Sabtu, 30 September 2017

Ayah,

hmm,
 tentang kau, Ayah
 entah sudah berapa tahun yang lalu, aku masih ingat... banyak yang tidak akan pernah ku lupakan tentangmu,
mungkun karena aku adalah anak kedua dan kebetulan adikku umurnya hanya selisih 1,5 tahun, jadi, aku sangat dekat denganmu,
waktu itu, aku masih ingat, ketika kita masih tidur berjamaah, hehe... ya.. satu tempat tidur berisi lima orang waktu itu, tak ada kasur, hanya tempat tidur beralaskan anyaman bambu, diterangi cahaya temaram dari lampu minyak, tapi entah kehangatan yang ku rasakan datang dari mana, aku bahagia sekali..
lalu, kita (anak2mu) bertambah besar, tak muat lagi kita di tempat tidur itu..
lalu kau merelakan diri tidur diruang depan.. sendiri.
beberapa malam berlalu, lalu entah karena kesadaran apa, aku menemanimu tidur disana.. mengenangnya membahagiakan sekali Ayah..
aku masih ingat saat kau mengompres seluruh tubuhku karena aku demam tak sembuh2, dan kita harus ke jogja waktu itu,
aku juga tahu bahwa kau harus berhutang kesana kemari hanya demi kami agar bisa sekolah, aku tahu saat aku masuk smp dan kakakku masuk sma kau sangat kerepotan, aku tahu, tp aku tidak tahu apa yang bisa ku lakukan selain membahagiakanmu dengan prestasiku,
 ayah, kau memang tak pernah naik ke panggung ketika aku berhasil menjadi salah satu ang terbaik di smp dan sma, tapi aku tahu kau sangat bahagia..
Ayah, kau begitu keras pada kami, pun pada dirimu sendiri,
waktu itu kita sedang kerja bangunan, kau berpesan padaku, "mumpung kau masih muda, jangan gampang ngeluh, coba banyak pengalaman, seperti ini, kerja bangunan, aku tidak berharap kau nanti kan bekerja seperti ini, tetapi setidaknya kau pernah melakukannya, kau tidak tau masa depan kan, iya kalau masa depanmu gampang, lah kalau susah",
 aku termenung saat itu, mengenangnya, lucu, lucu sekali..
 semua cerita masa kecilku adalah tentangmu ayah,
lalu semua mulai berjalan lancar dan keluarga seakan baik2 saja ketika aku mulai beranjak melewati bangku SMA, semua terasa menyenangkan dan tak ada lagi kesedihan yang berarti,
waktu itu, aku merasa keluargaku sangat bahagia, lengkap dan menyenangkan..
sampai kabar kau tiba2 pergi dengan sangat cepat..
aku bersyukur bisa ikut menyolati, menggotong, dan mengubur jasadmu,
 doakan aku ayah, aku akan menjadi lebih hebat darimu, yang dicintai keluarganya, yang di sayang warganya, dan di hormati oleh rekan2'y,
 yang terbaik akan selalu ku lakukan untuk menjaga Ibu, dan membahagiakan engkau dan dia, aku janji,...


Piyungan, 29 Sept 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar