Hmm,
Kita benar2 seperti bocil,
Apakah kalau kita sudah sama2 tahu, masih perlu dinyatakan
?
Yang td malam, aku membacanya sekali lagi, lalu sekali
lagi,
Dan aku gagal mengasumsikan apa yang kau maksudkan,
Apakah aku tidak sepeka itu , apakah otak yang kata orang
cerdas ini tak bisa menganalisisnya ? mana ku tahu juga hehe
Aku punya pertanyaan, bukan untukmu
Untukku sendiri,
Kalau nantinya kau bersama orang lain, apakah aku akan
menyesal ?
Tidak, aku tidak menyesal kamu bersama orang lain,
Jika nanti kau memilihnya, berarti dia pasti lebih baik
dariku
Itu sudah jelas,
Tapi, apakah aku akan menyesal jika tak pernah menyatakan
perasaanku padamu ?
Ya meski kita sepertinya sudah tahu jawabannya, tapi kalau
masih berada di daerah abu2 begini, hehe rasanya aneh ya
Aku suka warna abu2 si, sejak warna biru disukai banyak
orang, aku jadi suka warna abu2,
Entahlah,
Dulu, seringkali aku tidak memikirkan perasaanmu,
Saat kita putus, aku sudah menyiapkan hati, tapi aku tidak
memikirkan hatimu,
Dan aku tidak mau itu terulang,
Aku ingin menjaganya
Jika ku nyatakan, apakah kau akan menyukaiku dengan
rasional ?
Entahlah, sepertinya menyukai seseorang tidak pernah
rasional
Entahlah, aku juga tidak tahu,
Jika ku nyatakan, apakah kau akan tetap membuka hatimu pada
orang lain ?
Wkwk, belum ku nyatakan saja kau payah sekali kalau sama
orang yang pengin kenalan, hehe
Kalau misal ku nyatakan, aku takut kau menutup hati, hehe
lucu ya, aku seperti bukan orang yang menyukaimu. Aku hanya ingin kamu mendapat
yang terbaik, kalau misal ternyata ada orang yang dikenalkan padamu, dan dia
lebih baik dariku, dan cocok, ku harap kau berkenan menerimanya. Mungkin aku
akan patah hati, hehe tapi aku tetap akan kondangan kalau kau undang.
wah, jadi inget terakhir kita ketemu pas kondangan, tiba2
aku harus memboncengmu tanpa persiapan, biasanya aku bawa tas, karena ku pikir
aku akan sendirian, aku tidak membawanya, dan rasanya canggung sekali, wkwk,
dalam hati si ku ingin melihat spion, ingin melihat raut mukamu gimana
dibonceng olehku, hehe tapi spion kan cermin, dua sisi, artinya kalau aku
melihatmu di spion, kau juga bisa melihatku di spion, membayangkannya saja aku
tidak kuat, haha bisa hilang konsentrasi. kenapa kau tidak peluk aku saja
si dari belakang ? tapi kayane aku malah kaget pake banget ya, hehe untung
nggak.
Selagi aku belum siap, sepertinya memberimu harapan
ketidakpastian hanya akan membuat khayalan yang belum tentu bisa di
realisasikan, bukannya aku tidak yakin dg perasaanmu, bukan aku tidak yakin
dengan perasaanku,
Dua tahun, banyak hal bisa terjadi kan ?
Jangan menungguku, karena aku tidak dibelakangmu, tuh aku
didepan, hehe sepertinya langkahmu semakin bisa ku dengar dengan jelas, tapi
belum waktunya aku berbalik kan ?
Lagi2, kau adalah salah satu bagian spesial
dalam cerita kehidupanku, ku harap kau bahagia,
Pekalongan, 25 Juni 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar