Hmm,
Perjalanan ini akhirnya
berakhir, aku tidak lagi menjadi mahasiswa,
Aku wisuda,
Aku lulus,
24 November 2018 aku di wisuda,
30 Agustus 2018 aku (resmi) yudium dan dinyatakan lulus.
Terima kasih untuk semua pihak
yang telah mendukungku.
Kau tau ?
Wisuda adalah momen yang sangat
menyedihkan, hehe
Bagiku si, aku jadi ingat
ayahku. Hehe aku senang, aku cumlaude, masku datang dan kakak baru, ibu, adik,
teman2, memberikan selamat dan mendoakan.
Lalu aku ingat, ayahku sudah
tak ada, hehe
Kenapa ayah ?
Hehe karena semua cerita
hidupku sampai sekarang adalah tentang ayah.
Ngomong2 tentang kuliah, yang
memilih guru memang aku, yang memilih fisika juga aku, pun juga dengan UNY, itu
semua keputusanku. Tapi, itu semua saran ayahku, hehe
Ceritanya, waktu itu aku daftar
SNMPTN, aku pilih UNNES dan UNS. Ku pilih
P.FIS dan teknik Fisika. Yogyakarta bukan pilihan, hehe karena di Yogya alumni
SMA ku paling banyak, nggak pengin aja jadinya. Karena itu aku memilih UNNES
dan UNS. Oke deh aku gagal. Hehe sedih nggak sih ? nggak kok, aku memang tidak
berharap diterima. Sekolah ku bukan termasuk favorit dulu, yang ketrima SNMPTN
hanya 9 apa ya angkatanku, dan di jurusan yang terbilang umum, nggak ekstrim
misal guru fisika. Ada si, IJM MTK UNDIP, hehe dia emang keren, di rapor
semesteran aja nilainya 100 (sempurna).
Ya intinya aku tidak diterima
SNMPTN. Oke deh, aku pun curhat (cerita, sesama cowok, sama ayah).
Di ruang tengah itu aku
disarankan di Yogya. Hehe aku bukan orang yang berpikir banyak atas pilihan
orang tua, sepertinya semua saran ayahku tak pernah ku tolak, bukannya orang
tuaku mengekang, tidak sama sekali, aku hanya lebih suka jika itu pilihan
ortuku.
Hehe
Aku sejak kecil memang terkenal
paling nurut, ku akui dan semua mengakuinya, aku tidak sebandel mamasku, hehe dan
tidak secengeng adikku, aku yang paling datar, manut dan tidak neko2. Tapi katanya banyak yang sungkan padaku, iya
aku tidak sesupel adikku, dan tidak sebaik mamasku jadi mungkin tidak mudah
bicara denganku jika perbanngannya dengan saudara2ku.
Oke deh, aku disarankan kuliah
di Yogya, karena jurusan yg ku pilih fisika, oke deh UNY yg terbaik. Ku pilih
itu. Pernah ditanya sama ibu, nggak pengin daftar dokter ? hehe ku jawab nggak
sama sekali, jadi dokter menurutku sangat melelahkan, kerja tanpa libur siang
dan malam, untuk orang pemalas sepertiku itu pekerjaan yang tak ku inginkan. Lagian
kuliah dokter itu susah masuknya hehe, belum tentu aku juga bisa masuk
seleksinya.
Intinya aku daftar dan
alhamdulillah diterima.
Hehe dan sekarang aku sudah
lulus, alhamdulillah.
Setelah ini, aku akan menggapai
hidup yang baru, aku jadi anggota masyarakat yang sebenarnya dan bersaing
dengan puluhan orang yang hebat, aku merasa bukan siapa2, greget sekali.
Iya, terima kasih
Hehe nggak jelas ya, sebenarnya
aku ingin menulis sejak lama, sejak wisuda, tapi aku sedih mengingatnya hehe
Aku menyedihkan ya, iya,
mungkin lebay, tapi rasanya sesak sekali, mimpi yang sangat kau inginkan pupus
begitu saja bukan karena tidak berusaha,
tapi karena takdir yang aku tidak bisa mengubahnya itu benar2 sesak, hehe
Y begitulah, ayah, aku sudah
lulus, aku melebihi capaianmu, aku akan menjadi guru, sesuatu yang tak mampu
engkau raih, bukan karena kecerdasanmu, kau sangat cerdas,aku tau itu.
Tapi keadaan memang, kau anak pertama dengan 6 adik yang harus bergantian dgmu.
Aku mewujudkan apa yang kau cita2kan, aku akan jadi guru yang keren, aku janji
ayah.
Yogya, 19 Desember 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar