Minggu, 30 Agustus 2020

Percakapan dengan masa lalu

 Hmm,

“hai, aku menjengukmu lagi, lama juga tidak ngobrol, sepertinya kamu mandi pagi sekali, ada apa ?, tidak biasanya”

“hmm, tidak p2, sepertinya kepalaku pusing, jadi aku mandi sekalian nyuci”

“kamu baik2 saja ?, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu”

“aku jg tidak tau, rasanya rumit sekali”

“ada masalah dengan dia ?, atau rumah ?, pekerjaan ?”

“mungkin, pekerjaan memang tidak ada habisnya, sepertinya rumah baik2 saja, kemarin ibuku juga vc, sepertinya masalah dengan dia yang sedang ku pikirkan.”

“kenapa ?, bukane kamu dan dia sudah mulai lebih baik, maksudku tidak sebel2 seperti dulu”

“mungkin moodku yang selalu bergejolak naik turun tidak jelas”

“kamu tidak menghubunginya ?”

“sepertinya aku butuh jeda”

“kenapa ?”

“aku takut patah”

“patah ?”

“iya, kamu pasti ingat saat kamu tertarik pada sebuah kecelakaan pesawat terbang, disitu dijelaskan tentang kelelahan logam”

“oh, yang kalau logam bergetar terus2an bisa patah itu, dan bisa menyebabkan kecelakaan ?”

“iya, betul. Sepertinya moodku beberapa hari ini tidak stabil, saat sedang tinggi, kadang dia menghilang, mungkin melakukan sesuatu, moodku jadi turun lagi, pas udah mulai bercanda lagi, naik,  aku sebel, turun lagi, udah chat lagi, naik lagi, aku salah lagi, moodku turun lagi, udah mulai naik lagi, pembahasannya menyakitkan, turun lagi, udah mulai baikan, naik lagi, dia tidur, hmm, ditinggal tidur bkn masalah si, tp sepertinya sikon pas itu sedang tidak baik, sedang mncoba menghilangkan kecanggungan, sedang mencoba bercanda, jadi moodku turun lagi wkwk aku takut patah, tidak bisa mengontrol moodku yang memang sedang tidak stabil”

“sepertinya itu cukup egois, apa ada masalah yang belum selesai ?”

“aku tidak tau si, maaf, rasanya dia lebih merindukanmu daripada aku, aku iri denganmu”

“aku ?”

“iya, sepertinya kamu lebih suka ia kenang dibanding aku, kamu bisa lihat di tulisannya, sejak aku mulai dekat dengannya, yang ditulis lebih banyak tentang kamu yang bersama orang lain, sepertinya cukup banyak”

“begitu, iya, sepertinya tadi juga aku membacanya, dia menulis kenangan tentangku, yang hampir bertemu dengannya di tempat wisata, aku juga ingin ketemu si waktu itu, senja di pantai kuta bagus sekali memang, sayang sekali tidak bisa ketemu, aku memang dlu tidak bersamanya”

“kenapa ya,  padahal aku yang sekarang disisinya, bukan kamu lagi, bahkan kamu dulu bersama dengan orang lain, aku sudah tidak terikat dengan siapapun, kenapa dia lebih suka mengenang saat janjian denganmu dibanding terakhir kita bertemu, lihat sore di sempor, atau naik kereta dibenteng, atau hal lain tentang aku”

“aku juga tidak tau, kalau boleh aku juga tidak ingin menyakitinya dulu, aku tidak ingin menjalin hubungan dengan orang lain, sampai aku ketemu dia lagi, tapi aku tidak bisa merubah itu lagi, aku bahkan menyarankan kepadamu untuk tidak lagi mendekatinya, bukannya kamu tau ini akan terjadi ?”

“iya, aku tau, aku sudah memikirkannya cukup lama, saat itu ada rasa yang belum selesai, aku masih menyukainya, aku ingin memperbaiki caraku menyukainya, aku tidak terikat siapa2 lagi, aku mencoba serius, menabung, bahkan aku belajar foto, wkwk lucu sekali, aku juga nonton konser2 boyband, band2, juga nonton film yang dia sukai, agar meski aku tidak suka, aku bisa sedikit mengerti kenapa dia menyukainya, yg mungkin itu tidak ada padaku, aku tidak tau ternyata akan selama ini, dan ternyata ada yang belum selesai dg masalahku”

“ apa kamu sedih ?”

“iya, aku mungkin bingung, ketika membahas tentang kamu, apa yang sedang dia cari darimu, bukankah aku yang sekarang bersamanya ?, bukan kamu, padahal kamu tidak ada untuknya, kamu yang menyakitinya, kenapa dia mencarimu  di kehidupannya yang jelas tidak ada, padahal aku disini, disampingnya, tidak terikat dengan orang lain sepertimu, hanya dengan dia, fokus padanya, tidak ada yang lain, tapi sepertinya aku tidak bisa menang melawanmu, dia sepertinya masih lebih menyukaimu daripada aku”.

“maaf, aku tidak ingin menyakitimu dan dia lagi”

“bukan salahmu, aku hanya sedang sedih”

“lalu, bagaimana ?”

“mungkin aku akan memberinya pilihan, aku jadi ingat ada hal lain saat itu, dan belum ku ceritakan, kamu pasti lebih tau apa yang ku maskud, aku tidak tau, dia sudah tau atau belum , tapi aku belum menceritakannya, lebih tepatnya tidak ingin”

“aku sarankan jangan, hal ini akan menyakitinya, kamu juga”

“aku akan memberi pilihan, aku tidak ingin menutupinya, meski aku tidak ingin cerita, dia yang memutuskan aku harus cerita, atau ku simpan saja untukmu, aku tidak ingin menyakitinya lagi, aku ingin selesai, kisah masa laluku, aku lelah menyakiti dia, aku tidak bisa apa2 kalau dia memang hanya ingin mencarimu tanpa melihatku yang disisinya”

“baiklah, kalau begitu, semoga dia bisa memaafkanku, dan menerimamu seutuhnya, kamu punya kesempatan lebih baik, kamu masih bisa berubah dan mencoba untuk terus bersamanya, sedangkan aku tidak bisa lagi berubah, semoga dia tidak lagi mencariku, dan menerimamu disampingnya, kalau begitu, aku pamit, maaf karena datang lagi, semoga kamu dan dia bahagia, sampe jumpa lagi dalam keadaan yang lebih baik untukmu”

“terima kasih sudah berkunjung, semoga kamu bisa lega, dan aku serta dia bisa bahagia, sampe jumpa lagi”

 

Kendal, 30 Agustus 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar