Hmm,
Aku beberapa waktu ini selo banget, jadi sering nulis,
hehe karena memang aku nganggur dirumah, maksudnya memang nggak ada kerjaan
gitu, palingan ya urusan rumah tangga biasa, nyuci, nyapu, gitu2, atau nganter
ibuku pergi kemana gitu, hmm, benar2 membosankan
btw kemarin (bukan kemarin banget si) aku ternyata menemukan kisah masa lalu, hehe
aku pernah nulis buku harian bro, kelas 3 smp, haha sebenarnya itu buku harian
mamasku, tapi karena dia putus cinta, haha akhirnya tidak digunakan lagi,
karena aku membacanya maka aku imitasi perilaku masku, ku teruskan untuk
menulis kisahku di buku yang sama.
Aku mulai menulis januari 2011, ya di era itu aku
menyukai seseorang, dalam artian aku ingin dia sepenuhnya hanya jadi miliku,
seperti itu cinta kali ya, berharap hanya dia satu2’y dan dia untukku seorang. Sebut
saja dia Hinata. Meski dulu aku naif sekali, padahal dia yang aku sukai juga
suka padaku tapi aku malah punya hubungan dengan seseorang lain dengan sebutan
kakak – adik, hehe sepertinya aku memang tidak peka dan malah menyakiti
keduanya, hehe maafkan aku, aku dulu benar2 tidak sengaja dan tidak tahu. Membaca
buku itu membuatku jijik, hehe suwer, gue alay banget, jibang (jijik banget),
tapi mau bagaimanapun itu tulisanku.
Kisah dengan dia tertulis rapi disana, nggak rapi juga
si, hehe tulisanku acak2an. Mulai dari bagaimana kita dekat, mengucapkan
(menuliskan) * **** *** pertama kali, lagu ciptaannya yang aku nggak dikasih
tahu bentuk sempurnanya, lagu2 yang ku buat untuknya, saat mendebarkan waktu
akan ujian, saat ternyata pengumuman kelulusan kita nggak jadi sampingan kayak
harapan kita, semua ada dibuku bersampul merah itu, lucu sekali hehe. Alasanku bisa
main gitar juga karenanya, hehe jujur saja aku tidak mau kalah darinya, gue kan
cowok, gengsi dong kalah dari cewek yang disukainya, akhirnya kelas 3 SMP aku
belajar gitar, walaupun aku sama sekali nggak bisa mengalahkannya bahkan sampai
lulus.
Padahal kita udah saling suka sejak kelas 3 sem 2 (aku
tidak tau juga si, dia sudah menyukaiku sejak kapan), tapi karena kita akan
ujian, maka kita bersepakat untuk tidak berpacaran, hehe padahal kalau di pikir
– pikir sekarang, itu nggak akan berpengaruh pada hasilnya. Menjadi penyemangat
ya, aku juga tidak tahu, mungkin dia lebih bisa menguasai dirinya sehingga bisa
lulus dengan nilai yang super keren, hehe sedangkan aku yang tak menguasai
diriku malah jatuh terpuruk, hehe alhamdulillah masih bisa naik panggung. Akhirnya
kita lulus ya, dan lagi kau ternyata melanjutkan ke sekolah elite, hmm, dengan
nilainya memang wajar si, tapi apa dia tidak tau betapa aku berharap kita satu sekolah
lagi, hehe dari kejadian itu terciptalah lagu perpisahan, lirikanya alay si,
tapi ku akui itu dari lubuk hatiku, lagu terbaik yang kuciptakan.
Setelah lulus kita masih berhubungan, dan akhirnya kita
resmi pacaran setelah bertemu disana, hehe pacar pertama, ciye, itu juga
tertulis di buku itu dengan bahasa alaynya hehe yups, diariku berakhir, loh
kenapa berakhir, aku juga tidak tahu, mungkin karena dia sudah jadi milikku,
maka kini dia lah diariku, hehe momen romantis antara kita kayanya nggak ada,
hehe aku si yang tidak bisa membawa suasana, aku tidak berpengalaman, aku juga
tidak tahu sebenarnya pacaran itu harus ngapain aja, apalagi kita LDR. Malah pernah
mau ke penjualan buku, kemarinnya aku kesana masih buka, eh pas ngajak dia
besoknya malah tutup, kampret tuh penjual, hehe kan malah jadi memalukan. Aku nggak
pernah jalan2 jg, parah banget aku, aku cuma bisa ke rumahnya, entah kenapa
kita bisa saling suka, kepribadian kita benar2 nggak cocok kalau menurut
logikaku sekarang, aku bukanlah tipe pembuka pembicaraan, apalagi dia, kalem
sekalem2nya, dan memang begitu, kita lebih sering diam kalau ketemuan, apalagi
kalau ada temen2, kita kaya bukan siapa2. Tapi ada satu kejadian yang paling
aku ingat yang membuat aku sangat menyukainya, aku ingat waktu itu malam jumat
(karena waktu itu yasinan hehe), dia bertanya padaku lewat SMS, apa hal yang ku
sukai darinya, aku jawab donk karena dia bla bla bla, lalu aku tanya balik, apa
yg dia sukai dariku, lalu dia jawab, mungkin kamu bla bla bla, tapi aku tidak menyukaimu
karena kamu bla bla bla, tapi aku menyukaimu apa adanya, karena itu kamu (kalau
nggak salah begitu, hehe). Pesannya ku simpan, tapi hpku hilang sayangnya,
hehe. Aku berbunga2 dong, hehe sejak itu aku sangat menyukainya waktu itu. Selain
itu, kita pernah juga kan ya foto bareng berdua, kayanya cuma sekali itu kita
foto berdua, dan file nya kebetulan masih ada, karena dulu ku simpan di tempat
khusus, jadi tak hilang hehe lucu banget, senyumku dipaksakan banget, dia masih
cantik, hehe hari apa ya, aku lupa tapi aku pake baju pramuka dan dia pakai
baju putih.
Lalu LDRan kita berjalan tanpa ada kejadian yang lain
sampai akhirnya kita putus karena alasan yang ku buat, iya, tak boleh pacaran
sama agama, aku yang memutuskannya, aku kerumahnya waktu itu dan mengatakannya,
hehe jahat sekali, kita putus baik2, aku tidak menyesali kejadian ini,
menurutku dengan begitu kita tak terlalu jauh saling menyukai sehingga saat
putus nanti aku masih berteman baik denganmu, kan ada yang setelah putus itu
terus hilang dan malah benci, aku tidak ingin seperti itu. Egois si, karena itu
pemikiranku sendiri tanpa peduli perasaannya. Btw setelah putus itu aku tidak
bisa membuat lagu lagi sampai sekarang, mungkin karena inspirasiku hilang.
Dan akhirnya kita pun tetap menjadi teman baik sampai
sekarang. Bagaimana perasaannya ? berubah kah ? sama kah ? aku mungkin tahu,
tapi aku tidak ingin menduga terlalu jauh. Bagaimana perasaanku sekarang ?
Wakaranai, jangan memberi harapan atau janji yang belum
tentu bisa dikabulkan atau ditepati.
Biarkan tetap begitu saja, setidaknya untuk setahun lagi
aku masih akan menunggu untuk bersiap, semoga dia juga siap2. Mungkin bukan aku
juga, tapi kalau dia siap , siapapun yang datang pasti juga bersiap, dia bisa
bahagia. Walau bagaimanapun, dia adalah salah satu bagian spesial dalam cerita
kehidupanku, semoga dia bahagia. senyum kamu lebih bagus
Kebumen, 28 Januari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar