Selasa, 25 Juni 2019

Hinata (2)






Hmm,
Kita benar2 seperti bocil,
Apakah kalau kita sudah sama2 tahu, masih perlu dinyatakan ?
Yang td malam, aku membacanya sekali lagi, lalu sekali lagi,
Dan aku gagal mengasumsikan apa yang kau maksudkan,
Apakah aku tidak sepeka itu , apakah otak yang kata orang cerdas ini tak bisa menganalisisnya ? mana ku tahu juga hehe
Aku punya pertanyaan, bukan untukmu
Untukku sendiri,
Kalau nantinya kau bersama orang lain, apakah aku akan menyesal ?
Tidak, aku tidak menyesal kamu bersama orang lain,
Jika nanti kau memilihnya, berarti dia pasti lebih baik dariku
Itu sudah jelas,
Tapi, apakah aku akan menyesal jika tak pernah menyatakan perasaanku padamu ?
Ya meski kita sepertinya sudah tahu jawabannya, tapi kalau masih berada di daerah abu2 begini, hehe rasanya aneh ya
Aku suka warna abu2 si, sejak warna biru disukai banyak orang, aku jadi suka warna abu2,
Entahlah,
Dulu, seringkali aku tidak memikirkan perasaanmu,
Saat kita putus, aku sudah menyiapkan hati, tapi aku tidak memikirkan hatimu,
Dan aku tidak mau itu terulang,
Aku ingin menjaganya
Jika ku nyatakan, apakah kau akan menyukaiku dengan rasional ?
Entahlah, sepertinya menyukai seseorang tidak pernah rasional
Entahlah, aku juga tidak tahu,
Jika ku nyatakan, apakah kau akan tetap membuka hatimu pada orang lain ?
Wkwk, belum ku nyatakan saja kau payah sekali kalau sama orang yang pengin kenalan, hehe
Kalau misal ku nyatakan, aku takut kau menutup hati, hehe lucu ya, aku seperti bukan orang yang menyukaimu. Aku hanya ingin kamu mendapat yang terbaik, kalau misal ternyata ada orang yang dikenalkan padamu, dan dia lebih baik dariku, dan cocok, ku harap kau berkenan menerimanya. Mungkin aku akan patah hati, hehe tapi aku tetap akan kondangan kalau kau undang.
wah, jadi inget terakhir kita ketemu pas kondangan, tiba2 aku harus memboncengmu tanpa persiapan, biasanya aku bawa tas, karena ku pikir aku akan sendirian, aku tidak membawanya, dan rasanya canggung sekali, wkwk, dalam hati si ku ingin melihat spion, ingin melihat raut mukamu gimana dibonceng olehku, hehe tapi spion kan cermin, dua sisi, artinya kalau aku melihatmu di spion, kau juga bisa melihatku di spion, membayangkannya saja aku tidak kuat, haha bisa hilang konsentrasi. kenapa  kau tidak peluk aku saja si dari belakang ? tapi kayane aku malah kaget pake banget ya, hehe untung nggak.
Selagi aku belum siap, sepertinya memberimu harapan ketidakpastian hanya akan membuat khayalan yang belum tentu bisa di realisasikan, bukannya aku tidak yakin dg perasaanmu, bukan aku tidak yakin dengan perasaanku,
Dua tahun, banyak hal bisa terjadi kan ?
Jangan menungguku, karena aku tidak dibelakangmu, tuh aku didepan, hehe sepertinya langkahmu semakin bisa ku dengar dengan jelas, tapi belum waktunya aku berbalik kan ?
Lagi2, kau adalah salah satu  bagian spesial dalam cerita kehidupanku, ku harap kau bahagia,



Pekalongan, 25 Juni 2019






Tidak ada komentar:

Posting Komentar