalan2, merenung, melihat bintang2, melihat pohon2, atau apapun yang ingin ku
lakukan saat itu.
Sampai aku lupa caranya bercerita, saat aku
bercerita biasanya akan berhenti dengan cepat, tidak ada yang menarik dari
ceritaku, atau aku tidak bisa menceritakannya dengan menarik, sepertinya aku
sangat membosankan. Jika tidak ditanya lebih lanjut, maka selesai begitu saja. Padahal
mungkin ada hal2 yang masih bisa diceritakan, kadang teringat nanti2, tapi udah
lewat, hehe tidak penting lagi, momennya udah lewat. Kadang aku kasihan dengan
diriku sendiri, membosankan sekali hidupku,
Sekarang aku ingin bersandar pada seseorang,
aku ingin berkeluh kesah tentang hari2ku, tentang hidupku yang membosankan, dan
bagaimana dia sangat berwarna di mataku, mungkin aku perlahan sedikit terbuka,
saat sedih kadang aku cerita, saat dia cerita kadang aku jd ikut cerita, meski
mungkin jika tidak ditanya seringnya aku tidak cerita bagaimana hariku ku
lewati, mungkin tidak p2, aku hanya ingin bersandar, melepas lelah
dan merasakan kenyamanan saat ada dia untukku.
Aku tidak ingin peduli dengan apa yang orang katakan
tentang hubunganku, maksudnya jika ada yang bilang mending aku tidak dg dia,
karena dia jauh, karena blablaba, mungkin tidak ku pikirkan, karena yang ku
rasakan dia masih cocok untukku, yang ku
pedulikan dia, perasaannya, perhatiannya, semua tentang dia, jika bukan jodoh,
ku harap bukan dari orang lain, tapi memang tidak cocok, bukan dari omongan
orang lain, bukan dari orang ketiga, jika jodoh juga sama, karena kita cocok,
bukan karena dorongan orang lain, bukan karena terpaksa.
Hmm,
Kamu orang yang ingin ku jadikan tempat
bersandar, jadi percaya dan fokuslah padaku, pada perasaanku, pada perhatianku,
dan segalanya tentangku dariku, bukan dari yang orang katakan, bukan yang orang
lain pikirkan, biarkan aku saja yang mengganggu pikiranmu hehe
Sampe ketemu hehe
Kendal, 28 September 2020