Hmm,
Aku jadi kepikiran, hehe y otakku kadang
menyebalkan, kalau terbersit sesuatu, aku jadi kepikiran, lalu jadi mengenang
yang sudah ku lakukan, menganalisisnya, lalu menyimpulkan,
Hehe anak MIPA sekali, tapi sebenarnya lebih
seringnya kesimpulan itu hanya berujung pertanyaan, yang seringkali di ajwab
oleh Alloh lewat waktu, suatu saat nanti.
Hari ini, malam takbiran hehe idul adha
Aku tidak pulang, hehe
Apakah aku tidak kangen rumah ?
Tentu saja aku kangen,
Apa pas idul adha aku tidak ingin pulang ?
Kalau libur agak lama pasti aku pulang
Dulu sepertinya juga begitu,
Ternyata aku baru ingat, sejak kuliah, aku hanya
pulang dua kali pas idul adha,
wkwk tidak cuma sekali, hehe
Yang pertama, yang bareng dia, dan aku waktu itu
di jemput bapak, hehe
Yang kedua, hehe berarti karena waktu itu bapak
sudah tidak ada, lalu karena tetanggaku menyembelih sapi, aku sebagai anak
laki2 yang sudah dewasa disuruh membantu sama tetanggaku itu, karena sudah
nembung, padahal yang ditembung adikku, padahal adikku sudah bilang bersedia, tapi malah adikku tidak bisa, y karena aku
tidak ingin ibuku merasa tidak enak, karena ibuku juga masak disana, akhirnya
aku ngalahi pulang, tentu saja setelah adikku ku marah2i, hehe
Kenapa pas idul fitri pasti pulang, tentu saja
karena libur, dan yang kedua karena semuanya berkumpul, hehe
Ternyata kalau dipikir2, aku pulang bukan karena
suatu momen, tapi karena orangnya, ada ibuku di rumah, ada keluargaku pas idul
fitri, ada dia pas bisa ku ajak main.
Jadi sedih, hehe
Masa depan memang tempe semua, kalau nanti, semoga
tidak segera, hehe ibuku sudah tidak ada pas aku belum kembali ke rumah, gimana
ya, hehe mungkin aku akan terlarut dalam kesedihan, hehe mungkin aku akan kepikiran
terus, kenapa aku tidak ada disampingnya, dengan bapakku saja yang masih sempat
menyolatkan, menggotongnya juga aku masih kepikiran, hehe kenapa aku tidak
disana, kenapa aku masih menangis tanpa kusadari, kenapa aku sakit sekali, pas
nginjak makamnya bapak waktu itu, wkwk
Wkwk, kadang aku merasa biar aku yg duluan saja,
hehe baka sekali
Lalu ku pikir2 kehilangan bapakku saja ibuku sedih
sekali, apalagi kehilangan anaknya ya,
Ku pikir cinta dan sayang pada anak lebih besar
dari ke pasangan, karena aku punya ponakan saja, rasanya segalanya bisa ku
berikan kalau dia minta, hehe apalagi anak sendiri, dan nyatanya memang begitu,
seringkali terucap “untuk anak” dari para orang tua, hehe menyedihkan sekali.
Jadi ku harap tidak dalam waktu dekat ini, biar
aku bisa membahagiakan ibuku dulu, meski ku yakin ibuku sudah bahagia kalau
ditanya, hehe aku hanya ingin lebih dekat, wkwk meski ibuku berisik dan aku jd tidak
bisa rebahan dengan puas pas akhir pekan,
wkwk y berbakti juga bagus, jadi aku ingin bisa pulang, sekarang si, tidak tahu
suatu saat nanti, mungkin ibuku bisa ku bawa kalau tidak bisa dekat dg rumah.
perjuangannya yg susah payah pas aku kecil, rasanya aku tidak bisa membalasnya, meski aku tidak terlalu dekat dengan ibuku, hehe mungkin karena masku bandel dan adikku cengeng, jadi lebih butuh banyak perhatian, jadi aku sudah cukup diperhatikan bapak saja. tapi ku pikir, semua anak mendapatkan jatah sayang yang sama saja.
Lah malah jadi cerita ibuku, y tidak apa2, sebagai
anak laki2, ibuku jg masih tanggunganku, tidak terputus bahkan sampai menikah,
karena surga memang di telapak kaki ibu, wkwk aku jadi iri, karena istriku akan
jadi surganya anak2 ku, bukan aku hehe y tidak p2, tiap orang punya caranya
masing2.
Hmm,
Jadi kangen, sayangnya minggu depan jg tidak bisa pulang,
padahal mungkin kalau aku ngabari pulang, bakal dimasakin dan dibawakan makanan
yang enak2, hehe
Y tidak p2,
Semoga selalu sehat, jika bukan karena kau ibu,
sepertinya aku tidak lagi punya semangat berjuang, hehe untuk apa
Y sudah, semoga aku bisa segera kembali, meski aku
belum tahu caranya,
Kendal, 10 Agustus 2019