Kamis, 28 Mei 2020

Hinata (8) : 24



Hmm,
Hai,
Diantara kau dan aku ada satu hal yang memisahkan sekaligus menghubungkan kita. Ialah jarak. Jarak itu adalah rindu (M, 2017)
Sampai sekarang jarak masih memisahkan sekaligus menghubungkan kita, dari dulu juga aku rindu, sama sepertimu. Bedanya sekarang rindu itu tersambung, aku bisa bilang dan kamu bisa tahu, kalau aku sedang merindukanmu.
Dari dulu aku juga selalu melihatmu, apakah aku di depanmu ? kalau iya, maafkan aku,
Saat itu aku ingin menuju sesuatu, memantapkan langkah dan pijakanku, agar suatu saat aku bisa diandalkan oleh seseorang yang berjalan di sampingku.
Maafkan aku yang meninggalkanmu, maafkan aku yang tidak melambat dan membersamai langkahmu,
Meskipun langkahmu tertatih, kamu terus berjalan dan berjuang, tidak berhenti, tetap bergerak.
Aku sebenarnya takut, apakah kamu akan terus melihat punggungku dan tetap maju mengikutinya? atau kamu akan memilih jalan lain lalu berdampingan dengan yang lain. Apakah aku harus menemuimu saat itu juga agar tidak terlambat ?
Ku pikir, aku belum cukup kuat, hehe maafkan aku, lagi2 aku egois. Aku tidak ingin menyakitimu lagi karena aku belum cukup kuat, dan goyah karena kelemahanku.  Aku ingin jadi sandaran yang kuat buatmu, setidaknya aku bisa sedikit kamu andalkan.
Aku senang kamu masih mengikutiku dan terus berjalan, tidak menyerah, dan terus berjuang,
Kau yang seperti itu sangat berkilauan. Kamu cantik sekali.
Dan kamu sudah sampai padaku, aku tidak melambat sama sekali. Apakah kamu senang melihat  punggungku saat boncengan ? hehe sekarang punggungnya bisa dipeluk loh wkwk
Apakah nyaman berjalan bersamaku ? apakah kamu bahagia berjalan di sampingku ?
Kita sedang menyelaraskan langkah, kadang aku terlalu lambat, kadang kamu yang lebih cepat. Kadang aku terlalu serius, kadang kamu terlalu bercanda wkwk, kadang juga tidak sependapat dan akhirnya berantem, wkwk tapi saat ada yang jatuh, tersandung, terluka, kita masih bisa saling membantu, menguatkan dan menyembuhkan luka.
Aku suka kamu disampingku,
Kamu jadi tau apa yang ku rasakan, tidak seperti saat aku didepanmu
aku suka kamu disampingku,
karena aku bisa menggandeng tanganmu saat kamu bahagia, puk2 saat kamu sedih,
aku suka kamu disampingku,
menentramkan jalanku, mewarnai hari2ku lagi
aku suka kamu disampingku,
bisa berdiskusi, melangkah bersama menuju sesuatu yang kita sepakati
aku suka kamu disampingku,
bisa saling menguatkan, saling menyemangati, saling mengoreksi, saling melengkapi, saling bertumbuh dan menumbuhkan,
aku suka kamu disampingku,
aku jd tau apa yg kamu inginkan, kamu juga
aku suka kamu disampingku,
aku selalu suka disampingmu,

selamat ulang tahun yang ke 24 Yuki,
umur kita sama hehe yah tidak bisa ku panggil dek dong wkwk
semoga doa2 disurat itu terkabul, yang jelas aku juga mendoakan semua yang terbaik untukmu.
Terima kasih untuk segalanya
Aku sayang kamu

Kendal, 28 Mei 2020

Rabu, 20 Mei 2020

Menjadi guru (3) : menyedihkan


Hmm,
Aku resmi menjadi guru selama sekitar 1 tahun, di dua sekolah, di pekalongan 3 bulanan, dan di Kendal 10 bulanan, pengalamanku belum banyak, masih sangat minim. Tapi mungkin bisa sedikit ku ceritakan tentang kehidupan seorang guru, murni pengalaman pribadi. Bisa sama, lebih mungkin akan berbeda.
Nyatanya menjadi seorang guru tidak selalu menyenangkan, banyak hal yg juga menyedihkan. Mulai dari siswanya, sesama guru, lingkungan, keadaan, dan sebagainya.
Hal yang mungkin paling menyedihkan adalah melihat anak2 yang tidak niat belajar dan tidak bersungguh2. Entah siapa yang salah, mungkin gurunya karena tidak dapat memotivasi anak didiknya. Aku bukan tipe guru idealis, yang menuntut kesempurnaan siswanya, bagiku jika sudah mencoba dan berusaha bersungguh – sungguh akan tetap ku beri nilai minimal kkm, tentu saja yang benar akan mendapat nilai lebih tinggi. Ku piker mereka tidak harus bisa fisika, atau ahli fisika, tapi ku harap meski mereka tidak suka, tidak bisa, tetap mau mencoba dengan sungguh2, bukan aku ingin dihargai terlalu tinggi, coba aja, pasti ada yang bisa kok, itu sudah cukup. Benar, ukuran sukses bukanlah pintar, aku setuju, tapi kalau tidak sungguh2 dan bertanggung jawab, lain lagi ceritanya.
Masih tentang anak2, aku juga sedih ketika ada anak yang bermasalah, merokok di kantin sekolah, mbolos pelajaran, dll, entah kenapa mereka bangga sekali dengan itu, padahal itu tidak keren sama sekali. Mungkin pola piker anak SLTA sekarang jauh berbeda dg saat aku SMA enam sampai Sembilan tahun lalu. Entahlah, kenapa dari dulu aku berpikir bahwa melanggar peraturan adalah hal merepotkan dan aku menghindarinya, males banget kalau urusan jadi panjang. Sekarang ortunya berulang kali dipanggil, masih belum selesai juga. Kadang aku berpikir, mending dikeluarkan saja, wkwk jahat sekali, tapi ku piker lagi, mungkin suatu saat akan berubah, tidak pernah tahu, yang penting diusahakan mengingatkan terus. Semoga bisa berubah.
Urusan administrasi guru juga bagiku masih terasa sangat ribet dan banyak. Mungkin aku belum terbiasa, RPP silabus, perangkat lain2, wkwk banyak sekali, tiap bulan harus laporan, mungkin aku belum bisa mengikuti ritmenya saja, masih menguras banyak waktu dan pikiranku, mending juga RPP disederhanakan jadi 1 halaman, jadi cuma intinya, dulu bisa sampe berlembar2, karena materi pelajarannya ikut masuk, dan instrument penilaiannya juga, mendingan deh hhe semoga besok2 lebih sederhana dan terintegrasi, jadi sekali gerak sudah masuk sekalian dengan ke lembaga  yang lain, missal dinas, sepertinya sudah mulai banyak yang terintegrasi begitu, semoga lebih baik.
Lalu, hehe aku sebenarnya harus mengajar dimana ? wkwk SK PNS sudah ada, aku sudah lihat juga punyaku, meski belum ditanganku saat ini, disitu memang unit kerjanya masih dinas pendidikan, wkwk belum ada tempat kerjanya, hehe jadi bekerja tidak sepenuh hati, rasanya masih belum mantep, aku butuh kejelasan. Mungkin bulan depan atau malah bulan ini, semoga segera deh, hehe agar aku bisa segera melakukan hal lain, jika memang bisa pindah maka aku akan segera cari sekolah dn lain2 yang pasti akan sangat ribet.
Hehe selama pandemi sekolah tutup dan guru dibuatkan jadwal piket, apakah menyenangkan ? wkwk entahlah, sepertinya tuntutan malah semakin banyak. Tiba2 guru harus membuat modul pembelajaran online, bagi guru sepertiku yang terbuka dg IT tentu tidak susah2 amat, bagi guru senior pasti sulit, aku membuat materi yang semudah mungkin dan soal juga yang sesederhana mungkin, 1 2 soal paling, selain aku males ngoreksi kalau panjang2, biar anak2 tidak pusing2 amat, yang penting sudah dikerjakan, tidak susah, Cuma 1 atau 2 dan soalnya bukan hitungan. Wkwk tapi harapan itu ternyata tidak selaras dengan kenyataan, masih banyak yang belum mengerjakan, wkwk ingin marah, tapi sedih hehe bahkan pada kelas yang wali kelasnya aku, hampir 50% tugasnya tidak lengkap, hhe bagaimana mengatasi ini, yang pertama japri satu2 dengan wa, mengingatkan tugas untuk dikerjakan, yang penting dibuka, dikerjakan, Cuma 2 mapel sehari, gampang. Masih ada yang bandel dan tidak mengerjakan, ada beberapa. Rencananya akan didatangi ke rumahnya, tapi kecamatanku sudah masuk zona merah, sudah ada yng positif covid 19, akhirnya rencana itu di tiadakan, sebagai gantinya wali kelas kembali mengingatkan, apakah berhasil, hehe tidak semudah itu, masih ada bebrapa siswa zona merah, dari 25an tugas dalam 3 pekan terakhir, wkwk kaya banyak ya, kalau mau dibagi berarti 25 : 15 (hari efektif dalam 3 minggu) , berarti satu hari paling banyak 2 mapel, masih ada yang baru buat 4 5 mapel, menyedihkan, jika ada kendala kuota akan dibelikan sekolah, hp biasa yang jaringan 3G jg masih bisa, bagiku sudah tidak ada alasan lain selain memang tidak niat.  Akhirnya anak2 itu dipanggil ke sekolah, kelasku hari senin kemarin untuk mengerjakan yang belum dikerjakan disekolah, dengan internet, computer sekolah, agar tidak ada alasan lagi.
Tiap hari efektif selama WFH, guru harus mengisi jurnal di portal yang dibuat dinas, menurutku ini benar juga, tapi kalau dipikir2 tiap mapel jadwalnya seminggu sekali, kalau ngisi tiap hari, hehe jadi ada yang tidak relevan, tapi y sudah diikuti saja.
Beberapa kali aku ke tempat siswa untuk kegiatan PPDB, wkwk terpaksa si, bukan karena kebal covid, y kondisinya harus bgtu, iya, aku sekarang jadi panitia inti PPDB, sekretaris, kalau tahun lalu di pekalongan hanya sebagai staff, sekarang lebih mumet, hmm, mungkin perasaanku saja, tapi banyak yang aneh selama PPDB. Entahlh, mungkin aku yang tidak tau polanya, padahal ada yng bagian pendaftaran dan input, wkwk kenapa jadi aku semua ?  yang menerima pendaftaran, yang nginput data, ngumpulkan data, upload ke system, wkwk aku bener2 ngga tau, mau bilang, bilang ke siapa, ketuaku yang nyuruh, wkwk aku diem saja deh, untuk kali ini akan ku kerjakan apapun yang diminta tanpa banyak tanya, tidak ingin mencari keributan apa2, masih bisa ku kerjakan juga, tidak masalah, meski aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi. Aku akan belajar dlu.
Y mungkin PPDB itu salah satu urusan dengan guru lain yang bagiku terasa aneh, dan urusan dengan guru2 lain tidak selalu baik. Aku bukan yang suka cari masalah, aku menghindari masalah. Tapi tidak bisa selalu menghindar, tersangkut, ya begitulah, tetap ada masalah yang bukan pekerjaan di ruang guru. Malah menurutku mengajar yang benar2 mengajar itu tidak perlu dipusingkan, masalah personal dengan orang2 yang bikin pusing hehe. Menjaga perasaan memang susah, apalagi jika da yng saling menggosipi satu sama lain, dan aku dengar semuanya, jadi sulit, sebisa mungkin ku hindari, tapi tidak selalu bisa. Hmm, entahlah, jadi tidak betah wkwk meski masih lebih takut jadi waka hehe, mungkin aku ingin pindah, mungkin aku juga akan menemukan masalah2 itu lagi, personal orang2, tapi setidaknya aku tdk jadi waka.
Menjadi guru tidak selalu menyenangkan, ditambah lagi ada yang bilang “enak ya, sekolah libur tapi gaji masih penuh”, hehe y tidak p2 si, kalau mau bilang atau membenarkan begitu y boleh2 saja, gajiku memang masih full, THR jg dapet, meski dipotong, tp  semoga gajiku masih bisa ku pertanggungjawabkan.
Y begitulah, mungkin masih ada beberapa hal yang tidak menyenangkan seperti target2 sekolah, pemerintah, kurikulum dll, y mungkin itu sudah cukup banyak, hehe
Menjadi guru itu penuh warna, tidak selalu bahagia dan tidak selalu sedih, tapi selalu ada bahagia dan selalu ada sedih juga
Y apapun profesinya memang selalu ada bahagia dan sedih, dan semua orang juga harus berjuang,
Jadi, mari berjuang !!!1
Selamat hari kebangkitan nasional

Kendal, 20 Mei 2020



Selasa, 19 Mei 2020

Ramadhan

hmm,
tadi aku melihat status wa adikku, mie ayam, biasa aja, tidak spesial banget, aku tau tempat dimana itu dibeli, disini jg ada, dan aku bisa membelinya, aku tau hehe
tadi dia jg bertanya tentang jadwal lebaran, refleks lihat kalender di dinding kamar kosanku, tgl 24 yg tertulis, itu sebentar lagi, empat lima hari.
kata yang tepat untuk ramadhan tahun ini bagiku adalah sedih, hehe
mungkin sangat sedih, wkwk
hari pertama puasa, aku tidak tau warung yang buka untuk sahur dimana, warung yang biasa ku datangi untuk makan, tutup. hari pertama puasa aku juga sedih karena masjid2 di portal, wkwk ingin menangis rasanya, hanya boleh warga asli yg sholat tarawih di masjid, meski aku sudah tau ini, aku tetap berusaha mencari masjid yang buka, wkwk y memang nihil, sholat jumat juga tidak ada, hari pertama puasa sangat menyedihkan, lalu buka puasanya juga hari pertama lebih jauh, karena y itu, warung yang biasa langganan masih tutup, wkwk sedih, sedih sekali, wkwk
lalu hari2 berlalu, akhirnya tiap hari aku sahur pakai roti, pertama ku beli roti yang ada isinya, ternyata tidak bertahan lama, mksdnya cepat kadaluarsa, lalu aku beli yang tawar, lumayan, bisa semingguan kadaluarsanya, yang ku rubah cuma jenis rotinya dan isinya, pertama ku beli ceres, hehe lumayan, lalu sekarang ku beli susu sachet, bosen ? hehe tentu saja, pernah nyoba nasi, tapi malah pengin menangis wkwk roti aja deh,
entahlah, rasanya belakangan ini aku lebih sering sedih dan merasa kesepian, hehe 
untung ada dia, yang selalu ada, meski tidak selalu sependapat, tapi dia baik, dan lebih perhatian, mau bangunin sahur kalau aku belum bangun, hehe makasih, 
hehe sendiri begini, di kosan, perantau, tidak punya teman senasib yang bisa diajak berbagi, wkwk ada si yg senasib, tp sdh tdk bisa diajak berbagi, wkwk sudah berpasangan, padahal dlu biasanya bertiga tidak p2, sekarang aku jadi obat nyamuknya wkwk ngga enak ikut2an, y biarin deh, hehe y tapi aku kesepian, wkwk
sepertinya berat badanku turun, wkwk kalau timbangan disekoh tidak salah, sekarang beratku tidak ada 40kg, jan kurus sekali.
padahal ramadhan ini aku resmi diangkat pns, hehe aku tidak ingin berkoar2, aku hanya ingin menunjukannya pada ibuku, biar bisa buat bangga, semoga ibuku tdk cerita kmna2, hehe tapi ternyata tidak bisa pulang, aku juga ingin sok ke ibuku, mau kemana, mau beli apa, wkwk yuk berangkat wkwk aku sudah kerja, jadi aku ingin sesekali begitu, tidak mamasku terus, 
oh benar juga, td ibuku ngabari kalau masku (paling mbaku) ngirim paket baju ke rumah, buat adik2 dan salah satunya ada yg berlabel namaku, padahal aku udah gede, wkwk tetap dikasih wkwk
y belum bisa ku pake lebaran ini,
sejujurnya aku sedih, hehe dengan ketidakjelasan semua ini, wkwk aku capek, kerjaan sekolah juga banyak, anak2 tidak semua aktif, PPDB, rapat2, belum lg urusan dg dinas, hehe menguras pikiran,
hehe banyak juga temanku yang pulang, hehe padahal tidak boleh, aku sedih, kenapa teman2ku harus begitu, aku tidak bisa dan tidak ingin pulang untuk bertemu  keluargaku dg melanggar peraturan, hehe 
kayane semua orang juga kangen, wkwk buat es atau teh hangat untuk buka, ikut masak, makan makanan hangat pas sahur plus buat susu biar tidak haus, hehe entahlah, aku tidak tau lg, yang ku tau aku tidak boleh pulang, dan aku akan menaati itu, sampe kapan ? hehe aku juga belum tau.
target ramadhanku juga mungkin tidak berhasil, masih belum sampe juz 20an, hehe sendirian begini memang tidak termotivasi, biasanya habis traweh nderes dimasjid bisa lama, sekarang paling mentok baca habis maghrib juga paling beberapa halaman, hadeh, minim sekali, tapi akan ku coba tiap hari minimal baca dua halaman, semoga bisa istiqomah,
hmm,
solat id akan dimana ?
hehe diajak ke rumah salah satu guru, hehe sudahlah, akan ku ikuti saja
apapun yng diusulkan akan ku terima, aku tidak ingin berpikir, hehe kalau diajak aku datang, tidak jadi, y di kosan aja, sholat pribadi, lalu telfon rumah, lalu ? melanjukan rebahan, wkwk aku sudah tidak ingin melakukan apa2, yang terjadi biarlah terjadi, 
hmm,
ramadhan kali ini menyedihkan sekali


Kendal, 19 Mei 2020