
Hmm,
Ini menyebalkan sekali, apakah
besok2 aku harus menjadi pelengkap lagi dan lagi,
Hehe yang pertama, kayanya
temen guruku bakal jadi youtuber, hehe mereka cover lagu, menurutku keren
sekali, rumit juga ternyata, dari merekam, menumpuk rekaman, mengedit satu per
satu rekaman agar sinkron, mengatur keras bunyi agar enak didengar, menentukan
suara gitar yang mana, bass yang mana, dan lain2, telaten sekali, ku pikir, aku
tidak akan menjadi youtuber, atau setidaknya tidak jadi youtuber cover lagu,
atau setidaknya bukan bagian yang ngedit2 gitu, hehe pemalas.
Aku tiba – tiba dipanggil, hehe
untuk sesaat aku merasa senang, mungkin aku akan ikut ambil bagian, aku tidak
terlalu berambisi jadi youtuber atau semacamnya, tapi ikut serta dalam proyek
mengcover lagu sangat menarik, ku kira aku akan memegang alat musik, kalau cuma
sekedar mengiringi, mungkin aku bisa, hehe ternyata aku salah besar, musiknya
sudah jadi, keren sekali, aku jadi tambah senang, hehe jangan2 aku bakal jadi
vokalis utama, btw aku pernah mngiringi upacara bendera, jadi aku pernah bersuara,
dan ku kira suaraku di dengar dan menurutku tidak false, hhe jangan ada yang
terkesan, wkwk dan lagi2 aku salah besar, ternyata vokalis utamanya sudah ada,
lalu aku ? iya jadi backing soda, eh maksudnya backing vokal, yaaahhhh,
ekspektasiku terlalu besar bro, tapi jadi backing vokal tidak buruk juga. itu
sama sekali tidak mengecewakanku, lalu setelah ku dengar2 setelah jadi, wiihh,
bagus juga, untung vokalis utamanya bukan aku, suaranya bagus, khas, tidak
sepertiku yang menurutku terlalu global dan tidak punya ciri khas, suaraku
kecil dan ditumpuk dengan suara lain jadi y begitu, hanya sebagai pelengkap. semoga aku membantu dan
mereka akan jadi youtuber yang terkenal,
aku udah subscribe kok, aku ingin menjadi teman yang baik. Semoga sukses gaes.
Itu ceritaku yang pertama, lalu
ini ceritaku yang kedua. dan yang ini yang menyebalkan.
Pelajaran baru akan dimulai,
tentu saja kan ada pembagian jam untuk guru2 yang akan mengajar, sudah ku duga
aku hanya akan mendapat sedikit jam, aku hanya mendapat 4 jam. 4 jam seminggu
sangat sedikit, hehe kayanya bisa selonjoran sering2. Lalu karena guru bahasa
jawa tinggal satu karena yang satu diterima cpns di tempat lain, maka guru yang
punya jam mengajar sedikit seperti saya, ditawari untuk mengajar bahasa jawa. Waktu
itu aku jadi panitia PAT (UAS), bu kepsek menemuiku dan menawarkan untuk
mengajar bahasa jawa, aku bingung hehe, tapi ku pikir2 karena ini menyangkut
orang lain (siswa2ku), aku merasa sangat tidak berkompeten di mapel bahasa
jawa. Baiklah, dengan memberanikan diri aku secara halus menolak tawaran dari
bu kepsek, lalu ku merekomendasikan orang – orang yang sama2 jamnya sedikit dan
menurutku dia orang solo atau jateng bagian timur yang ku pikir lebih
berkompeten daripadaku. Oke deh, maafkan aku bu. Singkat cerita PAT pun usai
dan SK tentang pembagian jam sudah diabgikan ke masing – masing guru. Saat ku
buka. Ternyata aku mendapat 4 jam fisika. Seperti yang sudah ku duga. Dan totalku
mengajar seminggu 18 jam, ternyata ada yang menyelip diantara aku dan fisika,
hehe iya, bahasa jawa, 14 jam seminggu. 7 kelas. Aku kaget, menurutku sendiri, mungkin mereka yang ditawari juga menolak,
tapi why me ? entahlah, aku tidakingin menanyakannya karena jawabannya sudah
pasti seperti itu, biar pengalaman baru, kamu mampu, bla bla bla. Malas sekali mendengarnya bahkan hanya membayangkannya
saja. Mau tidak mau, hmm bahasa jawa ya, susah sekali. Aku jadi tidak ingin
melakukan apa2, ingin tiduran dulu, tidak ingin menyentuh buku, buat RPP,
silabus, aku ingin tiduran, hanya ingin tiduran.
Mungkin memang hidupku akan
selalu jadi pelengkap, hanya batu kecil penyangga batu2 besar, sebenarnya tidak
masalah, mungkin aku hanya ingin dianggap ada meski hanya menjadi pelengkap.
Pekalongan, 14 Juni 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar