Hmm,
Ku ceritakan sesuatu, hehe
Dulu tahun berapa ya, saat2
masih remaja, aku pernah ngetweet kalau aku ingin mati, hehe tapi aku masih
sangat ingat kalau itu pakai kode, jadi mungkin tidak ada yang tau, hmm, mngkin
ada, tapi pasti hanya satu dua orang saja, karena teman2ku tidak semua main
twitter, apalagi tau kode itu, lalu sebenarnya aku juga sudah menyiapkan pesan
kematian, hehe sasuga, di buku bersampul biru, wkwk, tidak pakai kode, dan
semua password sosmedku semua ku tuliskan, dibalik sebuah foto wkwk kalau passwordnya itu pakai kode, lalu pesanku adalah, hapus
semua akunku, baik fb, twitter, email, dan kau tahu, pesan itu ku tujukan untuk
siapa ?
Hehe iya, kamu, eh maksudnya
dia, kamu kan blogku, hehe
Lucu deh, seorang aku bisa
berpikir sesingkat itu,
Hadeh, masa muda
Kenapa ya, aku pernah
berpikiran begitu, setelah ku ingat2,
oh, ternyata aku dulu (merasa) sangat menderita, hehe
Padahal kalau ku pikir2
sekarang masalahku waktu itu sangat sepele, maksudku tidak perlu dipusingkan
sampai ingin mati, hehe baka sekali saya ya, hehe
Hmm, tapi dulu ku pikir memang
masalahku berat sekali, tekanan dari mana2, organisasi, rumah, lingkungan,
sekolah, hehe, suwer, y tapi kan dulu aku belum sampai sedewasa sekarang, hehe
Ku pikir ini adalah titik balik
kehidupanku,
Aku yang dulu meledak2, yang
dulu mengejar2 sesuatu, yang tidak banyak bersyukur, yang labil, gaje, menjadi
pribadi yang lebih santai, lebih slow, lebih berpikiran terbuka intinya.
Jadi yang pertama, aku
dikirimkan seorang teman yang broken home, intinya keluarganya tidak baik2 saja,
y mungkin kelebihanku memang bisa jadi teman siapapun, hehe jadi dia cerita
tentang kehidupannya, hmm, akhirnya mataku mulai terbuka, oi2, keluargaku
sangat baik sekali, kenapa selama ini aku tidak bersyukur, maksudnya tidak
sadar bahwa ada keluargaku yang selama ini menopang hidupku, hadeh, payah
banget saya, dulu aku mikir apa si ya, hmm,
Lalu yang ke dua, apa kau
pernah membaca atau mendengar kalau usaha tidak menghianati hasil ? wkwk
sebenarnya aku tidak terlalu percaya, bukan berarti aku percaya bahwa usaha
tidak ada hubungannya dg hasil, tapi tidak selalu hasil itu sebanding dg usaha,
atau setidaknya yang diusahakan itu belum tentu berhasil, meski sebenarnya
proses itu yang penting, tapi hasil juga tidak kalah penting,
Hmm, ada seorang cewe, dia
temanku, kita tidak dekat si, tapi dia sangat menarik perhatianku, bukan dalam
artian yang aneh2, hehe hmm, dia sangat rajin, kalau bisa, ku ingin bilang, dia
super rajin, keren dah, karena kami baru sekelas pas kelas XI, aku baru tahu,
hehe aku jadi membenci diriku sendiri, sungguh, hehe aku tidak berusaha, atau
setidaknya dibanding dia itu, hmm, aku 1 : 10, bahkan kurang, gilee, aku jadi
merasa sombong,hehe nggak si, maksudnya dibanding usahanya, usahaku kecil
sekali, tapi prestasiku selalu dan selalu lebih diatasnya, hadeh, sombong
sekali saya ya, dg usaha kecil aja bisa menang, apalagi kalau usahanya besar,
hmm, nggak2, aku malah jadi mikir sebaliknya, kenapa dengan usaha dia yang
begitu besar, tidak Alloh ijinkan dia melampauiku, lalu ku pikir2, mungkin
karena yang Alloh sukai itu pas dia lagi berusaha, kalau tercapai, mungkin dia
akan jadi berkurang usahanya, lalu aku pun mikir, hehe jangan2 Alloh tidak suka
aku, hehe jadi aku digampangkan begitu, hehe tapi ku pikir2 lagi, tidak mungkin
deh Alloh sejahat itu, prestasiku mungkin hasil doa orang tuaku, aku hanya
sebagai lantaran kebahagiaan mereka saja, y mungkin begitu.. dan aku salut
dengan perjuangannya, sekarang, hehe aku tidak tau dia dimana, hehe y semoga
sukses, karena usahamu keren sekali menurutku.
Hmm,
Jadi, ku pikir setelah dua
kejadian itu, hidupku tidak berat2 amat, maksudku setiap orang pasti punya
masalah, dan yang bisa melampui masalah itu y kita sendiri, hehe aku bukan yang paling menderita, atau
yang lebih simple, setiap orang pasti (pernah) menderita dengan masalahnya
sendiri2, membandingkan dengan orang lain hanya akan mempersempit hati saja,
kita tidak benar2 tau masalah yang dihadapi orang lain, bisa jadi sangat berat,
tapi dia terlihat selow, atau bisa jadi terlihat sangat menderita, tapi memang
masalahnya sangat berat sekali, hehe
Lalu aku pun mulai merasa
bahagia dengan kehidupanku, hehe karena ku pikir masalah seberat apapun akan
bisa dilewati, kita hanya perlu menyelesaikannya, itu saja,
itu saja ? wkwk
Sepertinya aku keblabasan, hehe
itu seperti menemukan tempat baru, lalu pergi, terbuai dan lupa jalan untuk
pulang, hehe
Ini yang ketiga, iya, aku
pernah merasa terlalu bahagia, puncaknya di tahun 2016, hehe pas lebaran, aku
waktu itu bilang, mungkin keluargaku (kehidupanku) sangat bahagia, rasanya
gimana ya, hehe terlalu bahagia, wkwk dan pada akhirnya hukumannya sakit
sekali, wkwk teramat sakit... aku jadi sadar, yang berlebihan itu memang tidak
baik, bahkan untuk bahagia. Nanti saja, bukan sekarang.
Lalu pada akhirnya,
terbentuklah aku yang sekarang, dari tiga kejadian itu,
Hehe aku pernah ingin mati, aku
bahkan sudah menulis pesan kematian, aku juga pernah keblabasan dengan
kebahagiaan, aku pernah (sering) tidak bersyukur, aku (sering) lupa melihat
sekelilingku, melihat apa yang sekarang sdg ku punya, yang mngkin tidak dimiliki
orang lain, aku lebih (sering) melihat
apa yang dimiliki orang lain dan tidak dimiliki olehku, hehe yah, aku memang
payah sekali
Lalu aku menyimpulkan, aku memang
biasa saja. Mimpiku dan keinginanku sama saja dengan kebanyakan orang,
perjuanganku, hmm, orang lain juga berjuang, keberuntunganku, orang lain juga
beruntung, penderitaanku, orang lain juga menderita, kita punya jalan hidup
masing2, cara bahagia kita masing2, perjuangan kita juga masing2, penderitaan
kita masing2, kita hanya bisa saling membantu, tapi tidak bisa mengambil alih.
Aku memang biasa saja.
Meski begitu, ku pikir aku
bahagia, dan meski hidupku biasa saja, hidupku cukup berwarna kok, hehe
Kendal, 23 September 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar