Selasa, 23 April 2019

Greget


Hmm,
Jadi kemarin itu aku pulang ke rumah untuk memperingati 1000 hari bapakku sekaligus aqiqah untuk bapak dan ibuku, setelah itu tentu saja aku harus kembai ke pekalongan untuk bekerja kan ya. Nah di perjalanan pulang ini rasanya greget sekali, bukan greget karena bahayanya, kaya pas pulang dari jogja pas hujan, petir menyambar, atau pas pulang mau ke thailand itu, malam2 jam 8 aku nekat pulang karena mau minta restu orang tua, karena besoknya aku ada upacara pelepasan, dan menurutku tidak ada waktu lagi untuk pulang, jadi aku langsung pulang tanpa pikir panjang, eh malah pas hari H dianterin sama bapak dan ibu, tahu gitu ku kan nggak pulang, hehe hampir tewas aku di purworejo, hujan2, licin, malam2, terpeleset motorku, untungnya tak ada truk atau bis pas kepeleset itu, alhamdulillah, eh malah jadi kesana, untuk perjalanan ini  ya ada yang bahaya juga si, hehe ngeri maksudnya.
Oke deh, sudah siap2, karena keretaku dari purwokerto (yg dari gombong habis), jam 17.15 berangkat tuh kereta, aku berangkat dari rumah jam 3an, masih longgar lah ya, apalagi pake motor, aku mbonceng adikku yang kuliah di UMP, perjalanan aman lah ya, sampai di sumpiuh, tiba2 rantai motor yang ku bonceng itu putus, wihh, gawat ini, lalu kita cari lah bengkel, ternyata pada tutup, hari minggu juga mungkin. Lalu kami mampir di bengkel mobil, lalu hujan deras pun turun, di bengkel mobil aku tanya ada rantai atau bisa nyambung rantai nggak ?, jawabannya, kalau rantai mungkin ada tapi harus beli sepaket sama gearnya, oke deh bolehlah, aku kebetulan sudah ambil uang. Lalu di carilah, ternyata habis (PHP banget, hehe), jam sudah menunjukan hampir jam 4, oke deh, tak ada pilihan, aku kasih uang ke adikku buat benerin tuh motor, aku naik bis (nyoba gojek, tak bisa), ternyata si mulyo yang dateng, mau tak mau. Ternyata lambat sekali, macet pula, ku simpulkan, aku akan terlambat sampai stasiun, maka aku mencari jalan lain di kepalaku, bagaimana ini ? aku belum pernah naik bis ke pekalongan, aku tidak tahu harga, jamnya dan bagaimana atau dimana naiknya dimana, oke deh, tenang2, pertama aku harus sampai diterminal dulu, kota sekelas purwokerto kemungkinan ada bis yang ke utara dan lewat pekalongan, nanti di terminal bisa tanya, harganya mungkin tak lebih dari 100k, aman lah, oke deh, sepertinya untuk saat ini itu yang terbaik. Aku sudah lewat buntu, jam menunjukan setengah 5, pupuslah sudah, hehe.
Tiba2 ada pesan wa dari adikku, dia tanya aku sampai mana, ku jawab sudah lewat buntu, dan seterus2’ya, ternyata adikku bisa betulin tuh motor, aku akhirnya turun di bekas pabrik gula di pwt (padahal aku bayarnya sampai terminal, hehe), setengah 5 lewat, aku ketemu adikku, naiklah aku, ku cek di peta, perjalanan ke sana kira2 30 menit, mepet banget, apakah bisa ?
Tunggu di episode berikutnya, hehe
Nggak2, nah mungkin adikku itu masuk dalam ZONE, hehe bawa motornya serius banget, fokus, dan cepet, gue nggak bakal berani ambil resiko kaya gitu, hehe ngeri banget aku yang mbonceng, gila, nyelip2 macam pembalap, udah deh, nggak kira2 deg2annya aku, deg2an karena adikku yang bawa motornya ngeri, deg2an karena waktunya udah mepet, hehe sampai ada lampu merah yang ditrabas, hadeh2, udah gawat banget ini, ku membayangkan ada yang tiba2 nabrak aku dari samping, hhe astaghfirulloh, hehe aku hanya bisa percaya pada adikku, udah gitu aja.
Jam menunjukan jam 17, dan keretaku jam 17.15, udah hampir sampai,,,, akhirnya tibalah aku di stasiun pwt, tanpa ba  bi  bu lagi aku turun dari motor, ngasih helm, salaman, langsung cus, bahkan aku lupa bertanya gimana cara mbenerin tuh rantai, kurang nggak duit yang ku kasih, hehe semoga nggak kurang. Nyetak tiket dan langsung ke petugas, hehe keretanya udah siap berangkat di jalur, lari deh aku, selamat2, hehe akhirnya aku duduk, lega sekali, lalu aku ingat, ternyata aku belum sholat asar, y Alloh bagaimana ini, sudah hampir maghrib, lalu aku janji pada Alloh, nanti y Alloh kalau kau berkehendak aku bisa sampai di PKL aku akan langsung sholat isa, ku jamak dengan maghrib lalu aku sholat asar, maafkan aku y Alloh, semoga masih diterima. Hehe
Alhamdulillah ku sampai pekalongan dengan selamat, aku naik gojek sampai kos, lalu ganti baju, sholat. Lalu aku lapar, hehe belum makan, sudah malam, berarti aku harus keluar agak jauh, dapatnya mie ayam, boleh lah, aku pun makan, balik kos, tidur, pikiranku lelah juga tubuhku, besok ngajar juga, baiklah,
Oh iya, selamat ulang tahun adikku yang ke 22 kemarin, semoga panjang umur dan sehat selalu, jangan lupa skripsinya di selesaikan, hehe sampai ketemu lagi pas lebaran.
aku akhirnya tidur
Oyasuminasai, hehe

Pekalongan, 22 April 2019

Selasa, 16 April 2019

pelengkap


Hmm,
Entah sejak kapan aku merasa hidupku selalu menjadi pelengkap. Ibarat membuat sebuah pondasi, aku itu batu kecil pengganjal batu2 besar agar tidak goyahi. Aku bukan siapa2. Apa aku merasa kecil, tidak berdaya ? tidak juga. aku merasa lebih baik begitu, tidak buruk juga.
Sebagai hasilnya, aku bisa melakukan banyak hal. Karena aku selalu mengisi bagian orang2 yang tidak ada orangnya. Dimana saja, mungkin awalnya di rebana, karena tidak ada yang mau pegang keyboard bagian iringan saja,  memang yang pegang keyboard melodi itu mamasku, tapi aku tidak meminta memegangnya, tapi karena tak ada yang mau, baiklah, akhirnya aku belajar.
Saat ngeband pas SMP, karena temen2ku udah expert, akhirnya aku pegang bass yang gampang dipelajari, aku jadi belajar. Di organisasi juga begitu, aku tidak pilih2, saat kuliah aku daftar organisasi kan ya, aku pilih bidang A, pilihan ke 2 di B. Ternyata aku diterima di C, hehe lucu banget ini, aku si tidak masalah, hehe kenapa tidak ?
Ketika teman2ku menjadi orang hebat, aku menjadi orang biasa, aku iri ? tidak juga. aku keren dengan caraku sendiri, Hehe. Mungkin sebab itu juga banyak yang suka curhat padaku, bahkan sampe sekarang, rata2 mereka cuma pengin cerita, nggak butuh solusi kebanyakan, karena aku orang biasa maka sepertinya aku jadi nyaman buat orang cerita, y kadang kasih saran, tapi aku percaya mereka lebih tau apa yang seharusnya dia lakukan. Aku sekedar pendengar yang baik. Tidak kurang tidak lebih.
Menjadi pelengkap membuatku belajar menghilangkan keakuan, belajar melihat dari banyak sisi. Dan membuatku lebih tenang. Karena dalam situasi segawat apapun, sebenarnya selalu ada celah untuk bisa keluar atau setidaknya membuat keadaan lebih baik, yang penting tenang.
Tapi menjadi pelengkap itu tidak enak juga, jadi tidak punya kelebihan atau kemampuan yang benar2 ahli. Karena belajar dari keadaan terdesak, selesai keadaan terdesak itu, selesai juga belajarnya, begitulah, tidak ahli dalam banyak hal meskipun bisa melakukannya.
Selain itu karena gampang menerima, jadi sering di bully, iya lah, kalau aku di luar negeri mungkin aku sudah bunuh diri, hehe karena lingkungan disana itu keras dan tidak beragama. Untung aku hidup di Indonsesia, seringnya aku dibully karena memang aku kecil, buat bahan bercandaan, lucu ya, iya kali, memang lucu, aku juga kadang ketawa, hehe tapi lama2 nggak lucu lagi, basi, kadang saya jadi sombong, pengin lihat seberapa hebat kalian itu yang lihat aku “kecil”, tapi lalu aku sadar, mungkin mereka Cuma ingin bercanda, jadi ya biarlah, kalau lagi mood ya aku ikut ketawa, kalau lagi nggak mood y senyum aja, kalau udah males banget y senyum aja, terus pergi kemana gitu, biasanya si aku perpus, mereka males kesana, jadi aman, hehe
Sebenarnya, tidak ada yang salah, mau jadi jadi besar atau menjadi biasa saja, yang penting hargai orang lain saja, sehebat apapun dirimu, kamu hanya sebutir debu, tidak kurang tidak lebih.....


Pekalongan, 16 April 2019

Minggu, 14 April 2019

hehe


Hmm,
Mulai kamis kemarin, aku sudah mulai ngajar,
Ternyata mengajar saat menjadi guru itu tidak lebih sulit dibandingkan dengan mengajar saat PPL,  entahlah, rasanya aku menikmatinya. Tidak bisa dibilang sangat menyenangkan, tapi tidak buruk juga, hehe setidaknya yang ku hadapi itu manusia, tidak, yang ku hadapi itu bocah, hehe sehebat2nya mereka, mereka takan lebih tua dariku. Sayangnya aku mengajar di kelas teknik pengelasan, yang isinya cowok semua, hehe sama sekali nggak ada manis2nya wkwkwk, coba di perikanan, atau listrik, masih mending ada ceweknya, meski sedikit juga, yah, namanya juga smk, dan lagi jurusannya memang kecowok2an.
Benar juga, yang tidak menyenangkan dari guru memang administrasinya, guru2 sebelumku tidak rapi administrasinya, bahkan silabusnya nggak jelas (untungnya ada), jadi melanjutkan materi terasa sulit dan menyebalkan, karena memang bukan buatanku, dan tidak bisa diubah2 seenaknya saat di tengah semester begini. Alhasil aku harus membuat RPP yang berpedoman pada silabus yang sudah ada, hmm, mendokse naaaaa.....
Hmm, bu kepsek rapat dimulai hari ini di semarang sampai 2 hari ke depan, untuk apa ? yups, untuk membicarakan kejelasan kami2 yang tidak dapat jam mengajar. Mendata sekolah yang kelebihan guru dan juga yang kekurangan guru. Entahlah, hehe sebaiknya segera si, hehe agar tidak terlalu nyaman disini. Semoga saja dipantai selatan, sejujurnya aku berharap purworejo, hehe tidak terlalu jauh dari kebumen, tapi tidak terlalu dekat juga, kalau bisa lagi yang jalur selatan, hehe ngarep boleh lh ya.
Sendirian, hehe aku masih sendirian, lagi2 aku dikirimi nomor cewek oleh ibuku, hehe dan untuk kali ini aku cukup kenal dia, adik tingkatku, aku malah ngefans sama kakaknya dia, hehe kakaknya itu satu tingkat diatasku, dia idaman banget lh, udah nikah kalau sekarang, iya lah, orang sebaik dia siapa juga yang nggak mau, hmm, adiknya, entahlah, aku, meski tahu, tapi tidak mengenalnya dengan baik. Kakaknya aku kenal baik, karena pernah satu organisasi. Kalau dia sebaik kakaknya, mungkin tidak akan ku pikirkan lagi, hehe langsung aja sikat. Yah, jodoh mah akan dapet nanti, targetku 25, sementara ini, sepertinya masih akan sesuai target. Ngomong2 soal perasaan, aku juga bingung sendiri, aku jadi tidak tahu, sebenarnya aku ini suka dan cinta pada seseorang nggak si sekarang, kalau dibilang suka,  nggak ada usaha buat deket, kalau dibilang nggak suka, dia kebayang2 gitu, entahlah, nggak paham juga.
Kelaparan, wkwk aku hari ini kelaparan, ternyata kemarin aku tidak makan nasi, dan malam ini hujan, mager sekali, mau pesan gofood, hmm, ada si, tapi hujan, kadang saya kasihan dengan mas2 gojek kalau order pas hujan2, hehe kan mereka dapat uang jg, y kasihan aja, hehe aku juga sering, bahkan tiap kali order gitu selalu tak kasih lebih (kalau nggak pas si, 10rb atau 15rb). Kasihan juga kadang2, masa nganter gitu Cuma dibayar 7rb, tak kasih lh 10rb, atau malah yang gratis misal pake ovo, meski ini yg order bukan aku tp buat nganterin aku, tetep tak kasih 5rb atau 10rb, y kasihan lah, meski penghasilan mereka gede (mungkin setara gajiku tanpa tunjangan) , tapi y, mereka dijalan boy, panasan, kerja kalau nggak dari pagi sampe malam nggak dapat banyak, belum hujan, belum di cancle, belum ini belum itu, aku mah enak kerjanya di kelas, haus tinggal ambil, dispenser ada, kopi, teh ada, internet cepat tanpa batas,  y kadang saya heran aja kalau ada sarjana yang jadi gojek, bukan saya merendahkan dan juga menyalahkan, tapi gojek itu harusnya lebih diperuntukan buat orang2 yg kurang beruntung, orang2 yang nggak makan bangku kuliah.
Oh iya, aku belum cerita sekolahku ya, baiklah2. SMKN 4 Pekalongan, sekolah yang relatif baru, terdiri dari jurusan listrik, pengelasan, dan perikanan. Karena masih relatif baru, inputnya juga masih lumayan menengah ke bawah, kalau kalian tahu suzuran, nah ada guru yang bilang kaya suzuran, hehe anaknya memang nakal si, tapi yang aku salut mereka sopan, jika dibandingkan dengan SMA pas aku PPL, mending ini, meski mereka tidak lebih pintar, mereka tahu sopan santun, aku hargai. Mungkin karena masih iklim pedesaan juga. Sekolahku berdiri di atas lahan bekas kuburan cina, sampe sekarang dibelakang sekolah juga masih kuburan yang banyak, wangi juga, hehe dulu katane sering ada yang lihat penampakan, ada yang kerasukan juga, hehe tapi sekarang sudah relatif aman. Sekolah menghadap ke selatan, disisi barat ada taman, kaya taman kota gitu lah, lumayan juga kalau pengin santai, sayange belum ada wifi. Disisi timur perumahan warga dan sungai, sisi utara y itu tadi, makam, dan di selatan ada jalan, hehe kosanku dekat, 10 menit paling, lumayan juga, kamar 4 x 3 kayane, km dalam, listrik pulsa, sampai hari ini aku hanya mengabiskan sekita 3.sekian (aku nggak tau artinya, tapi ini irit), bahkan bensin sejak kedatangan ku kemari (tgl 1), aku baru ngisi sekali pas jumatan kemarin, hemat banget dan makan, y begitulah, aku males, jadi aku hanya makan sehari sekali atau dua kali, memang jahat aku ini pada tubuh, dan harganya murah juga, jadi sehari paling hanya 20k (seringnya nggak sampai), tapi dari awal april sampai hari ini pengeluaranku sudahlebih dari sejuta, rekor ini, banyak banget dua minggu sejuta, yah, buat kos 400, buat beli baju 275, buat beli perkap (ember,sabun dll) 200 , buat berkas, dan buat makan, hmm, mungkin bulan depan lebih baik, parahnya lagi, belum gajian, hehe tabunganku masih ada dua jutaan, hoho tabungan gue banyak kan, biasa hidup susah si, tabungan bidik misi itu, juga ngeles, juga ditambahi dari ibu, hehe jadi lumayan, yah meski adikku lebih keren lagi, bukan anak bidik misi, tapi nggak pernah kurang duit tuh bocah, meski sering aku yang gratisin makan kalau bareng, tapi ya, ngelesnya kenceng memang, mantap kali.. loh jadi nglantur, y itu sekolahku sekarang, nggak tahu yang nanti,
Sekian cerita ketidakjelasanku,  yoshaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Pekalongan, 14 April 2019

Selasa, 09 April 2019

tahukah

Hmm,
tahukah ?
aku kecewa sekali padamu
sederhana, kau membohongiku terlalu lama
mengatakan semua baik2 saja
mengatakan kau masih seperti biasanya
kau berubah, kau tidak lagi sama
perlahan dan pasti kau berganti
padahal itu janji yang kau buat untukku
orang yang kau percayai bukan ?
sekarang,
lalui saja jalanmu dan ku lalui saja jalanku
mungkin kita akan bertemu, bersimpangan
tapi aku takan berhenti untuk menemuimu,
hanya menyapa, menghargai kau pernah ada
biarkan aku, jangan peduli
pun juga
ku biarkan kau, dan tak peduli lagi


kebumen, 5 Juli 2014

Senin, 08 April 2019

sisa2


The Star In The Sky
Once upon a time , there lived a man named Lanang. He lived with his wife named Wadon. He loved her very much.  They lived in house that it in beside the lake. They lived happily.
One day , Lanang and Wadon walked arround the lake. Then they sat  in the stone that it the biggest than other. They saw the sunset together.
“ the Sunset is very beautiful “ said Lanang. “ you are right “ said Wadon.
‘’ maybe , I will lose like the sunset’’
‘’ what do you mean ? ‘’ask the wadon.
Lanang told to the Wadon about his disease. He never told it. The disease was very severe and Lanang time’s didn’t long again.
Lanang asked the Wadon “ do you love me ? “….. “ yes , I love you , very love you “ answer the Wadon with cry.  With smile Lanang said “ I never  leave you , I will always see you, I will always in your heart “ …
  if you miss me , look the sky .. I will be the star , I will always  give you bright ‘’
‘’ talk about anything  to the star, then I will fell you fell”. “ I must go , I love you , “
Lanang was passed away with smile in his faceand in wadon’s embrace.
The Wadon always remember what the last message from the Lanang. Every night she always looked the sky because in there star shine. Remember him. Remember the star , star in her heart.

kebumen, 2013

Senin, 01 April 2019

ternyata penuh


Hmm,
hari ini menjadi hari yang mengagetkan, hehe eh, kaget ngga ya,  seperti yang sudah ku ceritakan kemarin, memang hari ini sudah ku duga mungkin akan terjadi sesuatu, dan benar2 terjadi, dan aku tetap kaget, hehe
jadi, memang formasi guru yang di tempatkan di sekolah baruku ini tidak ideal, contohnya fisika, ternyata hari ini aku tahu sudah ada dua guru fisika dan status mereka PNS, dan lagi di SMK hanya ada jam fisika di kelas X saja, jadi berdua itu sudah lebih dari cukup, tidak hanya fisika, beberapa mapel juga sama, dan kabar buruknya (sebenarnya menurutku kabar ini biasa saja) maka aku dan teman2 yang tidak mendapatkan jam akan di mutasi ke sekolah lain, dan yang lebih buruk lagi aku (kita) belum tahu di pindah dimana dan kapan, sementara tunjangan itu dapat cair kalau sudah ada laporan SPMT (surat pernyataan melaksanakan tugas), nah loh, disini nganggur, padahal yang banyak itu tunjangannya, hehe
sebenarnya itu, aku tidak terlalu mempermasalahkan aku akan di tempatkan dimana , karena aku sudah daftar, otomatis aku harus siap ditempatkan dimanapun, tapi kalau begini, hmm, apakah harus menunggu lagi ? hehe lelah adek bang terus menunggu, digantung itu sakit, wkwk tapi kabar baiknya kemungkinan gaji akan turun segera, hehe katanya, di SK itu per februari, jangan2 gajinya itu rapel dari februari, hoho kan seger 3 bulan langsung, haha y semoga saja, kalau nggak y udah, dari april pun boleh lah.
Semoga saja jika memang harus di mutasi itu, maksimal banget pas tahun ajaran baru lah, biar bisa di mulai dari awal bener2, nggak dari tengah2 tahun ajaran. Dan kalau boleh berharap itu di pantai selatan, hehe jangan di pantai utara. Y itu pun kalau jadi di mutasi, apapun yg terjadi aku sebagai abdi Negara, ya manut Negara, yang penting jelas aja, penak kn, orang manut itu hidupnya kepenak.
Baiklah, itu saja, eh perpusnya banyak novelnya loh, tapi sebagian besarnya sudah ku baca, wkwkwk
Dan pembulian terhadapku makin deras saja, hehe ya  cuma bercanda si, bodo amat lah, suka2 mereka.

Pekalongan, 01 April 2019