Minggu, 08 September 2019

keputusan


Hmm,
Memang hidup berisi pilihan2,
Kita bisa memilih satu diantara pilihan2 yang ada, bahkan jika pun pada akhirnya kita tidak memilih diantara pilihan2 itu, tetap saja yang dilakukan bernama memilih.
Semakin dewasa, pilihan yang dipilih semakin rumit, dan berjangka panjang, hehe
Misalnya nih,
Saat SD paling kita hanya memilih mau jajan apa, jajan dimana, mau beli minum es atau bukan,, hehe hanya waktu itu dampaknya, sederhana dan berjangka pendek.
Saat dewasa pilihan2 itu semakin rumit, misal saat lulus SLTA, milih akan kuliah dimana,
Hal ini tidak hanya akan mempengaruhi hidupmu saat itu saja, tapi mungkin 4 tahun ke depan pas kuliah (kalau lulusnya tidak telat, hehe), bahkan setelah itu, karena sebagian besar orang tentu saja akan bekerja atau berwirausaha sesuai dengan jurusan kuliahnya.
Bahkan ketika bekerja juga bisa memilih, akan bekerja seperti apa, menjadi seperti apa, mau pindah atau tidak, semua berisi pilihan2 yang sangat rumit, hehe
Yang sedang ku pikirkan saat ini adalah, apa yang ada dipikiran ibuku, tanteku, omku, yang memutuskan untuk memilih pilihan merantau. Ku pikir, mayoritas orang akan bilang kalau mereka ingin kembali ke kampung halaman, atau dekat rumah, dan dekat orang tua, aku juga sama seperti itu. Tapi tidak semua berjalan sesuai rencana. Hehe ibuku memutuskan mengikuti bapak, jauh2 dari GK ke Kebumen, tante dan omku merantau ke kalimantan untuk mencari kehidupan yang lebih baik, dan orang2 lain yang pada akhirnya memutuskan untuk tinggal dan menetap di tempat baru, tempat yang mungkin tidak pernah terbayangkan.  Yang ada dipikiran mereka saat itu, apa ya ? hehe apakah cemas, gelisah, takut, atau menantang, bersemangat, membara ? wkwk, entahlah. Aku belum tau. Aku belum ingin menanyakannya.
Jadi ingat, dulu omku belum nikah, omku ini lumayan visioner, jadi dia jadi tempat curhatku pas mau masuk kuliah, meski dia tidak sekolah (hanya smp), tapi dia berwawasan luas, dan bijak. Aku bertanya banyak hal tentang dunia kerja waktu itu, y mengalir gitu, tanya macem2. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti saran ayahku, jadi guru. Dan sekarang aku benar2 jd guru, hehe y iya lah, kan kuliah guru, tapi suatu saat aku ingin jadi pengusaha, biar bisa mempekerjakan orang lain, hehe yoshaaa
Hmm, membuat keputusan saat sudah dewasa begini memang perlu pertimbangan yang matang, mau kerja dimana, mau menetap dimana, mau nikah dengan siapa, mau bagaimana setelah menikah, semua itu butuh keputusan yang tepat, pas, hehe kalau udah ngomongin berkeluarga, berarti harus pas tuh, sesuai kesepakatan bersama, sevisi dengan doi,
Y itu nanti saja,
Hmmmmmmm,
Apakah aku akan menjadi perantau ?
Apakah aku akan menetap disini ?
Atau di tempat lain ?
Atau malah takdir memberi kesempatan untukku kembali lagi ke (dekat) rumah ?
Hehe yang jelas aku belum tahu
Tapi, suatu saat bila masih hidup, pasti akan tiba waktunya membuat keputusan, aku akan hidup dimana, hehe greget sekali.

Kendal, 8 September 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar