Hmm,
Sepertinya moodku buruk sekali, apakah aku marah ?
Mungkin tidak juga, mungkin aku sebal sekali
Sebenarnya kenapa aku harus sebal ya,
Padahal aku sama sekali tidak dirugikan,
Tapi aku tidak bisa bohong, aku sebal sekali
Sabtu pagi, aku tidak jadi nyuci karena aku sedang
nginput data anak2 yang mau daftar kerja, disekolah aku juga merangkap jadi
staff humas, jadi kalau ada joobfair atau pendaftaran kerja biasanya aku
ikutan, ku pikir karena aku ada kegiatan untuk home visit ke anakku yang mau
keluar, aku nginput dulu, biar setelah home visit aku selo. Anakku memutuskan
keluar, aku sedih, karena sekolah sudah gratis, tapi itu keputusannya, semoga
sukses nak, jadi sudah dua anakku yang keluar. Lalu aku selo , lalu ku hubungi
dia, katane belum makan, mau makan dulu, baiklah, ternyata tidak jadi, hehe
katanya nanti malam saja, habis party, hmm, aku sudah tidak ingin mencuci baju,
sudah males, besok pagi saja, lalu aku tidur.
Sore itu dia skrining, ku semangati, hehe katanya dia
suka perhatian kecil seperti itu, lalu aku tidak wa lagi, karena mungkin
mengganggu, malam juga begitu, dia sedang party, aku tidak ingin mengganggu, aku
tidak tidur duluan, selain karena udah tidur tadi, aku menunggunya, karena
katanya dia mau belajar, dia akhirnya wa, dan katanya dia lelah, tidak jadi
belajar, meski aku sudah menduganya,
tetap saja aku agak kecewa, tapi katanya dia ingin ngobrol denganku, baiklah,
ternyata mbahas party, ku pikir akan membahas skriningnya, tapi y sudahlah, aku
bilang aku ingin diakui, apa karena hari sabtu itu aku sedang sedih karena
anakku keluar, atau aku sedang lelah ?, aku tidak tau, katane dia akan mencoba lebih perhatian, aku ucapkan terima
kasih, aku senang, mungkin malam ini semua selesai, dan besok akan lebih baik,
Minggu pagi aku akhirnya nyuci, sedikit beres2, aku juga
beli makan dlu, karena dia bilang akan belajar siang, setelah sholat dzuhur aku
wa, dengan keceriaan, hehe biar semangat, mengingatkannya untuk belajar, y tapi
dia pasti ingat si, lalu dia minta maap, hehe oh mungkin dia kelupaan, y udah ku balas, yuk (belajar),
Lalu dia membalas “gawat banget ini sn*wman lg live”,
hehe huff moodku sepertinya rusak, aku tidak ingin membalas wa nya, tp aku
tidak boleh bgtu, meski kelihatan sekali aku jd sangat berbeda membalasnya, ku lihat twiter, sepertinya dia sedang menikmati nonton konser idolanya, ternyata ke “ada” anku kalah penting dari nonton live , wkwk ternyata aku
memang mudah dilupakan, hehe sejak dulu aku memang bukan prioritas, seharusnya
sejak dulu, aku tau itu, tapi rasanya masih sakit saja, hehe y mungkin idolanya
itu tidak selalu live, tidak sepertiku, yang kapan saja bisa di wa, y mungkin
begitu. Aku seperti dipermainkan, sakit sekali.
Mungkin aku terlalu serius menanggapi permintaan
bantuannya, y katanya memang aku tipe orang yang serius, lagi2 sebenarnya aku
tidak dirugikan sama sekali, sepertinya aku ingin diakui, karena aku sudah
berusaha menjadi seperti yang dia minta, berusaha memperbaiki hubungan, tidak
melakukan kesalahan2, berusaha menepati waktu yang sudah dia katakan, mungkin
aku ingin diakui yang seperti itu, usahaku diakui, caranya mungkin sesederhana dia melakukan apa2 yang sudah dikatakan olehnya sendiri,
lalu aku jadi ragu, dia serius kah ?
ketika dia bilang, belajarnya jam 11an, belajarnya nanti malam,
belajarnya besok siang, aku juga tidak tahu, seriuskah dia mengusahakan
hubungan ini ? serius ingin melanjutkan hubungan bersamaku ? apa cuma aku saja
yang serius ? atau mungkin aku terlalu serius ?
mungkin memang aku terlalu serius,
maaf bila aku terlalu serius, aku memang tidak bisa
diajak bercanda dalam hal2 yang sudah disepakati, apalagi yang berhubungan
dengan orang lain, apalagi untuk masa
depan,
maaf jika memang aku terlalu serius, terlalu idealis
dengan hal2 yang sudah disepakati,
tapi aku memang sedang serius, dan aku tidak sedang
bercanda
maaf,
Kendal, 26 Januari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar