hmm,
Ketika kau datang lagi dan lagi dipikiranku,
Aku jadi minder, hehe
Aku pengecut sekali ya,
Uuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Aku tidak bisa apa2 selain menyumpahi diri sendiri
karena kepengecutanku, haha
Semakin aku pikirkan, aku semakin merasa tidak
bisa apa2
Aku merasa, kau sangat jauh dan tidak tergapai
Hmm,
Aku belum siap, lalu kapan aku siap ?
Entahlah, rencanaku itu begini,
Hmm, usiaku 23, mau jalan 24,
Adiku lulus tahun ini, semoga hehe jangan malas
adiku, ganbatte kudasai
Lalu dia akan bekerja, jadi mungkin sampai dia
mapan akan butuh waktu setahun. lalu kemungkinan ada pembukaan CPNS tahun ini,
aku berharap mamasku ikut, dan semoga adikku juga bisa ikut, dan semoga
berhasil, CPNS bukan tujuan akhir si, tapi kami guru gaes, mungkin CPNS adalah
pilihan paling rasional agar hidup mapan sebagai guru, jika tidak CPNS maka
jadi guru di sekolah favorit, atau bimbel yang bonafit, dan itu hanya ada di
kota besar, tidak semua punya kesempatan. Y semoga itu terjadi, dan jika itu
terjadi, maka mamasku akan jadi CPNS di bulan april tahun depan (jika TL nya
sama kaya tahun lalu, dan masku daftar di jateng). Kalau diterima, berarti kemungkinan
mereka sudah nabung dari januari (karena pengumuman biasanya di januari), btw
gaji masku udah gede si sebenarnya, mungkin di bimble dan privat masku bisa
mengantongi 6 jtan lebih (kotor), tapi ya, hidup di kota sekelas jakarta men,
apalagi sekarang punya bayi, nah kalau dari januari dia nabung, maka di april
itu, dia udah punya tabungan, setidaknya dua bulan lah, sampai mei, btw gaji
CPNS, dikit si, hehe relatif si, tapi buat ngekos 400, buat ibu 500, tinggal
sejuta lebih dikit, hehe buat sebulan, untukku si cukup, buat masku, tidak
mungkin. Jadi jika masku bisa hidup sampai mei, kemungkinan aku sudah prajab
PNS, dan setelah itu aku dapat gaji full 100% sekaligus dapat tunjangan, kalau
sekarang belum dapet, hehe lagi disuruh prihatin wkwk.
Kalau gaji dan tunjangan udah turun, mungkin
sekitar 4, jika hidupku seperti biasa, maka aku bisa ngasih 2 jt bersih ke
masku tiap bulan selama setahun sampai masku prajab, hehe nggak tega lah, cuma dua
juta sebulan, punya bayi lagi, mungkin masku akan mengembalikan suatu saat,
walau aku si santai saja, tapi kita udah dewasa, kita tahu bagian2 yang mana
harus di kembalikan, mana yang tidak. Berarti itu di tahun 2021 april, baru
selesai, well itu aku belum punya apa2, lagi. Wkwk
Umurku 25 tahun, 26 jalan. Itu baru hidup nyaman
dan mapan, bisa dikatakan begitu. Bagiku si wajar, bagimu, aku tidak tahu,
mungkin kamu belum selesai pendidikan khususmu. Tapi aku tidak punya waktu
sampai kau lulus aku bisa mengumpulkan berapa banyak. Lagian jika gajiku 4jtan
itu apakah kau akan hidup nyaman denganku atau tidak, aku juga tidak tahu, hehe
aku tidak ingin kau sengsara kan ya,
Aku jadi minder, dan tidak PD, hehe jujur saja,
menurutku, kau pantas dapat yang lebih dariku. Naif sekali.
Aku juga masih bimbang, apakah kita akan bisa
klop, tentu saja akan ada masalah dalam keluarga, tapi apakah kita bisa
menyelesaikannya, apakah kita bisa berkomunikasi dengan baik ?
Apakah aku bisa jadi imam yang baik, hehe bacaan
Quranku biasa saja, bahkan aku belum selesai ngaji tahsin. Hafalanku sedikit,
aku jadi tambah minder lagi, hehe payah sekali aku.
Lalu, apakah kau akan selalu ada buatku,? hehe ketika
aku berangkat kerja, kau ada mencium tanganku, dan ketika ku pulang, kau ada
menyambutku, aku bahkan sampai kepikiran begitu. Bukannya aku ingin mengekang,
tapi, aku bekerja untuk siapa kalau saat berangkat dan pulang tidak ada kau
wahai teman hidupku. Tapi, ku pikir lagi, jika nanti jadi, hehe kau seorang
dokter, pasti kerjaanmu berat, dan kau harus sigap menolong orang setiap saat,
dokter pekerjaan yang mulia bro, dengan
mengingat itu ku pikir aku bisa menerimanya, hehe tapi aku kan yang bertugas
menafkahi, jangan terlalu memaksakan diri, diniatkan saja ibadah, kalau di gaji
y alhamdulillah, nafkahmu, tugasku memenuhinya.
Hehe, pikiranku jauh sekali ya, iya begitulah,
semakin dipikirkan, semakin aku merasa tidak bisa apa2, semakin tidak pantas
menyandingmu. Itu diatas hanya rencanaku, rencana Alloh masih belum ku tahu,
pun mungkin juga kau bukan jodohku.
Kata guru agamaku pas SMA, soal jodoh, jadi ada
temenku yang tanya, misal saya nglamar anak orang, eh dia udah di jodohkan sama
orang lain, padahal dia sukanya sma saya, apa yang harus kita lakukan ?
Guruku menjawab, beri saran agar sholat
istikhoroh, kamu (yg nglamar), dia (yang dilamar), ortumu , dan ortunya, kalau
perlu dia yang lain yang dijodohkan, insyaAlloh Alloh kasih tahu, dan kalian
yang sholat akan mendapat petunjuk yang sama. Jika dia bukan jodohmu, maka
ikhlaskanlah, begitu.
Tapi kan tak ada yang ku ajak sholat kan ya, kamu
apalagi ibumu y jelas tidak mungkin. Aku ingin mencobanya sendiri, tapi
sepertinya hasilnya akan subjektif karena aku memikirkanmu, tapi sebenarnya
yang ku takutkan adalah jika itu ternyata bukan kamu, aku masih belum ingin
menerimanya, hehe y kapan2 ku coba, ingin ku pastikan.
Hmm,
Apa aku sudah serius ?
Aku juga tidak tahu,
Sepertinya masih lebih banyak yang harus di
siapkan dibanding yang sudah di siapkan. Dan jika ada yang sudah siap
melamarmu, hmm, meski aku patah hati, ku harap kau membuka hati mengenalnya,
siapa tahu, dia jodohmu, selama kau belum jadi milikku, aku tidak akan
mengekangmu, memang aku ini siapa. Yang jelas ku juga mendoakan yang terbaik
buatmu.
Kau selalu melihat punggungku ?
Hehe jika iya, sejujurnya aku senang, artinya kau masih mengikutiku,
sesekali aku melihat ke belakang, memastikan kau terus berjalan, ku lihat kau
menunduk dan tak sadar jika sedang ku lihat, ternyata kau sedang sedih, tapi kau terus
melihat jejak langkahku dan melangkah, maaf karena tak berhenti, maaf karena
tak melambat, kau harus tetap melihat punggungku, berjuang, sampai nanti aku
berbalik, menggandengmu, berjalan seiring dan sehaluan bersamaku, tidak di
belakangku, tidak juga di depanku, disini, tepat disampingku.
ini bukan janji, aku tidak bisa menjanjikan apa2, masa depan bukan milikku, ini hanya harapan, mungkin terwujud, pun mungkin juga tidak. ku harap lagi2, kau dan aku mendapat yang terbaik, dan semoga itu kau, bukan yang lain.
Pekalongan, 15 Juni 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar