Jumat, 11 Oktober 2019

Hinata (5)



Hmm,
Sejak aku menyukainya saat SMP, mungkin aku terlalu berlebihan. Dia ku tempatkan di tempat khusus, setelah dia pergi, tempat itu ku kunci dan ku biarkan begitu saja. Sayangnya tempat itu, memang khusus buat dia, sedekat apapun aku dengan orang lain. Ruangan itu tidak bisa dimasuki. Terkesan lebay, hehe mungkin memang iya.
Nyatanya tidak ada yang seistimewa dirinya, ku pikir dia memang istimewa karena dia orang yang ku cintai pertama kali, ternyata lebih dari itu. ku pikir, aku bukan orang yang cemburuan, aku seringkali di nomor duakan dalam banyak hal, maksudku bukan tidak dikasih apa2, tapi ya mungkin karena sifatku yang begini, jadi orang lain di dahulukan, masku, adikku, teman2ku.
Ku pikir aku bisa biasa aja dan tidak cemburuan dalam semua hal, ternyata aku salah. Ternyata aku cemburu. Wkwk bukan pada ibuku, bukan pada temanku, tapi pada dia. Terima kasih sudah mengirim foto itu, wkwk menyebalkan sekali, jadi inget lagi kan, hehe aku tidak cemburu dengan foto kalian yang cuma berdua itu, maksudnya memang kalian tidak sengaja foto berdua, kalau sengaja foto berdua, juga tergantung dalam rangka apa, tapi ngapain dah tuh tangan kiri, y mungkin tidak sengaja, tapi y udah jelas ada cewek duduk dibangku, ngapain tangannya harus bersandar dibelakang bangku, ternyata aku sebel, padahal itu cuma foto doang, gimana kalau ternyata dia nikah di depanku, wkwk y mungkin aku tidak hanya patah hati, hehe remuk dah remuk, wkwk tp aku akan tetap datang, kalau libur, sudah tekadku wkwk ngapaian deh, padahal kan bisa saja happy ending.
Ternyata aku cuma cemburu dengannya, dulu aku tidak cemburu dengan cewek lain yang dekat denganku, karena mereka  mungkin membutuhkanku,  bukan karena aku mencintai mereka. Mereka bebas dekat dengan siapapun selain denganku, dan aku biasa saja.
Apakah artinya hanya dia orang yang ku cintai ?
Wkwk entahlah
Aku merasa tidak se setia itu...
Aku tidak mencoba untuk tetap mencintainya, ku biarkan begitu saja, aku tidak peduli.
Walaupun dalam hati aku selalu senang kalau dia menghubungiku..
Di twitter dia selalu muncul diatas,
Lalu kita mulai wa nan pas udah mulai kuliah,
Aku masih tidak peduli dengan perasaanku,
Malah sebaliknya, aku bahkan ingin tidak terikat lagi dg semua yg berhubungan dg masa laluku, ingin ku lepas dan mencari hal yang baru,
Tapi aku tidak bisa bohong, setiap kali kita berkomunikasi, aku senang.
Lalu dia menyarankan untuk  membuka blognya pas aku gabut,
Y sudah ku mulai membaca blognya....
Tak ku sangka dia akan menulis tentang perasaan2nya dan tentangku,
Sejak itu usahaku menghilangkan ikatanku dg masa lalu gagal, tidak2, lebih tepatnya usaha untuk menjadikannya tidak lagi pemilik ruangan itu gagal total. Ruangan itu khusus buatnya, dan kini dia datang dengan perasaan yang tidak berubah. lebih tepatnya dia tidak pernah pergi dari ruangan khusus itu hehe aku tidak bisa menghilangkannnya, karena aku punya rasa yang sama, aku masih menyukainya.
Aku senang, sekaligus sedih.
Aku senang, karena dia selama ini tidak berubah. Hehe, ngapain deh pakai nama itu, wkwk
Aku sedih, karena aku tidak bisa mengatakan kalau aku menyukainya, aku sudah cukup mengerti konsekuensi dari kata2 suka yang mungkin bisa ku katakan kapan saja, tentu karena kita saling suka kita akan saling terikat, mungkin bukan pacaran, tapi tetap saja, kita akan terikat hatinya. Wkwk aku masih kuliah, dia juga, prioritas utama jelas bukan perasaan macam itu, prioritas utamaku y kuliah dengan benar.
Aku mencoba meredam segala gejolak yang berhubungan dengan dia, hehe tidak berlebihan, meski sepertinya aku sering keblabasan.
Aku ingin dia bisa dekat dengan orang yang pantas, mungkin bukan aku. Hehe
Entah sudah berapa tahun, dan baru ku katakan kemarin juli, hehe lama sekali
Katanya dia style orang mencintai beda2, mungkin aku lebih suka menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku,  dan cara ku mencintai seseorang mungkin lebih penting kebahagiaannya dibandingkan harus denganku. Kadang aku tidak habis pikir dengan orang yang memaksakan untuk bersama karena yakin bahwa orang itu merasa dia yang terbaik untuk orang yang disukainya. Aku tidak bisa berpikir semacam itu.
Tapi dia benar, blum tentu dia akan lebih bahagia dengan orang lain, dan tidak lebih bahagia denganku.
Aku mencintainya..
Kenapa ya,
Entahlah,
Mungkin jika butuh alasan, alasanku karena dia sangat setia,
Hehe
Terima kasih telah mencintaiku bertahun – tahun,
Menyebalkan sekali,
Karena sepertinya aku tidak bisa menang dalam hal mencintai, dia selalu lebih unggul.
Apakah aku akan terus mencintainya ?
Apakah dia akan terus mencintaiku ?
Entahlah, hehe
Waktu kadang menyebalkan sekali, semoga kali ini semesta jg mendukung.

Semarang, 11 Oktober 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar