Hmm,
“orang2 terpilih”, Aku seringkali mendengar itu,
terutama sejak mulai masuk kuliah. Entah itu pidato Rektor, Dekan, ketua BEM,
ketua HIMA, ketua Rohis, dan ketua2 lainnya. Juga Binsu latsar, pemateri latsar
dan lainnya. Sejujurnya aku tidak suka dengan konsep dan kata2 orang terpilih.
Kenapa ya, mungkin yang pertama karena itu sangat
keakuan dan egois. seolah aku masuk organisasi, masuk kuliah, diterima cpns,
untuk diakui. Itu sudut pandangku si, tentu saja aku yakin mereka sedang
berniat baik dengan memberi motivasi bahwa aku salah satu diberi kesempatan dan
aku harus melakukan yang terbaik, aku tau itu.
Yang kedua, selain alasan untuk diakui, hmm,
seolah konsep orang terpilih menganggap orang diluar kelompok adalah orang2
yang tidak terpilih. Iya, memang benar ada banyak orang yang tersisih dan benar
juga, tidak terpilih. Tapi ku pikir bukan karena mereka tidak punya kemampuan
hebat lain, hanya saja kebetulan saja spesifikasiku sesuai yang dibutuhkan,
masuk organisasi, masuk kuliah, dan masuk kerja. Orang lain, mereka bukanlah
orang yang tidak terpilih, mereka punya tempat lain untuk dipilih, mungkin akan
ada yang jadi pengusaha, pemusik, atau jadi sesuatu yang lain. Yang mungkin
saja, lebih hebat dari yang tidak terisisih.
Yang ketiga, seolah manusia punya level yang berbeda.
Maksudku dengan masuk kuliah jurdik fisika aku lebih pintar, masuk Rohis aku
jadi lebih islami, masuk CPNS aku lebih terhormat. Menurutku semua manusia sama
saja, maksudnya punya kelebihan dan kekurangan, terlepas dari dia orang baik
atau jahat, terlepas dia dekat dengan kita atau tidak, dia takwa atau tidak, kita semua punya
potensi kelebihan dan kekurangan. Mau baik atau tidak, mau dekat atau tidak,
kita bisa memilihnya sendiri. Nyatanya orang pintar yang jahat juga banyak.
Padahal saat kembali ke Tuhan, mungkin orang gila malah lebih mulia, karena
tidak bisa berpikir, sehingga tidak perlu dimintai pertanggungjawabannya. Entah
dia masuk surga atau tidak, aku tidak tau.
Ya sebenarnya tidak salah juga, tapi aku merasa
tidak cocok saja, karena semua orang adalah orang terpilih, hanya jalan
ninjanya beda2, mungkin.
Orang terpilih atau bukan orang terpilih, kita
sama saja, tetap punya hak untuk memilih, apa yang akan kita lakukan, dan menjadi
apa pun yang kita inginkan,
Semarang, 20 Oktober 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar