Minggu, 26 Januari 2020

cerita (3)


Hmm,
Sepertinya moodku buruk sekali, apakah aku marah ?
Mungkin tidak juga, mungkin aku sebal sekali
Sebenarnya kenapa aku harus sebal ya,
Padahal aku sama sekali tidak dirugikan,
Tapi aku tidak bisa bohong, aku sebal sekali
Sabtu pagi, aku tidak jadi nyuci karena aku sedang nginput data anak2 yang mau daftar kerja, disekolah aku juga merangkap jadi staff humas, jadi kalau ada joobfair atau pendaftaran kerja biasanya aku ikutan, ku pikir karena aku ada kegiatan untuk home visit ke anakku yang mau keluar, aku nginput dulu, biar setelah home visit aku selo. Anakku memutuskan keluar, aku sedih, karena sekolah sudah gratis, tapi itu keputusannya, semoga sukses nak, jadi sudah dua anakku yang keluar. Lalu aku selo , lalu ku hubungi dia, katane belum makan, mau makan dulu, baiklah, ternyata tidak jadi, hehe katanya nanti malam saja, habis party, hmm, aku sudah tidak ingin mencuci baju, sudah males, besok pagi saja, lalu aku tidur.
Sore itu dia skrining, ku semangati, hehe katanya dia suka perhatian kecil seperti itu, lalu aku tidak wa lagi, karena mungkin mengganggu, malam juga begitu, dia sedang party, aku tidak ingin mengganggu, aku tidak tidur duluan, selain karena udah tidur tadi, aku menunggunya, karena katanya dia mau belajar, dia akhirnya wa, dan katanya dia lelah, tidak jadi belajar,  meski aku sudah menduganya, tetap saja aku agak kecewa, tapi katanya dia ingin ngobrol denganku, baiklah, ternyata mbahas party, ku pikir akan membahas skriningnya, tapi y sudahlah, aku bilang aku ingin diakui, apa karena hari sabtu itu aku sedang sedih karena anakku keluar, atau aku sedang lelah ?, aku tidak tau, katane dia akan  mencoba lebih perhatian, aku ucapkan terima kasih, aku senang, mungkin malam ini semua selesai, dan besok akan lebih baik,
Minggu pagi aku akhirnya nyuci, sedikit beres2, aku juga beli makan dlu, karena dia bilang akan belajar siang, setelah sholat dzuhur aku wa, dengan keceriaan, hehe biar semangat, mengingatkannya untuk belajar, y tapi dia pasti ingat si, lalu dia minta maap, hehe oh mungkin dia kelupaan, y udah  ku balas, yuk (belajar),
Lalu dia membalas “gawat banget ini sn*wman lg live”, hehe huff moodku sepertinya rusak, aku tidak ingin membalas wa nya, tp aku tidak boleh bgtu, meski kelihatan sekali aku jd sangat berbeda membalasnya, ku lihat twiter, sepertinya dia sedang menikmati nonton konser idolanya, ternyata ke “ada” anku kalah penting dari nonton live , wkwk ternyata aku memang mudah dilupakan, hehe sejak dulu aku memang bukan prioritas, seharusnya sejak dulu, aku tau itu, tapi rasanya masih sakit saja, hehe y mungkin idolanya itu tidak selalu live, tidak sepertiku, yang kapan saja bisa di wa, y mungkin begitu. Aku seperti dipermainkan, sakit sekali.
Mungkin aku terlalu serius menanggapi permintaan bantuannya, y katanya memang aku tipe orang yang serius, lagi2 sebenarnya aku tidak dirugikan sama sekali, sepertinya aku ingin diakui, karena aku sudah berusaha menjadi seperti yang dia minta, berusaha memperbaiki hubungan, tidak melakukan kesalahan2, berusaha menepati waktu yang sudah dia katakan, mungkin aku ingin diakui yang seperti itu, usahaku diakui, caranya mungkin sesederhana dia melakukan apa2 yang sudah dikatakan olehnya sendiri, 
lalu aku jadi ragu, dia serius kah ?
ketika dia bilang, belajarnya jam 11an, belajarnya nanti malam, belajarnya besok siang, aku juga tidak tahu, seriuskah dia mengusahakan hubungan ini ? serius ingin melanjutkan hubungan bersamaku ? apa cuma aku saja yang serius ? atau mungkin aku terlalu serius ?
mungkin memang aku terlalu serius,
maaf bila aku terlalu serius, aku memang tidak bisa diajak bercanda dalam hal2 yang sudah disepakati, apalagi yang berhubungan dengan orang lain,  apalagi untuk masa depan,
maaf jika memang aku terlalu serius, terlalu idealis dengan hal2 yang sudah disepakati,
tapi aku memang sedang serius, dan aku tidak sedang bercanda
maaf,

Kendal, 26 Januari 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar