hmm,
aku ingin bercerita tentang sebuah impian...
sejak kapan aku bermimpi y mungkin sejak guru SD ku bertanya nanti saat aku besar hendak jadi apakah aku ?
dan mungkin sejak itu aku mengenal "impian",
perjalanan impianku ku mulai saat kelas 5 SD,
waktu itu aku berhasil jadi juara OSN MTK tingkat kecamatan Buayan, dan semenjak itu aku "diwajibkan" les di kelas 6 tiap pelajaran MTK (ini menyebalkan sekali karena pas jam olah ragaku yg menyenangkan) dan les ditempat guru ku yang rumahnya cukup dekat denganku tiap malam.
disana kudapati foto seseorang disamping menara Eifel di Paris (dikasih tahu pak Guru). itu anaknya pak Guru yang katanya pas aku kecil dia sering menggendongku. aku sih tidak ingat, hehe.
impianku saat itu adalah pergi menyusulnya.
pergi ke Paris.
aku pun lulus SD, nilaiku bagus, Ibuku naik "panggung".
saat aku lulus SD lalu aku masuk SMP, aku mungkin sudah lupa mimpi masa SDku. mungkin karena ada sesuatu yg baru, yang belum pernah ku rasakan begitu hangat saat SD, hehe. iya, itu cinta.
impianku jd alay,ingin bersama seseorang selamanya lalu satu sekolah dengannya. beneran ini alay tingkat dewa. tapi terus terang, itu impianku waktu itu. sayangnya tidak terwujud, impian yang gagal, sayang sekali. masa SMP y, pelajaran dan perkembangannya pesat sekali.
masa SMP pun berlalu, nilaiku bagus (jujur saja waktu itu aku tidak bersyukur, maafkan hambamu yang kufur nikmatMu), ibuku naik panggung. dia juga, hehe
aku pun melanjutkan ke SMA yang "dekat" dengan rumah. ibuku membolehkanku pergi kemana saja sesukaku si, tapi masa masuk SMA itu berat bagi keluargaku (SMP jg si). masku lulus SMA aku masuk SMA, aku tahu jg hutang bapakku puluhan juta. sakit memang tahu tanpa dikasih tahu. jadi aku menghibur diri dengan berkata pada diri sendiri "jika cahayamu tak begitu terang jangan berada diantara bintang, bahkan cahayamu tak akan kelihatan, jika cahayamu terlalu gelap jangan berada ditempat gelap, bahkan bayanganmu tak akan kelihatan". aku bukan pesimis, aku juga punya mimpi sekolah ditempat terbaik, hehe tapi waktu itu tidak memungkinkan.
impianku saat itu sempit sekali, ,aku ingin segera lulus dan kerja seperti masku.
sempit sekali.
aku "bersinar" di masa ini, aku cukup terkenal dengan title "Pradhana" yang mungkin selevel gengsinya dg ketua OSIS. aku ikut berbagai lomba, aku jd perwakilan sekolah kemana2, yah meski juga banyak sekali masalah karena aku tidak cukup baik memimpin waktu itu. kalian hebat gengs. masih juga terselip kisah - kisah asmara, hubungan ikatan bukan pacaran, dan entah apa namanya itu. y itu masa SMA.
dan itu pun berlalu, aku lulus SMA, tidak mengulangi kesalahan yang sama, nilaiku bagus dan aku bersyukur. lagi2 ibuku yang naik panggung.
saat ternyata aku diterima di Pendidikan Fisika UNY, aku sedih sekaligus bahagia. impianku gagal lagi kn y, aku masih akan merepotkan orang tuaku untuk waktu yang lama (4 thn). tapi, mimpi masa laluku menyeruak kembali.
mimpiku saat masuk kuliah adalah pergi keluar negeri. tidak harus ke Paris di Prancis. kemanapun yang penting ke luar negeri. aku ingin membuktikan aku yang anak desa ini bisa ke luar negeri pas sekolah (dibiayai tentunya). kali ini mimpiku tidak sebatas itu, tentu aku ingin foto dengan keluargaku dengan selempang bertuliskan CUMLAUDE.
ditahun yang sama pada 2016 satu impianku terwujud sekaligus impian yang lain tak akan terwujud.
aku sudah pergi ke luar negeri.
didesa aku diceritakan, di sekolah aku dibanggakan. bahkan aku disuruh ngisi sebuah artikel mading SMA. mungkin karena pertama kali ada yg pertukaran pelajar, besok - besok pasti ada kesempatan untuk kalian adik2ku.
tapi juli 2016 satu impianku dipastikan takan terwujud, tak akan ada lagi sosokmu di sampingku dengan slempang CUMLAUDE Ayah.
dan empat tahun sudah berlalu,
kali ini aku juga sudah punya impian baru....
meneruskan mimpi - mimpi lama,
kata Arai pada Ikal, jika orang - orang seperti kita tidak punya mimpi, kita akan mati (maaf kalau salah redaksi).
mimpiku kini ada 3, untuk Ibuku (keluargaku), untuk seseorang disana, dan untukku sendiri.
dan mungkin 2 thun mendatang akan bercerita lagi,
mimpiku itu, bisakah ku wujudkan ?
Yogya, 27 Juli 2018
