Hmm,
Sejak aku menyukainya saat SMP,
mungkin aku terlalu berlebihan. Dia ku tempatkan di tempat khusus, setelah dia
pergi, tempat itu ku kunci dan ku biarkan begitu saja. Sayangnya tempat itu,
memang khusus buat dia, sedekat apapun aku dengan orang lain. Ruangan itu tidak
bisa dimasuki. Terkesan lebay, hehe mungkin memang iya.
Nyatanya tidak ada yang
seistimewa dirinya, ku pikir dia memang istimewa karena dia orang yang ku
cintai pertama kali, ternyata lebih dari itu. ku pikir, aku bukan orang yang cemburuan, aku
seringkali di nomor duakan dalam banyak hal, maksudku bukan tidak dikasih apa2,
tapi ya mungkin karena sifatku yang begini, jadi orang lain di dahulukan,
masku, adikku, teman2ku.
Ku pikir aku bisa biasa aja dan
tidak cemburuan dalam semua hal, ternyata aku salah. Ternyata aku cemburu. Wkwk bukan pada ibuku,
bukan pada temanku, tapi pada dia. Terima kasih sudah mengirim foto itu, wkwk
menyebalkan sekali, jadi inget lagi kan, hehe aku tidak cemburu dengan foto
kalian yang cuma berdua itu, maksudnya memang kalian tidak sengaja foto berdua,
kalau sengaja foto berdua, juga tergantung dalam rangka apa, tapi ngapain dah
tuh tangan kiri, y mungkin tidak sengaja, tapi y udah jelas ada cewek duduk
dibangku, ngapain tangannya harus bersandar dibelakang bangku, ternyata aku
sebel, padahal itu cuma foto doang, gimana kalau ternyata dia nikah di depanku,
wkwk y mungkin aku tidak hanya patah hati, hehe remuk dah remuk, wkwk tp aku
akan tetap datang, kalau libur, sudah tekadku wkwk ngapaian deh, padahal kan
bisa saja happy ending.
Ternyata aku cuma cemburu
dengannya, dulu aku tidak cemburu dengan cewek lain yang dekat denganku, karena
mereka mungkin membutuhkanku, bukan karena aku mencintai mereka. Mereka bebas
dekat dengan siapapun selain denganku, dan aku biasa saja.
Apakah artinya hanya dia orang
yang ku cintai ?
Wkwk entahlah
Aku merasa tidak se setia
itu...
Aku tidak mencoba untuk tetap
mencintainya, ku biarkan begitu saja, aku tidak peduli.
Walaupun dalam hati aku selalu
senang kalau dia menghubungiku..
Di twitter dia selalu muncul
diatas,
Lalu kita mulai wa nan pas udah
mulai kuliah,
Aku masih tidak peduli dengan
perasaanku,
Malah sebaliknya, aku bahkan ingin
tidak terikat lagi dg semua yg berhubungan dg masa laluku, ingin ku lepas dan
mencari hal yang baru,
Tapi aku tidak bisa bohong,
setiap kali kita berkomunikasi, aku senang.
Lalu dia menyarankan untuk membuka blognya pas aku gabut,
Y sudah ku mulai membaca
blognya....
Tak ku sangka dia akan menulis
tentang perasaan2nya dan tentangku,
Sejak itu usahaku menghilangkan
ikatanku dg masa lalu gagal, tidak2, lebih tepatnya usaha untuk menjadikannya
tidak lagi pemilik ruangan itu gagal total. Ruangan itu khusus buatnya, dan
kini dia datang dengan perasaan yang tidak berubah. lebih tepatnya dia tidak
pernah pergi dari ruangan khusus itu hehe aku tidak bisa menghilangkannnya,
karena aku punya rasa yang sama, aku masih menyukainya.
Aku senang, sekaligus sedih.
Aku senang, karena dia selama
ini tidak berubah. Hehe, ngapain deh pakai nama itu, wkwk
Aku sedih, karena aku tidak
bisa mengatakan kalau aku menyukainya, aku sudah cukup mengerti konsekuensi
dari kata2 suka yang mungkin bisa ku katakan kapan saja, tentu karena kita
saling suka kita akan saling terikat, mungkin bukan pacaran, tapi tetap saja,
kita akan terikat hatinya. Wkwk aku masih kuliah, dia juga, prioritas utama
jelas bukan perasaan macam itu, prioritas utamaku y kuliah dengan benar.
Aku mencoba meredam segala
gejolak yang berhubungan dengan dia, hehe tidak berlebihan, meski sepertinya
aku sering keblabasan.
Aku ingin dia bisa dekat dengan
orang yang pantas, mungkin bukan aku. Hehe
Entah sudah berapa tahun, dan
baru ku katakan kemarin juli, hehe lama sekali
Katanya dia style orang
mencintai beda2, mungkin aku lebih suka menunggu waktu yang tepat untuk
menyatakan perasaanku, dan cara ku
mencintai seseorang mungkin lebih penting kebahagiaannya dibandingkan harus
denganku. Kadang aku tidak habis pikir dengan orang yang memaksakan untuk
bersama karena yakin bahwa orang itu merasa dia yang terbaik untuk orang yang
disukainya. Aku tidak bisa berpikir semacam itu.
Tapi dia benar, blum tentu dia akan
lebih bahagia dengan orang lain, dan tidak lebih bahagia denganku.
Aku mencintainya..
Kenapa ya,
Entahlah,
Mungkin jika butuh alasan,
alasanku karena dia sangat setia,
Hehe
Terima kasih telah mencintaiku
bertahun – tahun,
Menyebalkan sekali,
Karena sepertinya aku tidak
bisa menang dalam hal mencintai, dia selalu lebih unggul.
Apakah aku akan terus
mencintainya ?
Apakah dia akan terus
mencintaiku ?
Entahlah, hehe
Waktu kadang menyebalkan sekali, semoga kali ini semesta jg mendukung.
Semarang, 11 Oktober 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar