Rabu, 20 Mei 2020

Menjadi guru (3) : menyedihkan


Hmm,
Aku resmi menjadi guru selama sekitar 1 tahun, di dua sekolah, di pekalongan 3 bulanan, dan di Kendal 10 bulanan, pengalamanku belum banyak, masih sangat minim. Tapi mungkin bisa sedikit ku ceritakan tentang kehidupan seorang guru, murni pengalaman pribadi. Bisa sama, lebih mungkin akan berbeda.
Nyatanya menjadi seorang guru tidak selalu menyenangkan, banyak hal yg juga menyedihkan. Mulai dari siswanya, sesama guru, lingkungan, keadaan, dan sebagainya.
Hal yang mungkin paling menyedihkan adalah melihat anak2 yang tidak niat belajar dan tidak bersungguh2. Entah siapa yang salah, mungkin gurunya karena tidak dapat memotivasi anak didiknya. Aku bukan tipe guru idealis, yang menuntut kesempurnaan siswanya, bagiku jika sudah mencoba dan berusaha bersungguh – sungguh akan tetap ku beri nilai minimal kkm, tentu saja yang benar akan mendapat nilai lebih tinggi. Ku piker mereka tidak harus bisa fisika, atau ahli fisika, tapi ku harap meski mereka tidak suka, tidak bisa, tetap mau mencoba dengan sungguh2, bukan aku ingin dihargai terlalu tinggi, coba aja, pasti ada yang bisa kok, itu sudah cukup. Benar, ukuran sukses bukanlah pintar, aku setuju, tapi kalau tidak sungguh2 dan bertanggung jawab, lain lagi ceritanya.
Masih tentang anak2, aku juga sedih ketika ada anak yang bermasalah, merokok di kantin sekolah, mbolos pelajaran, dll, entah kenapa mereka bangga sekali dengan itu, padahal itu tidak keren sama sekali. Mungkin pola piker anak SLTA sekarang jauh berbeda dg saat aku SMA enam sampai Sembilan tahun lalu. Entahlah, kenapa dari dulu aku berpikir bahwa melanggar peraturan adalah hal merepotkan dan aku menghindarinya, males banget kalau urusan jadi panjang. Sekarang ortunya berulang kali dipanggil, masih belum selesai juga. Kadang aku berpikir, mending dikeluarkan saja, wkwk jahat sekali, tapi ku piker lagi, mungkin suatu saat akan berubah, tidak pernah tahu, yang penting diusahakan mengingatkan terus. Semoga bisa berubah.
Urusan administrasi guru juga bagiku masih terasa sangat ribet dan banyak. Mungkin aku belum terbiasa, RPP silabus, perangkat lain2, wkwk banyak sekali, tiap bulan harus laporan, mungkin aku belum bisa mengikuti ritmenya saja, masih menguras banyak waktu dan pikiranku, mending juga RPP disederhanakan jadi 1 halaman, jadi cuma intinya, dulu bisa sampe berlembar2, karena materi pelajarannya ikut masuk, dan instrument penilaiannya juga, mendingan deh hhe semoga besok2 lebih sederhana dan terintegrasi, jadi sekali gerak sudah masuk sekalian dengan ke lembaga  yang lain, missal dinas, sepertinya sudah mulai banyak yang terintegrasi begitu, semoga lebih baik.
Lalu, hehe aku sebenarnya harus mengajar dimana ? wkwk SK PNS sudah ada, aku sudah lihat juga punyaku, meski belum ditanganku saat ini, disitu memang unit kerjanya masih dinas pendidikan, wkwk belum ada tempat kerjanya, hehe jadi bekerja tidak sepenuh hati, rasanya masih belum mantep, aku butuh kejelasan. Mungkin bulan depan atau malah bulan ini, semoga segera deh, hehe agar aku bisa segera melakukan hal lain, jika memang bisa pindah maka aku akan segera cari sekolah dn lain2 yang pasti akan sangat ribet.
Hehe selama pandemi sekolah tutup dan guru dibuatkan jadwal piket, apakah menyenangkan ? wkwk entahlah, sepertinya tuntutan malah semakin banyak. Tiba2 guru harus membuat modul pembelajaran online, bagi guru sepertiku yang terbuka dg IT tentu tidak susah2 amat, bagi guru senior pasti sulit, aku membuat materi yang semudah mungkin dan soal juga yang sesederhana mungkin, 1 2 soal paling, selain aku males ngoreksi kalau panjang2, biar anak2 tidak pusing2 amat, yang penting sudah dikerjakan, tidak susah, Cuma 1 atau 2 dan soalnya bukan hitungan. Wkwk tapi harapan itu ternyata tidak selaras dengan kenyataan, masih banyak yang belum mengerjakan, wkwk ingin marah, tapi sedih hehe bahkan pada kelas yang wali kelasnya aku, hampir 50% tugasnya tidak lengkap, hhe bagaimana mengatasi ini, yang pertama japri satu2 dengan wa, mengingatkan tugas untuk dikerjakan, yang penting dibuka, dikerjakan, Cuma 2 mapel sehari, gampang. Masih ada yang bandel dan tidak mengerjakan, ada beberapa. Rencananya akan didatangi ke rumahnya, tapi kecamatanku sudah masuk zona merah, sudah ada yng positif covid 19, akhirnya rencana itu di tiadakan, sebagai gantinya wali kelas kembali mengingatkan, apakah berhasil, hehe tidak semudah itu, masih ada bebrapa siswa zona merah, dari 25an tugas dalam 3 pekan terakhir, wkwk kaya banyak ya, kalau mau dibagi berarti 25 : 15 (hari efektif dalam 3 minggu) , berarti satu hari paling banyak 2 mapel, masih ada yang baru buat 4 5 mapel, menyedihkan, jika ada kendala kuota akan dibelikan sekolah, hp biasa yang jaringan 3G jg masih bisa, bagiku sudah tidak ada alasan lain selain memang tidak niat.  Akhirnya anak2 itu dipanggil ke sekolah, kelasku hari senin kemarin untuk mengerjakan yang belum dikerjakan disekolah, dengan internet, computer sekolah, agar tidak ada alasan lagi.
Tiap hari efektif selama WFH, guru harus mengisi jurnal di portal yang dibuat dinas, menurutku ini benar juga, tapi kalau dipikir2 tiap mapel jadwalnya seminggu sekali, kalau ngisi tiap hari, hehe jadi ada yang tidak relevan, tapi y sudah diikuti saja.
Beberapa kali aku ke tempat siswa untuk kegiatan PPDB, wkwk terpaksa si, bukan karena kebal covid, y kondisinya harus bgtu, iya, aku sekarang jadi panitia inti PPDB, sekretaris, kalau tahun lalu di pekalongan hanya sebagai staff, sekarang lebih mumet, hmm, mungkin perasaanku saja, tapi banyak yang aneh selama PPDB. Entahlh, mungkin aku yang tidak tau polanya, padahal ada yng bagian pendaftaran dan input, wkwk kenapa jadi aku semua ?  yang menerima pendaftaran, yang nginput data, ngumpulkan data, upload ke system, wkwk aku bener2 ngga tau, mau bilang, bilang ke siapa, ketuaku yang nyuruh, wkwk aku diem saja deh, untuk kali ini akan ku kerjakan apapun yang diminta tanpa banyak tanya, tidak ingin mencari keributan apa2, masih bisa ku kerjakan juga, tidak masalah, meski aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi. Aku akan belajar dlu.
Y mungkin PPDB itu salah satu urusan dengan guru lain yang bagiku terasa aneh, dan urusan dengan guru2 lain tidak selalu baik. Aku bukan yang suka cari masalah, aku menghindari masalah. Tapi tidak bisa selalu menghindar, tersangkut, ya begitulah, tetap ada masalah yang bukan pekerjaan di ruang guru. Malah menurutku mengajar yang benar2 mengajar itu tidak perlu dipusingkan, masalah personal dengan orang2 yang bikin pusing hehe. Menjaga perasaan memang susah, apalagi jika da yng saling menggosipi satu sama lain, dan aku dengar semuanya, jadi sulit, sebisa mungkin ku hindari, tapi tidak selalu bisa. Hmm, entahlah, jadi tidak betah wkwk meski masih lebih takut jadi waka hehe, mungkin aku ingin pindah, mungkin aku juga akan menemukan masalah2 itu lagi, personal orang2, tapi setidaknya aku tdk jadi waka.
Menjadi guru tidak selalu menyenangkan, ditambah lagi ada yang bilang “enak ya, sekolah libur tapi gaji masih penuh”, hehe y tidak p2 si, kalau mau bilang atau membenarkan begitu y boleh2 saja, gajiku memang masih full, THR jg dapet, meski dipotong, tp  semoga gajiku masih bisa ku pertanggungjawabkan.
Y begitulah, mungkin masih ada beberapa hal yang tidak menyenangkan seperti target2 sekolah, pemerintah, kurikulum dll, y mungkin itu sudah cukup banyak, hehe
Menjadi guru itu penuh warna, tidak selalu bahagia dan tidak selalu sedih, tapi selalu ada bahagia dan selalu ada sedih juga
Y apapun profesinya memang selalu ada bahagia dan sedih, dan semua orang juga harus berjuang,
Jadi, mari berjuang !!!1
Selamat hari kebangkitan nasional

Kendal, 20 Mei 2020



Tidak ada komentar:

Posting Komentar