Rabu, 19 Desember 2018

Wis Sudah


Hmm,
Perjalanan ini akhirnya berakhir, aku tidak lagi menjadi mahasiswa,
Aku wisuda,
Aku lulus,
24 November 2018 aku di wisuda, 30 Agustus 2018 aku (resmi) yudium dan dinyatakan lulus.
Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukungku.
Kau tau ?
Wisuda adalah momen yang sangat menyedihkan, hehe
Bagiku si, aku jadi ingat ayahku. Hehe aku senang, aku cumlaude, masku datang dan kakak baru, ibu, adik, teman2, memberikan selamat dan mendoakan.
Lalu aku ingat, ayahku sudah tak ada, hehe
Kenapa ayah ?
Hehe karena semua cerita hidupku sampai sekarang adalah tentang ayah.
Ngomong2 tentang kuliah, yang memilih guru memang aku, yang memilih fisika juga aku, pun juga dengan UNY, itu semua keputusanku. Tapi, itu semua saran ayahku, hehe
Ceritanya, waktu itu aku daftar SNMPTN, aku pilih UNNES  dan UNS. Ku pilih P.FIS dan teknik Fisika. Yogyakarta bukan pilihan, hehe karena di Yogya alumni SMA ku paling banyak, nggak pengin aja jadinya. Karena itu aku memilih UNNES dan UNS. Oke deh aku gagal. Hehe sedih nggak sih ? nggak kok, aku memang tidak berharap diterima. Sekolah ku bukan termasuk favorit dulu, yang ketrima SNMPTN hanya 9 apa ya angkatanku, dan di jurusan yang terbilang umum, nggak ekstrim misal guru fisika. Ada si, IJM MTK UNDIP, hehe dia emang keren, di rapor semesteran aja nilainya 100 (sempurna).
Ya intinya aku tidak diterima SNMPTN. Oke deh, aku pun curhat (cerita, sesama cowok, sama ayah).
Di ruang tengah itu aku disarankan di Yogya. Hehe aku bukan orang yang berpikir banyak atas pilihan orang tua, sepertinya semua saran ayahku tak pernah ku tolak, bukannya orang tuaku mengekang, tidak sama sekali, aku hanya lebih suka jika itu pilihan ortuku.
Hehe
Aku sejak kecil memang terkenal paling nurut, ku akui dan semua mengakuinya, aku tidak sebandel mamasku, hehe dan tidak secengeng adikku, aku yang paling datar, manut dan tidak neko2.  Tapi katanya banyak yang sungkan padaku, iya aku tidak sesupel adikku, dan tidak sebaik mamasku jadi mungkin tidak mudah bicara denganku jika perbanngannya dengan saudara2ku.
Oke deh, aku disarankan kuliah di Yogya, karena jurusan yg ku pilih fisika, oke deh UNY yg terbaik. Ku pilih itu. Pernah ditanya sama ibu, nggak pengin daftar dokter ? hehe ku jawab nggak sama sekali, jadi dokter menurutku sangat melelahkan, kerja tanpa libur siang dan malam, untuk orang pemalas sepertiku itu pekerjaan yang tak ku inginkan. Lagian kuliah dokter itu susah masuknya hehe, belum tentu aku juga bisa masuk seleksinya.
Intinya aku daftar dan alhamdulillah diterima.
Hehe dan sekarang aku sudah lulus, alhamdulillah.
Setelah ini, aku akan menggapai hidup yang baru, aku jadi anggota masyarakat yang sebenarnya dan bersaing dengan puluhan orang yang hebat, aku merasa bukan siapa2, greget sekali.
Iya, terima kasih
Hehe nggak jelas ya, sebenarnya aku ingin menulis sejak lama, sejak wisuda, tapi aku sedih mengingatnya hehe
Aku menyedihkan ya, iya, mungkin lebay, tapi rasanya sesak sekali, mimpi yang sangat kau inginkan pupus begitu saja bukan karena  tidak berusaha, tapi karena takdir yang aku tidak bisa mengubahnya itu benar2 sesak, hehe
Y begitulah, ayah, aku sudah lulus, aku melebihi capaianmu, aku akan menjadi guru, sesuatu yang tak mampu engkau raih, bukan karena kecerdasanmu, kau sangat cerdas,aku tau itu. Tapi keadaan memang, kau anak pertama dengan 6 adik yang harus bergantian dgmu. Aku mewujudkan apa yang kau cita2kan, aku akan jadi guru yang keren, aku janji ayah.

Yogya, 19 Desember 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar