Minggu, 20 Oktober 2019

Orang Terpilih


Hmm,
“orang2 terpilih”, Aku seringkali mendengar itu, terutama sejak mulai masuk kuliah. Entah itu pidato Rektor, Dekan, ketua BEM, ketua HIMA, ketua Rohis, dan ketua2 lainnya. Juga Binsu latsar, pemateri latsar dan lainnya. Sejujurnya aku tidak suka dengan konsep dan kata2 orang terpilih.
Kenapa ya, mungkin yang pertama karena itu sangat keakuan dan egois. seolah aku masuk organisasi, masuk kuliah, diterima cpns, untuk diakui. Itu sudut pandangku si, tentu saja aku yakin mereka sedang berniat baik dengan memberi motivasi bahwa aku salah satu diberi kesempatan dan aku harus melakukan yang terbaik, aku tau itu.
Yang kedua, selain alasan untuk diakui, hmm, seolah konsep orang terpilih menganggap orang diluar kelompok adalah orang2 yang tidak terpilih. Iya, memang benar ada banyak orang yang tersisih dan benar juga, tidak terpilih. Tapi ku pikir bukan karena mereka tidak punya kemampuan hebat lain, hanya saja kebetulan saja spesifikasiku sesuai yang dibutuhkan, masuk organisasi, masuk kuliah, dan masuk kerja. Orang lain, mereka bukanlah orang yang tidak terpilih, mereka punya tempat lain untuk dipilih, mungkin akan ada yang jadi pengusaha, pemusik, atau jadi sesuatu yang lain. Yang mungkin saja, lebih hebat dari yang tidak terisisih.
Yang ketiga, seolah manusia punya level yang berbeda. Maksudku dengan masuk kuliah jurdik fisika aku lebih pintar, masuk Rohis aku jadi lebih islami, masuk CPNS aku lebih terhormat. Menurutku semua manusia sama saja, maksudnya punya kelebihan dan kekurangan, terlepas dari dia orang baik atau jahat, terlepas dia dekat dengan kita atau tidak,  dia takwa atau tidak, kita semua punya potensi kelebihan dan kekurangan. Mau baik atau tidak, mau dekat atau tidak, kita bisa memilihnya sendiri. Nyatanya orang pintar yang jahat juga banyak. Padahal saat kembali ke Tuhan, mungkin orang gila malah lebih mulia, karena tidak bisa berpikir, sehingga tidak perlu dimintai pertanggungjawabannya. Entah dia masuk surga atau tidak, aku tidak tau.
Ya sebenarnya tidak salah juga, tapi aku merasa tidak cocok saja, karena semua orang adalah orang terpilih, hanya jalan ninjanya beda2, mungkin.
Orang terpilih atau bukan orang terpilih, kita sama saja, tetap punya hak untuk memilih, apa yang akan kita lakukan, dan menjadi apa pun yang kita inginkan,


Semarang, 20 Oktober 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar