Sabtu, 15 Juni 2019

Kau


hmm,
Ketika kau datang lagi dan lagi dipikiranku,
Aku jadi minder, hehe
Aku pengecut sekali ya,
Uuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Aku tidak bisa apa2 selain menyumpahi diri sendiri karena kepengecutanku, haha
Semakin aku pikirkan, aku semakin merasa tidak bisa apa2
Aku merasa, kau sangat jauh dan tidak tergapai
Hmm,
Aku belum siap, lalu kapan aku siap ?
Entahlah, rencanaku itu begini,
Hmm, usiaku 23, mau jalan 24,
Adiku lulus tahun ini, semoga hehe jangan malas adiku, ganbatte kudasai
Lalu dia akan bekerja, jadi mungkin sampai dia mapan akan butuh waktu setahun. lalu kemungkinan ada pembukaan CPNS tahun ini, aku berharap mamasku ikut, dan semoga adikku juga bisa ikut, dan semoga berhasil, CPNS bukan tujuan akhir si, tapi kami guru gaes, mungkin CPNS adalah pilihan paling rasional agar hidup mapan sebagai guru, jika tidak CPNS maka jadi guru di sekolah favorit, atau bimbel yang bonafit, dan itu hanya ada di kota besar, tidak semua punya kesempatan. Y semoga itu terjadi, dan jika itu terjadi, maka mamasku akan jadi CPNS di bulan april tahun depan (jika TL nya sama kaya tahun lalu, dan masku daftar di jateng). Kalau diterima, berarti kemungkinan mereka sudah nabung dari januari (karena pengumuman biasanya di januari), btw gaji masku udah gede si sebenarnya, mungkin di bimble dan privat masku bisa mengantongi 6 jtan lebih (kotor), tapi ya, hidup di kota sekelas jakarta men, apalagi sekarang punya bayi, nah kalau dari januari dia nabung, maka di april itu, dia udah punya tabungan, setidaknya dua bulan lah, sampai mei, btw gaji CPNS, dikit si, hehe relatif si, tapi buat ngekos 400, buat ibu 500, tinggal sejuta lebih dikit, hehe buat sebulan, untukku si cukup, buat masku, tidak mungkin. Jadi jika masku bisa hidup sampai mei, kemungkinan aku sudah prajab PNS, dan setelah itu aku dapat gaji full 100% sekaligus dapat tunjangan, kalau sekarang belum dapet, hehe lagi disuruh prihatin wkwk.
Kalau gaji dan tunjangan udah turun, mungkin sekitar 4, jika hidupku seperti biasa, maka aku bisa ngasih 2 jt bersih ke masku tiap bulan selama setahun sampai masku prajab, hehe nggak tega lah, cuma dua juta sebulan, punya bayi lagi, mungkin masku akan mengembalikan suatu saat, walau aku si santai saja, tapi kita udah dewasa, kita tahu bagian2 yang mana harus di kembalikan, mana yang tidak. Berarti itu di tahun 2021 april, baru selesai, well itu aku belum punya apa2, lagi. Wkwk
Umurku 25 tahun, 26 jalan. Itu baru hidup nyaman dan mapan, bisa dikatakan begitu. Bagiku si wajar, bagimu, aku tidak tahu, mungkin kamu belum selesai pendidikan khususmu. Tapi aku tidak punya waktu sampai kau lulus aku bisa mengumpulkan berapa banyak. Lagian jika gajiku 4jtan itu apakah kau akan hidup nyaman denganku atau tidak, aku juga tidak tahu, hehe aku tidak ingin kau sengsara kan ya,
Aku jadi minder, dan tidak PD, hehe jujur saja, menurutku, kau pantas dapat yang lebih dariku. Naif sekali.
Aku juga masih bimbang, apakah kita akan bisa klop, tentu saja akan ada masalah dalam keluarga, tapi apakah kita bisa menyelesaikannya, apakah kita bisa berkomunikasi dengan baik ?
Apakah aku bisa jadi imam yang baik, hehe bacaan Quranku biasa saja, bahkan aku belum selesai ngaji tahsin. Hafalanku sedikit, aku jadi tambah minder lagi, hehe payah sekali aku.
Lalu, apakah kau akan selalu ada buatku,? hehe ketika aku berangkat kerja, kau ada mencium tanganku, dan ketika ku pulang, kau ada menyambutku, aku bahkan sampai kepikiran begitu. Bukannya aku ingin mengekang, tapi, aku bekerja untuk siapa kalau saat berangkat dan pulang tidak ada kau wahai teman hidupku. Tapi, ku pikir lagi, jika nanti jadi, hehe kau seorang dokter, pasti kerjaanmu berat, dan kau harus sigap menolong orang setiap saat, dokter pekerjaan yang mulia bro,  dengan mengingat itu ku pikir aku bisa menerimanya, hehe tapi aku kan yang bertugas menafkahi, jangan terlalu memaksakan diri, diniatkan saja ibadah, kalau di gaji y alhamdulillah, nafkahmu, tugasku memenuhinya.
Hehe, pikiranku jauh sekali ya, iya begitulah, semakin dipikirkan, semakin aku merasa tidak bisa apa2, semakin tidak pantas menyandingmu. Itu diatas hanya rencanaku, rencana Alloh masih belum ku tahu, pun mungkin juga kau bukan jodohku.
Kata guru agamaku pas SMA, soal jodoh, jadi ada temenku yang tanya, misal saya nglamar anak orang, eh dia udah di jodohkan sama orang lain, padahal dia sukanya sma saya, apa yang harus kita lakukan ?
Guruku menjawab, beri saran agar sholat istikhoroh, kamu (yg nglamar), dia (yang dilamar), ortumu , dan ortunya, kalau perlu dia yang lain yang dijodohkan, insyaAlloh Alloh kasih tahu, dan kalian yang sholat akan mendapat petunjuk yang sama. Jika dia bukan jodohmu, maka ikhlaskanlah, begitu.
Tapi kan tak ada yang ku ajak sholat kan ya, kamu apalagi ibumu y jelas tidak mungkin. Aku ingin mencobanya sendiri, tapi sepertinya hasilnya akan subjektif karena aku memikirkanmu, tapi sebenarnya yang ku takutkan adalah jika itu ternyata bukan kamu, aku masih belum ingin menerimanya, hehe y kapan2 ku coba, ingin ku pastikan.
Hmm,
Apa aku sudah serius ?
Aku juga tidak tahu,
Sepertinya masih lebih banyak yang harus di siapkan dibanding yang sudah di siapkan. Dan jika ada yang sudah siap melamarmu, hmm, meski aku patah hati, ku harap kau membuka hati mengenalnya, siapa tahu, dia jodohmu, selama kau belum jadi milikku, aku tidak akan mengekangmu, memang aku ini siapa. Yang jelas ku juga mendoakan yang terbaik buatmu.
Kau selalu melihat punggungku ?
Hehe jika iya, sejujurnya aku senang, artinya kau masih mengikutiku, sesekali aku melihat ke belakang, memastikan kau terus berjalan, ku lihat kau menunduk dan tak sadar jika sedang ku lihat, ternyata kau sedang sedih, tapi kau terus melihat jejak langkahku dan melangkah, maaf karena tak berhenti, maaf karena tak melambat, kau harus tetap melihat punggungku, berjuang, sampai nanti aku berbalik, menggandengmu, berjalan seiring dan sehaluan bersamaku, tidak di belakangku, tidak juga di depanku, disini, tepat disampingku.
ini bukan janji, aku tidak bisa menjanjikan apa2, masa depan bukan milikku, ini hanya harapan, mungkin terwujud, pun mungkin juga tidak. ku harap lagi2, kau dan aku mendapat yang terbaik, dan semoga itu kau, bukan yang lain.

Pekalongan, 15 Juni 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar