Minggu, 14 April 2019

hehe


Hmm,
Mulai kamis kemarin, aku sudah mulai ngajar,
Ternyata mengajar saat menjadi guru itu tidak lebih sulit dibandingkan dengan mengajar saat PPL,  entahlah, rasanya aku menikmatinya. Tidak bisa dibilang sangat menyenangkan, tapi tidak buruk juga, hehe setidaknya yang ku hadapi itu manusia, tidak, yang ku hadapi itu bocah, hehe sehebat2nya mereka, mereka takan lebih tua dariku. Sayangnya aku mengajar di kelas teknik pengelasan, yang isinya cowok semua, hehe sama sekali nggak ada manis2nya wkwkwk, coba di perikanan, atau listrik, masih mending ada ceweknya, meski sedikit juga, yah, namanya juga smk, dan lagi jurusannya memang kecowok2an.
Benar juga, yang tidak menyenangkan dari guru memang administrasinya, guru2 sebelumku tidak rapi administrasinya, bahkan silabusnya nggak jelas (untungnya ada), jadi melanjutkan materi terasa sulit dan menyebalkan, karena memang bukan buatanku, dan tidak bisa diubah2 seenaknya saat di tengah semester begini. Alhasil aku harus membuat RPP yang berpedoman pada silabus yang sudah ada, hmm, mendokse naaaaa.....
Hmm, bu kepsek rapat dimulai hari ini di semarang sampai 2 hari ke depan, untuk apa ? yups, untuk membicarakan kejelasan kami2 yang tidak dapat jam mengajar. Mendata sekolah yang kelebihan guru dan juga yang kekurangan guru. Entahlah, hehe sebaiknya segera si, hehe agar tidak terlalu nyaman disini. Semoga saja dipantai selatan, sejujurnya aku berharap purworejo, hehe tidak terlalu jauh dari kebumen, tapi tidak terlalu dekat juga, kalau bisa lagi yang jalur selatan, hehe ngarep boleh lh ya.
Sendirian, hehe aku masih sendirian, lagi2 aku dikirimi nomor cewek oleh ibuku, hehe dan untuk kali ini aku cukup kenal dia, adik tingkatku, aku malah ngefans sama kakaknya dia, hehe kakaknya itu satu tingkat diatasku, dia idaman banget lh, udah nikah kalau sekarang, iya lah, orang sebaik dia siapa juga yang nggak mau, hmm, adiknya, entahlah, aku, meski tahu, tapi tidak mengenalnya dengan baik. Kakaknya aku kenal baik, karena pernah satu organisasi. Kalau dia sebaik kakaknya, mungkin tidak akan ku pikirkan lagi, hehe langsung aja sikat. Yah, jodoh mah akan dapet nanti, targetku 25, sementara ini, sepertinya masih akan sesuai target. Ngomong2 soal perasaan, aku juga bingung sendiri, aku jadi tidak tahu, sebenarnya aku ini suka dan cinta pada seseorang nggak si sekarang, kalau dibilang suka,  nggak ada usaha buat deket, kalau dibilang nggak suka, dia kebayang2 gitu, entahlah, nggak paham juga.
Kelaparan, wkwk aku hari ini kelaparan, ternyata kemarin aku tidak makan nasi, dan malam ini hujan, mager sekali, mau pesan gofood, hmm, ada si, tapi hujan, kadang saya kasihan dengan mas2 gojek kalau order pas hujan2, hehe kan mereka dapat uang jg, y kasihan aja, hehe aku juga sering, bahkan tiap kali order gitu selalu tak kasih lebih (kalau nggak pas si, 10rb atau 15rb). Kasihan juga kadang2, masa nganter gitu Cuma dibayar 7rb, tak kasih lh 10rb, atau malah yang gratis misal pake ovo, meski ini yg order bukan aku tp buat nganterin aku, tetep tak kasih 5rb atau 10rb, y kasihan lah, meski penghasilan mereka gede (mungkin setara gajiku tanpa tunjangan) , tapi y, mereka dijalan boy, panasan, kerja kalau nggak dari pagi sampe malam nggak dapat banyak, belum hujan, belum di cancle, belum ini belum itu, aku mah enak kerjanya di kelas, haus tinggal ambil, dispenser ada, kopi, teh ada, internet cepat tanpa batas,  y kadang saya heran aja kalau ada sarjana yang jadi gojek, bukan saya merendahkan dan juga menyalahkan, tapi gojek itu harusnya lebih diperuntukan buat orang2 yg kurang beruntung, orang2 yang nggak makan bangku kuliah.
Oh iya, aku belum cerita sekolahku ya, baiklah2. SMKN 4 Pekalongan, sekolah yang relatif baru, terdiri dari jurusan listrik, pengelasan, dan perikanan. Karena masih relatif baru, inputnya juga masih lumayan menengah ke bawah, kalau kalian tahu suzuran, nah ada guru yang bilang kaya suzuran, hehe anaknya memang nakal si, tapi yang aku salut mereka sopan, jika dibandingkan dengan SMA pas aku PPL, mending ini, meski mereka tidak lebih pintar, mereka tahu sopan santun, aku hargai. Mungkin karena masih iklim pedesaan juga. Sekolahku berdiri di atas lahan bekas kuburan cina, sampe sekarang dibelakang sekolah juga masih kuburan yang banyak, wangi juga, hehe dulu katane sering ada yang lihat penampakan, ada yang kerasukan juga, hehe tapi sekarang sudah relatif aman. Sekolah menghadap ke selatan, disisi barat ada taman, kaya taman kota gitu lah, lumayan juga kalau pengin santai, sayange belum ada wifi. Disisi timur perumahan warga dan sungai, sisi utara y itu tadi, makam, dan di selatan ada jalan, hehe kosanku dekat, 10 menit paling, lumayan juga, kamar 4 x 3 kayane, km dalam, listrik pulsa, sampai hari ini aku hanya mengabiskan sekita 3.sekian (aku nggak tau artinya, tapi ini irit), bahkan bensin sejak kedatangan ku kemari (tgl 1), aku baru ngisi sekali pas jumatan kemarin, hemat banget dan makan, y begitulah, aku males, jadi aku hanya makan sehari sekali atau dua kali, memang jahat aku ini pada tubuh, dan harganya murah juga, jadi sehari paling hanya 20k (seringnya nggak sampai), tapi dari awal april sampai hari ini pengeluaranku sudahlebih dari sejuta, rekor ini, banyak banget dua minggu sejuta, yah, buat kos 400, buat beli baju 275, buat beli perkap (ember,sabun dll) 200 , buat berkas, dan buat makan, hmm, mungkin bulan depan lebih baik, parahnya lagi, belum gajian, hehe tabunganku masih ada dua jutaan, hoho tabungan gue banyak kan, biasa hidup susah si, tabungan bidik misi itu, juga ngeles, juga ditambahi dari ibu, hehe jadi lumayan, yah meski adikku lebih keren lagi, bukan anak bidik misi, tapi nggak pernah kurang duit tuh bocah, meski sering aku yang gratisin makan kalau bareng, tapi ya, ngelesnya kenceng memang, mantap kali.. loh jadi nglantur, y itu sekolahku sekarang, nggak tahu yang nanti,
Sekian cerita ketidakjelasanku,  yoshaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Pekalongan, 14 April 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar