Minggu, 30 Juni 2019

Hmm, (3)

Hmm,
Tiba2 rasa sedih menyeruak,
Aku juga tidak tahu kenapa,
Aku sedang membaca novel si,
Tp ini novel horor (lebih ke horor psikopat), tapi tiba2 aku sedih, aneh ya,
Iya, aku memang agak aneh,
Dari dulu juga begitu,
Sebenarnya saat aku sedang memikirkan sesuatu,
Lalu aku teringat hal yg lucu, jd kadang tiba2 aku tertawa sendiri,
Kalau memikirkan hal sedih, tiba2 aku sedih sendiri,
Kadang temanku kaget, ketika aku tiba2 tertawa, padahal tidak ada angin, kadang kaget pas aku tiba2 murung, padahal tak ada hujan,
Kadang aku sedih sendiri
Kadang aku senang sendiri
Mungkin aku kadang lupa batas pikiran dan dunia nyata
Aku tidak tahu,
Kali ini tiba2 aku sedih, padahal aku sdg tidak berpikir hal sedih,
Entahlah
Apakah aku kangen rumah yg barusan ku lewati ?
Entahlah, aku jg tidak tahu,
Mungkin iya,
Hanya alasan itu yg td sempat ku pikirkan,
Hmm,
Absurd sekali
Entahlah,
Mungkin aku sedang bingung,
Terlalu banyak hal bertumpuk di kepalaku
Ingin dikeluarkan,
Ingin di selesaikan
Entahlah,
Kadang aku ingin mengerti,
Sebenarnya yg kuinginkan itu apa ?
Yang ku bingungkan apa ?
Yg membahagiakanku apa ?
Yg ku cari itu apa ?
Entahlah,
Aku masih sedih, dan aku masih tidak tahu, alasan kenapa aku sedih,
Entahlah,

PWT, 30 Juni 2019

Jumat, 28 Juni 2019

Tugas

Hmm,
Hari ini aku ke jogja,
Naik kereta, hehe seperti biasa, males bawa motor
Kesempatan ini, aku bertemu sama anggota brimob,
Wih keren
Tapi malah dia yg bilang aku keren, hehe
Kayanya jadi guru fisika itu keren sekali ya  hehe jadi agak bangga saya hehe
Setiap ada yg tanya, kerja apa ? Ku jawab guru, lalu biasanya akan dilanjut, guru apa ? Guru fisika, pasti responnya gitu, wah hebat mas, wah bagus, wah pintar pasti masnya dll
Padahal mereka jg hebat2, y mngkin memang rumput tetangga lebih hijau, hehe
Sama jg dg yg td ku temui
Hehe aku tidak tahu namanya
Kita seangkatan, kelahiran 95
Asli orang bengkulu
Nah yang menarik dari pekerjaanya adalah tugasnya,
Dulu, dulu sekali saat si hinata mulai sering menulis itu, ada tulisan tentang jodoh, kalau tidak salah judulnya (bukan) jodoh (maaf kalau salah hin hhe)
Kalau tidak salah dlm kisahnya, yg cowok adalah tentara,
Dan ku pikir hari ini aku tahu jawaban kongkrit kenapa orang tua si cewe tidak setuju, wkwk yups, tugas negara
Dari cerita yang ku dapat tadi, dia sudah 4x pindah tugas, padahal ini baru sekitar 4 tahun ditugaskan
Yg pertama di aceh, lalu dua kali di papua, ngeri euy, langsung bersentuhan sama gerakan sparatis, lalu terakhir ini di solo, pengamanan pemilu, tgl 30 besok katane mau balik bengkulu
Selama 4 tahun jadi tentara, dia tidak pernah lebaran bareng orang tua, wih, ku pikir kasihan sekali, lebaran kemarin2 bukannya seneng2, malah tugas, di luar rumahnya, jauh pula, apalagi pas di papua, bisa tewas kapan saja,
Wih2, ngeri
Apalagi jika dia sudah punya istri ya,
Dan lagi, menurut cerita yg tadi tugas mereka bisa mendadak  dan kapan saja, namanya jg abdi negara, ketika dipanggil negara, harus sedia berkorban jiwa raga,
Hehe y begitulah
Setiap orang punya pilihan jalan hidup masing2,
Dan punya jalan bahagia masing2
Serta jalan sukses masing2
Kalau ingin melihatnya, boleh saja
Bisa menambah wawasan, dan rasa bersyukur
Tidak perlu di bandingkan
Tidak ada yg lebih baik
Semua tepat, pas sesuai porsi masing2
So, selamat menjalani hidup, yuhu

Yogya, 28 Juni 2019

Ditulis pakai HP, laptop tak ku bawa, biar nggak mikiri juknis acara MPLS yg blm ku apa2kan, hehe

Rabu, 26 Juni 2019

Hmm, (2)


Hmm,
Lelah, satu selesai, lalu datang lagi, lalu datang lagi dan lagi
Bahkan PPDB belum selesai, Workshop IHT berakhir, tugasku jadi koor silabus berakhir besok, mungkin, kalau selesai, kalau lancar
Lalu kemarin, bahkan ketika tugasku belum selesai, sudah ditunjuk jadi sie acara MPLS (MOS) , berdua, dan yang satu sudah ijin,  untuk kegiatan lain pas MPLS, hehe there was no body but me, spesial ? tidak, mengenaskan ? jelas.
Baiklah, jika besok IHT benar2 selesai, aku akan menggarap semampuku, setidaknya pas rapat besok jumat, aku sudah ada gambaran, 3 hari ya, baiklah aku sudah kepikiran akan bagaimana, oh agenda MPLS digabung sekalian satu panitia sama KBO (kemah Bakti Osis, menurutku malah lebih kaya PTA), hmm, nginep ya, 3 hari juga, entahlah, aku belum kepikiran, mungkin yang itu bisa nanti2.
Jumat, aku ke jogja ya,
Temenku nikah sabtu, baiklah, lumayan buat refreshing,
hmm, jogja
Mampir nggak ya, tp ngapain ?
Ku ingin beli buku,
Buku apa ya, hmm, entahlah
Minggu ku harus ke pekalongan lagi,
Senin aku jadi verivikator, apakah aku akan di gaji lebih ? wkwk entahlah, kayane nggak,
Senin juga udah janjian sama seseorang,
Ciye seseorang, hehe ada tawaran ngeles, sebenarnya ingin ku tolak dulu, aku belum mantap, dalam artian belum nyaman gitu pola hidupnya, tapi mba nya sepertinya sangat mengharapkan sampai di bela2in ke sekolah buat ketemu, baiklah, yang penting ketemu dulu, lama tidak ngeles, lumayan mungkin buat nambah uang jajan, kalau gajinya bersih kan seger juga, hehe tapi berarti waktu rebahanku berkurang, hmm entahlah, ku pikir nanti saja.
RPP ku baru jadi satu dari 14, mengenaskan sekali, nanti saja lah, tidak terlalu buru2, semoga bulan depan sudah selesai,

Hmm, aku lelah.............

Pekalongan, 26 Juni 2019


Selasa, 25 Juni 2019

Hinata (2)






Hmm,
Kita benar2 seperti bocil,
Apakah kalau kita sudah sama2 tahu, masih perlu dinyatakan ?
Yang td malam, aku membacanya sekali lagi, lalu sekali lagi,
Dan aku gagal mengasumsikan apa yang kau maksudkan,
Apakah aku tidak sepeka itu , apakah otak yang kata orang cerdas ini tak bisa menganalisisnya ? mana ku tahu juga hehe
Aku punya pertanyaan, bukan untukmu
Untukku sendiri,
Kalau nantinya kau bersama orang lain, apakah aku akan menyesal ?
Tidak, aku tidak menyesal kamu bersama orang lain,
Jika nanti kau memilihnya, berarti dia pasti lebih baik dariku
Itu sudah jelas,
Tapi, apakah aku akan menyesal jika tak pernah menyatakan perasaanku padamu ?
Ya meski kita sepertinya sudah tahu jawabannya, tapi kalau masih berada di daerah abu2 begini, hehe rasanya aneh ya
Aku suka warna abu2 si, sejak warna biru disukai banyak orang, aku jadi suka warna abu2,
Entahlah,
Dulu, seringkali aku tidak memikirkan perasaanmu,
Saat kita putus, aku sudah menyiapkan hati, tapi aku tidak memikirkan hatimu,
Dan aku tidak mau itu terulang,
Aku ingin menjaganya
Jika ku nyatakan, apakah kau akan menyukaiku dengan rasional ?
Entahlah, sepertinya menyukai seseorang tidak pernah rasional
Entahlah, aku juga tidak tahu,
Jika ku nyatakan, apakah kau akan tetap membuka hatimu pada orang lain ?
Wkwk, belum ku nyatakan saja kau payah sekali kalau sama orang yang pengin kenalan, hehe
Kalau misal ku nyatakan, aku takut kau menutup hati, hehe lucu ya, aku seperti bukan orang yang menyukaimu. Aku hanya ingin kamu mendapat yang terbaik, kalau misal ternyata ada orang yang dikenalkan padamu, dan dia lebih baik dariku, dan cocok, ku harap kau berkenan menerimanya. Mungkin aku akan patah hati, hehe tapi aku tetap akan kondangan kalau kau undang.
wah, jadi inget terakhir kita ketemu pas kondangan, tiba2 aku harus memboncengmu tanpa persiapan, biasanya aku bawa tas, karena ku pikir aku akan sendirian, aku tidak membawanya, dan rasanya canggung sekali, wkwk, dalam hati si ku ingin melihat spion, ingin melihat raut mukamu gimana dibonceng olehku, hehe tapi spion kan cermin, dua sisi, artinya kalau aku melihatmu di spion, kau juga bisa melihatku di spion, membayangkannya saja aku tidak kuat, haha bisa hilang konsentrasi. kenapa  kau tidak peluk aku saja si dari belakang ? tapi kayane aku malah kaget pake banget ya, hehe untung nggak.
Selagi aku belum siap, sepertinya memberimu harapan ketidakpastian hanya akan membuat khayalan yang belum tentu bisa di realisasikan, bukannya aku tidak yakin dg perasaanmu, bukan aku tidak yakin dengan perasaanku,
Dua tahun, banyak hal bisa terjadi kan ?
Jangan menungguku, karena aku tidak dibelakangmu, tuh aku didepan, hehe sepertinya langkahmu semakin bisa ku dengar dengan jelas, tapi belum waktunya aku berbalik kan ?
Lagi2, kau adalah salah satu  bagian spesial dalam cerita kehidupanku, ku harap kau bahagia,



Pekalongan, 25 Juni 2019






Minggu, 23 Juni 2019

Hmm,


Hmm,
Lelah juga,
Sebenarnya pembuatan berkas2 ini DLnya masih agak lama, tapi dari pada besok pusing2, lagian aku jadi panitia di dua tempat sekaligus, verivikator PPDB dan koor silabus IHT, padahal ku anak baru, baiklah2, mumpung libur ku pikir bisa mencicil menyelesaikan segala berkas2 yang fisika hari ini, ternyata tak bisa, hehe tadi siang cuma tiduran si ya,
Ku pikir akan selesai, tp ternyata baru separuh, mungkin besok akan ku coba tidak glundang glundung pas siang, hehe biar yang bahasa jawa bisa selesai sekalian, minimal bisa dicicil sebagian.
Hmm,
Mungkin karena ku belum menemukan polanya jadi terasa sulit, kalau sudah, mungkin bisa lebih efisien. Sebenarnya hidup memang begitu, selalu ada pola. Dan kalau kita tahu bagaimana jalannya, akan lebih mudah melaluinya.
Hmm,
Padahal di jadwal mulai senin besok libur, tapi apalah daya, hehe kewajiban
Hari ini temanku nikah, tapi karena tidak ada undangan padaku langsung, jadi aku merasa tidak diberatkan, hehe tanggal 29 temanku nikah lagi (orangnya beda hhe), dan kali ini meski lewat WA, dia mengundangku langsung,
hmm, di solo ya, mungkin aku akan ijin jumat siang untuk ke jogja dulu, sepertinya aku akan naik kereta  saja. Males bawa motor bolak balik, ke solonya nebeng aja lah, udah janjian.  lagian senin aku harus beralih tugas yang awalnya di verivikator menjadi operator, hmm, jadi mungkin aku akan pulang minggu dari jogja. Padahal mulai tgl 1 sepertinya di Gor UNY akan ada bookfair, lama tak beli buku,  entahlah, aku sebenarnya bisa saja tidak jadi operator, karena memang bukan tugasku, aku hanya disuruh membantu, tapi karena sudah menyanggupi dari awal rapat sebulan yang lalu, y mau gimana lagi, harus tanggung jawab bro. Dan lagi, setelah selesai semua lalu libur, ibuku akan ke jakarta sampai liburan selesai, so, aku jadi tidak punya alasan pulang ke rumah,
Apa aku harus ke jakarta ?
Hmm, males sekali,
Apa aku disini saja ?
Hmm, mau ngapain juga disini hampir dua pekan,
Atau, aku pulang ke rumah saja ?
Entahlah, belum ku putuskan, nanti saja kalau memang sudah libur,
Hmm,
Sepertinya aku kurang semangat,
hadeh, kenapa ya,
malas sekali, yare2
Hmm,
Hmm,
Hmm,


Pekalongan, 23 Juni 2019

Senin, 17 Juni 2019

Sudahi


Hmm,
Aku seharusnya berhenti,
Aku yang biasanya selalu begitu
Aku akan menunggu waktu  yang tepat, lebih tepatnya aku percaya waktu akan memberikan segala yg seharusnya kudapatkan  pada saat terbaiknya,
Dan memang selalu terjadi seperti itu kn ?
Bukan sepertiku yg sekarang,
Aku yg terburu -buru menyimpulkan,
Aku yang meluap2, dan resah
Ini menyedihkan sekali
Aku yang biasanya bisa meredam,
Mungkinkah lingkunganku tak sebaik dulu ?
Yang selalu bisa meredam gejolak2
Tidak, itu hanya alasan
Emas tetaplah emas bahkan di air berlumpur
Hmm,
Mungkin aku sedang beradaptasi
Transisi memang selalu menimbulkan gejolak,
Iya, mungkin begitu
Maafkan aku, untuk diriku sendiri
Telah membuatmu tampak sangat menyedihkan
Telah membuat malam2 istirahatmu tak nyaman
Telah membuatmu bimbang,
Maafkan,
Ku harap besok akan baikan
Hehe
Gomen
Hmm,
Ya mungkin aku harus puasa lagi,
Jarang puasa si, rasakan
Pemalas si
Padahal makan saja tidak teratur
Seharusnya puasa saja malah lebih teratur
yah, kadang ku juga pengin minum es pas siang2, hhe seger bro
yah mungkin besok setelah ppdb,
Capek juga
Pas pulang bocilnya brisik, hhe jane bagus, jd tidak tidur sore
Hmm,
Biarlah yang sudah
Hehe
Terima kasih untukku sendiri
Karena kau tidak sakit,
Nggak muntah2 lagi
Nggak tepar lagi,
Capek si, tiap pulang langsung rebahan
Mikir capek juga
Mungkin harus makan yg manis2 biar otaknya punya banyak asupan energi
Hmm,
Untuk diriku,
Sudahi saja
Kau tidak pernah kehilangan sesuatu yang memang untukmu
Tidak akan pernah
Meski kadang membuatmu sedih, terluka
Wajar kn ya, tp kau harus ingat
Itu bukan milikmu, dan kau harus mengikhlaskannya
Kau tidak diajarkan untuk memaksa,
Kau tidak diajarkan untuk melawan, menang sendiri
Tidak,
Kau diajarkan untuk berusaha
Lalu menerima
Jika usahamu belum seberapa, jangan berharap yang kau menerima yg luar biasa
Tak akan pernah begitu
Kau sedang berusaha kan ? Menyiapkan sebaik2 bekal masa depan,?
Percayalah, esok lusa kau akan mendapat sebaik2 hasil dari sebaik2 bekal,
Kapan ?
Percaya saja,
Untuk diriku, terima kasih
Hehe
Kau masih mau menarik nafas panjang, melegakan
Sudahi, sampai ketemu lagi
Diriku yang lain,

Pekalongan, 17 Juni 2019

Sabtu, 15 Juni 2019

Kau


hmm,
Ketika kau datang lagi dan lagi dipikiranku,
Aku jadi minder, hehe
Aku pengecut sekali ya,
Uuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Aku tidak bisa apa2 selain menyumpahi diri sendiri karena kepengecutanku, haha
Semakin aku pikirkan, aku semakin merasa tidak bisa apa2
Aku merasa, kau sangat jauh dan tidak tergapai
Hmm,
Aku belum siap, lalu kapan aku siap ?
Entahlah, rencanaku itu begini,
Hmm, usiaku 23, mau jalan 24,
Adiku lulus tahun ini, semoga hehe jangan malas adiku, ganbatte kudasai
Lalu dia akan bekerja, jadi mungkin sampai dia mapan akan butuh waktu setahun. lalu kemungkinan ada pembukaan CPNS tahun ini, aku berharap mamasku ikut, dan semoga adikku juga bisa ikut, dan semoga berhasil, CPNS bukan tujuan akhir si, tapi kami guru gaes, mungkin CPNS adalah pilihan paling rasional agar hidup mapan sebagai guru, jika tidak CPNS maka jadi guru di sekolah favorit, atau bimbel yang bonafit, dan itu hanya ada di kota besar, tidak semua punya kesempatan. Y semoga itu terjadi, dan jika itu terjadi, maka mamasku akan jadi CPNS di bulan april tahun depan (jika TL nya sama kaya tahun lalu, dan masku daftar di jateng). Kalau diterima, berarti kemungkinan mereka sudah nabung dari januari (karena pengumuman biasanya di januari), btw gaji masku udah gede si sebenarnya, mungkin di bimble dan privat masku bisa mengantongi 6 jtan lebih (kotor), tapi ya, hidup di kota sekelas jakarta men, apalagi sekarang punya bayi, nah kalau dari januari dia nabung, maka di april itu, dia udah punya tabungan, setidaknya dua bulan lah, sampai mei, btw gaji CPNS, dikit si, hehe relatif si, tapi buat ngekos 400, buat ibu 500, tinggal sejuta lebih dikit, hehe buat sebulan, untukku si cukup, buat masku, tidak mungkin. Jadi jika masku bisa hidup sampai mei, kemungkinan aku sudah prajab PNS, dan setelah itu aku dapat gaji full 100% sekaligus dapat tunjangan, kalau sekarang belum dapet, hehe lagi disuruh prihatin wkwk.
Kalau gaji dan tunjangan udah turun, mungkin sekitar 4, jika hidupku seperti biasa, maka aku bisa ngasih 2 jt bersih ke masku tiap bulan selama setahun sampai masku prajab, hehe nggak tega lah, cuma dua juta sebulan, punya bayi lagi, mungkin masku akan mengembalikan suatu saat, walau aku si santai saja, tapi kita udah dewasa, kita tahu bagian2 yang mana harus di kembalikan, mana yang tidak. Berarti itu di tahun 2021 april, baru selesai, well itu aku belum punya apa2, lagi. Wkwk
Umurku 25 tahun, 26 jalan. Itu baru hidup nyaman dan mapan, bisa dikatakan begitu. Bagiku si wajar, bagimu, aku tidak tahu, mungkin kamu belum selesai pendidikan khususmu. Tapi aku tidak punya waktu sampai kau lulus aku bisa mengumpulkan berapa banyak. Lagian jika gajiku 4jtan itu apakah kau akan hidup nyaman denganku atau tidak, aku juga tidak tahu, hehe aku tidak ingin kau sengsara kan ya,
Aku jadi minder, dan tidak PD, hehe jujur saja, menurutku, kau pantas dapat yang lebih dariku. Naif sekali.
Aku juga masih bimbang, apakah kita akan bisa klop, tentu saja akan ada masalah dalam keluarga, tapi apakah kita bisa menyelesaikannya, apakah kita bisa berkomunikasi dengan baik ?
Apakah aku bisa jadi imam yang baik, hehe bacaan Quranku biasa saja, bahkan aku belum selesai ngaji tahsin. Hafalanku sedikit, aku jadi tambah minder lagi, hehe payah sekali aku.
Lalu, apakah kau akan selalu ada buatku,? hehe ketika aku berangkat kerja, kau ada mencium tanganku, dan ketika ku pulang, kau ada menyambutku, aku bahkan sampai kepikiran begitu. Bukannya aku ingin mengekang, tapi, aku bekerja untuk siapa kalau saat berangkat dan pulang tidak ada kau wahai teman hidupku. Tapi, ku pikir lagi, jika nanti jadi, hehe kau seorang dokter, pasti kerjaanmu berat, dan kau harus sigap menolong orang setiap saat, dokter pekerjaan yang mulia bro,  dengan mengingat itu ku pikir aku bisa menerimanya, hehe tapi aku kan yang bertugas menafkahi, jangan terlalu memaksakan diri, diniatkan saja ibadah, kalau di gaji y alhamdulillah, nafkahmu, tugasku memenuhinya.
Hehe, pikiranku jauh sekali ya, iya begitulah, semakin dipikirkan, semakin aku merasa tidak bisa apa2, semakin tidak pantas menyandingmu. Itu diatas hanya rencanaku, rencana Alloh masih belum ku tahu, pun mungkin juga kau bukan jodohku.
Kata guru agamaku pas SMA, soal jodoh, jadi ada temenku yang tanya, misal saya nglamar anak orang, eh dia udah di jodohkan sama orang lain, padahal dia sukanya sma saya, apa yang harus kita lakukan ?
Guruku menjawab, beri saran agar sholat istikhoroh, kamu (yg nglamar), dia (yang dilamar), ortumu , dan ortunya, kalau perlu dia yang lain yang dijodohkan, insyaAlloh Alloh kasih tahu, dan kalian yang sholat akan mendapat petunjuk yang sama. Jika dia bukan jodohmu, maka ikhlaskanlah, begitu.
Tapi kan tak ada yang ku ajak sholat kan ya, kamu apalagi ibumu y jelas tidak mungkin. Aku ingin mencobanya sendiri, tapi sepertinya hasilnya akan subjektif karena aku memikirkanmu, tapi sebenarnya yang ku takutkan adalah jika itu ternyata bukan kamu, aku masih belum ingin menerimanya, hehe y kapan2 ku coba, ingin ku pastikan.
Hmm,
Apa aku sudah serius ?
Aku juga tidak tahu,
Sepertinya masih lebih banyak yang harus di siapkan dibanding yang sudah di siapkan. Dan jika ada yang sudah siap melamarmu, hmm, meski aku patah hati, ku harap kau membuka hati mengenalnya, siapa tahu, dia jodohmu, selama kau belum jadi milikku, aku tidak akan mengekangmu, memang aku ini siapa. Yang jelas ku juga mendoakan yang terbaik buatmu.
Kau selalu melihat punggungku ?
Hehe jika iya, sejujurnya aku senang, artinya kau masih mengikutiku, sesekali aku melihat ke belakang, memastikan kau terus berjalan, ku lihat kau menunduk dan tak sadar jika sedang ku lihat, ternyata kau sedang sedih, tapi kau terus melihat jejak langkahku dan melangkah, maaf karena tak berhenti, maaf karena tak melambat, kau harus tetap melihat punggungku, berjuang, sampai nanti aku berbalik, menggandengmu, berjalan seiring dan sehaluan bersamaku, tidak di belakangku, tidak juga di depanku, disini, tepat disampingku.
ini bukan janji, aku tidak bisa menjanjikan apa2, masa depan bukan milikku, ini hanya harapan, mungkin terwujud, pun mungkin juga tidak. ku harap lagi2, kau dan aku mendapat yang terbaik, dan semoga itu kau, bukan yang lain.

Pekalongan, 15 Juni 2019

untukmu, makhluk terindah yang diciptakan Tuhan


Hmm,
Malam minggu, tumben sekali, Hujan...
Aku punya cukup banyak teman, sepertinya aku punya kelebihan untuk bisa menyesuaikan diri dengan macam – macam orang. Meski aku coba membatasi diri. Bercampur, tapi tidak melebur.  Baik cowok maupun cewek, dari yang tua sampai yang muda, dari golongan baik, sampai golongan kurang baik, dari yang agamis sampai ekstrimis. Aku sebenarnya cukup pendiam ketika bertemu orang, mungkin mereka nyaman karena aku bisa nyambung pas diajak bercerita, lebih tepatnya aku bisa menanggapi orang cerita. Aku sering mendengar tentang perempuan, dari laki – laki, dan aku sering mendengar tentang laki – laki, dari perempuan. Tentu saja laki – laki punya lebih banyak obrolan dibanding hanya sebatas perempuan, misal pekerjaan, politik, gotong royong, pembangnan, dan lain2, kalau perempuan, ya karena mereka curhat, kebanyakan hanya tentang cowok yang dia sukai, atau paling mentok masalah kerja.
Tapi marilah kita bahas obrolan laki – laki tentang perempuan, ini adalah obrolan yang buruk, yang ku dapat dari orang- orang  yang kurang baik, tentang kamu, makhluk terindah yang diciptakan Tuhan.
Aku ingin memberi saran, hehe jangan mau pacaran. Haha
Mungkin kau mencintainya, menyukainya, tapi jika dia benar serius, dia akan meminangmu, udah jelas, jika pacaran, mungkin akan ke pernikahan, kalau tidak, dia akan mudah pergi, kau mungkin akan menderita. Dan obrolan lelaki tentang mantan pacarnya adalah sudah berapa banyak lelaki itu menyentuhnya, baik menyentuh dalam artian paling gawat (zina aja biar mantep), atau menyentuh dalam artian berat (ciuman, atau memegang .... ), atau menyentuh dalam artian yang sedang (memeluk, mencium), yang ringan nggak diceritain, hehe sebenarnya mendengar hal itu membuatku jijik, ingin ku pukuli mereka2 itu, hehe nggak sadar apa kalau ibunya juga cewek, tapi aku pendengar, mungkin ada hikmah yang bisa diambil. Aku juga punya mantan, dan tak pernah ku macam2kan, apalagi ku cerita2kan.  ya mungkin hanya sebagian yang melakukan itu, tapi memang, lebih baik jangan pacaran. Suwer. Tapi aku kan juga pacaran ?, iya maaf, dulu aku bodoh, bahkan jika tak melakukan macam2 pun, lebih baik jangan,  karena lama2 pasti akan tergoda untuk melakukan apa2. Saya juga pernah khilaf, eh nggak macem2 loh ya, hehe aku pernah menyimpan fotonya pas tidak pakai kerudung, karena Alloh sayang padaku dan padanya, foto sekaligus hp nya jatuh dan rusak, hehe dulu si ngenes, sekarang aku bersyukur. untuknya, maafkan aku. Maaf hampir saja aku malah menjerumuskamu. Gomenasai.
Lalu obrolan lain tentang cewek adalah bodinya, menjijikan. Kalau wajahnya si masih mendingan, karena bisa dilihat kan, dia cantik, dia kawai, atau hitam manis. Tapi yang mereka obrolkan bukan itu bosku, tapi ukuran ..... dan pinggul (......) . kampret memang. Jadi saranku untuk para cewek, jangan sampai nih, orang2 macam ini menikmati memandangi tubuhmu, menjijikan. Udah pasti mereka mikirnya aneh2. Ya setidaknya pakai kerudung, yang agak panjangan, pakai pakaian yang panjang, dan rok, atau celana yang longgar. Ku harap kamu tidak jadi bahan penikmat mata gatel mereka.
Yang salah memang cowok kaena nggak bisa menahan dirinya dari keburukan, maka tolong mereka dengan tidak menuruti keinginan buruknya. Jangan mau diajak pacaran, pakai pakaian yang lebih menentramkan mata.
apakah cewek akan memikirkan hal menjijikan tentang cowok ? entahlah. Kan mungkin saja. hehe
Untukmu makhluk terindah yang diciptakan Tuhan, kau memang indah, sungguh. Ku harap keindahanmu selalu terjaga, bagaimana menjaganya, kau (perempuan) pasti lebih tahu.

Pekalongan, 15 Juni 2019

Jumat, 14 Juni 2019

Pelengkap (2)


Hasil gambar untuk suna makoto

Hmm,
Ini menyebalkan sekali, apakah besok2 aku harus menjadi pelengkap lagi dan lagi,
Hehe yang pertama, kayanya temen guruku bakal jadi youtuber, hehe mereka cover lagu, menurutku keren sekali, rumit juga ternyata, dari merekam, menumpuk rekaman, mengedit satu per satu rekaman agar sinkron, mengatur keras bunyi agar enak didengar, menentukan suara gitar yang mana, bass yang mana, dan lain2, telaten sekali, ku pikir, aku tidak akan menjadi youtuber, atau setidaknya tidak jadi youtuber cover lagu, atau setidaknya bukan bagian yang ngedit2 gitu, hehe pemalas.
Aku tiba – tiba dipanggil, hehe untuk sesaat aku merasa senang, mungkin aku akan ikut ambil bagian, aku tidak terlalu berambisi jadi youtuber atau semacamnya, tapi ikut serta dalam proyek mengcover lagu sangat menarik, ku kira aku akan memegang alat musik, kalau cuma sekedar mengiringi, mungkin aku bisa, hehe ternyata aku salah besar, musiknya sudah jadi, keren sekali, aku jadi tambah senang, hehe jangan2 aku bakal jadi vokalis utama, btw aku pernah mngiringi upacara bendera, jadi aku pernah bersuara, dan ku kira suaraku di dengar dan menurutku tidak false, hhe jangan ada yang terkesan, wkwk dan lagi2 aku salah besar, ternyata vokalis utamanya sudah ada, lalu aku ? iya jadi backing soda, eh maksudnya backing vokal, yaaahhhh, ekspektasiku terlalu besar bro, tapi jadi backing vokal tidak buruk juga. itu sama sekali tidak mengecewakanku, lalu setelah ku dengar2 setelah jadi, wiihh, bagus juga, untung vokalis utamanya bukan aku, suaranya bagus, khas, tidak sepertiku yang menurutku terlalu global dan tidak punya ciri khas, suaraku kecil dan ditumpuk dengan suara lain jadi y begitu, hanya sebagai pelengkap. semoga aku membantu dan mereka akan jadi youtuber yang  terkenal, aku udah subscribe kok, aku ingin menjadi teman yang baik. Semoga sukses gaes.
Itu ceritaku yang pertama, lalu ini ceritaku yang kedua. dan yang ini yang menyebalkan.
Pelajaran baru akan dimulai, tentu saja kan ada pembagian jam untuk guru2 yang akan mengajar, sudah ku duga aku hanya akan mendapat sedikit jam, aku hanya mendapat 4 jam. 4 jam seminggu sangat sedikit, hehe kayanya bisa selonjoran sering2. Lalu karena guru bahasa jawa tinggal satu karena yang satu diterima cpns di tempat lain, maka guru yang punya jam mengajar sedikit seperti saya, ditawari untuk mengajar bahasa jawa. Waktu itu aku jadi panitia PAT (UAS), bu kepsek menemuiku dan menawarkan untuk mengajar bahasa jawa, aku bingung hehe, tapi ku pikir2 karena ini menyangkut orang lain (siswa2ku), aku merasa sangat tidak berkompeten di mapel bahasa jawa. Baiklah, dengan memberanikan diri aku secara halus menolak tawaran dari bu kepsek, lalu ku merekomendasikan orang – orang yang sama2 jamnya sedikit dan menurutku dia orang solo atau jateng bagian timur yang ku pikir lebih berkompeten daripadaku. Oke deh, maafkan aku bu. Singkat cerita PAT pun usai dan SK tentang pembagian jam sudah diabgikan ke masing – masing guru. Saat ku buka. Ternyata aku mendapat 4 jam fisika. Seperti yang sudah ku duga. Dan totalku mengajar seminggu 18 jam, ternyata ada yang menyelip diantara aku dan fisika, hehe iya, bahasa jawa, 14 jam seminggu. 7 kelas. Aku kaget, menurutku sendiri,  mungkin mereka yang ditawari juga menolak, tapi why me ? entahlah, aku tidakingin menanyakannya karena jawabannya sudah pasti seperti itu, biar pengalaman baru, kamu mampu, bla bla bla. Malas sekali  mendengarnya bahkan hanya membayangkannya saja. Mau tidak mau, hmm bahasa jawa ya, susah sekali. Aku jadi tidak ingin melakukan apa2, ingin tiduran dulu, tidak ingin menyentuh buku, buat RPP, silabus, aku ingin tiduran, hanya ingin tiduran.
Mungkin memang hidupku akan selalu jadi pelengkap, hanya batu kecil penyangga batu2 besar, sebenarnya tidak masalah, mungkin aku hanya ingin dianggap ada meski hanya menjadi pelengkap.


Pekalongan, 14 Juni 2019

meredam (63,7'3,326)


Hmm,
ternyata ku masih ingat, setelah 8 tahun berlalu
63,7’3,326 4’88, 7-8,5’4’8 7-3,5,25’4’>
7-8,6,448,4,> 25,8, 4’6,44’6, 63,6,42825,26, 723268, 5,3,84’5,2 2,3,7’ 92 6,26,> 327’4’ 7-3,68,2 5,3,44’2826,68,> 7-26724’ 5,2726, 25,8, 4,27’8,7- 63,6,8,6,448, ? 7-8,6,448,4, 25,8, 4’6,44’6, 63,6,5234’ 5’3,2,4’4, 7-73,7-4’25’ 327’4’ 627’822,25, 83,5’6’7’> 4,3,4,3, 25,8, 4’6,44’6, 63,6,42825,26,> 25,8, 7-3,7’4’8,7-> 25,8, 326, 25,8,. 8274’ 4’88, 84’325, 2,6’5’3,4,> 63,7’3,326 4’88, 7-8,5’4’8 7-3,5,25’4’ 2427’ 825, 83,7’8,2’27> 7-3,63,6,827’2 73,7’27-226,5,8, 63,5’8,27.
73,7’5’24,26,> 25,8, 7-2327’>5’244’2  4’88, 825, 2,6’5’3,4, 5,8, 5,2825,26,. 5,27’3,6,2 627-2 33,726, 4’88, 5,4’82 84’325, 824,8, 5,26, ?
7-3,2,3,6,27’6,9’2> 63,6,8,7’8,85,8, 5,4’82 7-26,428 84’325, 2’6’2’6’5,> 327’4’ 7-3,44’ 7-4’5,27 5,4’82. 7-3,73,7’84’ 9’26,4 7-8,324, 5,8, 5,2825,26, 925,88, 4’88,> 5,28, 73,6,34’26> 2828, 7-3,84’325,6,9’2 5,28, 84’325, 83,7’5’25’8, 2,26,9’25, 2,4’2’27’2. 326, 25,8,> 63,7-5,4’ 5’3,2,4’4, 83,7’2,8,5,2 326, 2,26,9’25, 2,4’2’27’2> 25,8, 2,8,5,26,5’24, 84’73, 73,62,8,5,2 73,62,4’2’27’226,> 25,8, 83,7’2,4’27-2 63,6,26,44274’ 6’7’26,4 9’26,4 2,4’2’27’2> 2,8,5,26, 63,68,5’24’ 73,62,4’2’27’226,.
7-3,525, 38,5’8, 25,8, 63,7’3,326> 2725,24, 25,8, 7-3,84’2 ? 3,6,824,5’24,> 68,6,45,4’6, 84’325,. 5’3,2,4’4, 83,7286,9’2> 25,8, 84’325, 7-8,5,2 2,3,7’426,84’. 7-3,73,7’84’ 6,6’66’7’ 4,7> 7-3,73,7’84’ 927’8,6,4 625,26,> 7-3,73,7’84’ 2,27’26,42> 7-3,73,7’84’68,.
9’26,4 7-3,5’25’8, 232 2,4’7-2 63,6,425’24,5,26, 9’26,4 7-73,7-4’25’ ?
84’325,> 2,3,5’8,6 83,6,88,. 7-3,84’325,6,9’2 7-26724’ 7-228 4’6,4’ 2,3,5’8,6 232 5’244’ 9’26,4 7-3,7-3,73,7-4’25’ 34’7’4’68, 2,3,827278,6, 33,5,286,9’2 25,8, 33,6,426, 6’7’26,4 5’24’6,. 84’325, 824,8, 2,3,7-6’5, 5’8,7-2> 4,284’ 626,8,7-4’2 2,4’7-2 2,3,7’8,2,24, 5,2726, 7-252.
2725,24, 4’6,4’ 2’4’6,82 ? 68,6,45,4’6, 7-252. 5,27’3,6,2 63,6,8,7’8,8 5’6’44’5,25,8,> 25,8, 7-3,4,27’8,7-6,9’2 84’325, 63,64’5’4’4, 8,6,88,5, 63,6,2’4’6,824’68,> 8274’ 2’4’6,82 84’325, 2,4’7-2 63,64’5’4’4, 5,26, ?
25,8, 83,6,88, 7-252 4’6,44’6, 5,28, 2,24,244’2> 5,8, 74’5,4’7’ 5,268, 58,42 2,3,7’74’5,4’7’ 7-262 33,6,426,5,8,. 7-3,66’42 232 9’26,4 2,4’7-2 63,6,48,2,24,68, 63,6,5234’ 2’3,7’4’2 5’244’> 63,6,5234’  7-3,626,428 5’244’> 7-3,73,7’84’ 5,268, 9’26,4 38,5’8, 5,2826,9’2> 4,3,4,3, 25,8, 4,26,9’2 5,3,6,25’ 5,268, 9’26,4 73,6,34’26. 7-3,66’42 232 9’26,4 2,4’7-2 83,7’8,7- 63,6,9’3,626,4284’68, 5,3,84’5,2 5,268, 5’3,5’24, 326, 4’6,44’6, 63,6,9’3,7’24,> 7-3,73,7’84’ 9’26,4 7-3,5’262 4’6,4’ 5,8, 2,22’2 327’4’ 88,5’4’7-26,268,> 326, 7-3,2,3,6,27’6,9’2 54’5,2 2,6’5’3,4,> 83,6,88, 7-252 25,8, 4’6,44’6, 9’26,4 63,6,5234’ 6’7’26,4 4’88,. 6,24’3’ 7-3,5,25’4’.
88,5’4’7-26,68,> 7-3,525, 73,7’8262 5,25’4’ 5,28, 63,62,3,7’4’824,8,5,8,> 5,8, 7-3,5’25’8, 63,5’4’4,286,9’2> 68,6,45,4’6, 7-3,84’27 4,27’4’ 7-3,5’244’ 4,7 5,8, 2,24’5,2 7-252 326, 232 5,8,6’82> 4,3,4,3,. 272 25,8, 4,26,9’2 4’6,44’6, 824,8, ? 4’9’2> 7-3,73,7’84’6,9’2 25,8, 4,26,9’2 4’6,44’6, 824,8, 272 9’26,4 7-3,326,4 5,28, 7’27-25,26,> 326, 272 9’26,4 7-3,326,4 83,7’5234’ 723268,> 2828, 526,426,2> 7-3,2,3,6,27’6,9’2 25,8, 63,7’4’6,38,5,26,68,. 88,5’4’7-26,68,> 4,8,526,> 5,3,7’3,6, 7-3,5,25’4’.  25,8, 7-3,34’5,4’8 63,6,9’3,7-25’ 5,27’3,6,2 73,7’6,24, 5,6’63,6, 34’ 2,5’6’468,> 5,28, 5234’ 527’26,4 63,6,8,5’4’7-5,8, 5’244’. 72324,25’ 7-228 5,28, 63,6,8,5’4’7- 83,6,826,45,8,> 58,58,7’ 7-252> 25,8, 7-3,6,26,4> 27’84’6,9’2 73,7’27-226,68, 627-4’4, 2,3,5’8,6 2,3,7’8,2,24,. 7-3,73,7’84’6,9’2 327’4’ 38,5’8,> 7-3,425’2 9’26,4 83,7’5,24’8 83,6,826,468, 34’ 63,37-6’7-> 25,8, 824,8,> 2,24,5,26, 7-26724’ 7-3,5,27’26,4 34’ 894’883,7’> 5,28, 25,26, 232 34’ 76’7-4’7-4’ 83,7’2827- 7-228 5,268, 6,43,894’8. 25,8, 58,42 73,38,5’4’ 2,26,9’25, 83,6,826,468,> 4,3,4,3, 25,8, 4,26,9’2 4’6,44’6, 63,6,5242 527’25,. 5,27’3,6,2 25,8, 2,3,5’8,6 2,4’7-2 2722> 25,8, 825, 4’6,44’6, 63,6,526,54’5,26, 2722.
4,3,4,3, 5,268, 7-8,324, 232 9’26,4 32826,4 9’2> 92527’ 7-4’> 327’4’ 7-4’7-4’ 6’7’26,4 5’24’6,> 5,28, 7-3,2,3,6,27’6,9’2 2’8,5,8,7 4,3,2,28> 8274’ 63,626,4 5,28, 5,8,7’26,4 73,7’2’29’2 34’7’4’> 5,8, 74’5,4’7’ 5,25’28, 5,28, 7-8,73,5’ 7-3,34’5,4’8 5’244’> 68,6,45,4’6, 5,28, 84’325, 25,26, 63,5’4’4,285,8, 7-3,525, 38,5’8, 4,3,4,3,. 5,28, 4,3,2,28 7-3,5,25’4’.
25,8, 2’3,62,8,7’8, ? 4’9’2> 5,27’3,6,2 7-8,324, 232 6’7’26,4 5’24’6, 9’26,4 5’3,2,4’4, 2,3,7’26,4’ 6,3,62,8,6,4 5,268, 34’2,26,34’6,45,26, 73,6,43,2’8,8 7-3,73,7’84’5,8,. 4,3,4,3, 63,6,43,6,27-5,26, 7-3,5,25’4’. 8274’ 83,6,88, 7-252> 5,8, 4,27’27 5’3,5’25,4’ 9’26,4 32826,4 5,3, 7’8,624,68, 2325’24, 5’3,5’25,4’ 9’26,4 2,24’5,> 83,6,88, 7-252 5’6’44’5,25,8, 7-3,2,2424’ 5’3,5’25,4’> 5,25’28, 34’2 628, 7-3,7’4’8,7-> 2,3,7’27’84’ 34’2 2,24’5,> 5,27’3,6,2 7-8,6,448,4,2> 326, 83,6,88, 7-252 7-27’26,5,8, 5,28, 4,27’8,7- 63,6,2’6’2,2 63,6,43,6,25’6,9’2 5’3,2,4’4, 528,4,> 7-4’272 824,8, 34’2 5’3,2,4’4, 2,24’5, 327’4’5,8, 326, 25,4,4’7’6,9’2 5234’ 56’36’4,68,. 5,25’28, 84’325, 5’3,2,4’4, 2,24’5, 327’4’5,8,> 5’3,2,4’4, 2,24’5, 2,3,7’7-2625,8, 7-252 5,26,> 4,3,4,3, 72324,25’ 25,8, 2,3,5’8,6 2,3,7’26,4’ 6,3,62,8,6,4> 7-6’5, 429’2. 7-3,2,3,6,27’6,9’2 5,28, 2’8,7’4,28 7232 6’7’26,4 9’26,4 7-25’24,> 83,7’2’22,4’5, 4,284’ 4’6,4’ 33,5,> 95,95,> 8274’ 7-3,73,7’84’ 5,282 4,4’7’8,62> 4,284’ 2,6’5’3,4, 726,27-> 8274’ 5,3,725’2 4,27’8,7- 83,827 34’6,44’6,. 25,8, 63,62,3,7’4’ 7-27’26, 33,6,426, 5’6’44’5,25,8,> 63,7-5,4’ 73,7’27-226,5,8, 83,6,88, 7-252 63,6,6’5’25,6,9’2 4,3,4,3, 727’236’5,7-.
68,6,45,4’6, 7-8,288, 7-228 6,26,84’ 25,8, 4,26,9’2 25,26, 63,6,43,6,26,468,> 63,5’4’4,2868, 2,24,244’2 33,6,426, 9’26,4 5’24’6,.
7-3,66’42 5,4’82 2,3,7’83,68, 5’244’ 34’ 925,88,2 9’26,4 5’3,2,4’4, 2,24’5,> 3,6,824, 5,268, 2,3,7’7’7-262 9’26,4 5’24’6,> 3,6,824, 5,268, 2,3,7’7-2625,8,. 5,268, 2325’24, 2’4’6,82 73,7’82625,8,> 326, 5,8, 4,27’27 58,42 7-3,2,2424’ 9’26,4 83,7’25,4,4’7’> 4’6,4’ 2,8,5,26, 526,54’> 4,3,4,3, 25,8, 825, 4’6,44’6, 63,62,8,28 526,54’ 9’26,4 2,3,5’8,6 83,6,88, 2,4’7-2 5,8, 83,7284’. 4’6,4’ 4,26,9’2 4,27’2726,. 63,626,4 524,28 25,8,>  7-3,5’25’8, 63,7’8,7-25, 326, 6,47’8,6,47-3,2,4’ 4,27’4’268, 9’2> 72324,25’ 5,28, 7-3,2,3,6,827’ 5’244’ 2,4’7-2 66’8’3, 6’6,> 8274’ 25,8, 5’244’ 326, 5’244’ 32826,4 63,7’8,7-25, 7-3,425’26,9’2. 
4’6,4’ 2,8,5,26, 526,54’> 4’6,4’ 4,26,9’2 4,27’2726,. 7-3,66’42 25,8, 6’7’26,4 4’88,> 8274’ 9’26,4 5’3,2,4’4, 5,8, 4,27’275,26,> 7-3,66’42 5,28, 2,24,244’2.
4’2’4, 5’4’3,2,3, 34’2’4, (627’4’6,32> 2014)

Pekalongan, 14 Juni 2019
tumben sekali dini hari hujan, 


Selasa, 11 Juni 2019

Jangan2


hmm,
Sudah dua bulan lebih aku tinggal di pekalongan, beberapa tempat sudah ku datangi, beberapa tempat juga sudah ku hafalkan, banyak orang baru yang ku kenal.
Hmm, ngenes, hehe aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh mengenaskan sekali,
Ingin ku melung2, guling2, lalu tidur, hmm,
Males ah, besok saja bagian itu ku tuliskan.
Jadi hari ini seperti biasa, karena libur aku hanya glundang – glundung si kosan, aku sudah punya rencana si, tapi lebih baik setelah dzuhur saja, karena masih mager.
Dzuhur pun tiba, aku mandi. Rencananya adalah hari ini beli celana hitam dan beli sepatu sekaligus jaket. Celana hitam untuk ngajar sekaligus persiapan latsar, sepatu untuk menggantikan sepatuku yang jebol, hehe perasaan belum lama, eh udah ding, udah dari februari 2018, terimakasih sepatu, sudah menjadi saksi nikahan mamasku, sidangku, wisudaku, perjuangan CPNSku, ngajarku, dan segalanya, maaf karena kau harus ku ganti. Lalu jaket, hehe jaket yang sering ku pakai kemana2 itu sebenarnya jaket adik sepupuku yang ganteng itu, hehe karena aku suka modelnya, dan karena dia punya banyak jaket bagus, lalu ku minta, dan akhirnya di kasih, sayangnya adikku itu nggak ngasih tau ternyata jaket ini dikasih sama mantan pacarnya, hehe kampret banget, emang dia agak playboy, eh nggak ding, dia pacarannya satu2, tapi tiap putus, tidak lama dia dapat lagi, emang laku dia itu, haha apalah dayaku yang tidak punya apa2 dari mantan selain kenangan, *ngenes, hehe nggak2, aku juga nggak ngasih apa2 si, y wajar aja. Intinya jaket itu ku pakai, dan kemarin2 sobek, sudah ku jahit sebenarnya, tapi memang sudah waktunya minta diganti, dan mumpung aku ada uang.
Okelah, karena uang yang ku bawa pulang udah raib, hehe padahal menurutku itu banyak. Btw, lebih bahagia ngasih THR daripada menerima, meski tidak lebih menyenangkan, hehe  rasanya bahagia aja, kenapa ya, y mungkin benar juga, membuat orang lain bahagia membuat kita lebih bahagia. akhirnya aku harus ke bank untuk ngambil uang, gajiku bulan juni belum diambil, hehe masih utuh wkwk.  Yups, kami belum dapat ATM, katane harus nunggu, jadi pas ngambil uang harus ke bank. Berarti ini sudah ke 4 kalinya gajiku turun, eh 3 ding ya, sama THR sekali. Aku pun meluncur ke bank.
Sampai disana, aku ngambil nomor antrian kan ya. Saat nomor antrianku dipanggil lagi2 aku dilayani mas itu, ini berarti sudah 3 kali berturut2 aku selalu dilayani mas itu, hehe Cuma sekali yang pertama dilayani mbak2 sebelahnya, hehe padahal ya, nomor antrianku udah pas bukan dapet masnya, eh malah nomor antrian sebelumku itu nggak ada pas dipanggil, pas nomor antrianku dipanggil dan mau ke teller, eh nomor antrian sebelumku dateng, y udah, berarti aku memang ditakdirkan ketemu masnya, untung kamu bukan cewek mas, kalau cewek, jangan2 itu pertanda takdir akan menyatukan kita hehe ngekek. Mungkin masnya mbatin, kamu lagi kamu lagi, wkwk, tapi nggak si palingan, tiap hari melayani ratusan orang, dan bertemu dgku paling sebulan sekali, menurutku si udah lupa, aku aja yang ke PD an hehe, tapi bagiku lucu, hehe
Habis dari situ meluncurlah aku ke toko, toko apa ya, intinya perlengkapan pegawai ada disitu, aku beli celana kain hitam, penginnya sekalian beli sepatu, tapi ternyata tidak ada yang ukuranku, oke deh, Cuma dapat celana, akhirnya aku ke ramayana, karena yang ku tahu cuma disitu yang lengkap. Ini pertama kalinya aku ke mall sendirian, hehe aku masuk dan melihat, oh ternyata tempat sepatu dan pakaian cowok di lt 2, hmm, sebenarnya baru masuk saja, aku langsung pusing, hhe payah banget aku, ramai banget, selain itu terlalu banyak pilihan, aku tambah pusing lagi, akhirnya yang pertama kali ku beli adalah sepatu, sebenarnya aku sudah dapat sepatu yang ku inginkan, tapi aku tidak tahu cara membayarnya, hehe jadi ku putuskan untuk muter2 dulu, mengamati. Oh ternyata cara membayarnya begitu, setelah tahu aku pun memilih sepatu yang ku inginkan, lalu membayar di kasir. Lalu jaket, saat memilih jaket, aku lebih pusing lagi , hehe btw, aku tidak pernah membeli jaket sendiri, biasanya yang membelikan itu masku, ibuku, pernah juga seorang cewek kaya mbaku, atau jaket2 organisasi, aku tidak terbiasa memilih, akhirnya saking pusingnya, aku tidak jadi membeli jaket, hehe payahnya. Mungkin besok2 lagi.
Lalu aku pun balik ke kosan, lelah, lalu melanjutkan glundang glundung unfaedah wkwk
Hehe

Pekalongan, 11 Juni 2019


Setiap orang harus berjuang


hmm, 
Saat dewasa seperti ini aku merasa aku belum terlalu berjuang, dibandingkan dengan orang2 disekitarku sepertinya banyak hal bisa ku raih dengan relatif lebih mudah, atau setidaknya orang2 berkata karena itu aku, maka aku pantas mendapatkannya.
Kalau ku ingat2 lagi, menurutku sendiri aku sudah cukup berjuang saat aku kecil, mungkin orang2 disekitarku atau yang ku kenal sejak kecil akan tahu bagaimana perjuanganku (dan keluarga) sampai hari ini, karena mungkin kita berjuang bersama saat itu. Saat bercerita begini, aku selalu sedih, mengenang masa kecil selalu jadi terkenang bapak, hehe y begitulah, karena adiku selisih 1,5 tahun, aku banyak di asuh bapakku, mungkin akan ku ceritakan masa bayiku yang baru ku dengar beberapa waktu ini dari ibuku.
Aku lahir dengan baik, singkat cerita saat aku masih umur beberapa bulan, ibuku mengandung lagi, karena kecelakaan, hehe kayaknya KB nya nggak berhasil gitu, bahkan sampai bapakku dipukuli ibuku, hehe nggak dipukuli, maksudnya marah sampai memukul, karena bercampur bingung kan ya, ini anak 3, jaraknya deket2, sedangkan kita bukan orang berpunya, makane ibuku bersikap begitu, padahal itu bukan salah bapakku kan y, kan udah pakai KB, tapi y memang takdirnya begitu, hehe bapakku diam saja waktu itu katanya. Itulah hebatnya bapakku. Akhirnya aku hanya disusui sekitar 9 bulan, entahlah ini berpengaruh atau tidak, tapi daya tahan tubuhku sepertinya memang paling rendah diantara saudara2ku, gampang masuk angin, hehe y aku cukup sering sakit ringan ketika saudara2ku sehat2, dan ya begitu aku tidak tumbuh tinggi, sebenarya tubuhku standar si, hanya yang lain lebih gede aja, wkwk alibi.
Karena melihat kondisi keluargaku yang memprihatinkan, maka keluarga dari ibu datang, untuk apa ?, mereka meminta mengasuhku, aku yakin niat mereka baik sekali, tapi keluargaku menolak karena aku adalah anaknya. Tidak hanya keluarga ibuku, seorang guru di SD juga meminta ku jadi anak angkatnya, guru itu baik, cukup mapan menurutku, beliau sudah punya motor saat yang lain belum punya, permintaan itu pun di tolak. Saat aku mulai sekolah, guru itu sering memboncengku berangkat sekolah, padahal kalau ku pikir2 sekarang2 ini, beliau harusnya bisa lewat jalan lain yang lebih dekat dan efisien, dibanding lewat depan rumahku, apakah hanya kebetulan, atau sengaja ? aku tidak tahu, jahat sekali aku, sejak masuk SMP dan tidak pernah bertemu, aku bahkan tidak pernah tahu bagaimana kabar beliau, dimana sekarang, entahlah, aku tidak pernah tahu fakta tentang beliau sampai beberapa hari kemarin. Beliau baik sekali, semoga niat baik dan kebaikannya selama ini padaku di balaskan oleh Alloh.
Saat aku masih dalam buaian ini, ayahku mulai bekerja sebagai penjaga SD, dan ibuku dengan bantuan seseorang mulai berjualan jajan anak SD, bisa dibilang tanpa modal. Maksudnya, ibuku ngambil jajan di orang itu, tanpa membayar, lalu besoknya pas sudah laku baru membayar sekalian ngambil lagi, begitu seterusnya bahkan sampai aku besar. Saat aku mulai nalar, aku dan saudara2ku tentu saja tidak menjadi anak yang durhaka, hehe nakal si memang. Perjuanganku dimulai.
Aku masih ingat, kami pernah hidup tanpa listrik, penerangannya menggunakan lampu teplok (dian) atau  apa y namanya, pokoknya yang ada api ditutup kaca lengkung itu. Kami tidur berlima satu tempat tidur, apa yang kami mainkan sebelum tidur ? yaps, permainan siapa yang paling cepat tidur, walaupun aku belum tidur, aku akan diam saja bahkan dengan gurauan ibuku “wah beni sudah tidur” padahal pikiranku sadar, tapi karena aku tidak mau kalah, aku diam dan entah sampai kapan tanpa sadar aku tertidur. Tidak ada kasur waktu itu, tapi aku merasakannya sekarang, itu sangat hangat dan menyenangkan. Saat aku dan saudaraku tumbuh besar, bapakku tidur di mbale,aku mbuntut, hehe jadilah kita tidur berdua, mungkin sejak itu aku jadi dekat sekali dengan bapak, dekat itu maksudnya secara emosional, aku tetap takut sama bapakku pas kecil, hehe.
Ketika listrik sudah terpasang di rumahku, keluargaku terasa lebih baik, karena bisa berjualan es, kami beli freezer, kayanya utang, hehe kayanya keluargaku disekitarku yang paling awal beli, jadi belum banyak saingan. Dagangan es lumayan laris, baik di sekolah maupun di rumah, akhirnya kami buka cabang, wkwk, karena rumahku dekat dg SD 2, ibuku jualan di rumah, dan bapak jualan di SD 1 sekaligus jadi penjaga disana. Kami bersaudara sekolah di SD 1 semua. Ekonomi kami cukup membaik, meski belum bisa dibilang sudah stabil. Setidaknya, kami tidak makan mie instan 2 bungkus untuk berlima, atau 2 telur di dadar lalu digoreng setipis mungkin agar bisa dibagi, hehe aku dulu paling jago bikin telur dadar setipis mungkin. Bahkan kita bisa beli susu, hehe (sedih banget nulis ini).
Alarmku bangun tidur adalah saat bapakku memasukan es ke dalam termos, aku langsung bangun, dulu kadang sholat, kadang nggak jg, lalu masku dan aku akan mengantar es gotongan ke seberang bukit pagi2 subuh, jalan kaki, kadang nyeker, wkwk karena licin, pernah sekali aku pas ditanjakan terpeleset dan terbanting keras, kalau tidak salah kakiku terkilir, aku lupa waktu itu aku tetap berangkat sekolah atau tidak, yang jelas aku tidak jadi mengantar es itu bareng masku.
Di sekolah, saat jam istirahat tiba, ketika yang lain main2, aku harus melihat ke warung, ada bapakku atau tidak, jika ada, maka itulah waktuku bermain, jika tidak, mungkin ada masku, jika tidak, maka berarti aku yang harus jagain, saat masku lulus, tentu aku jadi lebih sering jaga, saat pulang sekolah, bapakku beres2 dan mengunci pintu, aku dan saudara2ku membereskan jajanan itu, lalu pulang duluan, karena bapakku akan mencuci piring, gelas, dan lain2 yang aku tidak bisa membantu. Aku jadi tidak enak kadang2 pas sekarang aku jd guru, teh dibuatkan, tinggal minum, selesai, terus ditinggal, hehe aku hanya bisa membantu mengumpulkan gelas teman2 guru yang berserakan, agar mudah diambil. Belum masalah ngangsu air, atau cari kayu bakar, entah sudah berapa kali kaki terkilir, otot terkilir, nyolong nanas (nggak nyolong si, kan daripada mubazir, hehe), makan degan (punya sendiri), oh ngomong2 soal degan, ini pengalaman traumatis, aku jadi tidak berani manjat pohon kelapa, jadi ceritanya aku pengin degan tuh, aku manjat tuh pohon kelapa, karena licin dan kakiku agak terpeleset, akhirnya ku pegangan batang pohon kelapa dengan erat, alhasil tanganku keslusuben (bahasa indo nya apa ya, tertusuk tapi nyungsep tusukannya), lumayan banyak di tanganku, sakit sekali, nggak ada duanya, disuntik nggak ada apa2nya. Sampe sekarang ku nggak mau, mending nyuruh orang aja kalau naik pohon kelapa, hehe.
Masa kecil yang berat.
Ku pikir masa kecilku cukup keren bahkan saat di bayangkan oleh diriku yang sekarang, maksudku ternyata aku yang pemalas ini pernah melewati perjuangan seberat itu, hehe bahkan aku tak menyangka aku bisa melewatinya, iya aku selalu ranking satu pas SD, masku jg, adiku nggak si, tapi beberapa kali rangking satu juga, aku di banggakan karena aku pintar, aku bisa melakukan banyak hal, aku sudah pergi ke tempat yang jauh (ke kebumen hehe hanya juara satu kecamatan yang bisa membawaku ke kebumen), aku merasa bisa diandalkan.
Apakah ada orang lain yang lebih berjuang dariku ? tentu saja banyak, terlebih orang tuaku, ayah, hehe sedih lagi kan, entah rencana Alloh seperti apa, aku juga tidak tahu, tapi aku sedih sekali,  saudara2ku juga tentu saja, apalagi ibuku, bahkan tidak kuat mengantar bapakku pas dikuburkan. Aku masih bertanya kenapa harus waktu itu ?  saat ekonomi kita sudah membaik, saat aku sudah kuliah, saat adikku juga sudah kuliah, saat masku sebentar lagi wisuda, saat aku sudah bisa membanggakanmu dg keluar negeri, saat sebentar lagi, saat aku sebentar lagi berhasil, kenapa tidak sekarang saja, saat masku sudah punya anak, itu berarti kau sudah punya cucu, saat sekarang aku sudah jadi CPNS, saat adiku sebentar lagi wisuda, aku masih bertanya, kenapa harus waktu itu ? dan ku belum menemukan jawabannya, aku percaya suatu saat nanti akan terjawab, dan aku tahu itu terbaik, aku hanya butuh jawaban.
Saat sekarang aku sudah dewasa, aku kembali melihat dan berpikir bahwa sebenarnya semua manusia, setiap orang harus berjuang. Kupikir, dulu orang yang punya ilmu agama yang bagus, orangnya baik hati, akan hidup relatif lebih mudah, maksudku lebih nyaman, tapi aku salah besar, aku belajar, guruku yang baik hati tidak kurang suatu apa, ngerti agama, bisa dan mengajarkan kitab padaku dan yang lain, disegani orang, tapi ternyata anaknya sendiri yang jadi tempat mereka berjuang, suwer, anaknya pengin ku b**** saja, biar tidak ngrungsebi orang tuanya, tapi aku tahu orang tua akan tetap menyayangi anaknya, semoga anaknya baikkan. Ternyata semua orang tidak terkecuali, harus tetap berjuang,  berjuang dengan ketidakpunyaan sepertiku, atau berjuang melawan dirinya sendiri agar berubah, atau berjuang dengam keterbatasan fisik,  atau berjuang melawan lingkungan, atau berjuang melawan yang lain, aku tidak tahu, semua orang berjuang dengan masalahnya sendiri2, dan kita tidak bisa merendahkannya dengan mengatakan, “enak ya jadi kamu, semuanya ada”, atau “Cuma begitu aja udah nyerah, ini saya sudah bla bla bla “, sekecil apapun perjuangan orang lain di mata fanamu tidak pernah kau mengerti seberapa berat perjuangannya.
Dan setelah perjuangan itu selesai akan bagaimana ? entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti, orang yang berjuang akan mencapai sesuatu, maka berjuanglah dengan segenap yang kau punya. Saat lelah, istirahatlah, atau menangis jg tak masalah, yang tak boleh adalah kau menyerah.
Ganbatte kudasai,
Dalam dekapan sang malam,
peluklah mimpi2mu,
Selamat tidur,
Tidurlah yang nyenyak,
dalam dekapan sang malam,

Pekalongan, 10 Juni 2019

Rabu, 05 Juni 2019

kapan nikah ?


hmm,
kapan nikah ?
kadang pertanyaan itu menjadi momok yang berbahaya bagi sebagian orang di umuranku, bahkan sampai didiskusikan bagaimana cara menjawabnya, dari yang bercanda sampai dengan yang benar2 serius. Aku bingung juga, apa yang salah dengan pertanyaan itu ? maksudku, tinggal dijawab saja kan ?
kapan nikah ? kalau belum siap, y udah bilang aja mungkin bukan tahun ini, sama dengan pertanyaan kapan2 yang lain, kita perlu ingat bahwa jaman mereka beda dengan jaman kita bro, rata – rata  mereka nikah diumur yang muda, mungkin seumuranmu yang sekarang, atau bahkan lebih muda, jadi ku pikir wajar saja jika mereka menanyakan hal itu di umurmu yang sekarang. Mereka hanya peduli, atau kadang hanya sekedar ingin tahu, menurutku tidak ada niatan untuk merendahkanmu dengan pertanyaan itu, jadi biasa saja. Beda ceritanya kalau mungkin umurmu sudah 30an keatas, mungkin wajar kalau tidak perlu menanyakan kapan lagi. Semua orang punya alasan, dan tidak perlu bertanya alasan selama itu tidak ada hubungannya denganmu.
Pun mungkin juga, jangan2 orang bertanya kapan nikah itu sedang memastikan kamu masih punya slot kosong atau tidak, jangan2 kamu sedang di targetkan sebagai calon menantu yang ideal, mngkin saja kan ?
saya pribadi kadang bingung saja menanggapi kalau ada yang ilfil dengan pertanyaan kapan nikah, bukankah itu biasa saja, tidak spesial untuk dibingungkan atau bahkan diperdebatkan.
Yang lucu itu, saat pulang mudik kemarin, dirumah hanya ada mbah dan adikku, pertanyaan pertama kok bisa langsung, “kenapa calonnya nggak dibawa ?”, eh buset, sejak kapan aku sudah punya calon, mau ku jawab “apalah daya, calonku ditikung mobil avanza rentalan mbah”, hehe kayanya bercandanya mbahku nggak mudeng, y ku jawab “dereng enten calon mbah”, dan pertanyaan sudah ada calon belum kerap ku terima dari sekitarku, wajar si menurutku, aku sudah kerja, umurku sudah mencukupi, lalu apalagi ? , mungkin dipikiran mereka itu kaya gitu, mana ku tahu juga, hehe jawabanku ya biasa saja, masih belum ada calon, y udah mereka biasa saja, hehe sesekali mengenalkan seseorang, kayanya si dia belum nikah loh, aku hanya ber oooooooh ria, hehe sebenarnya aku hanya malas menjawab hal yang menurutku tidak menarik, itu saja hehe.
Hari ini apalagi, setelah sholat kan seperti biasa berkeliling ke rumah2 tetangga, dan suatu waktu aku sekeluarga besar (keluarga mbahku) berkunjung ke rumah pak guruku pas SD yang pernah ku ceritakan di bagian impian, ealah sampai disana setelah sungkem, aku ditanggap, hehe maksudnya mbah guru itu kaya memberi wejangan yang khusus buatku, menyebut namaku di depan keluarga besarku, hehe malu sekali saya, wkwk dan tentu saja yang diwejangin terkait dua hal, yang pertama adalah pekerjaan dan yang kedua udah pasti pernikahan. Y tentu saja aku mendengarkan dengan seksama, hehe dari mbah guru, tidak berani macem2 saya, kualat nanti. Hehe doakan saja mbah biar tidak kepeleset jalannya. Aku masih takut pada banyak hal terkait pernikahan, hehe jujur saja aku belum siap ke tahap lebih lanjut, tentu saja selagi bersiap. Aku akan jadi kepala keluarga kan, tentu saja aku ingin menjadi kepala keluarga yang baik dan memberi yang terbaik untuk keluargaku kelak, kalau aku di umur segini masih main2, ku pikir saat tiba waktunya, aku tidak bisa memberi yang terbaik, jangan2 malah rusak tuh istri dan anakku. Eh jadi jauh ceritanya, hehe
Y intinya, tiap orang beda2 si menyikapi pertanyaan kapan nikah, tapi menurutku tidak perlu mengotori hati dan pikiran untuk berburuk sangka dengan orang2 yang bertanya kapan nikah, cukup dijawab saja, beres kan, hehe
Oh iya, taqabalallohu minna wa minkum. Selamat hari raya idul fitri gaes

Kebumen, 5 Juni 2019 (1 Syawal 1440 H)