Senin, 23 September 2019

dulu (2)


Hmm,
Ku ceritakan sesuatu, hehe
Dulu tahun berapa ya, saat2 masih remaja, aku pernah ngetweet kalau aku ingin mati, hehe tapi aku masih sangat ingat kalau itu pakai kode, jadi mungkin tidak ada yang tau, hmm, mngkin ada, tapi pasti hanya satu dua orang saja, karena teman2ku tidak semua main twitter, apalagi tau kode itu, lalu sebenarnya aku juga sudah menyiapkan pesan kematian, hehe sasuga, di buku bersampul biru, wkwk, tidak pakai kode, dan semua password sosmedku semua ku tuliskan, dibalik sebuah foto wkwk kalau passwordnya  itu pakai kode, lalu pesanku adalah, hapus semua akunku, baik fb, twitter, email, dan kau tahu, pesan itu ku tujukan untuk siapa ?
Hehe iya, kamu, eh maksudnya dia,  kamu kan blogku, hehe
Lucu deh, seorang aku bisa berpikir sesingkat itu,
Hadeh, masa muda
Kenapa ya, aku pernah berpikiran begitu,  setelah ku ingat2, oh, ternyata aku dulu (merasa) sangat menderita, hehe
Padahal kalau ku pikir2 sekarang masalahku waktu itu sangat sepele, maksudku tidak perlu dipusingkan sampai ingin mati, hehe baka sekali saya ya, hehe
Hmm, tapi dulu ku pikir memang masalahku berat sekali, tekanan dari mana2, organisasi, rumah, lingkungan, sekolah, hehe, suwer, y tapi kan dulu aku belum sampai sedewasa sekarang, hehe
Ku pikir ini adalah titik balik kehidupanku,
Aku yang dulu meledak2, yang dulu mengejar2 sesuatu, yang tidak banyak bersyukur, yang labil, gaje, menjadi pribadi yang lebih santai, lebih slow, lebih berpikiran terbuka intinya.
Jadi yang pertama, aku dikirimkan seorang teman yang broken home, intinya keluarganya tidak baik2 saja, y mungkin kelebihanku memang bisa jadi teman siapapun, hehe jadi dia cerita tentang kehidupannya, hmm, akhirnya mataku mulai terbuka, oi2, keluargaku sangat baik sekali, kenapa selama ini aku tidak bersyukur, maksudnya tidak sadar bahwa ada keluargaku yang selama ini menopang hidupku, hadeh, payah banget saya, dulu aku mikir apa si ya, hmm,
Lalu yang ke dua, apa kau pernah membaca atau mendengar kalau usaha tidak menghianati hasil ? wkwk sebenarnya aku tidak terlalu percaya, bukan berarti aku percaya bahwa usaha tidak ada hubungannya dg hasil, tapi tidak selalu hasil itu sebanding dg usaha, atau setidaknya yang diusahakan itu belum tentu berhasil, meski sebenarnya proses itu yang penting, tapi hasil juga tidak kalah penting,
Hmm, ada seorang cewe, dia temanku, kita tidak dekat si, tapi dia sangat menarik perhatianku, bukan dalam artian yang aneh2, hehe hmm, dia sangat rajin, kalau bisa, ku ingin bilang, dia super rajin, keren dah, karena kami baru sekelas pas kelas XI, aku baru tahu, hehe aku jadi membenci diriku sendiri, sungguh, hehe aku tidak berusaha, atau setidaknya dibanding dia itu, hmm, aku 1 : 10, bahkan kurang, gilee, aku jadi merasa sombong,hehe nggak si, maksudnya dibanding usahanya, usahaku kecil sekali, tapi prestasiku selalu dan selalu lebih diatasnya, hadeh, sombong sekali saya ya, dg usaha kecil aja bisa menang, apalagi kalau usahanya besar, hmm, nggak2, aku malah jadi mikir sebaliknya, kenapa dengan usaha dia yang begitu besar, tidak Alloh ijinkan dia melampauiku, lalu ku pikir2, mungkin karena yang Alloh sukai itu pas dia lagi berusaha, kalau tercapai, mungkin dia akan jadi berkurang usahanya, lalu aku pun mikir, hehe jangan2 Alloh tidak suka aku, hehe jadi aku digampangkan begitu, hehe tapi ku pikir2 lagi, tidak mungkin deh Alloh sejahat itu, prestasiku mungkin hasil doa orang tuaku, aku hanya sebagai lantaran kebahagiaan mereka saja, y mungkin begitu.. dan aku salut dengan perjuangannya, sekarang, hehe aku tidak tau dia dimana, hehe y semoga sukses, karena usahamu keren sekali menurutku.
Hmm,
Jadi, ku pikir setelah dua kejadian itu, hidupku tidak berat2 amat, maksudku setiap orang pasti punya masalah, dan yang bisa melampui masalah itu y kita sendiri,  hehe aku bukan yang paling menderita, atau yang lebih simple, setiap orang pasti (pernah) menderita dengan masalahnya sendiri2, membandingkan dengan orang lain hanya akan mempersempit hati saja, kita tidak benar2 tau masalah yang dihadapi orang lain, bisa jadi sangat berat, tapi dia terlihat selow, atau bisa jadi terlihat sangat menderita, tapi memang masalahnya sangat berat sekali, hehe
Lalu aku pun mulai merasa bahagia dengan kehidupanku, hehe karena ku pikir masalah seberat apapun akan bisa dilewati, kita hanya perlu menyelesaikannya, itu saja,
itu saja ? wkwk
Sepertinya aku keblabasan, hehe itu seperti menemukan tempat baru, lalu pergi, terbuai dan lupa jalan untuk pulang, hehe
Ini yang ketiga, iya, aku pernah merasa terlalu bahagia, puncaknya di tahun 2016, hehe pas lebaran, aku waktu itu bilang, mungkin keluargaku (kehidupanku) sangat bahagia, rasanya gimana ya, hehe terlalu bahagia, wkwk dan pada akhirnya hukumannya sakit sekali, wkwk teramat sakit... aku jadi sadar, yang berlebihan itu memang tidak baik, bahkan untuk bahagia. Nanti saja, bukan sekarang.
Lalu pada akhirnya, terbentuklah aku yang sekarang, dari tiga kejadian itu,
Hehe aku pernah ingin mati, aku bahkan sudah menulis pesan kematian, aku juga pernah keblabasan dengan kebahagiaan, aku pernah (sering) tidak bersyukur, aku (sering) lupa melihat sekelilingku, melihat apa yang sekarang sdg ku punya, yang mngkin tidak dimiliki orang lain,  aku lebih (sering) melihat apa yang dimiliki orang lain dan tidak dimiliki olehku, hehe yah, aku memang payah sekali
Lalu aku menyimpulkan, aku memang biasa saja. Mimpiku dan keinginanku sama saja dengan kebanyakan orang, perjuanganku, hmm, orang lain juga berjuang, keberuntunganku, orang lain juga beruntung, penderitaanku, orang lain juga menderita, kita punya jalan hidup masing2, cara bahagia kita masing2, perjuangan kita juga masing2, penderitaan kita masing2, kita hanya bisa saling membantu, tapi tidak bisa mengambil alih.
Aku memang biasa saja.
Meski begitu, ku pikir aku bahagia, dan meski hidupku biasa saja, hidupku cukup berwarna kok, hehe

Kendal, 23 September 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar